cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
Transfer Pragmatik pada Strategi Merespon Pujian oleh Pembelajar Bahasa Inggris Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study describes the realization of compliment response strategies, explains the pragmatic transfer from Indonesian, and the power relationship between participants in the the realization of compliment response strategies. This is an exploratory and descriptive study. The subjects were 20 students of English Department of Semarang State University. The data were collected by using a role play and discouse completion tests. The results show that among the responses to compliments, 23% of them are appreciation, 14% of them are agreement and explanation/comment history, 13% are compliment downgrade 13%, and other responses are under 10%. The responses least used by the subjetcs is expressing gladsness (1%). Pragmatic transfer is shown in the low of compliment downgrade. This response should have been used by the subjects in most compliment situations. Status and social factors and distance between participants affect the realization of compliment responses.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan realisasi strategi merespon pujian, menjelaskan transfer pragmatik dari bahasa Indonesia dalam realisasi strategi merespon pujian dalam bahasa Inggris dan menjelaskan faktor hubungan antar partisipan yang ikut menentukan realisasi penggunaan strategi merespon pujian dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bersifat eksploratori dan deskriptif. Subjek terdiri atas 20 orang mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, FBS, Universitas Negeri Semarang. Data dikumpulkan dengan main peran alami dan tes melengkapi wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon yang paling banyak digunakan adalah pernyataan terima kasih sebanyak 23%, pernyataan setuju dan penjelasan atau riwayat diperolehnya objek atau penampilan yang dipuji 14%, diikuti oleh pernyataan mengurangi kadar pujian 13%, dan respon lainnya di bawah 10%. Respon paling sedikit adalah pernyataan senang terhadap pujian 1%. Transfer pragmatik terjadi pada rendahnya pernyataan mengurangi kadar pujian yang seharusnya digunakan dalam sebagian besar respon terhadap pujian. Faktor status sosial dan hubungan keakraban antar partisipan berpengaruh pada realisasi respon pujian. 
STUDI KASUS PENGARUH PEMBELAJARAN IPA KURIKULUM 2013 TERHADAP MOTIVASI SISWA SMP KELAS VII Mawardini, Annissa; Sofhianti, Anti Siti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan metode studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran proses pembelajaran IPA di SMP kelas VII dalam implementasi kurikulum 2013 dan mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 56 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Data dijaring melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara guru, dan angket siswa. Triangulasi informasi dilakukan untuk menguji kredibilitas, keabsahan, dan keajegan data penelitian. Berdasarkan hasil observasi dan angket siswa, diperoleh informasi bahwa pembelajaran IPA secara terpadu pada kurikulum 2013 dapat meningkatkan motivasi siswa belajar IPA. Alasannya pembelajaran IPA menjadi lebih kontekstual dan bermakna, sehingga siswa menyukai pembelajaran IPA dan merasakan kebermanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dapat disimpulkan bahwa guru masih menghadapi kesulitan dalam memadukan pembelajaran IPA karena guru dituntut harus selalu belajar dan senantiasa memperluas wawasan untuk memadukan materi pembelajaran dengan tepat. Guru juga masih mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian sikap siswa. Dari hasil temuan tersebut,  guru diharapkan: (1) mampu memahami karakteristik kurikulum 2013 khususnya pada pembelajaran IPA yang dikembangkan sebagai mata pelajaran terpadu (integrative science), (2) menekankan pembelajaran pada pengalaman sehari-hari dengan menggunakan model, metode dan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai agar siswa dapat termotivasi, dan (3) melakukan penilaian autentik.  The research method is case study aims to obtain a learning process in junior high science class VII in 2013 and the implementation of the curriculum determine its influence on students motivation in learning science. The study involved a sample of 56 students in one class VII Junior High School in Bandung. Data captured through observation of learning activities, teacher interviews, and student questionnaires. Triangulation of information was conducted to test the credibility, validity, and constancy research data. Based on observations and student questionnaires, information was obtained that learning science is integrated in the curriculum in 2013 to enhance the students motivation to learn science. The reason for learning science becomes more contextual and meaningful, so that students feel like learning science and feel that science useful in everyday life. Based on interviews with teachers can be concluded that teachers still face difficulties in integrating science learning because teachers are required to be constantly learning and constantly expanding horizons to integrate learning materials appropriately. Teachers also still have difficulty in assessing students attitudes. From these findings, the teacher is expected to: (1) able to understand the characteristics of the curriculum in 2013, especially in science learning developed as integrated subjects (integrative science), (2) emphasize the learning in daily experience using models, methods and instructional media varied and appropriate for students to be motivated, and (3) conduct authentic assessment.
