cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
EVALUASI KEGAGALAN PEMBANGUNAN DRAINASE DALAM LINGKUNGAN DAERAH PEMUKIMAN maizir maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.73 KB)

Abstract

Kenyataan di lapangan, beberapa lingkungan pemukiman di kota Padang memiliki jaringan drainase yangtidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada lingkungan pemukiman mulai dari Kasang, LubukBuaya, Tabing, Dadok, Siteba, Lapai, Khatib Sulaiman dan Gunung Pangilun di utara sampai ke pemukimandi Rawang dan Mato Aia di selatan. Dalam tulisan ini akan dibahas masalah kegagalan fungsi drainasepembuangan air hujan untuk lingkungan pemukiman di kota Padang. Beberapa rekomendasi yang menjadipenyebab kegagalan fungsi drainase dalam mengalirkan limpahan curah hujan diantaranya saluran sekunderyang masih berupa saluran alami atau anak sungai dan sempit, kemungkinan besar dipengaruhi oleh pasangdi laut, saluran drainase yang masih terputus-putus, tidak terawat, penuh sedimentasi dan sampah, tidak adalobang yang menjadi jalur aliran permukaan untuk masuk ke dalam drainase. Pada beberapa wilayah kotaPadang, masih terdapat kawasan pemukiman yang genangannya dipengaruhi banjir sungai. Sampah dansedimentasi adalah bahan yang berpengaruh sangat besar terhadap kegagalan jaringan drainase.Kata Kunci: drainase, lingkungan, kelancaran pengaliran.
PENGARUH WAKTU PEMERAMAN TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN ABU SERBUK KAYU Herman Herman; Sarumaha E
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.23 KB)

Abstract

Serbuk kayu merupakan hasil sampingan dari industri pembuatan kozen dan pintu yang keberadaannya sangat banyak dijumpai khususnya di kota Padang. Pertumbuhan penduduk kota yang semakin pesat, dan ekonomi masyarakat semakin membaik, membuat kebutuhan perumahan menjadi prioritas utama. Akibatnya industri kuzen dan pintu tumbuh dengan subur dan bahan limbah berupa serbuk kayu akan meningkat keberadaannya.Bertolak dari hal diatas, peneliti mencoba memanfaatkan bahan limbah ini untuk meningkatkan daya dukung tanah lempung. Bahan serbuk kayu diambil pada jln Siteba-ByPass Padang. Tanah lempung sebagai sampel diambil di Jalan ByPass KM 15 dengan kedalaman pengambilan adalah 1 m dari muka tanah. Pembakaran serbuk kayu diadakan di Laboratorium Teknik Mesin Institut Teknologi Padang dengan suhu ± 700oC. Penambahan abu serbuk kayu 0%, 3% dan 6% dari berat kering tanah. Dengan menvariasikan waktu pemeraman selama 0, 1, 4, 7 hari, maka ditinjau nilai CBR(terendam, tidak terendam) tanah lempung dan tanah yang telah dicampur abu serbuk kayu. Uji yang dilaksanakan adalah pengujian sifat fisis tanah terdiri dari pengujian berat jenis, batas-batas Atterberg dan saringan, serta pengujian sifat mekanis yang mencakup uji pemadatan dan CBR (terendam dan tidak terendam), baik untuk tanah asli, maupun tanah yang telah dicampur dengan abu serbuk kayu.Hasil penelitian menunjukan bahwa, abu serbuk kayu dapat memperbaiki sifat fisis dan sifat mekanis tanah lempung. Nilai batas cair, indeks plastis dan % lolos saringan 200 menurun, sedangkan nilai batas plastis, batas susut, kepadatan tanah, nilai CBR meningkat. Hasil terbaik dicapai saat pemeraman 1 hari dengan pencampuran 6% abu serbuk kayu.KATA KUNCI : serbuk, lempung, pemeraman,fisis, mekanis
PENGARUH AIR LIMBAH PADA ADUKAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Armeyn Armeyn
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 2, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.989 KB)

Abstract

Penggunaan air untuk campuran beton pada umumnya tidak lagi memenuhi ketentuan yang dibuat pemerintah atau ketentuan lain yang seharusnya digunakan. Banyak ditemui di lapangan para pekerja/tukang menggunakan sumber air yang ada di sekitar mereka sebagai material untuk campuran beton tanpa mengetahui apakah air itu sudah memenuhi standar ketentuan yang telah ditetapkan dan dampak dari penggunaan air tersebut untuk campuran beton. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa pengaruh unsur kimia yang terkandung dalam air limbah dapat mengurangi nilai kekuatan tekan beton. Persentase nilai kuat tekan beton dengan campuran air limbah pada sampel 1 dan air limbah sampel 2 berturut-turut sebesar 86,17% dan 83,95% terhadap kuat tekan beton standar ( 100% ).Kata kunci: air limbah, kuat tekan beton
Analisis dan Evaluasi Kinerja Proyek Pembangunan Gedung Shelter SDN 27 Lengayang Pesisir Selatan dengan Metode Earned Value Monika Natalia; Merley Misriani; Zulfira Mirani; Yan Partawijaya; Nadia Hidayah
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.781 KB)

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung Shelter SDN 27 Lengayang Pesisir Selatan mengalami keterlambatan. Untuk mencapai penyelesaian proyek agar sesuai dengan rencana, dibutuhkan suatu pengendalian di mana harus diketahui terlebih dahulu melalui kinerja proyek. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja proyek tersebut yaitu dengan metode Earned Value yang mengintegrasikan aspek biaya, waktu dan prestasi kerja. Kinerja proyek dianalisa berdasarkan pada nilai rencana (Planned Value), nilai hasil (Earned Value) dan biaya aktual (Actual Cost). Pengendalian kinerja ditinjau dari awal pelaksanaan proyek sampai akhir proyek untuk mengetahui kinerja proyek dari aspek biaya dan waktu. Proyek Pembangunan Gedung Shelter SDN 27 Lengayang Pesisir Selatan menurut kontrak mempunyai waktu penyelesaian 180 hari dengan biaya proyek Rp 2.065.000.000,-. Namun sejak minggu pertama proyek ini sudah mengalami keterlambatan. Berdasarkan analisi kinerja proyek dari minggu pertama sampai minggu ke-7 didapat prediksi akhir proyek jauh dari rencana yaitu 227 hari dan prediksi biaya akhir proyek Rp 2.203.482.352,94, Pada minggu pertama hingga minggu ke-7 terjadi keterlambatan dengan bobot rencana sebesar 0,17% sementara realisasi 0,12%. Reschedule pada minggu ke-8 terjadi penambahan waktu pelaksanaan proyek 189 hari dan biaya proyek Rp 2.184.110.000,-. Hingga minggu ke-18 di reschedule lagi hingga waktu prediksi pelaksanaan proyek menjadi 188 hari dan biaya pelaksanaan Rp 2.208.609.909,-. Pada minggu ke-19 sampai minggu ke 28 pelaksanaan proyek kembali di bawah dari perencanaan dengan waktu prediksi akhir proyek dari yang direncanakan 194 hari dan biaya akhir proyek Rp 2.238.672.584,93 jauh lehih besar dari anggaran proyek yang telah ditetapkan. Penerapan earned value dilakukan dalam upaya pengendalian proyek agar proyek kembali berjalan sesuai dengan perencanaan awal. Tindakan perbaikan yang dilakukan pada proyek ini adalah dari konsultan perencana untuk membuat volume pekerjaan dengan benar agar antara perencana dengan kontraktor tidak terjadi kesalahpahaman, Komunikasi semua pihak yang terlibat, pengambilan keputusan segera untuk menentukan material yang akan dipakai.Kata kunci: Evaluasi Kinerja, Proyek Shelter, Pengendalian waktu dan biaya, Earned Value
PERBANDINGAN ANALISIS RESPON STRUKTUR GEDUNG ANTARA PORTAL BETON BERTULANG, STRUKTUR BAJA DAN STRUKTUR BAJA MENGGUNAKAN BRESING TERHADAP BEBAN GEMPA Agus Agus; Syafril Syafril
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.197 KB)

