cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
ANALISA PENGENDALIAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BATU BUSUK (BATANG KURANJI) KOTA PADANG Syofyan Z
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.92 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Batu Busuk merupakan bagian dari Satuan Wilayah Sungai (SWS) Batang Kuranji yang secara administratif berada di wilayah Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.Daerah Aliran Sungai (DAS) Batu Busuk bagian hulu merupakan daerah pegunungan dengan topografi bergelombang dan membentuk cekungan dibeberapa tempat yang berfungsi sebagai penampung air. Pada bagian hilir daerah aliran sungai (DAS) Batu Busuk merupakan daerah yang relatif datar dan sebagian besar merupakan wilayah pemukiman yang padat penduduk.Di kotaPadang, banjir terjadi menyebabkan genangan terjadi di beberapa titik. Hal ini terjadi karena daerah aliran sungai (DAS) Batu Busuk tidak mampu lagi bekerja sebagaimana mestinya untuk menampung debit banjir. Pendapat ini diambil setelah dilakukan beberapa perhitungan. Hal yang pada awalnya dilakukan adalah mengukur curah hujan yang terjadi pada daerah aliran sungai (DAS) Batu Busuk kemudian dari hasil pengukuran curah hujan itu didapatkan debit banjir rencana. Debit banjir ini akan dibandingkan dengan kemampuan daerah aliran sungai (DAS) Batu Busuk yang diambil satu titik pengamatan yang ekstrim pada sta 4+525 didapatkan ruas tersebut tidak mampu menampung debit banjir. Ada beberapa penyebab terjadinya banjir dan salah satunya adalah penampang sungai eksisting yang terlalu kecil.Selain itu, langkah yang dapat diambil adalah normalisasi.Kata kunci :Banjir,Luapan, Normalisasi
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA SITUS RATU BOKO DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI BEBAN GEMPA Okri Asfino Putra
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.287 KB)

Abstract

Yogyakarta adalah daerah yang memiliki banyak keistimewaan baik itu dari segi masyarakat, alam dan budaya. Salah satu yang paling menonjol adalah banyak terdapat peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan masih bisa dirasakan sampai saat ini. Diantaranya adalah kawasan Situs Ratu Boko yang terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada peristiwa gempa Yogyakarta tahun 2006, salah satu bangunan yang berada pada komplek Situs Ratu Boko yaitu Plaza Andrawina teridentifikasi ada retakan pada pertemuan balok dan kolom, sebagian dinding penahan tanah, serta sambungan pipa terbuka khususnya sambungan yang sejajar dengan kemiringan lereng. Pengaruh keretakan (crack) bangunan merupakan akibat dari ketidakstabilan lereng. Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi dengan menggunakan software GeoStudio 2007 untuk mendapatkan faktor aman lereng. Simulasi yang dilakukan menggunakan tiga buah nilai PGA yaitu 0.15g, 0.25g dan 0.35g. Hasil dari simulasi memperlihatkan penurunan nilai angka aman pada lereng setelah dibebani dengan beban dinamis, dan setelah ditambah dengan perkuatan menggunakan beton bertulang sampai lapisan batuan keras nilai angka aman lereng menjadi lebih stabil dan lebih besar dari angka aman kritis yaitu 1.314, 1.210, dan 1,102 lebih besar dari angka aman kritis.Kata kunci: faktor aman, Ratu Boko, stabilitas lereng
PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN AIR UNTUK IRIGASI DI PROVINSI SUMATERA BARAT maizir maizir
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.38 KB)