PENERAPAN METODE CASE STUDY UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN Utami, Langgeng Widi; Indriyanti, Dyah Rini
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran  sains menjelaskan  fenomena  alam sekitar. Berdasarkan observasi di SMP N 1 Karangawen pembelajaran bersifat tekstual. Case study adalah metode yang mengurangi kesenjangan diantara teori dan praktik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas penerapan metode case study untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada materi hama dan penyakit tumbuhan. Penelitian dilaksanakan di SMP N 1 Karangawen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain control group pretest-posttest design. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif dan afektif (sikap), tanggapan siswa dan guru. Hasil belajar kognitif dan afektif dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan n gain kelas eksperimen 0,53 sedangkan kelas kontrol 0,43 dan berbeda signifikan. Hasil belajar afektif (sikap) kelas eksperimen 53,26 sedangkan  kontrol 45,79 dan berbeda signifikan. Siswa memberikan tanggapan positif 87 % sedangkan guru 80 % terhadap penerapan metode case study. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode case study efektif pada materi hama dan penyakit pada tumbuhan yang ditunjukkan rata – rata peningkatan hasil belajar kognitif dan afektif kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol dan berbeda signifikan, siswa dan guru memberikan tanggapan positif > 70 % terhadap penerapan metode case study untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP N 1 Karangawen. The science learning is to explain the natural phenomenon surroundings. Based on the result in SMPN 1 Karangawen , the learning process is still textual. The case study recomended as a method to decrase the gap between theory and practice. This research is an exsperimental with pretest-posttes control group design. Sampling was done by purposive sampling. The purpose of this study was to describe the effectiveness of the application of case study method to optimize students learning outcomes in pests and plant diseases material.The research is done in SMP N 1 Karangawen. The data taken is the result of cognitive learning, affective learning outcomes ( attitudes ), the responses of students and teachers. The result showed that the average of the cognitive outcomes learning’s improvement in experimental class (0,53) and the control class (0,40) and significantly different. Affective learning outcomes, the students attitudes on enviromental awareness in exsperimental class is 53,26 and controls class 45,79 and significantly different. Students give positive responses 87 % and teacher 80 % on the application of the case study method. Based on the result it can be concluded the application of the case study method is effective on the pests and plant diseases material shows the average enhance in cognitive and affective learning outcomes eksperimental class more than control class and is significantly different, students and teachers responded positively > 70 % on the application using case study is method to optimize students learning outcomes of class VIII in SMP N 1 Karangawen.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERVISI SETS KOMPETENSI TERKAIT PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT ORGAN TUMBUHAN Shofiyah, Siti; Indriyanti, Dyah Rini; Binadja, Achmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA di SMPN 3 Mranggen kompetensi terkait pengendalian hama dan penyakit organ tumbuhan belum mengintegrasikan keterkaitan antara sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas perangkat pembelajaran IPA Bervisi SETS kompetensi terkait pengendalian hama dan penyakit organ tumbuhan untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian yang dilakukan adalah Research and Development. Penelitian dilakukan di SMPN 3 Mranggen dan sentral pertanian organik desa Tlogoweru Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. Sampel penelitian adalah peserta didik SMPN 3 Mranggen sejumlah 93. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan pertimbangan.Uji skala terbatas 10 peserta didik, uji skala luas tahap 1 sejumlah 27 peserta didik, dan uji skala luas tahap 2 kelas eksperimen dan kontrol masing-masing 28 peserta didik. Produk yang dikembangkan  berupa silabus, RPP, bahan ajar, LKS, LDS, dan alat evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan seluruh peserta didik mencapai ketuntasan dengan rata-rata nilai 92 dan N-gain sebesar 0,83. Seluruh peseta didik bersikap baik, terampil, dan aktif.  