cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
KANDUNGAN GIZI DAN SIFAT FISIK TEPUNG AMPAS KELAPA SEBAGAI BAHAN PANGAN SUMBER SERAT Putri, Meddiati Fajri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i1.6402

Abstract

Asupan serat menjadi semakin diutamakan dalam membuat formulasi produk pangan karena perannya dalam memperlancar pencernaan, tempat berkembang bakteri selama diusus  dan mengurangi ketersediaan kolesterol. Pemanfaatan hasil samping ampas kelapa sebagai bahan substitusi makanan kesehatan selama ini belum banyak terungkap.  Meskipun  ampas  kelapa  merupakan  hasil  samping  pembuatan  santan, namun ampas kelapa merupakan bahan pangan sumber serat. Ampas kelapa berasal dari komoditi hasil samping yang memiliki keunggulan sebagai pendukung kelestarian ketahanan pangan. Hal tersebut ditunjang oleh potensi produksi yang tinggi, proses dan peralatan yang digunakan dalam produksinya sederhana dan murah, memiliki kemampuan untuk diolah menjadi produk-produk yang lebih berkualitas, dapat ditambahkan pada produk-produk roti, resep-resep masakan, dan produk-produk makanan lainnya sebagai makanan kesehatan  sehingga dapat menunjang diversivikasi pangan. Kandungan  gizi tepung ampas kelapa  mengandung karbohidrat dalam jumlah yang lebih rendah yaitu sekitar 33,64125 persen,   dari tepung terigu (73,52 persen). Kandungan protein tepung ampas kelapa relative cukup rendah yaitu 5,78725 persen, daripada tepung terigu (13,51 persen). Kandungan lemak tepung ampas kelapa cukup tinggi dari tepung terigu (38,2377 persen). Kandungan serat kasar tepung ampas kelapa cukup tinggi yaitu    (15,068865) persen, lebih tinggi dari tepung terigu (0,25 persen). Kandungan serat pangan tak larut sangat tinggi yaitu (63,66%), dan (serat pangan larut sangat rendah 4,53% ,Raghavendra et al, 2004). Tepung ampas kelapa merupakan salah satu    tepung sebagai sumber serat pangan dan tepung ampas kelapa mengandung air cukup rendah yaitu 6,9969 persen lebih rendah dari pada tepung terigu (11,31 persen). derajat putih tepung ampas kelapa  lebih putih daripada tepung terigu  dengan bentuk granula bulat dengan kisaran ukuran Ø60-Ø140 µm dan bentuk granula serpihan dengan kisaran ukuran Þ140-300 µm. Konsistensi gel tepung ampas kelapa mempunyai konsistensi gel sangat lemah dan viskositas pasta tepung ampas kelapa rendah, dengan NKA  tepung ampas kelapa sebesar 94,62 % dan NPA sebesar 0.34%
PENGARUH PENGGUNAAN SARI JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia) SEBAGAI KOAGULAN DALAM PEMBUATAN TAHU BIJI SAGA (Adenanthera Pavonina Linn) Diniyani, Nuzulia; Triatma, Bambang; Paramita, Octavianti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6425

Abstract

Tahu adalah produk olahan kedelai proteinnya cukup tinggi, digemari masyarakat dan harganya murah. Biji saga merupakan tanaman polongan, protein30,6 g/100g bdd, harganya lebih murah dibanding harga kedelai. Oleh karena itupeneliti memanfaatkannya sebagai bahan dasar tahu. Tujuan mengetahui  pengaruh penggunaan sari jeruk nipis terhadap kualitas inderawi tahu biji saga ditinjau dariaspek warna, tekstur, aroma dan rasa, mutu kimiawi meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat dan energi, dan kesukaan masyarakat. Obyek penelitian ini adalah biji saga dengan tingkat kematangan tua, merah, diameter 8-11 mm didapat di Juwana, Pati dan sari jeruk nipis dengan tingkat kematangan sedang, warna hijaukekuningan didapat di Sekaran, Gunungpati. Variabel bebas yaitu persentase sari jeruk nipis 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian yaitu adanya pengaruh penggunaan sari jeruk nipis dengan persentase yang berbeda terhadap karakteristik inderawi tahu biji saga ditinjau dari aspek rasa. Sampel terbaik dan disukai masyarakat adalah tahubiji saga dengan penggunaan sari jeruk nipis 5%. Kandungan gizi sampel terbaik yaitu kadar air 70,2 g, kadar abu 1,0 g, protein 13,6 g, lemak 8,4 g, karbohidrat 6,8 g dan energi 145 kkal.
Pengetahuan Keterampilan Dasar Mengajar dalam Menyiapkan Guru Sekolah Menengah Kejuruan Achdiani, Yani; Rusliyani, Dwi Ayu
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15368