Abstract

Pada tahun 1980 an banyak dibangun irigasi pompanisasi untuk daerah irigasi yang sumber airnya lebih rendah dari kawasan yang akan diairi. Rata-rata pompa irigasi tersebut menggunakan bahan bakar solar untuk operasionalnya dan dikelola oleh petani. Semenjak harga solar naik tajam, petani tidak mampu lagi membiayai operasi pompa. Akibatnya pompa sudah lama tidak berfungsi (+ 20 tahun) dan sawah-sawah pada daerah irigasi tersebut kembali berubah fungsi menjadi sawah tadah hujan.Selain itu mengingat luas daerah irigasi tadah hujan dan daerah irigasi yang sudah terlantar selama ini (50.294 hektar ) karena tidak mendapat suplai air dapat berfungsi.Masalahnya adalah pompa air dengan bahan bakar solar membutuhkan biaya yang besar untuk operasinya.Untuk mengatasi masalah tersebut, kini sudah tersedia sumber energy alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang bisa digunakan untuk operasional pompa guna menaikkan air ke Daerah Irigasi, yang popular dengan sebutan pompa tenaga surya (Solar Cell Pump). Biaya operasional pompa air dengan tenaga surya sangat kecil, tetapi harga panel suryanya masih tergolong mahal.Hasil analisis untuk kebutuhan air daerah irigasi seluas 92 Ha, dengan kebutuhan air lapangan 1,43 liter/detik/ha debit alirannya adalah 0,155 m3/detik. Jika pemberian airnya dengan kapasitas penuh (Q100%),maka daya pompa yang dibutuhkan adalah 7,82 KW. Jika digunakan pompa submersible kapasitasnya terlalu besar dan tidak tersedia di pasaran. Jadi direncanakan pompa dengan kapasitas debit 50 % terpenuhi (Q50%) sebesar 0,075 m3/detik, daya pompa yang dibutuhkan adalah 3,57 KW. Tentunya system pemberian air dilakukan dengan system rotasi.KATA KUNCI: kebutuhan air irigasi, pompa tenaga surya
PENGARUH JENIS SEMEN DAN AGREGAT HALUS DARI BEBERAPA QUARRY TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Mulyati Mulyati; Nungki Dwi Virnando
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 2, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.426 KB)

Abstract

Pada campuran adukan beton, kualitas semen dan pasir akan berpengaruh terhadap mutu beton yang dihasilkan. Semen yang tesusun dari senyawa yang berbeda akan memiliki daya rekat yang tidak sama, demikian juga halnya dengan pasir yang diperoleh dari quarry yang berbeda akan memiliki sifat karakteristik yang tidak sama. Pada penelitian ini digunakan dua jenis semen yaitu Type I dan Portland Composite Cemen (PCC) serta pasir dari dua quarry yaitu Gunung Nago dan Berok. Untuk mengetahui mutu beton yang dihasilkan dari pemakaian jenis semen dan jenis pasir, maka dilakukan kombinasi pencampuran dari jenis semen dan pasir untuk kuat tekan beton rencana 250 kg/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Gunung Nago memilki kualitas yang lebih baik dari pasir Berok. Nilai kuat tekan beton rata-rata pada umur 28 hari dari campuran semen type I dengan pasir Gunung Nago lebih tinggi 14,23% dari pasir Berok, sedangkan dari campuran semen PCC dengan pasir Gunung Nago lebih tinggi 13,64% dari pasir Berok. Nilai kuat tekan beton rata-rata pada umur 28 hari dari campuran pasir Gunung Nago dengan semen Type I lebih tinggi 21,21% dari semen PCC, sedangkan dari campuran pasir Berok dengan semen Type I lebih tinggi 21,78% dari semen PCC.Kata kunci: semen, agregat halus, kuat tekan beton normal
Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Sebagai Material Tambahan Beton Gusni Vitri; Hazmal Herman
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.18 KB)