Berdasarkan informasi di atas dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA bervisi SETS kompetensi terkait pengendalian hama dan penyakit organ tumbuhan valid dan efektif. The learning Science in Public lower sec School 3, Mranggen did not utilize the integrate linkages of science, environment, technology and society. The purpose of this study was to know the effectiveness of learning package that feature SETS vision in the competency related to pest and disease control of plants organs to improve the outcomes of students. The study used Researh and Development design. The study was conducted in Public Lower Sec School 3 Mranggen and central organic farming in Tlogoweru village Guntur, Demak, Central Java. Selected under purposive random sampling. Small sample was 10, the large scale sample 27. The control sample class and the experiment class were using 28 students, of each products developed are syllabi, lesson plan, teaching materials, worksheet discussion sheet and evaluation instrument. The results showed that the learning implemented can help all students to the competency with an average value of 92 and the N-gain 0,83. All students are kind, skillful and active in learning process. The learn of science that feature SETS vission was valid, and effective to be used in achieve the designated competency the science learning SETS vision competence related pest and disease control of plants organs.
Reposisi Profesi Teknologi Pendidikan di Sekolah Dan Kesuksesan Kurikulum 2013 Herpratiwi, Herpratiwi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

..
SECONDARY DATA ANALYSIS OF PARTIAL PRODUCTIVITY INDEX TO DETERMINE QUALITY OF SCHOOL Rinawati, Anita; Mutrofin, Mutrofin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Is not an easy thing to select Senior High School (SMA).The new students recieving  programme hold before new academic year in July make the parents of students who have just graduated from Junior High School confused. Generally, the reason  to select favourite school is based on a wrong public opinion. Selecting Senior High School (SMA) is supposed to rely on the quality of Instructional  work. One of Indicators of the instructional  work quality is a productivity level. This research aims to reveal partial productivity index of Senior High Schools (SMA)  located in Jember City and sequence them in top ten category. This research belongs to descriptive research which emphasizes on two things. The first emphasis   is on the final score of national examination (NEM) obtained by  Junior high School Students who graduated in academic year of  2011/2012 as the input while the second is the final score of national examination obtained by Senior high School (SMA) students who graduated  in 2013 as the output. The analysis is meant to find out the comparation result index betwen input and output score. The research result shows that 10 of 15 Senior High Schools located in Jember City have productivity level around 68,33%  up to 98,46%.    
EVALUASI KINERJA PENILIK PAUDNI PROVINSI JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (SESUAI TUJUAN POKOK FUNGSI PERMENPAN DAN RB NO. 14/2010) Suminar, Tri
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kualifikasi kinerja penilik PAUDNI dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi penilik untuk mengendalikan mutu dan mengevaluasi dampak program PNFI berdasarkan atas kompetensi kepribadian, sosial, supervisi manajerial, supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian dan pengembangan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode survey. Populasinya Penilik PAUDNI se-Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik sampling menggunakan random, ditetapkan 20 kota/kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY secara acak, setiap kabupaten/kota ditetapkan 6 orang penilik PAUDNI. Jumlah keseluruhan sampel responden adalah 120 orang penilik PAUDNI. Variabel penelitian ini adalah kinerja Penilik PAUDNI berdasarkan 6 kompetensi penilik PAUDNI. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan pengisian kuesioner berskala likert. Analisis data menggunakan deskriptif persentase atas frekuensi jenjang kinerja Penilik.Hasil penelitian disimpulkan kualifikasi kinerja penilik PAUDNI yang menuntut kompetensi kepribadian termasuk kategori sangat baik. Kinerja yang menuntut kompetensi sosial, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan termasuk pada kategori baik. Sedangkan kinerja pada kompetensi penelitian dan pengembangan termasuk kategori tidak baik. Keenam aspek kompetensi penilik PAUDNI dianalisis dari unsur jabatan dan pangkat tidak menunjukkan adanya korelasi yang signifikan pada taraf kepercayaan 95%. Jabatan penilik PAUDNI bukan kematangan profesi dari jabatan yang bidangnya sama. Kendala kinerja adalah pendidikan tidak relevan dengan tugas, rendahnya kemampuan IT, kondisi geografis dan rendahnya kesejahteraan. Pendukung kinerja adalah tingginya kompetensi kepribadian dan sosial untuk menjalin mitrakerja, adanya alat komunikasi dan transportasi dinas.
