cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENANGKAP MAKNA TEKS CERITA PENDEK SECARA LISAN MELALUI MEDIA PAPERCRAFT DAN TEKNIK URAI KEJADIAN Huda, Tika Fitri Nurul; Pristiwati, Rahayu
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penerapan media papercraft dan teknik urai kejadian pada pembelajaran menangkap makna teks cerita pendek, mengetahui perubahan sikap religius peserta didik, mengetahui perubahan sikap sosial peserta didik, dan memaparkan peningkatan hasil tes keterampilan menangkap makna teks cerita pendek peserta didik. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menangkap makna teks cerita pendek secara lisan kelas VIIC SMP Negeri 9 Semarang. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Dari hasil penelitian, diketahui adanya peningkatan persentase ketuntasan klasikal yang diperoleh peserta didik dalam menangkap makna teks cerita pendek secara lisan. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal aspek sikap religius 85%, meningkat menjadi 92%. Berikutnya persentase aspek sosial pada siklus I seperti teliti 85% meningkat menjadi 92%, kreatif 65% meningkat menjadi 96%, percaya diri 65% meningkat menjadi 97%, tanggung jawab 75% meningkat menjadi 95%. Aspek terakhir yang dijadikan pedoman dalam peningkatan persentase kelas adalah aspek ketrampilan. Aspek ketrampilan siklus I sebesar 69% dan mengalami peningkatan mencapai 100% pada siklus II.The purpose of this research is to explain function by papercraft and tragedy technics on in grasping the meaning of the text short stories, to explain changes of religious attitude, to explain changes of social attitude, and to describe increasing of final skill aspect. The subjects were the skills to grasp the meaning of text short stories orally VIIC class Semarang SMP Negeri 9. Collecting data using a test technique and nontes. From the research, it is known to an increase in the percentage obtained by classical completeness learners in grasping the meaning of the text short stories orally. In the first cycle percentage classical completeness aspect of religious attitudes 85%, increased to 92%. Next percentage of social aspects in the first cycle as closely 85% increased to 92%, increasing to 65% creative 96%, 65% confidence increased to 97%, 75% responsibility increased to 95%. Aspects of knowledge also increased from the first cycle to the second cycle of 71% increased to 100%. The last aspect is used as guidelines in increasing the percentage of the class is the skill aspect. Aspects skills first cycle of 69% and an increase to 100% in the second cycle.
MEMBACA INTENSIF MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DENGAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MELALUI TEKNIK KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR PADA SISWA VII C SMP NEGERI 1 BONANG DEMAK Rahmawati, Dwi; Haryadi, Haryadi; N., Deby Luriawati
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi proses pembelajaran, peningkatan keterampilan membaca intensif menemukan gagasan utama, dan perubahan perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data menggunakan instrumen tes, observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Proses pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dengan model CIRC melalui teknik kepala bernomor berlangsung lancar, kondusif, dan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara membaca intensif untuk menemukan gagasan utama sebuah bacaan. Pada tes siklus I  diperoleh nilai rata-rata 62,88 termasuk kategori cukup dan siklus II diperoleh rata-rata 83,55 atau termasuk kategori baik atau mengalami peningkatan sebesar 20,67 atau 32,87%. Perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak mengalami perubahan ke arah positif. Peserta didik antusias, aktif,  dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama.The objective of this research is to describe the learning process, the improvement and behavioral changes of students class VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak about finding the main idea of the text by students of class VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. This research used action research procedure with two cycles. The method were used instrumental test, observation, journal, interview, and documentation picture. Learning Process of  intensive reading to find the main idea using cooperative integrated reading and composition (CIRC) model through structured numbering head technique well done, condusif and gave deep understanding about the way of intensive reading to find the main idea of the text. From the first cycle the average value was 62,88 clasified average categoryand second cycle gained an average value of 83,55 clasified in goal category An increased 20,67 or 32,87%. The behavior of the students class VII C SMP Negeri 1 Bonang changing for the positive, enthuastic learners, active, and earnest in teaching intensive reading to find the main idea.