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengetahuan keterampilan dasar mengajar yang menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pelaksanaan praktik Program Pengalaman Lapangan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai penguasaan pengetahuan keterampilan dasar mengajar dalam menyiapkan guru sekolah menengah kejuruan. Kajian dan pembahasan pada penelitian ini menjelaskan tentang kajian literatur yang berkaitan dengan  keterampilan, yang meliputi: (1) keterampilan membuka pelajaran, (2) keterampilan menutup pelajaran, (3) keterampilan menjelaskan, (4) keterampilan bertanya, (5) keterampilan memberi penguatan, (6) keterampilan mengadakan variasi, (7) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, (8) keterampilan mengajar kelompok kecil dan mengajar perseorangan, (9) keterampilan mengelola kelas. Rekomendasi pada penelitian ini ditujukan kepada para calon guru SMK untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan wawasannya mengenai keterampilan dasar mengajar.
PEMBUATAN PAES PENGANTIN SOLO DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROPORSIONAL Ihsani, Ade Novi Nurul
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6416

Abstract

Paes merupakan riasan dahi yang berwarna hitam atau hijau. Paes pada tata rias pengantin gaya solo terdiri empat (4) bagian, yaitu gajahan, penitis, pengapit dan godeg. Beberapa bagian paes tersebut memiliki bentuk yang berbeda, gajahan bentuknya seperti ujung telur bebek, penitis bentuknya kuncup bunga kantil, penitis bentuknya ujung telur ayam dan godeg seperti bunga turi. Dewasa ini pembuatan paes dapat dilakukan dengan bermacam-macam teknik, salah satunya dengan menggunakan   teknik   proporsional.   Teknik   proporsional   adalah   teknik   dalam membuat paes yang dibuat dengan bantuan kertas. Kertas tersebut dipotong dengan ukuran 10 X 10 cm dan dilipat menjadi segitiga sama sisi. Kertas tersebut digunakan untuk  mengukur  jari  pengantin  yang  nantinya  akan  digunakan  sebagai  patokan dalam pembuatan paes. Tujuan pembuatan paes dengan teknik proporsional agar mempermudah perias pemula dalam membuat paes. Hasil membuat paes dengan menggunakan teknik modern lebih mudah daripada menggunakan teknik modern karena, patokan yang digunakan adalah dengan menggunakan jari pengantin wanita sendiri.
PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENGOLAHAN KUE INDONESIA DARI BAHAN PISANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS X PATI SERI SMK NEGERI 3 PATI TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Nawangsri, Siti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6407

Abstract

rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana penerapan model pembelajaran Cooperative  Learning,  meningkatkan  kualitas  pembelajaran pengolahan kue Indonesia bahan dasar pisang, pada siswa kelas X Patiseri SMK 3 Pati. Penelitian ini melalui dua siklus.Hasil Penelitian ini dengan model pembelajaran Coooperative Learning menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran dengan model sebelumnya. Pada siklus I ketuntasan klasikal 93,10% dan siklus II klasikal meningkat  menjadi  100%.  Hal  ini  diketahui  pembelajaran  Cooperative Learning dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi mengolah kue pisang.
PENINGKATAN PENGETAHUAN POLA MAKAN SEHAT BAGI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL MUBTADIIN BALEKAMBANG JEPARA Fathonah, Siti; Setyaningsih, Dyah Nurani; Astuti, Pudji
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6430