PENGARUH PEMBELAJARAN AUTENTIK BERBASIS BTL-BERKARAKTER METODE SEVEN JUMP TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS Rahmawati, Ela; Sukaesih, Sri
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh penerapan pembelajaran autentik berbasis BTL-Berkarakter dengan metode Seven Jump pada materi Invertebrata terhadap penguasaan keterampilan proses sains siswa SMA Negeri 1 Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X-MIA (1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7). Sampel penelitian ditentukan secara convinience sampling, yaitu kelas X-MIA 1 dan 2. Data penelitian berupa keterampilan proses sains siswa, karakter demokratis siswa, tanggapan siswa, dan tanggapan guru. Peningkatan penguasaan keterampilan proses sains siswa ditentukan dengan N-gain, sedangkan perbedaan hasil pretest dan posttest dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menggunakan rumus N-gain menunjukkan bahwa mayoritas (91%) siswa penguasaan keterampilan proses sainsnya meningkat. Sebanyak 98% siswa kelas eksperimen kompeten dan sangat kompeten menguasai keterampilan proses sains. Berdasarkan uji Wilcoxon diketahui bahwa penerapan pembelajaran autentik berbasis BTL-Berkarakter dengan metode Seven Jump berpengaruh meningkatkan penguasaan keterampilan proses sains siswa pada materi Invertebrata di SMA Negeri 1 Pekalongan. Tanggapan siswa dan guru terhadap penerapan pembelajaran sangat baik. The aim of the study was to describe the effect of authentic learning on the basis of BTL with character by Seven Jump method to student’s science process skill mastery in the matter of Invertebrate on SMA Negeri 1 Pekalongan. This study was pre-experimental design using a pattern of one group pretest-posttest design. The population in this study is an entire class X-Science of SMA Negeri 1 Pekalongan. The sample were taken by convinience sampling that were class X-MIA 1 and X-MIA2. The datas of this study were science process skill, Student’s democratic character, student opinion, and teacher opinion. Student’s science process skill mastery determined by N-gain analyses, whereas the different of pretest and posttest by Wilcoxon test. The results of N-gain analyses showed that the science process skill of  students majority (91%) get rises. As many as 98% students of experiment class were competence and very competence on science process skill mastery.Based on the Wilcoxon test result showed that aplication of authentic learning on the basis of BTL with character by Seven Jump method infuential to student’s science process skill mastery in the matter of Invertebrate on SMA Negeri 1 Pekalongan. Teacher and student opinion to the learning activity had very good
Pengembangan Karakter Konservasi untuk Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (PPG-SM3T) Ridlo, Saiful
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah dipercaya sebagai salah satu penyelenggara PPG-SM3T angkatan pertama tahun 2013. Universitas berketetapan untuk menyelenggarakan perkuliahan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Konservasi (KBKK). Terdapat 11 nilai karakter konservasi yang ingin dikembangkan Unnes sebagai penciri profil lulusannya. Nilai prakondisi karakter yang telah dimiliki universitas konservasi ini adalah takwa, bersih, rapih, nyaman, dan santun. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pengembangan nilai karakter konservasi bagi mahasiswa PPG-SM3T melalui pembelajaran berbasis strategi Jelajah Alam Sekitar (JAS). Data diambil melalui observasi saat pembelajaran pada semester 1 dan angket, kemudian dipaparkan untuk dinarasikan melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui inisiatif mahasiswa telah berkembang nilai nasionalis tetapi hanya 36% yang menyatakan ingin kembali ke daerah 3T, itupun dengan syarat setelah 3-5 tahun dapat kembali ke Jawa. Program studi telah mendidik melalui pembiasaan dalam pembelajaran SSP sehingga berkembang sikap demokratis, peduli, dan santun. Department of Biology, University of Semarang (Unnes) has been appointed as one of the organizers of the PPG-SM3T University in 2013. The first generation was determined to hold lectures using competency based curriculum and Conservation (KBKK). There are 11 conservation