Abstract

Secara umum, sistem struktur dalam suatu konstruksi terdiri dari sistem struktur penahan beban gravitasi dan sistem penahan beban lateral.Untukmengetahui sejauh mana perbandingan analisa struktur model portal open frame pada beton bertulang dan baja,juga pada struktur baja menggunakan bresing terhadap beban gempa. Perbandingan analisa struktur dilakukan pada gedung 7 (tujuh) lantai yang berfungsi sebagai gedung perkantoran di Padang berdasarkan SNI 03-1726-2012, danbeban gempa dihitung secara analisis statik ekivalen. Pemodelan struktur dalam 3D dianalisis dengan programSAP2000 Versi 14. Dari hasil analisis struktur didapatkan rasio simpangan antar lantai pada masing- masing model struktur masih dalam batas izin, dengan momen dan gaya geser struktur open frame portal beton lebih besar dari model struktur open frame portal baja, namun perbandingan displacement struktur open frame portal beton lebih kecil dari model struktur open frame portal baja. Sedangkan pada model struktur baja menggunakan bresing momen, gaya geser dan perpindahan jauh lebih kecil dibandingkan model struktur portal open frame baja apalagi struktur open frame beton. Penelitian menunjukkan bahwa model struktur baja menggunakan bresing rmerupakan model struktur yang efektif, karena displacement dan gaya dalam elemen struktur yang lebih kecil dibandingkan model struktur open frame beton dan struktur open frame baja dalam menahan beban gempa.Kata kunci : gempa, open frame, braced frame
ANALISIS STABILITAS LERENG DAERAH SENGI MENGGUNAKAN SLOPE/W SEBAGAI REFERENSI KELAYAKAN PEMINDAHAN CANDI LUMBUNG SENGI N. K. Wiguna; A. Rifa’i; S. Siswosukarto
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.02 KB)

Abstract

Peninggalan sejarah budaya yang terdapat di Indonesia merupakan salah satu anugerah keanekaragaman yang harus dilestarikan. Candi Lumbung Sengi merupakan peninggalan sejarah kerajaan Hindu yang terdapat di Jawa Tengah. Kaki lereng pada tempat awal berdirinya candi mengalami erosi yang disebabkan oleh banjir lahar dingin hasil erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Dilakukan penelitian tentang lapisan bawah permukaan tanah, jenis tanah di lapangan, serta stabilitas lereng pada lokasi awal berdirinya candi. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini berguna sebagai referensi kelayakan pemindahan candi. Penyelidikan tanah di lapangan menggunakan metode Cone Penetration Test (CPT) dan pengujian Geolistrik 2D menggunakan alat NANIURA model NRD 300 HF untuk mengetahui pola perlapisan bawah tanah. Klasifikasi jenis tanah di lapangan menggunakan sistem klasifikasi tanah Unified dan untuk analisis stabilitas lereng menggunakan Limit Equilibrium Method metode Morgenstern-Price dengan bantuan software SLOPE/W 2012. Konfigurasi yang digunakan untuk pengujian Geolistrik 2D adalah Wenner-Schlumberger. Dari pengujian tanah di laboratorium, didapatkan 3 jenis tanah yaitu SM, SP, dan SW. Gempa menjadi salah satu parameter yang dimasukkan ke dalam analisis stabilitas lereng. Faktor keamanan lereng untuk kondisi di lapangan menunjukkan angka aman yang stabil yaitu sebesar 2,877. Ketika parameter gempa dimasukkan dalam analisis, faktor keamaan lereng turun menjadi 2,024 dan ketika simulasi kaki lereng terendam air faktor keamaan lereng menjadi 2,582. Terdapat beberapa pemodelan yang dianalisis dalam penelitian ini, sehingga dapat diketahui pemodelan yang bagaimana yang dapat memenuhi kriteria angka aman dalam SNI 03-1962-1990 tentang Tata Cara Penanggulangan Longsor sebagai dasar perencanaan.Kata kunci: faktor keamanan, klasifikasi tanah, sengi
PENGARUH METODE PENGADUKAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON mulyati mulyati; fikri aulia
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.876 KB)

