cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN BATU KAPUR PADAT SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA KUAT TEKAN BETON NORMAL Armeyn Armeyn; Rifan Gusrianto
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.516 KB)

Abstract

Beton pada umumnya tersusun dari tiga bahan penyusun utama yaitu semen, agregat dan air. Jika diperlukan bahan tambahan (admixture) dapat ditambah untuk mengubah sifat- sifat tertentu dari beton tersebut. Untuk mendapatkan produk beton yang bermutu diperlukan kualitas dan mutu agregat yang digunakan untuk campuran beton. Agregat yang baik berpengaruh terhadap mutu beton. Batu kapur padat merupakan salah satu mineral industri yang banyak digunakan oleh sektor industri ataupun konstruksi dan pertanian, antara lain untuk bahan bangunan, batu bangunan bahan penstabil jalan raya, pengapuran untuk pertanian dan lain-lain. Oleh karena itu, saat ini perlu dicoba batu kapur padat tersebut sebagai pengganti agregat halus pada campuran beton yang nantinya diharapkan menjadi beton yang memiliki mutu baik namun tidak mengurangi nilai kekuatan beton. Hasil Penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh batu kapur padat sebagai penambah agregat halus terhadap kekuatan tekan beton normal ( fc’25 MPa). Penmbahan batu kapur padat sebagai agregat halus dapat mengurangi nilai kuat tekan beton, pesentase nilai kuat tekan beton dengan batu kapur padat 5%, 10%, 15% pada umur 7 hari berturut-turut sebesar 202,16 kg/cm2, 143,25 kg/cm2, dan 118,06 kg/cm2 terhadap kuat tekan beton normal 87,53 kg/cm2 , sedangkan pada umur 28 hari berturut-turut sebesar 241,36 kg/cm2, 197,03 kg/cm2, dan 219,30 kg/cm2 terhadap kuat tekan beton normal 226,84 kg/cm2.Kata Kunci : Pengaruh Agregat, Halus, Batu Kapur Padat
PENGARUH PENAMBAH AGREGAT KASAR ALAMI SEBAGAI PENGGANTI BATU PECAH UNTUK BETON MUTU NORMAL Arman A; Puji Puji
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 2, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.678 KB)

Abstract

Agregat kasar dan agregat halus merupakan bahan baku utama pembuatan beton. Karena mahalnya harga material batu pecah sebagai agregat kasar untuk pembuatan beton, maka dipilihlah bahan alternatif agregat kasar alami seperti koral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari berbagai macam perbedaan bentuk dan tekstur agregat kasar terhadap mutu beton normal yang dihasilkan, sehingga didapatkan agregat dengan tekstur dan bentuk yang cocok digunakan dalam campuran beton. Pembuatan benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan ukuran 150 x 150 x 150 mm dengan umur beton 3, 14 dan 28 hari. Perencanaan campuran menggunakan metode SK SNI T-15-1990-03 (Tata Cara Pembuatan Beton Normal). Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap agregat kasar alami Gunung Nago, koral dapat digunakan sebagai bahan adukan campuran beton. Beton yang dihasilkan dengan menggunakan koral Gunung Nago dapat mencapai mutu yang direncanakan (K-250 kg/cm²). Hal ini jelas terbukti bahwa koral yang digunakan cocok digunakan sebagai bahan alternatif pengganti batu pecah.Kata kunci: kuat tekan beton, agregat kasar alami (koral)
Pengaruh Penambahan Cangkang Kemiri dan Sikacim Concrete Additive terhadap Kuat Tekan Beton Normal Mulyati Mulyati; Aidi Adman
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.319 KB)