value of a character who wants to be developed as an identifier Unnes graduates profile. Value preconditions character who has owned this conservation university is piety, clean, neat, comfortable, and well mannered. This study aimed to describe the development of the character of the conservation value for students PPG-based learning strategies SM3T through Natural Roaming Around (JAS). Data retrieved through observation while learning in the 1st half and the questionnaire, and then exposed to narrated through a qualitative approach. The results showed that through the initiative of students has grown nationalist value but only 36% who said they wanted to return to the area 3T, and even then the condition after 3-5 years can go back to Java. The study program has been educating through habituation in learning so that the developing CNS democratic attitude, caring, and polite.
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP MENJELANG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Noeraida, Noeraida
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan pembelajaran IPA Terpadu di SMP menjelang implementasiKurikulum 2013. Penelitian ini merupakan studi kasus tentang penerapan pembelajaran IPA Terpadu di salahsatu SMP di Kota Bandung. Obyek penelitian terdiri dari 1 orang guru IPA SMP dan 75 siswa kelas IX (2 kelas). Data penelitian yang dikaji peneliti terdiri atas perangkat pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar) yang dibuat, proses pembelajaran IPA di kelas, serta tanggapan guru dan siswa terhadap pembelajaran IPA. Berdasarkan studi ini diperoleh informasi bahwa pelaksanakan pembelajaran IPA Terpadu belum dilaksanakan dengan optimal. Sementara itu siswa lebih berminat melaksanakan pembelajaran IPA secara kontekstual dan terpadu dengan metode eksperimen/praktek.Guru kurang siap melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu pada Kurikulum 2013 karena beberapa faktor yaitu terbatasnya pemahaman guru tentang pembelajaran IPA Terpadu dan model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran IPA Terpadu; bahan ajar IPA Terpadu (buku dan LKS) yang belum menunjukkan keterpaduannya; dan motivasi guru yang kurang. Dari hasil temuan tersebut perlu dilakukan suatu tindak lanjut terkait dengan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP yaituberupa pelatihan bagi guru IPA SMP tentang pembelajaran IPA Terpadu dan model-model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran IPA Terpadu, dan perlu adanya media pendukung pembelajaran IPA Terpadu berupa media dan bahan ajar IPA Terpadu yang mampu mengembangkan 4 kompetensi inti dalam Kurikulum 2013.This research aims to get the description of implementing of integrated science learning in junior high school in facing of Curriculum 2013. This is a case study about integrated science learning implementation in a Junior High School in Bandung. The object of study is 1 junior high science teacher and 75 ninth junior high students (in 2 classes). The collected data as follow: syllabi, lesson plans, learning materials (textbook and worksheet) which conducted by the teacher, science learning process in class, and the opinion of the teacher and the students related to science integrated learning. Based on this study, the science integrated learning in junior high school has not been implemented well, yet. While the students are more interested to contextual and integrated science by experiments or practical exercises. The teacher is less ready to implement the integrated science learning in Curriculum 2013. It is because of such factors: the teacher’s understanding of integrated science learning is low; the current learning material of integrated science which has not showed the integrity; and teacher’s motivation is weak. Based on this results, it is needed to conduct an action plan related to implementation of integrated science in junior high school, i.e. conducting of teacher training of integrated science learning and the suitable models of integrated science learning; the need for developing supporting learning material of integrated science which able to develop the 4 Core Competences in Curriculum 2013.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue