cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
ANALISIS IDENTITAS PARADOKS ANTARA PLURALISME DAN UNIVERSALISME DALAM KARYA SENI LUKIS KONTEMPORER MAHASISWA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN SENI LUKIS SENI RUPA FBS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Utomo, Kamsidjo Budi; Mujiono, Mujiono
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui perwujudan bentuk gaya dan makna simbolik karya mahasiswa, faktor-faktor yang mempengaruhi proses penciptaan karya mahasiswa, dan pola hubungan lingkungan akademik,  sosial,  dan kultural  dalam kaitan proses penciptaan yang dilakukan oleh mahasiswa seni rupa  FBS Unnes dalam rangka pencarian jati diri estetik dengan kondisi  adanya wacana identitas yang paradoks antara universalisme dan pluralisme. Pendekatan penelitian yang akan digunakan adalah  deskriptif kualitatif dengan lebih mengutamakan eksplanasi pada temuan emprik sehingga dihasilkan kesimpulan yang valid. Teknik pengumpulan data yang melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan pendokumentasian. Teknis analisis data dilakukan secara induktif dengan model siklus interaktif melalui proses reduksi, penyajian, verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa  karya mahasiswa lebih bersubject matter persoalan keseharian, subjek representatif, simbolik dengan pertimbangan  formalistik,  Pluralisme atau posmodern  hanya dimaknai dengan lokalitas bukan mempertanyakan lokalitas itu sendiri sehingga akhirnya  terjebak kepada  pengungkapan atau merayakan gaya modern. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi mahasiswa seni rupa FBS Unnes dalam menemukan identitas jati diri estetik dalam situasi berkembangnya identitas yang paradoks antara  universalisme dan pluralisme pada konteks peningkatan kualitas pembelajaran seni lukis meliputi faktor internal dan eksternal. Internal mahasiswa  meliputi keterbatasan pengetahuan, keterbatasan teknik yang dimiliki, berkaya beracuan hanya pada katalog, tingkat  kepekaan estetik, mengejar efisiensi waktu, dan mengejar identitas estetik. Eksternal  eksternal mahasiswa meliputi akses minimnya galeri di Semarang yang secara kontinu melakukan pameran, lesunya pasar seni lukis, dan teknologi yang telah berkembang.Pola hubungan lingkungan akademik,  sosial,  dan kultural   dalam kaitan proses penciptaan yang dilakukan oleh mahasiswa seni rupa  FBS Unnes dalam rangka pencarian jati diri estetik  adalah saling mempengaruhiThe purpose of this study was to find out the embodiment form of style and symbolic meaning by students, the factors that affect the process of creating works of students, and the pattern of relationships academic environment, social, and cultural in terms of the creation process is done by art students of the Faculty Language and Art Semarang State University in the framework of the search for identity aesthetic discourse conditions the paradoxical identity between universalism and pluralism. The research approach used is a qualitative descriptive with more emphasis on finding emprik explanation so that the resulting conclusions are valid. The technique of collecting data through observation, interviews, and documentation. Technical analysis of the data conducted inductive model interactive cycle through the reduction process, presentation, verification. The results showed that students work more ber the subject matter of daily issues, the subject representative, symbolic with formalistic considerations, postmodern pluralism or locality not only meant to question the locality itself so that finally stuck to the disclosure or celebrate a modern style. What factors are affecting the art students of the Faculty of Language and Art Semarang State University in discovering the identity of an aesthetic identity in the paradoxical situation of the development of identity between universalism and pluralism in the context of improving the quality of teaching art include internal and external factors. Internal students include lack of knowledge, the limitations of the techniques that are owned, guided work only on the catalog, aesthetic sensitivity level, the pursuit of efficiency of time, and the pursuit of aesthetic identity. External students include lack of access gallery in Semarang who continuously do exhibitions, sluggish art market, and the technology has evolved. Patterns of relationships academic environment, social, and cultural in terms of the creation process is done by art students of the Faculty of Language and Arts Semarang State University in the framework of the search for identity is the aesthetic interplay.