Abstract

Beton masih menjadi struktur perkuatan yang umum digunakan di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan seperti harganya relatif murah, mudah pengerjaan di lapangan, tahan terhadap kebakaran. Campuran beton secara umum menggunakan semen portland, kerikil, pasir, semen, dan air. Kualitas material tersebut akan menentukan kualitas beton yang diperoleh. Di samping material konvensional tersebut, variasi lain juga bisa dilakukan dalam campuran beton untuk memperoleh mutu beton yang diinginkan. Penelitian ini adalah penelitian Laboratorium menggunakan campuran bahan tambahan yang berasal dari limbah kelapa sawit. Limbah kelapa sawit cukup banyak terdapat di Provinsi Sumatera Barat karena pabrik kelapa sawit menyebar di Kabupaten Pasaman Barat. Limbah kelapa sawit yang digunakan adalah cangkang dari kelapa sawit, sebagai variasi dari agregat kasar dan limbah pembakaran cangkang kelapa sawit atau abu boiler sebagai variasi dari agregat halus. Material yang digunakan, akan diuji terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan SNI beton dan akan dibuat komposisi adukan beton dengan kualitas mutu tepat 25 MPa. Hasil pemeriksaan uji laboratorium menyatakan bahwa karakteristik untuk agregat halus dan agregat kasar dapat digunakan karena memenuhi standar SNI. Begitupun dengan limbah kelapa sawit, didapatkan bahwa untuk analisa saringan, berat jenis, penyerapan telah memenuhi standar SNI sehingga dapat digunakan sebagai pengganti agregat dengan jumlah tidak lebih dari 10% untuk abu boiler kelapa sawit dan tidak lebih dari 30% untuk cangkang kelapa sawit. Hasil Kuat Tekan Beton rata-rata pada hari ke- 7 dan hari ke-28 di dapatkan sebesar 21 Mpa, belum memenuhi estimasi awal kuat tekan yang diinginkan sebesar 25 MPa.Kata kunci: Abu Boiler Kelapa Sawit, Campuran Beton, Cangkang Kelapa Sawit, Mutu Beton
Studi Pemodelan Tarikan Perjalanan Menuju Kawasan Plaza Andalas Kota Padang Wilton Wahab
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.396 KB)

Abstract

Plaza Andalas merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang ada di kota Padang. Dimana pusat perbelanjaannya menghadirkan konsep 4 in 1 yaitu dalam satu kawasan terdapat tempat berbelanja, bersantap, bermain dan menonton juga dilengkapi dengan banyak toko – toko yang menjual kebutuhan primer sekunder dan tersier bagi masyarakat. Selain pusat perbelanjaan juga sebagai destinasiwisata keluarga.Hal ini menjadikan daya tarik perjalanan pada kawasan tersebut cukup besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan masyarakat ke Plaza Andalas, Menganalisis karakteristik perjalanan dan mengetahui tarikan perjalanan masyarakat dari penjual maupun pengunjung ke kawasan Plaza Andalas, dan mendapatkan model tarikan perjalanan yang terbaik untuk Plaza Andalas.Pemodelan tarikan perjalanan dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi linear dengan bantuan program SPSS 15. Karakteristik perjalanan pengunjung Plaza Andalas dengan jumlah pendapatan Rp 1,1 jt – Rp 2 jt ( 36,75%), jumlah orang dirumah sebanyak 4 orang ( 51,5 %), jumlah kepemilikan kendaraan 3 buah (50 %) , pemilihan moda transportasi menggunakan sepeda motor ( 59,5 %), tujuan ke Plaza Andalas menonton (32,75%), jarak rumah ke Plaza Andalas 5,1 – 10 Km ( 53,75 %), waktu perjalanan 15,1 – 30 menit ( 57,5 %), luas lahan Plaza Andalas kategori luas (86,25 %), kapasitas ruang parkir kategori luas ( 70,75 %), jumlah fasilitas Plaza Andalas kategori memadai (78,75 %), harga barang Plaza Andalas kategori murah ( 59,25 %), dan kelengkapan barang dalam kategori lengkap ( 67,25 %). Faktor – faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan adalah waktu perjalanan (X2) dan harga barang (X3). Pemodelan terbaik tarikan perjalanan pada kawasan Plaza Andalas adalah : Y = 0,333 +  0,044 X2 + 2,577 X3 dengan nilaiR2 =  0,610.  Kata kunci :Karakteristik Perjalanan, regresi linear, tarikan perjalanan
PENGARUH WAKTU PEMERAMAN TERHADAP NILAI KEMBANG SUSUT TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN ABU SERBUK KAYU Herman Herman; Oviza FR
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.334 KB)

Abstract

Salah satu yang menentukan umur suatu konstruksi adalah kondisi tanah dasarnya, tanah dasar yang stabil akan menunjang kekokohan konstruksi, sebaliknya jika tanah dasarnya mempunyai sifat-sifat yang buruk, akan memberikan masalah kepada konstruksi diatasnya. Sifat yang buruk tersebut antara lain ; plastisitas tinggi, perubahan volume yang cukup besar akibat kembang susutnya. Berbagai cara dilakukan untuk menstabilkan tanah mengembang ini, diantaranya adalah dengan menambahkan bahan kimia kedalam tanah, pada penelitian ini digunakan abu serbuk kayu sebagai penstabilisasi tanah, sedangkan tanah dasar sebagai sampel diambil disekitar jalan By Pass Padang – Duku KM 15 Padang, persentase abu serbuk kayu dalam tanah ditetapkan 6% dari berat kering tanah dengan waktu perawatan 0, 1, 4 ,7 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa abu serbuk kayu dengan beberapa variasi masa perawatan dapat memperbaiki sifat fisis dan sifar mekanis tanah antara lain meningkatnya nilai batas susut, batas plastis, berat volume kering dan menurunkan nilai batas air, persen lolos saringan no. 200, pengembangan dan tekanan pengembangan tanah. Masa perawatan yang efektif adalah 4 hari.Kata kunci : stabil, kekokohan, stabilisasi, plastisitas
UNJUK KERJA SISTEM DRAINASE POROUS DALAM PENANGANAN GENANGAN DI HALAMAN CANDI PRAMBANAN BERDASARKAN SIMULASI NUMERIK F. A. Putri; A. Rifa’i; S. Siswosukarto
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.615 KB)

Abstract

Candi Prambanan merupakan situs bersejarah yang terletak di daerah dengan curah hujan tinggi, DIY. Genangan air sering yang terbentuk pada halaman candi setelah terjadi hujan terjadi karena kurang efektifnya tanah dalam menginfiltrasi air. Sistem drainase berpori telah dirancang sebagai solusi permasalahan genangan di halaman Candi Prambanan yang terdiri dari drainase bawah permukaan dan paving block di permukaan tanah menggunakan material beton berpori. Beton berpori yang digunakan merupakan jenis beton non pasir dengan Bantak Merapi dan abu vulkanik sebagai agregatnya. Pembuatan beton tanpa menggunakan pasir menyebabkan meningkatnya pori-pori beton hingga mencapai 20-25% dengan koefisien permeabilitas sebesar 1.3 × 10-3 m/s, jauh lebih besar dari tanah pasir pada halaman candi yang sebesar 1.2 × 10-5 m/s. Sistem drainase dimodelkan dengan mewakilkan kondisi di halaman candi menjadi tiga potongan melintang menggunakan software Seep/W untuk melihat keefektifan saluran drainase dalam mengalirkan air. Fungsi hujan jam-jaman kondisi ekstrim dengan kala ulang 10 tahun sebesar 146.894 mm dan kala ulang 15 tahun sebesar 155.409 mm serta hujan bulanan pada bulan terbasah yaitu pada Februari 2013 digunakan pada kondisi awal saluran drainase. Dari fungsi hujan jam-jaman maksimum dapat dilihat bahwa ketika hujan, permukaan paving menjadi jenuh air, namun tidak membentuk genangan air. Sedangkan dari hasil simulasi hujan bulanan, dapat dilihat bahwa ketika terjadi hujan, paving dan saluran drainase menjadi jenuh. Namun setelah hujan berhenti, air dapat dengan cepat terinfiltrasi dari permukaan paving ke daluran drainase dan kemudian dilanjutkan ke dalam tanah. Sehingga penggunaan sistem drainase berpori dinilai efektif dalam mempercepat infiltrasi air hujan dan mencegah terbentuknya genangan.Kata Kunci: drainase berpori, genangan, hujan, Seep/W
APLIKASI VALUE ENGINEERING PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH IAIN IMAM BONJOL PADANG) nasrul nasrul; tri wahyu oscar
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.797 KB)