Abstract

Tujuan dari kegiatan penyuluhan diet sehat adalah 1)  santri putri memiliki pengetahuan diet sehat, dan 2) santri putri  memiliki keahlian untuk membangun menu seimbang. Pelaksanaan pelayanan masyarakat adalah penjelasan diet sehat untuk anak perempuan santri di pondok pesantren Balekambang Jepara. Kegiatan ini dilakukan  dengan  tiga  tahap,  yaitu:  1)  persiapan  dengan  aktivitas  izin  dan penyusunan  item  dan  praktek,  2)  pelaksanaan  dua  kali  pertemuan,  dengan penjelasan diet sehat, dan seimbang menu untuk remaja dan praktek, dan 3) monitoring. Orang-orang Target gadis-gadis santri di pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin sebanyak 25 orang. Kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan dalam kategori tinggi, dengan jumlah peserta yang menghadiri 100%, peserta yang menarik dan keseriusan dalam kegiatan berikut yang ditunjukkan dengan jumlah pertanyaan dan antusias dalam mengikuti penyuluhan dan praktek untuk menu seimbang. Santri perempuan memiliki pengetahuan tentang diet sehat. Berarti nilai pre-test dan post- test meningkat tajam dari 56,7 menjadi 77,2, dan efektivitas 0,46 dalam kategori sedang. Keterampilan dalam membangun menu untuk dirinya sendiri cukup baik, dengan menu struktur 3 kali dan 2 makanan tambahan. Kegiatan ini perlu untuk menindaklanjuti dengan kegiatan kelanjutan terdiri dari 1) pengembangan topik lainnya untuk anak perempuan santri, seperti perhitungan menu gizi yang diperlukan dan 2) memberikan keterampilan untuk mengolah makanan (sayur, lauk, makanan ringan) untuk remaja.
PEMANFAATAN DAUN TEMBAKAU UNTUK PEWARNAAN KAIN SUTERA DENGAN MORDAN JERUK NIPIS Santosa, Ester Kusumawati; Kusumastuti, Adhi
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i1.6397

Abstract

Zat warna alam digunakan untuk pewarnaan tekstil, karena lebih murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Salah satu di antaranya adalah daun tembakau (nicotiana tabacum). Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas warna kain sutera yang dicelup dengan konsentrasi mordan jeruk nipis (citrus aurantifolia swingle). Variasi konsentrasi jeruk nipis 25g/l, 50g/l, 75g/l, dan 100g/l menjadi variabel bebas, kualitas warna kain sutera adalah variabel terikat. Variabel  kontrolnya:  konsentrasi  daun  tembakau  750g/l,  waktu  pencelupan  1  jam, waktu mordanting 30 menit, dan frekuensi pencelupan sebanyak 5 kali. Pengumpulan data dilakukan melalui uji laboratorium. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa hipotesis diterima, artinya kualitas warna kain sutera berbeda secara signifikan pada setiap variasi konsentrasi mordan jeruk nipis. Makin tinggi konsentrasi mordan yang digunakan, ketahanan luntur warna terhadap pencucian makin baik, dan warna makin tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun tembakau dapat dipakai sebagai pewarna kain sutera dengan bantuan mordan jeruk nipis, dengan kualitas warna optimum pada pemakaian konsentrasi mordan 100g/l.
Efektivitas Penggunaan Pola Kombinasi Dalam Pembuatan Busana Pesta Siswa Tata Busana SMK Syafi’i Akrom Pekalongan NISA, GHOSWATUN; Setyowati, Erna; Musdalifah, Musdalifah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6421