Abstract

Keberhasilan dalam pembuatan beton sangat ditentukan oleh cara pencampuran atau pengadukan beton. Pengadukan beton dapat dilakukan dengan dua metode yaitu pengadukan manual dan pengadukan masinal dengan molen. Pencampuran beton yang dilakukan di lapangan, untuk beton non struktur dan volume kecil biasanya pengadukan beton dilakukan secara manual dengan menggunakan perbandingan volume, sedangkan untuk beton mutu sedang dan volume tidak terlalu banyak dilakukan pengadukan dengan molen. Pada penelitian ini bahan penyusun beton menggunakan perbandingan volume dengan komposisi 1 bagian semen, 2 bagian pasir, dan 3 bagian koral. Pengadukan beton dilakukan dengan metode manual pengadukan di atas beton dan pengadukan di atas tanah, dan metode masinal pengadukan dengan molen Benda uji yang digunakan berupa kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm, masing-masing sebanyak 3 buah sampel untuk setiap cara pengadukan beton. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur beton 28 hari. Hasil penelitian menujukkan bahwa metode pengadukan beton mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Metode pengadukan beton masinal dengan molen terjadi kenaikan kuat tekan dibandingkan dengan metode pengadukan manual di atas beton dan metode pengadukan manual di atas tanah masing-masing berturut-turut sebesar 39,08% dan 64,72%.KATA KUNCI: metode pengadukan beton, campuran beton, kuat tekan beton
ANALISIS POTENSI SUMBERDAYA AIR PADA SUNGAI BATANG PELANGAI GADANG DENGAN METODE MOCK UNTUK KEBUTUHAN PLTA DI KEBUPATEN PESISIR SELATAN Syofyan Z
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.313 KB)