PEMBELAJARAN CERITA RAKYAT DENGAN MEDIA FILM ANIMASI MELALUI PENDEKATAN TERPADUPADA SD NEGERI MAOS KIDUL 03 KABUPATEN CILACAP Anjarsari, Destiani Rizky; Kurniati, Endang; Utami, Esti Sudi
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa. Salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat adalah ketidaktertarikan siswa terhadap cerita rakyat. Penggunaan media film animasi cerita rakyat dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kesulitan siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap pada pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.Rumusan masalah penelitian ini yaitu, (1) bagaimana perbedaan hasil belajar cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, (2) bagaimana perilaku siswa pada pembelajaran cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental designs dalam bentuk Intact-Group Comparison. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil dan perilaku siswa dalam pembelajaran cerita rakyat pada siswa kelas IV SD, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini yaitu penggunaan media film animasi cerita rakyat melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes (perbuatan dan tertulis), pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, observasi, dan wawancara. Data hasil belajar dianalisis menggunakan program aplikasi SPSS 16, sedangkan data perilaku siswa dianalisis dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan dua hal, yaitu (1) nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas eksperimen sebesar 81,98, sedangkan nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas kontrol sebesar 61,58. Hasil uji beda (t-test) diperoleh t = 8,509 dan sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena tingkat signifikan uji beda kurang dari 0,05%, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar pembelajaran cerita rakyat antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan (2) perilaku siswa pada kelas eksperimen secara umum sudah baik dalam fokus, antusias, keaktifan dan respon yang baik, sedangkan perilaku siswa kelas kontrol masih kurang dalam keaktifan, respon, antusias, dan fokus pada pembelajaran cerita rakyat. Berdasarkan hasil penelitian, saran yangdirekomendasikan yaitu,(1) guru dapat menggunakan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa di SD Negeri Maos Kidul 03, sehingga siswa tidak mengalami kesuliatan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa, (2) siswa hendaknya diberi pengetahuan tentang cerita rakyat dari Kabupaten Cilacap, sehingga siswa dapat mengetahui cerita rakyat yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa, dan (3) Sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung penggunaan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.The fourth grade students of SD Negeri Maos 03 Cilacap regency, have difficulty in learning Javanese folklore. One of the factors that cause students have difficulties in learning the folklore is the disinterest of the students toward folklore. The use of folklore animation film media can be used as an alternative to overcome the problems of the fourth grade students of SD N Maos Kidul 03, Cilacap in learning Javanese folklore. The research problems of this study are, (1) how is the difference of learning outcomes of folklore by using the media of animation film through integrated learning in the experimental class and control class that does not use animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap, (2 ) how is the students’ behavior in learning folklore by using animated film media through integrated learning in the experimental class and control class that does not use the animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap. The method used in this research was the method of experimental research with pre-experimental research design in the form of Intact-Group Comparison. This research was conducted in fourth grade students. The dependent variable in this study was the learning outcomes and students’ behavior in learning folklore at the fourth grade students, while the independent variable in this study was the use of folklore animation film media through integrated learning in the experimental class. The research instruments were a test (deeds and written), interview guidance and observation sheet. Data collection techniques in this study were using tests, observations, and interview. Learning outcomes data were analyzed by using SPSS application program 16, while data of students’ behavior were analyzed using descriptive analysis technique. The results showedtwo things: (1) the mean score of learning folklore in the experimental class was 81.98, while the mean scoreof learning folklore in control class was 61.58. The results of t-test obtained t = 8.509 and sig. (2-tailed) of 0.000. Because of significant level of t-test wasless than 0.05%, it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes of learning folklore between experimental class and control class, and (2) the students’ behavior in experimental class generallywas good in focus, enthusiastic, liveliness and a good response, while the students’ behaviorin control class was still less in liveliness, response, enthusiastic, and focus on learning folklore. Based on the results of the research, the recommended suggestions are, (1) teachers can use the folklore animation film media “Legendha Ketapang Dengklok” in learning Javanese folklore at SD N Maos Kidul 03, (2) the students should be given knowledge about the folklore of Cilacap regency, and (3) Schools should provide facilities and infrastructure that supports the use of folklore animation film media “Legendha Ketapang value Dengklok “ in learning the Javanese folklore.
KEEFEKTIFAN MODEL SHOW NOT TELL DAN MIND MAP PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BERDASARKAN MINAT PESERTA DIDIK KELAS X SMK Sokhipah, Wiwit Lili; Mardikantoro, Hari Bakti
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana keefektifan penggunaan model show not tell pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK Kelas X, (2) bagaimana keefektifan penggunaan model mind map pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK kelas X, (3) bagaimana keefektifan interaksi show not tell dan mind map pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK kelas X. Simpulan penelitian ini adalah (1) Show Not tell efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat tinggi. (2) Mind Map efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat rendah. (3) Model Show Not Tell lebih efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat tinggi, sedangkan model Mind Map efektif digunakan dalam membelajarkan teks eksposisi pagi peserta didik yang memiliki minat rendah.Problems of this research are (1) how is the effectiveness of using Show Not Tell model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school, (2) how is the effectiveness of using Mind Mapping model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school, (3) how is the effectiveness of the interaction in Show Not Tell and Mind Mapping model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school. The conclusions of this research are (1) Show Not Tell is more effective to use in the learning of writing exposition text for students who have high interest;(2) Mind Mapping is more effective to use in the learning of writing exposition text for students who have low interest; (3) Show Not Tell is more effective than Mind Mapping model in the interaction of the learning of writing exposition text based on students’ interest.