Abstract

Pembuatan  busana  pesta  merupakan  salah  satu  mata  pelajaran program produktif. Pada proses pembuatannya menggunakan pola konstruksi, namun hasilnya kurang memuaskan, belum sesuai dengan disain dan waktu pengerjaan yang realtif lama, jadi dimungkinkan lebih efektif menggunakan pola kombinasi, yaitu pembuatan pola yang dibuat menggunakan sistem konstruksi diatas kertas kemudian model yang rumit dibuat dengan sistem draping yang langsung dikerjakan pada dress form.  Tujuan  penelitian  ini  1)Mengetahui  efektivitas  penggunaan  pola  kombinasi dalam  pembuatan  busana  pesta  siswa  SMK  Syafi’i  Akrom  Pekalongan  dan,2)Mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan pola kombinasi dalam pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom pekalongan. Populasi dalam penelitian ini  adalah siswa kelas XI SMK Syafi’i Akrom Pekalongan sejumlah 39 siswa.   Teknik   pengambilan   sampel   yaitu   dengan   total   sampling.   Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes dan dokumentasi. Metode analisis  data  menggunakan  deskriptif  persentase.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa   penggunaan   pola   kombinasi   lebih   efektif   jika   dibandingkan   dengan penggunaan pola konstruksi. Hal ini berdasarkan hasil dari praktek siswa pada pembuatan busana pesta yang menggunakan pola kombinasi mencapai   87,40% dalam kategori sangat tinggi, sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan pola konstruksi diperoleh 79,39% dalam kategori tinggi. Simpulan pada penelitian menunjukkan  Penggunaan pola kombinasi  lebih  efektif dibandingkan penggunaan pola konstruksi pada pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom Pekalongan. Besarnya efektivitas penggunaan pola kombinasi dalam kategori sangat tinggi pada pembuatan busana pesta siswa SMK Syafi’i Akrom Pekalongan, sedangkan pola konstruksi sebagai kontrol termasuk kategori tinggi. Saran, untuk guru praktek diharapkan  menerapkan  pola  kombinasi  pada  pembelajaran  pembuatan  busana pesta, karena dengan menggunakan pola kombinasi hasil busana lebih baik dan waktu lebih efektif. Kekurangan dari pola kombinasi adalah pada saat pembuatan pola draping karena langsung menggunakan bahan utama, jika terjadi kesalahan berdampak langsung pada biaya, maka perlu kecermatan pada siswa dan guru dalam membuat pola kombinasi. Pada penggunaan pola kombinasi dengan model backless sebaiknya pada bagian lipit tengah muka di beri kupnat, sehingga jatuhnya lipit lebih baik.
Pengaruh Penambahan Labu Kuning dan Karagenan Terhadap Kualitas Inderawi Fruit Leather Tomat Ardanti, Anisa Ika Putri; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Puteri, Meddiati Fajri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penambahan labu kuning dan karagenan terhadap kualitas fruit leather tomat pada indikator warna, tekstur, aroma dan rasa. Selain itu juga untuk mengetahui kandungan Serat, Vitamin C, dan Betakaroten serta tingkat kesukaan masyarakat. Desain eksperimen menggunakan desain eksperimen pola faktorial 2x2. Data dianalisis menggunakan metode analisis faktorial atau analisis varian ganda (two way anova) dan uji lanjut Duncan. Kandungan Serat, Vitamin C, Betakaroten dianalisis dengan uji laboratorium, sedangkan analisis deskriptif prosentase untuk mengetahui tingkat kesukaan masyrakat.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh interaksi penambahan labu kuning dan karagenan terhadap mutu inderawi pada indikator warna, tekstur, aroma, serta tidak ada pengaruh interaksi pada indikator rasa. Penambahan labu kuning secara mandiri berpengaruh terhadap warna, tesktur, aroma, dan rasa. Penambahan karagenan secara mandiri hanya berpengaruh terhadap tekstur.Hasil ujia kimia produk fruit leather A1B1 (Serat 1,89%, Vitamin C 0,76mg, Betakaroten 0,049 mg) A2B1 (Serat 2,07%, Vitamin C 0,74%, Betakaroten 0,0718) A1B2 (Serat 2,03%, Vitamin C 0,74mg, Betakaroten 0,06mg) A2B2 (Serat 2,175%, Vitamin C 0,67mg, Betakaroten 0,08mg) Hasil analisis tingkat kesukaan masyarakat menunjukkan sampel  A1B2 penambahan labu kuning 30% dan karagenan 0,8%   merupakan sampel yang paling disukai oleh masyarakat.
Perbandingan Penggunaan Media Model Proses Terhadap Hasil Menjahit Busana Safari Aminah, Barokatus; Musdalifah, Musdalifah; Wahyuningsih, Sri Endah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15364

Abstract

Busana safari merupakan busana pria dengan desain beragam, memiliki garis hias dan memakai lapisan pada badan. Kerumitan pembuatannya terdapat pada pola dan teknik menjahit dengan semi tailoring. Pemahaman dan keterampilan mahasiswa pada Mata Kuliah Manajemen Busana Pria masih kurang baik. Hasil pembuatan busana safari masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan media model proses terhadap hasil menjahit busana safari. Metode penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan populasi Busana safari merupakan busana pria dengan desain beragam, memiliki garis hias dan memakai lapisan pada badan. Kerumitan pembuatannya terdapat pada pola dan teknik menjahit dengan semi tailoring. Pemahaman dan keterampilan mahasiswa pada Mata Kuliah Manajemen Busana Pria masih kurang baik. Hasil pembuatan busana safari masih belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penggunaan media model proses terhadap hasil menjahit busana safari. Metode penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan populasi 46 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 rombel. Pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Rombel 1 digunakan sebagai kelas eksperimen yang menggunakan media model proses dan rombel 2 sebagai kelas kontrol yang tidak menggunakan media model proses. Analisis data mengunakan statistik nonparametrik karena data tidak normal dan tidak homogen. Hasil penelitian kelas kontrol memiliki rata-rata 2,56 dan kelas eksperimen 3,55. Hasil uji Mann-Whitney Test diperoleh nilai sign (0,040) < taraf sign (0,05) sehingga Ho ditolak. Simpulan terdapat perbedaan pada kedua kelas dan hasil menjahit yang lebih baik terdapat pada kelas eksperimen yang menggunakan media model proses. Disarankan penelitian lebih lanjut menggabungkan dengan salah satu metode pembelajaran Student Centered Learning atau menggabungkan dengan media lain yang sesuai untuk mata kuliah praktik dan menerapkan kartu kendali.