PENGEMBANGAN MODEL PENDAMPINGAN GURU YANG MENGINTEGRASIKAN SELF ASSESSMENT DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 Sulistyorini, Sri; Parmin, Parmin; Samadi, Umar
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil studi pendahuluan, telah teridentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kualitas pendampingan terhadap guru sekolah dasar di Kota Semarang. Keberhasilan implementasi kurikulum 2013 sangat ditentukan dari kualitas pendampingan terhadap guru, agar mampu menerapkan pembelajaran yang menekankan pada keseimbangan antara sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge) yang dicapai melalui pembelajaran yang holistik dan menyenangkan. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Kelayakan model pendampingan guru berbasis self assesment setelah divalidasi oleh pakar pembelajaran dan pakar kebahasaan. Sesuai hasil penelitian tahun pertama yang telah diperoleh, maka dapat diambil simpulkan; model pendampingan guru berbasis self assessment mendapakan penilaian layak dari pakar pembelajaran dan pakar kebahasaan dan dalam uji coba skala terbatas di tiga sekolah dasar piloting project kurikulum 2013 di Kota Semarang, telah terbukti dapat menguatkan kompetensi berimbang siswa dan perbaikan kinerja guru.Results of preliminary studies, have identified the problems related to the quality of assistance to primary school teachers in the city of Semarang. Successful implementation of the curriculum in 2013 is determined on the quality of assistance to teachers, in order to be able to apply the learning that emphasizes the balance between attitude (attitude), skills (skills) and knowledge (knowledge) is achieved through a holistic learning and fun. Research methods of research and development. Eligibility based teacher mentoring model of self assessment after being validated by learning expert and a linguist. According to the results of the first study that has been obtained, it can be concluded; mentoring model of self assessment based teacher assigned the adequate assessment of learning expert and a linguist and the limited scale trial at three elementary schools piloting the curriculum project in 2013 in the city of Semarang, has been shown to strengthen the students competence impartial and improved teacher performance.
SPEECH FUNCTIONS AND GRAMMATICAL PATTERNS REALIZATION IN CONVERSATION IN THE ENGLISH TEXTBOOK Arifuddin, M.; Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan realisasi fungsi tutur dan pola gramatikal teks percakapan pada buku teks bahasa Inggris dan menjelaskan kesesuaian antara jenis ungkapan dalam teks percakapan dengan fungsi kebahasaan yang terdapat dalam kompetensi dasar dari kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan bentuk analisis fungsional dan struktural yang dikembangkan oleh Eggins dan Slade (1997). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 253 fungsi tutur yang terealisasi dalam teks percakapan yaitu terdapat 75 (29.65%) fungsi pembuka percakapan, 90 (35.57) fungsi pelanjutan percakapan, dan 88 (34.78%) fungsi merespon pembuka percakapan. Selain itu, terdapat 278 jenis mood yang terdiri dari 148 (53%) bentuk deklaratif lengkap, 40 (14%) deklaratif tidak lengkap, 18 (6.5%) polar interogatif, 24 (8.5%) wh-interogatif, 8 (4%) imperatif, 6 (2%) eklamatif, dan 34 (12%) jenis klausa minor. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat 21 (87%) dari 24 jenis ungkapan dalam kompetensi dasar dan sebaliknya ada 3 (13%) jenis ungkapan yang tidak terdapat di dalam teks percakapan pada buku teks.This study is aimed at explaining the realization of speech functions and grammatical patterns of conversational texts and the compatibility of some typical expressions with the basic competence of English curriculum. A descriptive qualitative approach by means of functional and structural analysis proposed by Eggins and Slade (1997) is used. The result show that there are 253 speech functions realized in the conversational texts consisting of 75 (29.65%) opening, 90 (35.57%) continuing, and 88 (34.78%) reacting. Additionally, the study show that there are 278 mood types used in the conversational texts. They comprise 148 (53%) declarative full, 40 (14%) elliptical declarative, 18 (6.5%) polar interrogative, 24 (8.5%) wh-interrogative, 8 (4%) imperative, 6 (2%) exclamative, 34 (12%) minor. The study also show that 21 (87%) typical expressions of the 24 total number of language function specified in the basic competence are introduced in the textbook whereas 3 (13%) expressions are not realized in the textbook.  
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN MERENCANAKAN PEMBELAJARAN TEMATIK BAGI GURU KELAS III MELALUI KEGIATAN PELATIHAN STUDI KASUS Arryani, Rr. Melinda
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan merupakan tugas penting dari suatu organisasi. Perencanaan menjadi hal yang sangat penting karena pada kenyataannya manusia dapat mengubah masa depan apabila segala sesuatunya direncanakan dengan baik dan secara matang, demikian juga yang terjadi dalam konteks pembelajaran, perencanaan pembelajaran harus berorientasi pada pencapaian tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah meningkatkan kompetensi profesional dan perencanaan pembelajaran tematik dalam menyusun RPP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah dengan 2 kali siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah test. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan dengan metode studi kasus dalam kelompok besar dan kelompok kecil dapat meningkatkan kompetensi profesional dari kondisi awal tarap serap (53,89%) ke siklus II tarap serapnya (83,89%) meningkat (30%). Pelatihan dengan metode studi kasus dalam kelompok besar dan kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan menyusun RPP Tematik dari kondisi awal tarap serap (46,11%) ke siklus II tarap serapnya (86,11%) meningkat (40%). pelatihan dengan metode studi kasus dalam kelompok besar dan kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan melaksanakan pembelajaran Peer Teaching dari kondisi awal tarap serap (42,22%) ke siklus II tarap serapnya (83,89%) meningkat (41,67%).Planning is an important task of an organization. Planning is very important because in fact humans can change the future when everything was well planned and matured, so too are happening in the context of learning, planning of learning should be oriented to the achievement of the goals to be achieved. The goal of this school action research is to increase the professional competence and planning of thematic study in drawing up the RPP. The research method used is action research school with 2 time cycle. Data collection techniques used is the test. Data analysis techniques used are descriptive percentage. Research results show that training in methods of case studies in large groups and small groups can enhance the professional competence of the initial conditions tarap absorbency (53,89%) to the cycle II tarap serapnya (83,89%) increase (30%). training in methods of case studies in large groups and small groups can enhance the capability of putting together the initial conditions of the Thematic RPP tarap absorbency (46,11%) to the cycle II serapnya tarap (86,11%) increase (40%). training in methods of case studies in large groups and small groups can enhance the ability of carry out learning Peer Teaching of initial conditions tarap absorbency (42,22%) to the cycle II tarap serapnya (83,89%) increased (41,67%)
MODEL PENDAMPINGAN LEMBAGA KEMAHASISWAAN BERBASIS PROFIL MAHASISWA BERPRESTASI SEBAGAI ROADMAP KADERISASI MAHASISWA UNGGUL YANG BERKARAKTER KONSERVASI Soedjoko, Edy; Parmin, Parmin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan model pendampingan lembaga kemahasiswaan dengan menerapkan metode penelitian dan pengembanga penelitian telah menghasilkan buku profil mahasiswa berprestasi, dan model pendampingan lembaga kemahasiswaan yang telah divalidasi. Hasil uji coba skala terbatas telah mendapatkan data tentang kinerja pengurus lembaga kemahasiswaan sebagai dampak penerapan model. Kinerja mahasiswa dinyatakan baik dengan skor rata-rata 3,5 dari skor maksimal 4. Sesuai hasil penelitian sementara yang telah dihasilkan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu; model pendampingan lembaga kemahasiswaan yang dikembangkan dalam penelitian ini mendapakan penilaian layak dari pakar model dan pakar kebahasaan.The research aims to develop a model mentoring student organizations to implement research methods and research has produced a book pengembanga profile outstanding students, student organizations and mentoring models that have been validated. Limited scale trial results have obtained data about performance management student body as a result of application of the model. Otherwise good student performance with an average score of 3.5 out of a maximum score of 4. According to the research results while has been generated, it can be concluded that; student organizations mentoring models developed in this study mendapakan worthy of an expert assessment model and a linguist.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DAUR ULANG LIMBAH BERORIENTASI BIOENTREPRENEURSHIP DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING. Yuniartiek, Erna; Indriyanti, Dyah Rini; Alimah, Siti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran materi daur ulang limbah berorientasi bioentrepreneurship dengan model project based learning merupakan pembelajaran yang dibutuhkan untuk memberikan bekal kewirausahaan dan kreativitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas dan keterlaksanaan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian pre-tes post-tes control group design.  Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas X MAN Mejayan pada tahun pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Data hasil penelitian berupa data soal hasil tes, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, penilaian produk, serta angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran daur ulang limbah berorientasi bioentrepreneurship dengan model PjBL memiliki kriteria valid untuk validitas dan keterlaksanaan pembelajaran.Learning on waste recycling material oriented on bioentrepreneurship by using Project Based Learning model is to provide a knowledge on entrepreneurship and creativity for students. This study aims to analyze the validity and enforceability of this learning device. This study used experimental research design (pretest posttest control group design). The subjects were he students of class X MAN Mejayan in the academic year 2014/2015 by using cluster random sampling technique. The data were gained through the results of the test, the data of observation sheets for implementation of learning, assessment of products, as well as the questionnaire responses of learning towards learners. The results showed that the development of waste recycling learning oriented on bioentrepreneurship by using PjBL model was effectively done. The validity and enforceability of this learning device were valid and very good criteria. 