Abstract

Beton merupakan bahan yang terbentuk dari hasil campuran agregat kasar, agregat halus, semen, dan air, dengan atau tanpa menggunakan bahan tambah.  Cangkang kemiri memiliki tekstur yang keras, jika dipecah berbentuk menyudut, dapat mengisi rongga-rongga pada beton, sehingga membuat beton menjadi lebih padat.  Sikacim concrete additive dapat mengisi pori-pori beton, mempermudah pengecoran, mempercepat proses pengerasan beton, dan mengurangi keropos pada beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan cangkang kemiri dan sikacim concrete additive terhadap kuat tekan beton normal.  Dalam penelitian ini dibuat campuran beton tanpa bahan tambah, dan dengan bahan tambah kombinasi cangkang kemiri 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1% dari berat agregat dan semen, dengan sikacim concrete additive 0,7% dari volume air.  Benda uji berbentuk kubus 15 cm x 15 cm x 15 cm, dengan rancangan campuran beton K250 menggunakan metode SNI 03-2834-1993, untuk pengujian kuat tekan beton umur 28 hari menggunakan metode SNI 03-1974-1990.  Hasil pengujian kuat tekan beton dapat diketahui pengaruh penambahan cangkang kemiri dan sikacim concrete additive pada campuran beton normal, ternyata dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton dengan signifikan.   Nilai kuat tekan beton rata-rata umur 28 hari dengan bahan tambah kombinasi antara cangkang kemiri 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, dengan sikacim concrete additive 0,7% pada campuran beton , terjadi peningkatan berturut-turut sebesar 4,78%, 7,06%, 9,38%, 11,90% dari kuat tekan beton tanpa bahan tambah.  Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa peningkatan penambahan cangkang kemiri, dengan sikacim concrete additive dalam jumlah tetap dalam campuran beton, maka kuat tekan beton yang dihasilkan semakin tinggi. Kata kunci: beton, cangkang kemiri dan sikacim concrete additive, kuat tekan beton normal 
TINJAUAN KINERJA PERSIMPANGAN PRIORITAS KAMPUNG KALAWI KOTA PADANG Wilton Wahab; Akhyar Jamil Nurman
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 3, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.214 KB)

Abstract

Persimpangan prioritas di Kampung Kalawi ada 2 yang saling berdekatan yaitu persimpangan tiga Kampung Kalawi yang menghubungkan jalan raya Alai By Pass dan jalan Muhammad Yunus, serta persimpangan tiga Kalumbuk yang menghubungkan Jalan Raya Alai By Pass dan Jalan Kalumbuk. Berdasarkan pengamatan secara visual, bahwa sistem pengaturan lalu lintas di persimpangan ini belum optimal, sedangkan volume kendaraan terutama pada saat jam puncak (pagi dan sore hari) sangat padat sehingga mengakibatkan kemacetan dan antrian panjang di kedua persimpangan tersebut, ditambah lagi dengan faktor disiplin pengguna jalan yang saling berebutan untuk melewati persimpangan. Berdasarkan kondisi diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan kinerja persimpangan serta memberikan alternatif solusi untuk meningkatkan kinerja persimpangan. Perhitungan data dan analisis permasalahan pada persimpangan tersebut menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI 1997 ). Survei arus lalulintas dilakukan selama tiga hari dalam waktu 12 jam (06.30 s.d 18.30). Berdasarkan hasil perhitungan data pada saat jam puncak di persimpangan tiga Kampung Kalawi diperoleh volume kendaraan sebesar 3140,5 smp/jam, kapasitas (C) sebesar 2507,51 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) sebesar 1,25. Sedangkan pada persimpangan tiga Kalumbuk didapatkan volume kendaraan sebesar 3046,5 smp/jam, kapasitas 3278,25 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,93. Untuk kondisi ideal nilai derajat kejenuhan (DS) disarankan di bawah 0,85 sedangkan hasil perhitungan menunjukkan nilai DS pada kedua persimpangan tersebut diatas 0,85. Atas kondisi tersebut maka penulis mengusulkan alternatif solusi yaitu : pada persimpangan tiga Kampung Kalawi sebaiknya dipasang lampu pengatur lalulintas (traffic light) dimana nilai DS adalah 0,43 sedangkan pada persimpangan tiga Kalumbuk diusulkan untuk melakukan rekayasa persimpangan dengan memberi pembatas jalan pada jalan utama (jalan raya Alai – By Pass) sepanjang minimal 250 meter agar kendaraan yang datang dari jalan simpang (arah Kalumbuk) yang akan menuju persimpangan tiga Kampung Kalawi (arah kekanan), agar mengambil arah kekiri terlebih dahulu untuk selanjutnya berputar ditempat yang telah disediakan.Kata Kunci : arus lalulintas, jam puncak, kapasitas, derajat kejenuhan.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU LIMBAH KERTAS TERHADAP KEMBANG SUSUT TANAH LEMPUNG Herman Herman; Sari OP
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.205 KB)

Abstract

Kertas HVS adalah material yang sangat dibutuhkan dalam berbagai dunia usaha, antara lain perkantoran, pendidikan, industri, perdagangan, parawisata dan lain sebagainya. Semakin berkembangnya dunia usaha maka pemakaian kertas ini juga semakin meningkat. Akibatnya hasil sampingan berupa limbah kertas HVS keberadaannya pun meningkat pula. Selama ini bahan limbah kertas dikumpulkan untuk bahan daur ulang, pada kesempatan ini peneliti mencoba memanfaatkan sebagai bahan penstabilisasi tanah. Pada penelitian ini bahan limbah kertas dikumpulkan dilingkungan kampus Institut Teknologi Padang. Tanah lempung sebagai objek penelitian, sampelnya diambil di kampung Melayu ± 700 m kanan jalan Alai – Gunung Panggilun. Pembakaran limbah kertas diadakan di Laboratorium Teknik Mesin Institut Teknologi Padang dengan suhu ± 700oC. Penambahan abu limbah kertas 0%, 5% dan 10% dari berat kering tanah. Dengan waktu pemeraman selama 3 hari. Uji yang dilaksanakan terdiri dari pengujian sifat fisis tanah terdiri dari pengujian kadar air, berat jenis, batas-batas Atterberg dan saringan, serta pengujian sifat mekanis tanah yang mencakup uji pemadatan dan uji pengembangan serta uji tekanan pengembangan, baik untuk tanah asli, maupun tanah yang telah dicampur dengan abu limbah kertas.Hasil penelitian menunjukan bahwa, keradaan abu limbah kertas dalam tanah dapat meningkatkan nilai specific gravity (Gs), batas plastis (PL), batas susut (SL), kepadatan tanah tanah, dan menurunkan nilai-nilai batas cair, indeks plastisitas (PI), persentase lolos saringan no. 200, pengembangan dan nilai tekanan pengembangan tanah. Hasil terbaik dicapai pada pencampuran 10% abu limbah kertas dalam tanah.Kata kunci: fisis, limbah, mekanis, plastisitas, specific gravity
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TERHADAP ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN (AHSP) SNI 2013 DAN ANALISA DI LAPANGAN (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR DPPKA KAB. KERINCI PROP. JAMBI) leli honesti; Nazwar Djali; Boyke Heri Wahyudi
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 4, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.403 KB)

Abstract

Produktivitas tenaga kerja merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam proyek konstruksi. Banyak waktu terbuang sia-sia diluar jam istirahat pekerja yang mengakibatkan produktivitas menjadi rendah. Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah seberapa besar produktivitas tenaga kerja sesungguhnya dilapangan dan membandingkan dengan produktivitas pada SNI 2013. Metode yang digunakan adalah metode Data Historis pada proyek pembangunan Kantor DPPKA Kerinci - Jambi. Pengumpulan data primer diambil berdasarkan data laporan dari kontraktor. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh bahwa produktivitas tenaga kerja dilapangan cenderung lebih besar dibandingkan dengan standar SNI 2013. Waktu produktivitas dilapangan lebih singkat dibandingkan SNI 2013.KATA KUNCI: Produktivitas, Indeks tenaga kerja, SNI 2013
Aplikasi HEC-RAS dalam Pengendalian Banjir Sungai Way Kandis - Lampung Selatan Aprizal Aprizal; Arju Meris
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Way Kandis merupakan salah satu sungai yang mengalami kejadian banjir setiap tahunnya, melintasi wilayah Kecamatan Jati Agung di Kabupaten Lampung Selatan. Terjadinya banjir hampir setiap tahun di beberapa lokasi di sekitar Sungai Way Kandis, berdampak pada kerugian moril dan materil yang dialami penduduk yang bertempat tinggal di sekitar lokasi terdampak banjir Sungai Way Kandis. Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas keberadaan bangunan infrastruktur dalam mengurangi dampak genangan banjir digunakan pemodelan HEC-RAS dengan simulasi kondisi sungai eksisting tanpa bangunan, kemudian dimodelkan juga kondisi sungai dengan keberadaan bangunan tanggul dan bendung. Berdasarkan hasil pemodelan, diketahui bahwa dengan pembangunan tanggul dapat mengurangi luas genangan banjir Q10 sebesar 80.81% - 85.39%, apabila terdapat bangunan tanggul dan bendung dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 83.84% - 94,34%. Pada banjir Q25 pengaruh pembangunan tanggul dapat mengurangi luas genangan sebesar 75.73%-82,29%, lalu apabila terdapat dibangun tanggul dan bendung dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 82.52 % - 88,54%.Kata kunci: tanggul, bendung, HECRAS
Studi Analitikal Pengaruh Dinding terhadap Kekuatan Struktur Beton Bertulang Miko Yolisa Putra; Jafril Tanjung
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinding bata pada umumnya digunakan sebagai dinding pengisi pada struktur bangunan beton bertulang di Indonesia. Dalam proses perencanaan selama ini dinding dianggap beban mati yang diperhitungkan untuk merencanakan atau mendesain suatu bangunan, dinding sendiri diperhitungkan bukan bagian dari struktur. Bahwasannya hasil yang ditemui dilapangan pasca bencana gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat menunjukkan bahwa dinding bata dapat memberikan kekakuan dan kekuatan pada struktur. Beberapa ahli telah melakukan pengujian untuk menganalisis pengaruh dinding terhadap kekuatan struktur beton bertulang. Untuk mempermudah dan meminimalisir biaya maka digunakan metoda analitikal berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Maidiawati, untuk memahami bagaimana efek dinding terhadap struktur portal beton bertulang terhadap beban lateral. Dalam permodelan, dinding bata dianalisis dengan model strut diagonal ekivalen, dimana kekuatan lateral dinding bata dievaluasi berdasarkan lebar strut diagonal yang didapatkan antara dinding dan kolom, kemudian didapat tinggi kontak antara kolom dan dinding. Tinggi kontak antara kolom dan dinding dianalisis berdasarkan tegangan tekan yang terjadi pada daerah kontak antara dinding dan kolom. Dari hasil analitik yang dilakukan, diperoleh kekuatan lateral dinding bata hasil analitik, Q = 64,1 kN dan didapatkan displacement sebesar 2.77 mm atau drift ratio sebesar 0.37%. Sedangkan hasil kekuatan lateral dari dinding hasil eksperimen sebesar 51,4 kN. Untuk kekuatan lateral struktur rangka beton bertulang dengan dinding diperoleh sebesar 108,4 kN dan hasil eksperimen sebesar 93.6 kN. Maka didapatkan kekuatan lateral dan perpindahan lateral hasil model analitik yang cukup mendekati hasil eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa dinding memiliki kontribusi terhadap penambahan kekuatan lateral struktur rangka beton bertulangKata kunci: dinding bata, kekuatan lateral, model strut diagonal ekivalen, struktur rangka beton bertulang.
Studi Komparasi Model Kerner Konhauser Terhadap Model Regresi Linear Pada Variabel Kecepatan Kendaraan dan Kepadatan Arus Lalu Lintas Yessy Yusnita
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi macet yang terjadi pada lalu lintas di jalan raya disebabkan oleh kecepatan kendaraan, kepadatan arus lalu lintas dan arus lalu lintas. Penyebab kemacetan lalu lintas juga dapat dipengaruhi oleh posisi kendaraan dan waktu tempuh kendaraan. Simulasi arus lalu lintas dengan menggunakan kecepatan Model Kerner Konhauser telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Dari simulasi pertama dan kedua Model Kerner Konhauser diperoleh kecepatan kendaraan berjumlah 33 data dan kepadatan arus lalu lintas berjumlah 21 data. Pada penelitian ini, kecepatan kendaraan mewakili variabel V dan kepadatan arus lalu lintas mewakili variabel D. Penelitian ini bertujuan: 1). Menilai tingkat korelasi antara variabel kecepatan kendaraan (V) terhadap variabel kepadatan arus lalu lintas (D); 2). Menganalisis komparasi Model Kerner Konhauser terhadap model regresi linear pada variabel kecepatan kendaraan (V) dan kepadatan arus lalu lintas (D) menggunakan teknik regresi non linier dibantu dengan tools SPSS. Hasil analisis regresi non linear menunjukkan adanya korelasi yang kuat pada data simulasi pertama antara variabel V dengan variabel D(r = 0,793) dan korelasi yang sedang pada data simulasi kedua (r = 0,520). Model analisis non linear terbaik yang dihasilkan adalah V = 125,336e-0,013D, dengan nilai R2 = 0,628. Hal ini menunjukkan bahwa jika kepadatan arus lalu lintas menurun maka kecepatan kendaraan akan meningkat, begitu juga sebaliknya jika kepadatan arus lalu lintas meningkat maka kecepatan kendaraan akan menurun di jalan raya.Kata kunci: kecepatan kendaraan, kepadatan arus lalu lintas, model kerner konhauser, analisis regresi
Studi Perbandingan Pondasi Tiang Pancang dengan Pondasi Bore Pile (Studi Kasus: Pelaksanaan Pembangunan Pondasi Tower Grand Kamala Lagoon-Bekasi) Mafriyal Muluk; Desmon Hamid; Satwarnirat Satwarnirat; Dalrino Dalrino; Melia Santi
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 7, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pondasi pada pembangunan struktur bawah pelaksanaan gedung menjadi sangat penting. Pemilihan jenis pondasi yang sesuai akan memperlancar proses pekerjaa tersebut, sehingga perlu perencanaan yang baik sehinga mendapatkan hasil secara efesien yang sesuai dengan kondisi di lapangan tertentu yang meliputi pengendalian waktu, biaya dan metode pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang pancang dengan pondasi bore pile pada pekerjaan Pondasi Tower Grand Kamala Lagoon - Bekasi, mengidentifikasi kendala/permasalah yang sering terjadi pada pekerjaan fondasi grand kamala lagoon-Bekasi dan aspek yang paling mempengaruhi terhadap biaya dan waktu pelaksanaan. Berdasarkan analisa biaya, pondasi tiang pancang memerlukan anggaran biaya sebesar Rp. 14,047,100,000.00 (Empat Belas Milyar Empat Puluh Tujuh Juta Seratus Ribu Rupiah). Sedangkan pondasi bore pile memerlukan anggaran biaya sebesar Rp 12,736,500,000.00 (Dua Belas Milyar Tujuh Ratus Tiga Puluh Enam Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Selisih harga pada pekerjaan pemancangan tiang pancang sebesar 2,192,800,000.00 (Dua Milyar Seratus Sembilan Puluh Dua Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah). Berdasarkan hasil analisa durasi, diketahui bahwa pondasi tiang pancang memerlukan waktu 114 hari, sedangkan pondasi bore pile 84 hari. Berdasarkan hasil analisa biaya dan waktu, pondasi yang paling tepat dan dapat digunakan dalam pekerjaan pada pembangunan Pondasi Tower Grand Kamala Lagoon-Bekasi adalah pondasi bore pile, karena yang pailing cocok pada aspek lingkungan dilapangan yang kawasan padat penduduk, biaya yang lebih efesien dibandingkan pondasi tiang pancang dan durasi yang lebih cepat.Kata kunci: Pondasi Tiang Pancang, Pondasi Bore Pile, Biaya, Waktu, Pondasi Tower Grand KamalaLagoon- Bekasi

Page 8 of 10 | Total Record : 93