FROM THE PAGES OF HISTORY TO CONTEMPORARY PERIODS: A STUDY OF INDIA-INDONESIA RELATIONSHIP Chakraborty, Ankita
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The relation between India and Indonesia is not new and it had dated back to the ancient period which is quite evident from the architectural remnants in Indonesia. The Indian traders had sailed through the South East Asian Nations and also been said to be spread of Sanskrit language in Indonesia. Not only that both Hinduism and Buddhism had been said to be spread from India to Indonesia. India had always shared a cordial relation with Indonesia, from the ancient period till the present days. Both had undergone a similar phrase of colonial rule and India had always supported Indonesia in her freedom struggle also during the Cold War era, both have followed the policy of Non Alignment of not joining any of the power blocs. The relation had grown since the end of the Cold War as India had started its’ Look East Policy (LEP) in 90’s to enhance its ties with its South East Asian neighbors. India has several ties and cooperation with Indonesia including economic, culture, defense, science and technology, environment etc. The ties have also enhanced during the recent years after India have adopted its Act East Policy (AEP). This policy have aim to foster growth through more cooperation and involvement in each other growth and development.Hubungan antara India dan Indonesia bukanlah hal baru dan telah kembali ke periode kuno yang cukup nyata dari sisa-sisa arsitektur di Indonesia. Pedagang India telah berlayar melewati negara-negara Asia Tenggara dan juga dikatakan menyebarkan bahasa Sanskerta di Indonesia. Tidak hanya agama Hindu dan Budha yang telah disebarkan dari India ke Indonesia. India selalu berbagi hubungan baik dengan Indonesia, dari periode kuno sampai sekarang. Keduanya telah mengalami perubahan yang sama dengan pemerintahan kolonial dan India selalu mendukung Indonesia dalam perjuangan kebebasannya selama era Perang Dingin, juga telah mengikuti kebijakan Non Alignment untuk tidak bergabung dengan blok kekuasaan manapun. Hubungan tersebut telah berkembang sejak berakhirnya Perang Dingin karena India telah memulai Look East Policy (LEP) atau Kebangkitan Bangsa Timur di tahun 90-an untuk meningkatkan hubungannya dengan negara-negara Asia Tenggara. India memiliki beberapa ikatan dan kerja sama dengan Indonesia termasuk ekonomi, budaya, pertahanan, sains dan teknologi, lingkungan dan lain-lain. Hubungan tersebut juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir setelah India menerapkan Act East Policy (AEP) atau Kebijakan Pergerakan Timur. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan melalui kerja sama dan keterlibatan dalam pertumbuhan dan perkembangan masingmasing.
ANALISIS STRATA NORMA KUMPULAN SAJAK NIKAH ILALANG KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY: MENGGESER IDEOLOGI KONTRA FEMINIS DALAM MASYARAKAT PATRIARKHI Ristiyani, Ristiyani
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan strata norma dalam kumpulan sajak Nikah Ilalang karya Dorothea Rosa Herliany; 2) mendeskripsikan bentuk upaya menggeser ideologi kontra feminis dalam masyarakat patriarkhi pada kumpulan sajak Nikah Ilalang karya Dorothea Rosa Herliany. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan kajian kepustakaan. Pemilihan pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara cermat mengenai keadaan atau gejala tertentu pada objek kajian. Dalam hal ini penulis berusaha membuat gambaran mengenai upaya menggeser idiologi kontra feminis dalam masyarakat patriarkhi melalui analisis strata norma pada kumpulan sajak Nikah Ilalang karya Dorothea Rosa Herliany dengan menggunakan teori stilistika. Dalam Kumpulan Sajak Nikah Ilalang Karya Dorothea Rosa Herliany terdapat strata norma lapis bunyi, lapis arti, lapis objek, lapis dunia, dan lapis metafisis. Adapun bentuk upaya menggeser ideology kontra feminis dalam masyarakat patriarkhi melalui bentuk kelamin dan bentuk pekerjaan.This study aims: 1) describing strata norm in anthology of “Nikah Ilalang” work of Dorothea Rosa Herliany; 2) describing the form of effort in shifting the ideology of contra feminism in patriarchy community in anthology of “Nikah Ilalang” work of Dorothea Rosa Herliany. The approach used in writing this paper is descriptive qualitative based on literature review. Selection of this approach is expected to provide an accurate description of the particular situation or symptom of the object of study. In this case the author tries to make a description about the effort in shifting the ideology of contra feminism in patriarchy community through analysis of strata norm in anthology of “Nikah Ilalang” work of Dorothea Rosa Herliany by using stylistic theorem. In anthology of “Nikah Ilalang” work of Dorothea Rosa Herliany there are strata norms of sound layer, meaning layer, object layer, world layer, and metaphysic layer. As for the form of effort in shifting the ideology of contra feminism in patriarchy community is through gender and occupation.
