cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
CIVILIZING ”THE OLD SOUTH” THROUGH MARGARET MITCHELL’SGONE WITH THE WIND Rasiah, Rasiah
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gone With The Wind (GWTW) (1936) merupakan salah satu novel Amerika yang  merekam pengalaman perbudakan kaum kulit hitam dan perang sipil yang dibayangkan terjadi pada era antebelum Amerika  melalui sudut pandang kulit putih. Dengan memusatkan padakarakter protagonist perempuan kulit putih Selatan, pengarang berupaya untuk memberadapkan kehidupan “Old South” yang memiliki institusi ganjil perbudakan, dan mengutuk perang sipil yang telah memporak-porandakan kehidupan harmonis di Selatan. Inilah yang menjadi isu problematik yang ingin dianalisis dalam tulisan ini. Mengapa novel GWTW berupaya memuliakan kehidupan di Old South pada era sebelum perang sipil Amerika? Dengan perspektif hegemoni, penelitian ini menemukan bahwa novel GWTW merupakan salah satu sarana untuk mempertahankan narasi kolonial putih. Melalui representasi kehidupan harmonis di Selatan yang tampak pada tampilan perempuan dan laki-laki kulit putih yang rupawan, hubungan yang harmonis antara budak kulit hitam dan majikan kulit putih, gender, alam Selatan yang kaya raya, serta stratifikasi sosial menegaskan bahwa kehidupan di Old South pada masa antebelum merupakan gambaran kehidupan yang harmonis. Ini berarti bahwa protes terhadap perbudakan dan munculnya perang sipil merupakan hal yang tidak benar karena hal tersebut hanya memporak-porandakan tatanan kehidupan yang sudah mapan di Old South.berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa novel GWTW merupakan merupakan kelanjutan dari wacana kolonial kulit putih yang muncul di era pasca kolonial (pasca perbudakan) untuk melegitimasi kekuasaan mereka. Gone With The Wind(GWTW) (1936) is an american novel which recorded the imagined experience of Black slavery and Civil War in the United States of America (pre and post-1865) based on the eye of WhiteSoutherner.Centered upon the SouthernWhite female protagonist character, the author sought to civilize the Old South life in antebellum Americawhich owned the peculiar institution of slavery and condemned the Civil War as it was rumaging the harmonious life in the Old South. The problematic case to be exposed in study is why and how the novel seemed seeks to glorify the life in antebellum Souththat embraced racism in the odd slavery institution? By hegemony perspective, this study found that the effort to civilize the Old Southin this novel is a way to persist the colonial White narration about the slavery institution. Through the depiction of Southern Belle and gentlemen hero, the natural landscape, the harmonious relation between Black slave and White master affirmed the life in the South was harmoniuos and stable. It means that the protes towards the Black enslavement and Civil War became irrelevant. To sum up, the discourse of White colonialisme to legitimate their power as a ruler in society is continued to be constructed in post-colonial discourse, as this novel appeared in the twenty century. 