Abstract

Metoda Value Engineering adalah suatu metoda yang menganalisa masalah – masalah suatu proyek melalui pendekatan yang sistematis dan terorganisir dengan menghilangkan biaya – biaya yang tidak diperlukan tanpa mengurangi fungsi, penampilan, kualitas dan keandalan dari proyek tersebut. Analisa Value Engineering dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Kuliah IAIN Imam Bonjol Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya penghematan biaya pada pekerjaan kolom, balok dan pelat lantai. Proses Value Engineering dibagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap informasi, kreatif, analisis dan rekomendasi. Tahapan – tahapan tersebut meliputi tahap pertama yaitu tahap informasi adalah tahapan dimana menerangkan semua informasi umum, kriteria desain dan fungsi dari bagian item pekerjaan yang akan dianalisis dengan cara perhitungan kembali dengan menggunakan bantuan progam komputer SANSPRO V.5.00. Kedua yaitu tahap kreatif tahap yang berisi alternatif – alternatif yang diusulkan. Tahap ketiga adalah tahap analisis yaitu pencarian bobot sesuai kriteria dan perhitungan biaya dan tahap keempat tahap rekomendasi yaitu tahap dimana berisi rencana awal, usulan, dasar pertimbangan dan hasil penelitian. Hasil analisis perhitungan alternatif struktur kolom, balok dan pelat lantai didapatkan hasil dengan memunculkan alternatif 2 yaitu dengan dihasilkan total penghematan sebesar Rp. 90.819.228,52 atau sebesar 6.08 % sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi Value Engineering pada proyek pembangunan Gedung Kuliah IAIN Imam Bonjol Padang dapat memperkecil biaya pekerjaan yang direncanakan.KATA KUNCI: Value Engineering, Sanspro V.5.00, Kolom, Balok dan Pelat Lantai.
PENGGUNAAN JETTY PADA MUARA BANJIR KANAL PADANG DENGAN MENGGUNAKAN TETRAPOD Ahmad Refi
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.147 KB)

Abstract

Pantai Padang merupakan perbatasan wilayah daratan Sumatera Barat dengan Samudera Indonesia yang mempunyai panjang 420 km. Melalui survey yang dilakukan, sekitar 45% dari wilayah pantai ini mengalami kerusakan akibat abrasi. Pembuatan struktur pemecah gelombang/jetty merupakan salah satu usaha untuk mengantisipasi masalah ini. Pada awalnya material yang digunakan untuk pembuatan jetty adalah batu alam yang lama kelamaan akan habis. Sebagai alternatif digunakan batu buatan (tetrapot). Pada penelitian ini dilakukan analisis penggunaan tetrapot sebagai material utama jetty dengan metode analisis tinggi dengan menggunakan data angin, data gelombang, data pasang surut, dan data batimetri. Dari hasil perhitungan analisa kalkulasi desain, diperoleh kemiringan kontruksi jetty 1:2, elevasi mercu jetty dengan lapis lindung tetrapod +2,07 m, panjang jetty 92 m, lebar mercu dengan lapis lindung tetrapod 1,0639 m, tinggi mercu dengan lapis lindung tetrapod 3,6 m. Kata Kunci: Abrasi, Jetty, Tetrapod

Page 7 of 10 | Total Record : 93