REALIZATION OF TENOR IN THE CONVERSATION IN ENGLISH TEXTBOOKS Achsan, Mohamad; Linggar Bharati, Dwi Anggani
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tenor dari mitra bicara pada percakapan dalam buku teks Bahasa Inggris kelas X dan kesesuaian realisasinya dalam konteks. Penelitian ini juga menjelaskan persamaan dan perbedaan antara teks percakapan dari kedua buku teks Bahasa Inggris dalam merealisasikan tenor. Metode deskriptif komparatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis leksikogramatika menunjukkan bahwa teks percakapan dari kedua buku teks didominasi oleh klausa deklaratif. Hal ini berarti mood pada model teks percakapan cenderung memberikan informasi daripada meminta informasi atau meminta barang atau jasa. Hasil dari analisis modalitas menunjukkan bahwa teks percakapan didominasi oleh modulasi kapasitas. Hasil analisis tenor menunjukkan bahwa peran sosial dari teks percakapan meliputi peran antara guru dan siswa, siswa dan siswa, dan teman dan teman. Selanjutnya, status dalam teks percakapan adalah setara dan tidak setara. Antar mitra bicara terdapat terdapat kontak yang rendah dan keterlibatan afektif rendah dan kontak tinggi dan keterlibatan afektif tinggi.This study aims at explaining the tenor of the interactants in the conversation texts found Grade X English textbooks as well as the appropriacy of their realization in the given contexts. This study also explains the similarities and differences between conversation texts found in both English textbooks in realizing tenor. This study was a qualitative research employing a descriptive comparative method. The result of lexico-grammatical analysis of conversation texts in two English textbooks showed the texts of two textbooks were dominated by declarative. This means that the mood in the models of the conversation texts tend to give information rather than demanding information or demanding goods and services. They were between teacher and student, student and student, and friend and friend. Furthermore, there were various statuses found in these texts. They were unequal and equal. At last, the social distances showed low contact and low affective involvement and high contact and high affective involvement.
KONTRIBUSI CARA BELAJAR MAHASISWA TERHADAP NILAI UJIAN AKHIR MATA KULIAH PENGANTAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS BATURAJA Eriyanti, Eriyanti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi cara belajar mahasiswa dengan hasil belajar yang di dapatkan mahasiswa dalam belajar selama satu semester. Penelitian ini merupakan penelitian yang  menggunakan pendekatan kuantitatif dengan ex post facto. Dalam penelitian  ini, tips cara belajar mandiri sudah efektif karena tingkat keberhasilan sudah tercapai dan mahasiswa lebih termotivasi dalam belajar. Keefektifan cara dan gaya belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keberhasilan tentang suatu usaha dari sistem yang dirancang untuk melibatkan mahasiswa secara aktif, dan mandiri dalam mata kuliah pengantar teknologi pendidikan Hasil uji-r menyatakan bahwa ada  korelasi yang positif antara cara belajar dengan hasil belajar yang di dapat mahasiswa.This research aims to determine how students learning results obtained by students in studying for one semester. This research, tips on how to self learning have been effective because the rate of success has been reached and the students are more motivated to learn. The effectiveness of ways and styles of learning are referred to in this research is the success of business system that is designed to engage students actively and independently in the course of introduction of educational technology test result-r stated that there is a positive correlation between learning with learning outcomes obtained by student. 
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DENGAN MENGAPLIKASIKAN PENGAJARAN QUANTUM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Bayuntoro, Johan Tri; Ngabekti, Sri; Ridlo, Saiful
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas belajar siswa yang rendah dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang digunakan pada materi pencemaran lingkungan kelas X MIPA SMA Negeri 11 Semarang menyebabkan hasil belajar yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pengajaran Quantum terhadap hasil belajar siswa aspek pengetahuan dan sikap materi pencemaran lingkungan.Metode penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif. Desain Quasi eksperimen post-test only control group design dan one shot case study digunakan untuk menganalisis keefektifan hasil belajar siswa aspek pengetahuan dan sikap kelas eksperimen menggunakan pengajaran Quantum dengan kelas kontrol yang menggunakan metode diskusi observasi. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIPA 4 (kelas eksperimen 1), X MIPA 5 (kelas kontrol), dan X MIPA 6 (eksperimen 2). Analisis uji komparatif hasil belajar aspek pengetahuan menggunakan independent sample test kelas eksperimen dengan kelas kontrol diperoleh thitung (3,97) > ttabel 5% (2,00). Analisis hasil belajar aspek pengetahuan menggunakan one sample test menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar melalui pengajaran Quantum kelas eksperimen dengan KKM yang ditetapkan Permendikbud yaitu ≥ 2,67 diperoleh nilai thitung (8,97) > ttabel 5% (2,00). Analisis hasil belajar aspek sikap menggunakan one sample test menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar melalui pengajaran Quantum kelas eksperimen dengan KKM yang ditetapkan Permendikbud yaitu ≥ 3 diperoleh nilai thitung (15,79) > ttabel 5% (2,00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengajaran Quantum efektif terhadap hasil belajar aspek pengetahuan dan sikap materi pencemaran lingkungan.  