cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Penyusunan Parameter Tes Potensi Pemain Tenis Lapangan Nugroho, Prapto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tes potensi calon petenis yang memenuhi kriteria tes yang baik, menyusun skor skala bagi para calon petenis, menyusun norma penilaiannya. Sampel penelitian adalah anak-anak yang belajar tenis di Smart Tenis Club berusia 7-14 tahun berjumlah 12 orang. Stratifikasi Random Sampling merupakan cara pengambilan sampel. Metode penelitian ini adalah dengan cara survey, sedangkan teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Tes yang digunakan untuk menyusun potensi calon petenis, yaitu : (1) tes reaksi, (2) tes lari cepat 30 meter, (3) tes power tungkai dengan standing long jump, (4) tes power lengan dengan melempar bola, (5) tes kelincahan dengan fan drill, (6) tes koordinasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk : (1) uji normalitas dengan Kolomogorov-Smirnov, (2) uji homogenitas Cochrans dan Barlett, (3) menjumlahkan hasil tes dengan T score, (4) kesahihan dengan teknik korelasi Pearson Product moment, (5) keandalan tes dengan test retest, dan (6) norma klasifikasi menggunakan standard deviasi. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran-saran bagi yang menaruh perhatian pada tenis dan pembuatan tes potensi calon olahragawan, antara lain (1) Meneliti dengan wilayah generalisasi yang lebih luas, minimal se Pulau Jawa, (2) Meneliti pula faktor psikologis para sampel, (3) Meneliti status sosial ekonomi dan pendidikan orang tua.
Pengaruh Metode Pembelajaran dan Presepsi Kinestetik terhadap Hasil Pembelajaran Lay Up Shoot Bola Basket Huda, Nurul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran inklusi dan penugasan terhadap hasil pembelajaran layup shoot, persepsi kinestetik tinggi dan rendah terhadap hasil pembelajaran lay up shoot, interaksi antara metode pembelajaran dan persepsi kinestetik terhadap hasil pembelajaran lay up shoot. Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2, sampel berjumlah 60. analisis data menggunakan two way anova. Hasil penelitian: 1) F tabel hitung 4,01 dengan rata-rata nilai pembelajaran inklusi 86,87 > 83,40 pembelajaran penugasan. 2) F hitung 8,027> F 4,01 dengan rata-rata nilai persepsi kinestetik tinggi 87,23 > 83,03 persepsi kinestetik rendah.3) Interaksi antara metode pembelajaran danpersepsi kinestetik terhadap hasil lay up shootF hitung 4,856 > F 4,01. Kesimpulan: terdapat perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran inklusi dan metode pembelajaran penugasan, 2) terdapat perbedaan pengaruh antara peserta didik dengan persepsi kinestetik tinggi dan rendah, 3) terdapat interaksi yaitu metode pembelajaran inklusi lebih baik dibandingkan metode penugasan terhadap hasil lay up shoot dalam permainan bolabasket
Pengaruh Stretching terhadap Nyeri Punggung Bawah dan Lingkup Gerak Sendi pada Penyadap Getah Karet Koesyanto, Herry; Yuwono, Cahyo; Wahadi, Wahadi; Jeni, Sapto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tingkat keluhan nyeri punggung dan lingkup gerak sendi dengan pelatihan peregangan dan tanpa pelatihan peregangan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalent control group design yang melibatkan 1 kelompok intervensi dan 1 kelompok kontrol. Responden penelitian ini adalah 60 orang penyadap getah karet. Instrumen yang digunakan adalah pedoman peregangan nyeri punggung bawah, skala pengukuran nyeri Visual Analog Scale dan Rapid Entire Body Assesment (REBA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan peregangan mempengaruhi nyeri punggung bawah (nilai p adalah 0,066>0,05). Namun latihan peregangan tidak berpengaruh terhadap lingkup gerak sendi (nilai p adalah 0,001<0,005) pada pekerja penyadapan getah karet PTPN IX (Persero) Kebun Merbuh Kendal.
Kemampuan Volume Oksigen Maksimal Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Sepak Takraw Kalimantan Barat Yunitaningrum, Wiwik
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuanvolume oksigen maksimal ( VO2 Max ) Atlet Pusat Pendidikan Dan Latihan Pelajar ( PPLP ) Cabang Olahraga Sepak Takraw Kalimantan Barat 2014. metode survei tes, yaitu dengan cara tes dari multitahap bentuk penelitian deskriptif kualitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah atlet PPLP cabang Olahraga Sepak TakrawOlahraga harus diberdayakan baik di lapisan masyarakat maupun di lingkungan pendidikan, khususnya pembinaan olahraga di kalangan anak-anak yang dapat membantu disiplin diri, sportifitas, ketahanan diri dan mental yang kuat dalam upaya membangun manusia yang unggul dan berdaya saing prima.Permainan sepak takraw adalah salah satu cabang olahraga yang dalam permainannya membutuhkan gerakan-gerakan yang sangat komplek, tentunya untuk menunjang kebutuhan tersebut dibutuhkan kemampuan fisik atau ketahanan kardiorespirasi yang tinggi dalam permainannya. Berbicara kemampuan fisik maka akan berkaitan dengan ketahanan kardiorespirasi. Pada dasarnya, ada dua macam ketahanan kardiorespirasi, yaitu aerobik dan anaerobik. Pengukuran ketahanan kardiorespirasi untuk kapasitas aerobik dapat dilakukan dengan cara mengukur konsumsi oksigen maksimal (VO 2 Max). VO Max merupakan kemampuan seseorang untuk menghirup dan menggunakan oksigen secara maksimal dalam melakukan aktivitas atau kegiatan olahraga hingga mengalami kelelahan, dengan mengetahui kondisi VO2 Max atlet dapat membantu seorang pelatih untuk membuat program latihan guna meningkatkan performa pada saat bertanding.
Pengembangan Instrumen dan Skala Penilaian Service Panjang Pemain Putra 13-15 Tahun Suratman, Suratman; Fransiska, Eka
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengembangkan instrumen dan skala penilaian service panjang pemain putra usia 1315 tahun PBSI Kota Semarang. Metode penelitiannya adalah penelitian pengembangan dari Borg & Gall, yaitu; 1) penelitian pendahuluan, 2) mengembangkan produk awal (Instrumen service panjang dengan membagi daerah sasaran), 3) Evaluasi ahli menggunakan dua ahli akademisi dan satu ahli kepelatihan, 4) Revisi produk berdasarkan hasil evaluasi ahli dan uji coba kelompok kecil (16 testee), 5) Uji coba kelompok besar (40 testee), (6) Revisi produk hasil uji coba kelompok besar, 7) Hasil akhir instrumen service panjang dengan membagi daerah sasaran. Pengumpulan data menggunakan tes pengukuran secara langsung yang telah dievaluasi oleh tiga ahli bulutangkis. Produk yang dihasilkan adalah instrumen service panjang yang membagi daerah sasaran menjadi tiga, yaitu back boundary nilainya 3 dan dua daerah sasaran di depannya, masing-masing berukuran 0,46m dengan nilai 2 dan 1. Tes dilakukan dengan service panjang 60 kali. Melalui validasi ahli dan pengukuran tes secara langsung diperoleh validitas 0,83 dan reliabilitas 0,97. Kesimpulannya, instrumen service panjang ini dapat digunakan untuk pemain putra usia 13-15 tahun PBSI Kota Semarang.
Latihan Fleksi Telapak Kaki dengan Kinesio Taping pada Fleksibel Flat Foot Indardi, Nanang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan fleksi telapak kaki tanpa kinesio taping dan dengan penambahan kinesio taping pada otot terhadap keseimbangan pada penderita fleksibel flat foot. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre and post-test group. Populasi penelitian siswa SD Negeri 2 Ceporan Kabupaten Klaten, sampel 20 siswa usia 6-12 th yang memiliki flat foot. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian untuk kelompok A (latihan keseimbangan tanpa kinesio taping) pre-test 18,1 ±18,5 detik sedang p ost-test rata-rata 18,3±28,01 detik, t=0,15, tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan fleksi telapak kaki tanpa kinesio taping terhadap peningkatan keseimbangan pada penderita flat foot. Sedangkan untuk kelompok B (latihan keseimbangan dengan kinesio taping) rata-rata kesimbangan 17,9±18,5 detik dan post-test 24,3±27,3 detik, t=4,47 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan fleksi telapak kaki menggunakan kinesio taping terhadap peningkatan keseimbangan pada penderita fleksibel flat foot. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh latihan fleksi telapak kaki tanpa kinesio taping dan latihan fleksi telapak kaki menggunakan kinesio taping terhadap peningkatan keseimbangan pada penderita fleksibel flat foot. Dimana hasilnya latihan fleksi telapak kaki menggunaan kinesio taping lebih baik dari pada latihan fleksi telapak kaki tanpa kinesio taping.
Pengembangan Aquajogger sebagai Peluang Bisnis yang Prospektif Dibidang Olahraga Kebugaran Mukarromah, Siti Baitul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air telah dikenal sebagai media untuk terapi kesehatan serta pengobatan berbagai macam penyakit. Air memberikan banyak manfaat terhadap kesehatan, salah satunya memberikan efek pemijatan atau relaksasi secara alami. Fenomena ini kemudian berdampak pada makin tingginya minat dan kesadaran untuk melakukan olah raga air atau secara khusus adalah Water Fitness (Aquarobic) yang merupakan bentuk senam tubuh (Exercise) yang dilakukan baik dengan musik maupun tanpa musik melalui media air. Water Fitness (Aquarobic) bisa dilakukan dikolam renang terbuka maupun tertutup baik pada kolam bagian yang dangkal maupun pada kolam bagian yang dalam, oleh karena itu kemampuan dalam penguasan berenang bukan merupakan halangan dan prasarat untuk mengikuti latihan ini. Pelampung (Aquajogger), dirancang untuk membantu partisipan untuk tetap mengapung diair selama melakukan latihan, serta memungkinkan untuk melakukan gerakan-gerakan yang lebih variatif. Water Fitness (Aquarobic) sebagai bentuk olah raga aerobik sangat efektif untuk melatih jantung dan pembuluh-pembuluhnya, dimana gerakan alaminya relatif sederhana tetapi manfaat dan keuntungannya sangat besar bagi kesehatan, yaitu merangsang otot tubuh untuk terus melakukan gerakan secara aktif dan dinamis.
PENGEMBANGAN PROTOTIPE ALAT BANTU LATIHAN MENGAYUN PADA ATLET WOODBALL AMIN, ANAS KHOLIKUL
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose to: (1) to generate a prototype design tools that can be used to swing in swing training for beginner and advanced mens level, (2) to test swing design tools can be effectively used to improve the skills of swing motion. Here are steps of procedure developmet: (1) Potention and problems, (2) Data/information collection, (3) product design, (4) Design validation 2 woodball expert and 2 tools expert, (5) Upgrading design, (6) Product experiment 6 athletes, and (7) Aplication experiment 10 athletes. The result of this research is a product, this final product is a tools swing “swing trainer” which can be used for swing training. The tool’s validation result is obtained from an assessment rubric from woodball expert and tools expert with the score 92 (exact). Meanwhile the efectiveness resulf a tools swing prototype is obtained from an assessment result by woodball expert in small scale experiment and large scale experiment. From those experiments, the average score of athletes can do the whole swing motion and there are 16 athletes clarify that tools swing is an effective tool to be used in swing movement practice.
Membudayakan Jalan Kaki di Kampus Konservasi Wahyuningsih, A Setyo
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampus sebagai tempat penyelenggara kerja, mempunyai ribuan tenaga kerja dengan berbagai macam jenis pekerjaan, antara lain pengajar, karyawan administrasi dan operator komputer. Berdasarkan pengamatan di UNNES bulan Januari hingga April tahun 2010, didapatkan data bahwa sekitar 90 % karyawan, dosen, dan mahasiswa UNNES menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi dan mobilisasi baik dalam jarak dekat ( dalam satu fakultas ) maupun jarak jauh ( antar fakultas, menuju rektorat ). Status kesehatan para dosen dan karyawan di lingkungan kerja Universitas Negeri Semarang (UNNES) , didapatkan bahwa adanya peningkatan kasus – kasus tentang penyakit degenaratif akibat gangguan metabolik seperti ; kegemukan, hipertensi, hiperkolesterolemia, hiperuresemi, dan hiperlipidemi, serta penyakit jantung koroner. Jalan kaki merupakan aktifitas fisik yang paling mudah, murah, aman dan efektif untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh serta bersifat sebagai ketahanan dan kekuatan serta merupakan salah satu latihan aerobik paling sederhana dan teraman serta mampu mencegah munculnya penyakit. Pencanangan UNNES sebagai universitas konservasi yang salah satu misinya adalah melakukan konservasi energi sehingga tercipta UNNES yang bebas asap, asri, hijau, sejuk dan indah serta kualitas udara yang sehat maka kegiatan jalan kaki di lingkungan kampus bagi segenap warga kampus dalam beraktifitas kesehariannya merupakan upaya promotif dan preventif bagi kesehatan seluruh warga UNNES.
Evaluasi Pembinaan Prestasi Olahraga Bola Basket di Kabupaten Magetan Wibowo, Kristianto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini di latar belakangi oleh bagaimana pentingnya pembinaan prestasi olahraga bagi perkembangan prestasi di suatu daerah. Selain itu pembinaan prestasi juga dapat untuk mengembangkan minat, bakat dan juga potensi-pontensi masyarakat di suatu daerah. Fokus dari penelitian ini adalah pada bagaimana pelaksanaan pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analsisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah, Organisasi, Atlet, Pelatih, Ekstrakurikuler, serta sarana dan prasarana bola basket di kabupaten Magetan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan mengenai pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan termasuk dalam kategori kurang baik. Hal itu karena belum berjalan dengan baik faktor-faktor yang membantu mencapai prestasi olahraga yang tinggi yaitu faktor pemassalan, faktor pembibitan serta faktor pencapaian prestasi sehingga prestasi bola basket di kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 1) Dari segi pembinaan prestasi, kabupaten Magetan dalam kategori kurang baik karena belum adanya pembinaan usia dini serta tidak adanya klub-klub bola basket yang ikut membantu pembinaan prestasi di kabupaten Magetan. 2) Dari segi pemerintah, peran pemerintah diharapkan tidak hanya sekedar menyalurkan dana tetapi juga lebih memperhatikan atletnya. 3) Dari segi organisasi, PERBASI kabupaten Magetan diharapkan lebih fokus dalam hal-hal yang mengakibatkan pembinaan prestasi kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 4) Dari segi pelatih, mayoritas pelatih bola basket di kabupaten Magetan belum mempunyai lisensi pelatih dan belum menerapkan program latihan. 5) Dari segi atlet, atlet bola basket di kabupaten Magetan rata-rata baru mengenal dan latihan saat mereka di SMA, serta belum mempunyai rasa disiplin yang tinggi dalam mengikuti latihan. 6) Dari segi ekstrakurikuler, sekolah-sekolah di kabupaten Magetan belum secara penuh mendukung siswanya dalam ekstrakurikuler bola basket. 7) Dari segi sarana dan prasarana bola basket kabupaten Magetan termasuk dalam kondisi cukup baik karena hampir semua sekolah di kabupaten Magetan mempunyai sarana dan prasarana untuk menunjang untuk latihan bola basket. 8) Hambatan yang mempengaruhi pembinaan prestasi olahraga bola basket adalah tidak adanya pembinaan usia dini atlet bola basket di kabupaten Magetan. Kata kunci : Bola basket, Pembinaan Prestasi, Penelitian Evaluasi.  ABSTRACTThe background of this research was how important the coaching of sports achievement for the development of achievement in an area. In addition, performance coaching can also develop interests, talents and also the potentials of society in an area. The focus of this research was on how the implementation of basketball sport achievement coaching in Magetan.This research used qualitative descriptive research method. Data collection techniques used are observation techniques, interviews and documentation. Analysis of data by means of data reduction, data presentation and conclusion. The subjects of this study were Government, Organization, Athlete, Coach, Extracurricular, as well as basketball facilities and infrastructure in Magetan.Based on the results of the research, it can be concluded that the development of basketball sport achievements in Magetan was included in the category of less good. That was because the factors that help achieve high sports achievement had not run well which is the bulking, seeding and achievement factors so that the achievement of basketball in Magetan was not getting better. 1) In terms of performance coaching, Magetan in the category of poor because of the lack of early age coaching and the absence of basketball clubs that helped to improve the achievement in Magetan. 2) In terms of government, the expected role of the government was not only to give funds but also pay more attention to the athletes. 3) From the organizational perspective, PERBASI Magetan was expected to put more focus on things that making the achievement of Magetan Regency achievement did not improve. 4) In terms of coaches, the majority of basketball coaches in Magetan did not have a coach license and had not implemented an exercise program yet. 5) In terms of athletes, basketball athletes in Magetan are newly acquainted and exercised when they are in high school, and did not yet have a high sense of discipline in training. 6) In terms of extracurricular, schools in Magetan had not fully supported their students in basketball extracurricular. 7) In terms of facilities and basketball infrastructure Magetan is in good condition because almost all schools in Magetan have the infrastructure to support for the practice of basketball. 8) The obstacles that affect the development of basketball sport achievement is the absence of early age coaching for basketball’s athletes in Magetan.  Keywords: Basketball, Achievement Development, Evaluation Research

Page 9 of 48 | Total Record : 473