“SUARA-SUARA DARI PEDALAMAN” BIAS DAN DILEMA IDENTITAS NASIONALISME DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR SEBUAH UPAYA PENCAPAIAN “ESENSIALISME STRATEGIS” Muhamad, Abu Bakar Ramadhan
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji: (1) wacana identitas nasional dalam novel Indonesia modern, pada keberpihakannya terhadap suara sub-altern; dan (2) bias serta dilema “esensialisme strategis” posisi sub-altern dalam narasi yang coba disuarakan. Teori penunjang adalah teori poskolonial, strategi pembacaan kritis terhadap dampak kolonial. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: suara sub-altern sebagai sub-ordinat, intens secara kritis “menyuarakan” komitmen identitas nasional. Hanya saja, akibat efek kolonialisme yang masih hegemonik (keinginan menjadi ‘pusat’), ‘suara’ kritis itu justru merepresentasi wacana identitas nasional dalam kodifikasi suara “pusat”, suatu tanda bagi langgengnya hegemoni kolonial. Hal itu dibuktikan dalam novel Burung-Burung Manyar karya YB. Mangunwijaya, dalam kaitan pencapaian “Esensialisme Strategis” wacana identitas nasional, masih menghadirkan dikotomi pusat dan pinggiran yang timpang. Akibatknya, secara horisontal identitas nasionalisme yang dibangun suara sub-altern (pedalaman) kian menempatkannya pada posisi marginal dan yang secara vertikal berada di bawah otoritas suara pusat. Hal tersebut mengimplikasikan pula ciri statis sistem kolonial yang hegemoni dalam novel Indonesia modern, di mana “pusat” hadir superior terhadap “pedalaman” yang inferior.  The Article is titled "Sounds of the Outback" - Bias and Dilemmas of National Identity in the Novel Birds Manyar, An Effort Achievement "Strategic Essentialism", to assess: 1). discourse of national identity in modern Indonesian novel, at its partiality towards the sound sub-altern, and 2). bias and the dilemma of "strategic essentialism" sub-altern position in trying voiced narrative. Supporting the theory is postcolonial theory, critical reading strategies to the impact of colonial rule. The results obtained are sub-altern voice as a sub-ordinate, intense critically "voicing" the commitment of national identity. However, due to the effects of colonialism which still hegemonic (the desire to be the 'center'), the 'noise' that actually represents the critical discourse of national identity in the codification of sound "center", a sign for the perpetuation of colonial hegemony. This was evidenced, novel Birds Manyar YB work. Mangunwijaya, in terms of achievement of the "Strategic Essentialism" discourse of national identity, still presents the dichotomy of center and periphery is lame. Akibatknya, horizontally identity nationalism built sound sub-altern (inland) are increasingly being placed in a marginal position, and vertically under the authority of the central sound. It also implies a static characteristic of colonial hegemonic system in modern Indonesian novel, where the "center" is present superior to the "deep" inferior.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DONGENG PUTRA LOKAN Suhardi, Suhardi
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bintan, Propinsi Kepulauan Riau, selain memiliki pantai yang indah dan sumber daya alam yang tinggi, masyarakatnya ternyata juga memiliki kekayaan cipta sastra. Salah satunya adalah dongeng Putra Lokan.Dongeng Putra Lokan ini selain memiliki keindahan cerita ternyata juga menyimpan kekayaan nilai-nilai pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk nilai pendidikan karakter dalam dongeng Putra Lokan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan teknik analisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah dongeng Putra Lokan mengandung 17 nilai-nilai pendidikan karakter, yaitu nilai (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat/ komunikatif, (14) cinta damai, (15) peduli lingkungan, (16) peduli sosial, dan (18) nilai tanggung jawab.Bintan Island, Riau Islands Province, in addition to having beautiful beaches and high natural resources, the community also has a wealth of literary inventiveness. One of them is Son Lokan’s fairy tale. Son Lokan tale is in addition to having the beauty of the story was also save the wealth of character education values. The purpose of this study is to analyze the forms of the value of character education in the fairy tale of Son Lokan. The research method used is descriptive method and analysis technique using content analysis technique. Son Lokan’s tale contains 17 values of character education, which are (1) religious, (2) honest, (3) tolerance, (4) discipline, (5) hard work, (6) creative, (7) independent, 8) democratic, (9) curiosity, (10) national spirit, (11) love of the homeland, (12) respect for achievement, (13) friendly / communicative, (14) peace loving, (15) 16) social care, and (18) the value of responsibility.
UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA MINANGKABAU RAGAM NONFORMAL PADA KOMUNITAS SENI SAKATO DI KOTA YOGYAKARTA Alika, Shintia Dwi; Rokhman, Fathur; Haryadi, Haryadi
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Minangkabau merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat yang penutur aslinya adalah suku Minangkabau. Komunitas Seni Sakato merupakan komunitas yang berasal dari suku Minangkabau yang cukup aktif dan berpengaruh di Kota Yogyakarta. Walaupun berada jauh dari daerah asalnya Sakato tetap menggunakan bahasa Minangkabau di tengah masyarakat bersuku Jawa. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti tentang upaya pemertahanan bahasa kajian sosiolinguistik. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan wawancara. Upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan). Berdasarkan hasil analisis data, upaya pemertahanan bahasa Minangkabau ragam nonformal pada Komunitas Seni Sakato di Kota Yogyakarta meliputi upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dalam kegiatan seni, upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dalam bidang sastra, upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dalam keluarga dan upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari.Minangkabau language is one of the regional languages in Indonesia originating from West Sumatra whose native speakers are Minangkabau tribe. Sakato Art Community is a community that originated from the Minangkabau tribe who is quite active and influential in Yogyakarta City. Despite being away from his home region Sakato still uses the Minangkabau language in a Javanese tribal community. This makes the researcher interested to examine efforts to preserve the language of sociolinguistic studies. This research is descriptive qualitative. The data collection method used is the method of referring and interviewing. Effort to preserve Minangkabau language were analyzed using Miles and Huberman’s theories (data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing). Based on the data analysis, effort to preserve the non-formal Minangkabau language in Sakato Art Community in Yogyakarta City include efforts to preserve Minangkabau language in art activities, efforts to preserve minangkabau language in the field of literature, efforts to preserve minangkabau language in the family and efforts to preserve Minangkabau language in daily life day.
MEMBACA INTENSIF MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DENGAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MELALUI TEKNIK KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR PADA SISWA VII C SMP NEGERI 1 BONANG DEMAK Rahmawati, Dwi; Haryadi, Haryadi; N., Deby Luriawati
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi proses pembelajaran, peningkatan keterampilan membaca intensif menemukan gagasan utama, dan perubahan perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Pengambilan data menggunakan instrumen tes, observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Proses pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama dengan model CIRC melalui teknik kepala bernomor berlangsung lancar, kondusif, dan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara membaca intensif untuk menemukan gagasan utama sebuah bacaan. Pada tes siklus I  diperoleh nilai rata-rata 62,88 termasuk kategori cukup dan siklus II diperoleh rata-rata 83,55 atau termasuk kategori baik atau mengalami peningkatan sebesar 20,67 atau 32,87%. Perilaku peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak mengalami perubahan ke arah positif. Peserta didik antusias, aktif,  dan bersungguh-sungguh dalam pembelajaran membaca intensif untuk menemukan gagasan utama.The objective of this research is to describe the learning process, the improvement and behavioral changes of students class VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak about finding the main idea of the text by students of class VII C SMP Negeri 1 Bonang Demak. This research used action research procedure with two cycles. The method were used instrumental test, observation, journal, interview, and documentation picture. Learning Process of  intensive reading to find the main idea using cooperative integrated reading and composition (CIRC) model through structured numbering head technique well done, condusif and gave deep understanding about the way of intensive reading to find the main idea of the text. From the first cycle the average value was 62,88 clasified average categoryand second cycle gained an average value of 83,55 clasified in goal category An increased 20,67 or 32,87%. The behavior of the students class VII C SMP Negeri 1 Bonang changing for the positive, enthuastic learners, active, and earnest in teaching intensive reading to find the main idea.