MEMBACA INTENSIF MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DENGAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MELALUI TEKNIK KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR PADA SISWA VII C SMP NEGERI 1 BONANG DEMAK Rahmawati, Dwi; Haryadi, Haryadi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi proses pembelajaran, peningkatan keterampilan membaca intensif menemukan gagasan utama, dan perubahan perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data menggunakan instrumen tes, observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Proses pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dengan model CIRC melalui teknik kepala bernomor berlangsung lancar, kondusif, dan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara membaca intensif untuk menemukan gagasan utama sebuah bacaan. Pada tes siklus I diperoleh nilai rata-rata 62,88 termasuk kategori cukup dan siklus II diperoleh rata-rata 83,55 atau termasuk kategori baik atau mengalami peningkatan sebesar 20,67 atau 32,87%. Perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak mengalami perubahan ke arah positif. Peserta didik antusias, aktif, dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi proses pembelajaran, peningkatan keterampilan membaca intensif menemukan gagasan utama, dan perubahan perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data menggunakan instrumen tes, observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Proses pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dengan model CIRC melalui teknik kepala bernomor berlangsung lancar, kondusif, dan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara membaca intensif untuk menemukan gagasan utama sebuah bacaan. Pada tes siklus I diperoleh nilai rata-rata 62,88 termasuk kategori cukup dan siklus II diperoleh rata-rata 83,55 atau termasuk kategori baik atau mengalami peningkatan sebesar 20,67 atau 32,87%. Perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak mengalami perubahan ke arah positif. Peserta didik antusias, aktif, dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TANGGAPAN DESKRIPTIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KANCING GEMERINCING (TALKING CHIPS) DENGAN MEDIA FOTO PADA PESERTA DIDIK KELAS VII D SMP NEGERI 01 UNGARAN Faozan, Nur Akhlami; Wagiran, Wagiran
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses pembelajaran menulis tanggapan deskriptif, kemampuan menulis tanggapan deskriptif, dan perubahan perilaku peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menulis tanggapan deskriptif menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing (talking chips) melalui media foto. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu proses tindakan siklus I dan siklus II. Hasil tes siklus I diperoleh nilai rata-rata 71,26 dan siklus II diperoleh nilai rata-rata 77,23. Penelitian ini dapat digunakan dalam pembelajaran menulis tanggapan deskriptif.The purpose of this study is for describe the process of learning to write a descriptive response, ability in writing a descriptive response and the change of student behavior after they have followed the learning to write descriptive response using cooperative learning kancing gemerincing type (talking chips) model, with photo as media. This research is a classroom action research (CAR) and implemented in two cycles, namely the cycle I and cycle II. The test result I obtained average value of 71,26 and cycle II obtained average value of 77,23. This research can be used in the learning to write descriptive response.
EFEKTIVITAS METODE DISCOVERY LEARNING MELALUI TEKNIK “BARENDISTUP” DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN NOVEL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TUBAN Karnengsih, Euis
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup” dalam pembelajaran menulis teks ulasan novel dapat menyajikan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif, ekonomis, menarik dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kemampuan menulis teks ulasan novel bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tuban. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran menulis teks ulasan novel dengan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup” lebih efektif daripada pembelajaran menulis teks ulasan novel secara konvensional (tidak dengan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup”) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tuban. Bahkan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup” selain bertujuan meningkatkan kemampuan menulis teks ulasan novel, juga bertujuan meningkatkan daya pikir dan daya kritis para siswa dalam menuangkan ide/gagasannya. Untuk itu, disarankan kepada guru bahasa Indonesia mencoba menerapkan metode discovery learning melalui teknik “Barendistup” dalam pembelajaran menulis teks ulasan novelThe using of discovery learning metod through “Barendistup” technik in learning writing text of novel review may present active learning, effective, creative, economical, attractive and fun so as to increase the motivation to learn and improve the ability to write novel review on the VIII grade students of SMP Negeri 5 Tuban. Based on the result, the learning writing text of novel review with discovery learning metod through “Barendistup” technik is more effective than the learning writing text of novel review with outh discovery learning metod through “Barendistup” technik in class VIII SMP Negeri 5 Tuban. Even the discovery learning metod through “Barendistup” technik besides aims to improve the ability to write text of novel review, also aims to increase the power of critical thinking of the students in the ideas. To that end, it is advisable to Indonesian teachers try to apply discovery learning metod trouh “Barendistup” technik in the learning writing text of novel review.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA FOTO DENGAN TEKNIK AKROSTIK Widyasari, Norma; Doyin, Mukh
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui proses penerapan metode penggunaan media foto dengan teknik akrostik terhadap pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Proses dalam penelitian ini melingkupi kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media foto dengan teknik akrostik dapat meningkatkan hasil belajar menulis puisi pada siswa kelas VIII A MTs Mimbarul Huda Menggala Bumiayu. Hasil tes pada siklus I diperoleh nilai kelas rata-rata sebesar 67,97. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 80,00. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,03. Peningkatan keterampilan menulis puisi tersebut diikuti dengan perubahan perilaku siswa semakin aktif dan antusias dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan media foto dengan teknik akrostik.This research is conducted in order to know the implementation process in the use of photo media using technique akrostik towards teaching poetry writing. This research is an classroom research which consists of two cycles. The process in this research consists of pre activity, core activity, and the last is closing/post activity. The result of the research shows that the use of photo media using technique akrostikcan improve students’ achievement in writing poem at class VIII A MTs Mimbarul Huda Menggala Bumiayu. The result of the test in first shows the mean of the score was 67,97. On the cycle 2 the mean of score was 80,00. The skill improvement in writing poetry is followed by the changes of students’ attitude which is more active and enthusiastic in the learning process of writing poetry using photo media by using akrostik technique. 
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENCERITAKAN KEMBALI CERITA ANAK BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN METODE SQ3R Setiowati, Fita; Istanti, Wati
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal, keterampilan menceritakan kembali cerita anak peserta didik kelas VII H SMP Negeri 16 Semarang masih rendah.Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap inti cerita.Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan metode SQ3R dan cerita anak yang bermuatan pendidikan karakter.Penelitian dilakukan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II,tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Proses pembelajaran menceritakan kembali cerita anak pada peserta didik kelas VII H SMP Negeri 16 Semarang mengalami perubahan yang cukup baik. Nilai rata-rata peserta didik pada siklus I sebesar 70,85masuk dalam kategori cukup.Pada siklus II terjadi peningkatan dengan nilai yang mencapai batas ketuntasan dengan rata-rata sebesar 80,78dan masuk dalam ketegori baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,93. Setelah peserta didik menggunakan metode SQ3R dan cerita anak bermuatan pendidikan karakter untuk menceritakan kembali cerita anak terjadi perubahan perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik.Based on the first observations results, the children’s retelling story skill of students of class VII H SMP Negeri 16 Semarang is low. This is due to lack of students understanding to the story contents. The right solution to solve the problems is by using SQ3R method and children’s stories with character education. The study was conducted in two cycles, the first cycle and the second cycle, each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The learning process of children retelling story in the VII H grade students of SMP Negeri 16 Semarang changed quite good. The of students’ average value in the first cycle is 70,75 which is categorized enough. Then, in the second cycle the average value was increase which reached the limit of completeness with an average of  80,78and in good category. This shows an enhancement from the first cycle to the second cycle by 9,93. After the learners used SQ3R method and children’s stories with character education to retelling the children story, their behavior changed into better.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SATU BABAK MELALUI MEDIA FILM BISU SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 5 BANJARHARJO KABUPATEN BREBES Febrian, Iqbal Daika; Wagiran, Wagiran; Utami, Santi Pratiwi Tri
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis naskah drama disebabkan oleh kurangnya minat siswa dan kurangnya kreativitas guru memilih media. Film bisu merupakan alternatif media yang dapat digunakan untuk pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian tindakan kelas ini ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan menulis naskah drama dan perubahan perilaku siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Banjarharjo dalam pembelajaran. Data diperoleh melalui teknik tes dan nontes berupa data perilaku siswa dari hasil observasi, wawancara, jurnal, dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata prasiklus 59,26 (kurang) meningkat menjadi 66,6 (cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 79 (baik) pada siklus II. Sebagian siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menggunakan media film bisu. Setelah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama dengan media film bisu perilaku siswa mengalami perubahan kearah yang positif. Siswa menjadi lebih aktif, semangat dan antusias dalam pembelajaran menulis naskah drama. Selanjutnya, disarankan kepada guru bahasa dan sastra Indonesia agar menggunakan media film bisu sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis naskah drama.Low ability students in play writing students due to the lack of interest and lack of creativity of teachers for choosing the media. Silent film is an alternative media that can be used to study playwriting. This classroom action research aims to analyze the improvement of the ability to write a play and behavior changing of VIIIA grade students of SMPN 5 Banjarharjo in learning. The data obtained through test techniques and nontes a student behavioral data from observation, interviews, journals, documentation. Data was analyzed descriptively. The results showed an increase the pre-cycle averagescare was 59.26 (or less) increased to 66.6 (enough) in the first cycle and increased to 79 (excellent) the second cycle. Most students were excited and interested in learning the use media silent film. After following study play writing with the media silent film student behavior showed positive behaviar change. Students become more active, passionate and enthusiasm in learning playwriting. Furthermore, it is suggested to Indonesian language and literature teacher in order to use a silent film as the media in the alternative learning playwriting.
“SUARA-SUARA DARI PEDALAMAN” BIAS DAN DILEMA IDENTITAS NASIONALISME DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR SEBUAH UPAYA PENCAPAIAN “ESENSIALISME STRATEGIS” Muhamad, Abu Bakar Ramadhan
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji: (1) wacana identitas nasional dalam novel Indonesia modern, pada keberpihakannya terhadap suara sub-altern; dan (2) bias serta dilema “esensialisme strategis” posisi sub-altern dalam narasi yang coba disuarakan. Teori penunjang adalah teori poskolonial, strategi pembacaan kritis terhadap dampak kolonial. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: suara sub-altern sebagai sub-ordinat, intens secara kritis “menyuarakan” komitmen identitas nasional. Hanya saja, akibat efek kolonialisme yang masih hegemonik (keinginan menjadi ‘pusat’), ‘suara’ kritis itu justru merepresentasi wacana identitas nasional dalam kodifikasi suara “pusat”, suatu tanda bagi langgengnya hegemoni kolonial. Hal itu dibuktikan dalam novel Burung-Burung Manyar karya YB. Mangunwijaya, dalam kaitan pencapaian “Esensialisme Strategis” wacana identitas nasional, masih menghadirkan dikotomi pusat dan pinggiran yang timpang. Akibatknya, secara horisontal identitas nasionalisme yang dibangun suara sub-altern (pedalaman) kian menempatkannya pada posisi marginal dan yang secara vertikal berada di bawah otoritas suara pusat. Hal tersebut mengimplikasikan pula ciri statis sistem kolonial yang hegemoni dalam novel Indonesia modern, di mana “pusat” hadir superior terhadap “pedalaman” yang inferior.  The Article is titled "Sounds of the Outback" - Bias and Dilemmas of National Identity in the Novel Birds Manyar, An Effort Achievement "Strategic Essentialism", to assess: 1). discourse of national identity in modern Indonesian novel, at its partiality towards the sound sub-altern, and 2). bias and the dilemma of "strategic essentialism" sub-altern position in trying voiced narrative. Supporting the theory is postcolonial theory, critical reading strategies to the impact of colonial rule. The results obtained are sub-altern voice as a sub-ordinate, intense critically "voicing" the commitment of national identity. However, due to the effects of colonialism which still hegemonic (the desire to be the center), the noise that actually represents the critical discourse of national identity in the codification of sound "center", a sign for the perpetuation of colonial hegemony. This was evidenced, novel Birds Manyar YB work. Mangunwijaya, in terms of achievement of the "Strategic Essentialism" discourse of national identity, still presents the dichotomy of center and periphery is lame. Akibatknya, horizontally identity nationalism built sound sub-altern (inland) are increasingly being placed in a marginal position, and vertically under the authority of the central sound. It also implies a static characteristic of colonial hegemonic system in modern Indonesian novel, where the "center" is present superior to the "deep" inferior.
NILA-NILAI ISLAMI DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBBURAKHMAN EL SHIRAZY Sunardi, Ahmad
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra merupakan media komunikasi antara pengarang dan pembaca yang pesannya mempunyai nilai yang dapat menghegemoni pemikiran dan pola hidup masyarakat. Nilai-nilai dalam karya sastra seyogyanya menyiratkan nilai luhur yang dapat memperkokoh karakter bangsa. Nilai-nilai tersebut adalah nilai religius dan karya sastra religius yang fenomenal adalah novel Ayat-ayat Cinta karya Habibburakhman El Shirazy. Hasil kajian novel AAC, nilai religius merupakan nilai yang paling dominan. Nilai religius berisi nilai-nilai islami yang selaras dengan rukun Iman dan rukun Islam. Nilai islami dalam teks novel AAC mempunyai kebermanfaatan dalam rangka memperkokoh karakter bangsa untuk bertakwa kepada Allah Swt. dan mencontoh kehidupan nabi Muhammad Saw. Nilai pendidikan karakter yang sesuai dengan substansi Nilai/Karakter yang ada pada SKL SMA/MA/SMLB ditemukan dalam novel AAC yaitu (1) Iman dan Taqwa, (2) disiplin, (3) tanggung jawab, dan (4) jujur. Pemanfaatan nilai karakter dalam novel AAC dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik meliputi kegiatan; a) mengamati; b) menanya; c) mengumpulkan informasi; d) mengasosiasi; dan e) mengkomunikasikan sesuai dengan pendekatan yang ada dalam kurikulum 2013. Saran untuk pembaca dan sastrawan hendaknya nilai islami yang terkandung dalam novel ACC bisa dijadikan inspirasi, dijadikan konservasi nilai budaya dan teladan dalam kehidupan untuk memperkokoh karakter bangsa.Literary work is communication between authors and readers which message contains values that capable to hegemonize thought and lifestyle of the people. The values of literary works should strengthen the characters of the nation. This values is the religious value and novel Ayat-ayat Cinta is phenomenal religious literature work created by Habibburakhman El Shirazy. Review result of the novel AAC, religious values is most dominant value. Religious values contains islamic values that is consistent with the pillars of the Islamic faith and the pillars of Islam. Islamic values in the novel AAC are beneficial in strengthening the character of the nation’s piety to Allah. and modeled on the life of the prophet Muhammad Saw. The value of character education in accordance with the existing value in the SKL SMA/ MA/ SMLB found in the novel AAC namely (1) Iman and Taqwa, (2) discipline, (3) responsibility, (4) honesty. Exploitization the value of the characters in the novel AAC can be done in learning activity with a scientific approach including; a) observing; b) asking; c) collecting information; d) associating; e) communicating that appropriate with curriculum in 2013.Suggestions for readers and writers should use Islamic values from novel ACC as inspiration, as conservation of cultural values and exemplary in life to strengthen the character of the nation.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENYUSUN TEKS CERITA PENDEK DENGAN MODEL QUANTUM DAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA SMP Rahman, Mahda Haidar; Zulaeha, Ida
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui keefektifan pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis dengan model quantum pada siswa kelas VII SMP, (2) mengetahui keefektifan pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis dengan model Project Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP. (3) mengetahui perbedaan keefektifan antara pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis menggunakan model quantum dengan model project based learning. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan kelas PBL sebagai kelas kontrol dan kelas quantum sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis pada kelas VII efektif dilakukan dengan model quantum dan PBL. Pembelajaran menyusun teks cerita pendek secara tertulis pada kelas VII menggunakan model quantum lebih efektif dibanding dengan menggunakan  model PBL.This research aims to: (1) understand the effectiveness of learning to arrange short stories text written with the quantum model of class VII SMP, (2) understand the effectiveness of learning to arrange short stories text written project-based learning model (PBL) of class VII SMP. (3) know the difference between learning effectiveness arrange a short story text written using quantum model and project based learning model. The research used a quasi-experimental design with PBL class as the control class and quantum class as the experiment classs. The results showed that learning arrange a short story text written in class VII effectively with quantum models and PBL. Learning to arrange short stories text written in class VII quantum model is more effective than using PBL model.