Abstract

Dalam suatu perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Air, faktor penting yang perlu diketahui yaitu besarnya debit bulanan dan debit andalan 80%, serta kondisi topografi daerah pengaliran sungai. Untuk menghitung besarnya debit andalan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Sungai Batang Pelangai Gadang dengan titik tangkapan di Desa Dusun Lubuak Sariak Kampung Tanjung Masjid Nagari Palangai Gadang digunakan Metode Mock. Nilai evapotranspirasi potensial dihitung menggunakan Metode penman. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan tahun 2001 sampai dengan tahun 2015 dari Stasiun Muara Labuh dan Surantih dan data klimatologi dari Stasiun Surantih. Hasil perhitungan yang didapat sebagai berikut: Dengan analisa Metode thiessen didapatkan hanya dua stasiun yang memiliki pengaruh terhadap Daerah Aliran Sungai Batang Pelangai (Muara Labuh 62,32% dan Surantih 37,68%), Luas DAS yang didapat adalah 245,39 km2, Potensi Pembangkit 792,16 Kw dengan debit andalan 1,90 m3/det dan debit banjir Rencana 604,27 m3/det, Tinggi jatuh air 42,5m. Berdasarkan hasil analisis dan standar untuk kebutuhan pengembangan diperoleh jenis PLTA yaitu jenis PLTM dengan daya teoritis Pt = 792,16 Kw 5 Mw.Kata Kunci: Sungai Batang Pelangai Gadang, Metode Mock, PLTM
Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi Budidaya Keramba Jaring Apung Danau Maninjau Dwi Driptufany
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.161 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah keramba jaring apung merupakan salah satu bukti sektor perikanan merupakan sektor yang komersial di Kawasan Danau Maninjau. Sebelum tahun 1992, masyarakat sekitar Danau Maninjau mengandalkan potensi keindahan hamparan danau yang luas dengan air yang tenang, bukit-bukit yang mengelilingi danau, pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang tepian danau yang jadi pembatas antara daratan dan air dan lingkungan yang asri dan hawanya yang sejuk, yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Namun, sejak tahun 1992 masyarakat mulai beralih memanfaatkan danau ke sektor perikanan budidaya keramba jaring apung sampai sekarang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan sebaran budidaya keramba jaring apung Danau Maninjau dari tahun 1996 sampai tahun 2013. Metode yang digunakan untuk melihat perubahan sebaran keramba jaring apung dilakukan pada tiga hasil klasifikasi independen dengan waktu yang berbeda dengan teknik interpretasi citra dan GIS, serta metode Kernel Density. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola perubahan sebaran KJA selama jangka waktu 17 tahun menunjukkan bahwa lokasi KJA dengan density perubahan yang tinggi berada di lokasi yang berdekatan dengan akses jalan, sungai dan permukiman. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah KJA berorientasi terhadap keterjangkauan akses untuk kemudahan pengangkutan sarana produksi dan distribusi produksi dari budidaya ikan keramba jaring apung.Kata Kunci : Keramba jaring apung, Kawasan Danau, GIS, Penginderaan Jauh, Kernel Density.
STUDI ANALISIS ALTERNATIF PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI DARAT ANTARA KERETA API DAN BUS AKDP JURUSAN KOTA PADANG – KOTA PARIAMAN Wilton Wahab; Ransyah Aljo Sasmito
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.838 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pelaku perjalanan berdasarkan pemilihan moda transportasi serta untuk melihat seberapa besar kemungkinan masyarakat dalam memilih moda transportasi darat jenis Kereta Api dan Bus AKDP pada jurusan Padang – Pariaman. Waktu penelitian dilakukan selama 4(empat) hari, pada bulan Agustus 2015. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket/kuisioner. Angket tersebut dianalisis menggunakan program SPSS versi 16, sedangkan uji statistik berdasarkan uji F dan t. Berdasarkan jenis kelamin, pengguna moda kereta api yang paling banyak adalah perempuan dengan persentase 53%, demikian juga dengan pengguna bus yang paling banyak adalah perempuan sebesar 58%. Berdasarkan usia, kereta api lebih dipilih oleh pengguna moda dengan usia 21-30 tahun sebesar 50% begitu juga bus lebih dipilih oleh pelaku perjalanan berusia 21-30 tahun sebesar 66%. Berdasarkan maksud perjalanan, untuk moda kereta api persentase terbesar adalah maksud perjalanan untuk wisata sebesar 38%, sedangkan moda bus persentase maksud perjalanan terbesar adalah untuk wisata sebesar 26%. Berdasarkan tingkat pendapatan, moda kereta api diminati oleh responden dengan tingkat pendapatan Rp. 1.000.000-Rp. 2.000.000,- sebesar 41%, sedangkan moda bus diminati oleh responden dengan tingkat pendapatan Rp. 1.000.000-Rp. 2.000.000,- sebesar 16.5% dan Rp. 2.000.000,- sebesar 33%. Berdasarkan alasan dalam memilih moda, pengguna kereta api lebih diminati karena alasan pertimbangan ongkos yang lebih murah sebesar 36% dan moda bus lebih diminati karena alasan pertimbangan kemudahan akses sebesar 46%.Kata kunci : Karakteristik Pelaku Perjalanan, Pemilihan Moda Transportasi.

Page 6 of 10 | Total Record : 93