The low of student activities and lack of teaching media were used in learning environmental pollution for the class X MIPA of SMA Negeri 11 Semarang caused learning outcomes weren’t optimal. This study aimed to determine the effectiveness of Quantum teaching toward student learning outcomes in knowledge and attitude aspects of environmental pollution. This research method is quantitative experiments. Quasi-experimental design of a post-test only control group design and one-shot case study was used to analyze the effectiveness of student learning outcomes of knowledge and attitude aspects of classroom teaching experiment using Quantum with the control class using discussion method of observation. The sample used is class X MIPA 4 (experimental class 1), X MIPA 5 (control class), and X MIPA 6 (experimental class 2). The analysis of the comparative test outcomes with aspects of knowledge using independent sample test to experimental class with control class obtained tcount (3.97) > ttable 5% (2.00). The analysis of learning outcomes aspects of knowledge using one sample test showed that there was an average difference in student learning outcomes through Quantum teaching experimental class with KKM established by Permendikbud ie ≥ 2.67 was obtained tcount (8.97) > ttable 5% (2.00). The analysis of the student learning outcomes used one aspect attitude until the test showed that there are differences in average outcomes of learning through Quantum teaching experimental class with KKM established by Permendikbud ie ≥ 3 obtained tcount (15.79) > ttable 5% (2.00). The result of study shows that the application of Quantum teaching is effective for student learning outcomes in knowledge and attitude aspects of environmental pollution. 
PELATIHAN KETRAMPILAN BERKARYA SENI KOLASE, MOZAIK, DAN MONTASE PADA GURU-GURU SD KECAMATAN KARANGAWEN DEMAK Utomo, Kamsidjo Budi; Mujiono, Mujiono
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kolase, mozaik, dan montase. Lokasi pelaksanaan di TK Pembina Kota Semarang. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru Gugus PAUD  Srikandi 03 Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang. Metode kegiatan ini dilakukan secara ceramah, tanya jawab, diskusi, dan workshop. Tim pelaksana adalah dua dosen seni rupa Unnes dengan dibantu oleh seorang mahasiswa. Kegiatan ini dapat terlaksana karena dukungan dari kepala sekolah TK Pembina, Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan LP2M, serta Fakultas Bahasa dan Seni Unnes.Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini adalah para peserta yang berjumlah 30 orang guru telah meningkat pemahaman, pengetahuan, dan wawasannya  terhadap kolase, mozaik, dan montase.  Para peserta juga  telah meningkat ketrampilannya  dalam berkarya kolase, mozaik, dan montase.  Secara keseluruhan kualitas estetik karya yang telah dihasilkan sudah memenuhi standar estetika yang baik namun belum begitu optimal. Hal ini bisa terjadi karena dalam pelatihan guru-guru  banyak yang kehabisan waktu untuk menyelesaikan di tempat pelatihan sehingga saat dikerjakan di rumah guru-guru berpraktik kolase, mozaik, dan montase kurang adanya pendampingan dari pelaksana. Ketika diadakan evaluasi karya, para peserta akhirnya memahami letak kurang estetikanya karya yang telah dihasilkan. Namun demikian, secara keseluruhan mereka sangat antusias dan senang dengan diadakannya kegiatan pelatihan seperti ini. Bahkan mereka  meminta agar kegiatan semacam ini dilaksanakan secara berkelanjutan.The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills collages, mosaics, and montage. Locations implementation in kindergarten Trustees Semarang. The targets of this activity is the cluster PAUD teachers Srikandi 03 Mungkur Gajah District of Semarang. The method of this activity conducted lectures, discussion, discussions, and workshops. The design team is two lecturers art Unnes assisted by a student. This activity is made possible by the support of the kindergarten principal Trustees, Semarang City Department of Education, and LP2M, as well as the Faculty of Language and Art Unnes. The results obtained in these activities is the participants who were 30 teachers has increased understanding, knowledge, and insights on the collage, mosaic, and montage. The participants also have improved their skills in creating collages, mosaics, and montage. The overall aesthetic quality of the works that have been produced already meet the aesthetic standards are good but not so optimal. This can happen because in the training of teachers much run out of time to complete the training in place so that when done at home practicing teachers collages, mosaics, and a montage of lack of assistance from the implementers. When an evaluation work, the participants finally understand the layout less aesthetic works that have been produced. However, overall they are very excited and pleased with the holding of such training activities. In fact, they requested that this kind of activity carried out in a sustainable manner.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue