cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN SUHU PENGOVENAN TERHADAP KUALITAS ROTI MANIS DILIHAT DARI ASPEK WARNA KULIT, RASA, AROMA DAN TEKSTUR Astuti, Romiyatun Mijiling
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6433

Abstract

Roti adalah makanan yang terbuat dari bahan utama tepung terigu, yeast, garam dan air serta bahan tambahan lain seperti gula, margarin, telur, susu dan lainnya. Roti manis merupakan salah satu jenis roti yang mempunyai cita rasa manis yang menonjol serta bertekstur empuk dengan atau tanpa isian.Pembuatan roti manis melalui beberapa tahapan  yaitu di mulai dari pemilihan bahan baku,        penimbangan        bahan,        pangadukan,        istirahat        sementara,pemotongan/pembagian dan penimbangan, pembulatan, istirahat sementara setelahdibulatkan, pembentukan, pencetakan adonan dalam loyang, fermentasi akhir, pengovenan,    pengeluaran    dari    loyang,    proses    pendinginan,    pengemasan.Pengovenan merupakan proses terpenting dalam pembuatan roti. Suhu dan waktuyang dibutuhkan dalam   pengovenan bervariasi sesuai dengan jenis roti, besar adonan, dan loyang yang dipergunakan dalam pengovenan. Untuk menentukan suhu dan  berapa  lama  waktu  yang  dibutuhkan  agar  bisa  menghasilkan  roti  yangberkualitas baik diperlukan penelitian.Obyek penelitian ini adalah roti manis dengan penggunaan suhu pengovenaan api bawah 200occ dan api atas 150occ; 180occ; 210occ selama 30 menit. Metode pengumpulan data dengan penilaian subyektif dengan uji inderawi dan uji kesukaan.Alat pengumpulan data yaitu panelis agak terlatih untuk uji inderawi dan panelis tidak terlatih untuk uji kesukaan. Metode analisis data yang digunakan   adalah analisa varian satu arah untuk mengetahui perbedaan kualitas dan analisis deskriptif persentasi untuk uji kesukaan.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penggunaan suhu pengovenan terhadap kualitas roti manis.Saran dari penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai lamanya waktu yang digunakan dalam pengovenan.
INOVASI PENGOLAHAN KERIPIK SUKUN MENGGUNAKAN TEKNIK FERMENTASI Maharani, Istiqomah Rizqi; Loekmonohadi, Loekmonohadi; Agustina, Titin
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6424

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah inovasi pengolahan keripik sukun menggunakan teknik fermentasi dapat memperbaiki kualitas keripik sukun, lama fermentasi dan pH yang efektif untuk memperoleh tekstur keripik sukun yang tidak keras, kualitas keripik sukun hasil eksperimen terbaik, mutu kimiawi meliputi kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat serta kesukaan masyarakat terhadap keripik sukun hasil eksperimen terbaik. Objek penelitiannya adalah buah sukun jenis gundul yang tua, kulit buah halus dan berwarna hijau kekuningan, bagian dalam berwarna putih kekuningan, berat 1 – 3 kg, umur panen awal 4 bulan dan nira siwalan  dengan  pH 3,  4 dan  5.  Metode penelitiannya adalah eksperimen.  Hasil penelitian menunjukkan inovasi pengolahan keripik sukun menggunakan teknik fermentasi pada rentang waktu 9 sampai dengan 21 hari relatif sama kemampuannya dalam memperbaiki kualitas keripik sukun. Lama fermentasi dan pH yang efektif untuk memperoleh keripik sukun yang tidak keras adalah 9 hari dan pH 3. Keripik sukun hasil eksperimen terbaik mempunyai kandungan air sebesar 1,16 % (b/b), abu4,13 % (b/b), protein 3,43 % (b/b), lemak 32,15 % (b/b) dan karbohidrat 59,11 % (b/b). Kualitas keripik sukun yang terbaik adalah keripik sukun dengan lama fermentasi 9 hari pH 3. Kesukaan masyarakat terhadap hasil eksperimen terbaikmenunjukan nilai rata-rata kriteria suka.
Pelatihan Pengolahan Buah Salak untuk Meningkatkan Potensi Salak Triastuti, U. Yuyun; Priyanti, Esteria
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15367

Abstract

Produksi buah salak di Indonesia cukup melimpah, akan tetapi salak mudah mengalami kerusakan, hal ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat. Diperlukan penanganan lebih lanjut agar salak tidak sampai dibuang percuma yakni melalui kegiatan pengolahan hasil komoditas salak menjadi produk olahan makanan yang lebih tahan lama dan memiliki nilai jual tinggi. Upaya yang dapat dilakukan antara lain mengolah salak menjadi selai, dodol dan manisan. Pemberian pelatihan pengolahan hasil komoditas salak sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) peserta pelatihan dapat mengalami peningkatan pemahaman dan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan; 2) peserta pelatihan dapat memproduksi 4 jenis produk olahan salak yang sehat dan aman yaitu selai salak, dodol salak original, dodol salak daun suji dan manisan salak; 3) peserta pelatihan dapat mengemas produk selai salak, dodol salak original, dodol salak daun suji dan manisan salak dengan benar. Untuk memastikan tujuan pelatihan tercapai maka perlu dievaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Perbibitan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Semarang. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 19 orang, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil dan didampingi oleh instruktur selama praktik berlangsung. Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan dengan mengevaluasi pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan menggunakan kuesioner pre test dan post test serta mengevaluasi hasil produk olahan salak yang dipraktikkan oleh peserta pelatihan. Hasil skor kuesioner pre test dan post test kemudian analisis menggunakan IBM SPSS Statistics 20. Hasil uji menggunakan Paired Sample T-Test menghasilkan kenaikan nilai sebesar 3,053 dengan nilai signifikasi sebesar 0,002 (p<0,05). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan tingkat pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan antara sebelum dan setelah pemberian materi pelatihan. Hal ini diperkuat juga dengan adanya perbedaan antara skor mean pre test dan mean post test. Skor mean pre test peserta pelatihan sebesar 53,68 dan setelah diberi materi pelatihan skor mean post test meningkat menjadi 56,74. Secara umum, untuk produk yang dipraktikkan oleh peserta telah sesuai dengan kriteria produk yang ditetapkan, sehingga dapat dinyatakan bahwa peserta telah mampu mengolah dengan baik berbagai aneka olahan salak.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMBUATAN SANDWICH DENGAN TEKNIK FUSION MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS XI JB2 SEMESTER GENAP PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA SMK NEGERI 3 PATI TAHUN PELAJARAN 2011-2012 Suwanti, Sri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan Sandwich dengan teknik fusion, dan (2) pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan Sandwich dengan teknik fusion. Pelaksanaan tindakan meliputi empat alur: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI JB 2 di SMK Negeri 3 Pati berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi pendahuluan, dokumentasi dan catatan lapangan, kemudian hasilnya dianalisis dengan Kriteria Ketuntasan Minimal. Hasil penelitian siklus I tingkat keterampilan siswa termasuk kategori cukup terampil, siklus II meningkat menjadi terampil dan siklus III meningkat menjadi sangat terampil. Kesimpulannya penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan Sandwich dengan teknik fusion.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PENGOLAHAN SOUP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA SMK NEGERI 3 PATI TAHUN 2012/2013 Patonah, Sri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6406

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran Students Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan kemampuan  siswa  dalam  pengolahan  soup  pada  siswa  kelas  XI    Jasa    Boga Program Keahlian  Tata  Boga  SMK  Negeri  3  Pati  tahun 2012/2013. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI Jasa Boga-2 SMK Negeri 3 Pati. Penelitian ini, terdiri atas dua siklus. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, jurnal, dan wawancara. Analisis data tes dilakukan secara kuantitatif sedangkan analisis data nontes dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada pra tes: 67,04, siklus I: 77,58 dan siklus II meningkat menjadi 83,81. Peningkatan pemahaman siswa pada tiap siklus diikuti dengan perubahan tingkah laku siswa ke arah yang postif.
PENINGKATAN KELEMBUTAN TEKSTUR ROTI MELALUI FORTIFIKASI RUMPUT LAUT Euchema Cottoni Suryatna, Bambang Sugeng
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6429

Abstract

Euchema cottoni merupakan sepesies rumput laut yang paling banyak diproduksi dan dibudidayakan di Indonesia.   Euchema cottoni merupakan bahan baku untuk pembuatan Karaginan.   Karaginan digunakan untuk bahan tambahan makanan pengelmusi, pengental, dan penstabil berbagai produk makanan.  Tujuan fortifikasi rumput laut Euchema cottoni pada roti adalah untuk membuat tekstur roti lebih lembut sehingga lebih enak dimakan.   Tujuan lain dari fortifikasi  Euchema cottoni adalah untuk meningkatkan nilai gizi kandungan Iodium dalam roti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi tepung rumput laut Euchema cottoni sebesar 5% menghasilkan produk roti dengan kelembutan tekstur dan performa roti yang paling baik. Temuan penelitian ini yaitu menemukan cara meningkatkan asupan Iodium khususnya pada anak-anak melalui konsumsi roti yang difortifikasi dengan rumput laut Euchema cottoni.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG KULIT ARI BIJI KEDELAI SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI TERHADAP KUALIITAS CHOUX PASTRY KERING Marom, Amalia; Astuti, Pudji; Putri, Meddiati Fajri
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i1.6435

Abstract

Choux pastry kering adalah adonan yang terbuat dari tepung terigu, margarin, air, telur yang dibuat dengan cara direbus kemudian di cetak dan di oven, dilakukan dua kali pengovenan untuk mendapatkan Choux pastry yang kering. Choux pastry kering mempunyai warna kuning keemasan, tekstur kering renyah dan berasa gurih. Kelebihan lain dari tepung kulit ari biji kedelai adalah adanya kandungan serat kasar lebih besar dari tepung terigu, sehingga kandungan serat pada tepung kulit ari biji kedelai dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kandungan serat pada tubuh, oleh karena itu perlu memngoptimalkan tepung kulit ari biji kedelai menjadi olahan makanan. Tujuan penelitian   1). Dapat mengetahui pengaruh   penggunaan substitusi tepung kulit ari biji kedelai dengan prosentase 10%, 20% dan 30% terhadap kualitas inderawi choux pastry kering pada aspek warna,  aroma, tekstur dan rasa? 2). Dapat mengetahui kesukaan masyarakat terhadap kualitas choux pastry kering? 3). Dapat mengetahui kadar protein dan serat kasar choux pastry kerin. Objek pada penelitian ini adalah choux pastry kering dengan substitusi tepung kulit ari biji kedelai. Metode pengumpulan data 1) penilaian subyektif dengan uji inderawi dan uji kesukaan, 2) penilaian obyektif dengan uji kadar serat kasar dan protein dari sampel terbaik hasil uji inderawi. Alat pengumpulan data yaitu panelis agak terlatih untuk uji inderawi  dan  panelis  tidak  terlatih  untuk  uji  kesukaan.  Metode  analisis  data  uji  inderawi menggunakan analisis varian klasifikasi tunggal sedangkan uji kesukaan menggunakan analisis deskriptif kualitatif prosentase. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil dari analisis varian klasifikasi tunggal yaitu ada pengaruh penggunaan substitusi tepung kulit ari biji kedelai sebesar 10%, 20% dan 30% terhadap mutu inderawi choux pastry kering ditinjau dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Sampel choux pastry kering substitusi tepung kulit ari biji kedelai terbaik adalah sampel dengan prosentase 10%. Sampel yang disukai masyarakat juga sama yaitu sampel dengan prosentase 10% penggunaan tepung kulit ari biji kedelai. Kandungan gizi hasil terbaik pada choux pastry kering tepung kulit ari biji kedelai untuk serat kasar adalah 21.00% dan untuk protein adalah 13.67%.
Model Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home Care dalam Implementasi Pendidikan Vokasional Tati, Tati; Rinekasari, Nenden Rani; Jubaedah, Yoyoh
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v5i2.15379

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan layanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia di dalam kehidupan keluarga untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan lanjut usia atau lansia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home Care dalam Implementasi Pendidikan Vokasional. Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan Research and Development, melalui tahapan: Studi Pendahuluan, Pengembangan Model dan Validasi Model. Temuan dari penelitian ini, yaitu Model Pendampingan Lanjut Usia Berbasis Home Care dalam Implementasi Pendidikan Vokasional dirancang dalam bentuk program pendampingan berbasis Home Care bagi lansia tidak potensial, meliputi: aspek fisik, sosial, mental dan spiritual. Aspek fisik: a) Penyelenggaraan makanan lansia, b) Pakaian lansia, c) Kebersihan diri lansia, d) Mobilisasi lansia, e) Kebersihan kamar tidur lansia, dan f) Kesehatan lansia. Aspek Sosial: a) Komunikasi sosial lansia, b) Keikutsertaan atau partisipasi lansia dalam kegiatan masyarakat, dan c) Rekreasi lansia. Aspek Mental: a) Kecerdasan intelektual, b) Kecerdasan emosional, serta c) Kecerdasan moral. Aspek Spiritual: Bimbingan Keagamaan. Program pendampingan lanjut usia berbasis Home Care dirancang terdiri dari komponen: tujuan, sasaran, bentuk pendampingan, dan pelaksana program pendampingan; yang memiliki keunggulan pada peningkatan layanan sesuai kebutuhan lansia untuk mencapai kesejahteraan keluarga.
KAJIAN TENTANG SIMBOL BATIK SEMEN RAMA BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT JAWA Krisnawati, Maria
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6411

Abstract

Simbol dalam batik merupakan manifestasi dari sesuatu ajaran. Bagi orang Jawa simbol merupakan kunci yang membuka pintu pertemuannya dengan dunia atas. Dengan  berbagai simbol  manusia  berpartisipasi dalam  kehidupan makrokosmos dan melalui kontak ini, mereka merasa mendapatkan ketenteraman dan keselamatan. Dalam hal ini batik sebagai unsur kebudayaan dilihat sebagai sistem simbol, menghubungkan manusia dengan alam semesta dalam arti yang luas. Batik Semen Rama sebagai karya seni secara esensi merupakan ajaran yang ditujukan dan diisyaratkan kepada raja atau pemimpin rakyat, yang disimbolkan dalam ornamennya. Motif dalam batik Semen rama merupakan simbolis yang mempunyai makna ajaran tentang sikap yang ideal yang seharusnya seorang pemimpin.
TEKNIK MENYUSUN DOKUMEN PATEN UNTUK INVENSI DI BIDANG INDUSTRI BOGA, BUSANA DAN KOSMETIKA Suryatna, Bambang Sugeng; Nurani, Dyah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6434

Abstract

Bidang Industri boga, busana dan kosmetika merupakan bidang yang potensial untuk menghasilkan temuan-temuan baru yang dapat dipatenkan.    Untuk dapat mendaftarkan paten atas temuannya, seorang ahli harus dapat menyusun dokumen paten.   Diperlukan pengetahuan dan keahlian spesifik untuk menyusun dokumen paten.  Bagian-bagian dokumen paten yang harus disusun terdiri atas : Judul Invensi, Bidang Teknik Invensi, Latar Belakang Invensi, Uraian Singkat Invensi, Uraian Lengkap Invensi, Klaim dan Abstrak.   Dalam penyusunan Klaim disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli hukum, supaya makna bahasa dari klaim sesuai dengan terminologi yang lazim digunakan dalam penegakan hukum.   Klaim inilah nantinya yand akan menjadi dasar penuntutan di Pengadilan ketika invensi yang dipatenkan ditiru atau diproduksi oleh orang atau Badan yang tidak diizinkan oleh si inventor (penemu).

Page 11 of 37 | Total Record : 364