cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2017): Januari" : 10 Documents clear
Analisis Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Agama Islam Di MA AT-Taqwa Maumere Abdullah Muis Kasim; Trisakti Handayani
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11588

Abstract

Abstract: This research aims to (a) describe the implementation of character education-based Islamic religious values in MA At-Taqwa Maumere. (b) describe the factor endowments and a barrier to the implementation of education policy analysis the character-based values of Islam in MA At-Taqwa Maumere. (c) describe the solution character education-based Islamic religious values MA At-Taqwa Maumere. This research uses qualitative descriptive approach. Data collection procedure using the method of interview, observation, and document. The results of the study are as follows: (1) how can the implementation of character education in MA Islamic be basis At-Taqwa, aims to improve the quality and results of education in madrasah can formation character of learners. (2) factor endowments and a barrier to the implementation of character education-based Islamic religious values, find solutions in overcoming obstacles faced by learners. (3) the solution constraints the implementation of character education through activities fostering religion.Keywords: Implementation, Character Education, Islamic Values Abstrak: Penelitian ini bertujun (a) Mendeskripsikan Pelaksanaan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam di MA At-Taqwa Maumere;(b) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan analisis kebijakan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam di MA At-Taqwa Maumere; (c) Mendeskripsikan solusi mengatasi pendidikan karakter berbasis nilai- nilai agama Islam MA At-Taqwa Maumere. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumen.Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Bagaiman pelaksanaan pendidikan karakter berbasisi agama Islam di MA At-Taqwa, bertujuan untuk meningkatkan mutu   dan hasil pendidikan di madrasah  dapat pembentukan karakter peserta didik; (2) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan karakter  berbasis nilai-nilai  agama Islam, mencari solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi oleh peserta didik; (3) Solusi mengatasi kendala pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan pembinaan keagamaan.Kata Kunci: Pelaksanaan, Pendidikan Karakter, Nilai-nilai Agama Islam
Analisis Implementasi Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun Di Kabupaten Nunukan Carlos Boby Janerio Lamar; Endang Poerwanti; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11589

Abstract

Abstract: This study aims to describe: 1) Implementation of 12 years of compulsory education in Nunukan District, 2) obstacles faced and efforts made on the implementation of the compulsory 12-year study. The study was conducted in Nunukan District. Data collection techniques are interview, observation, and documentation. Analytical techniques used are data reduction, data exposure, and conclusions. To check the validity of data using technique triangulation and source. Research result; 1) Implementation of the 12 years compulsory education in Nunukan District proved to be done without the charge for the SPP at the level of elementary School, Junior School, high school / vocational school. APM fluctuates, the rate of continuing school reaches 92% upward, the passing rate reaches 99% and the dropout rate reaches 0.36%. 2) 12-year fair implementation constraints in Nunukan District are (a) individual mindset: (b) economic condition (c) lack of parental attention; (d) lack of facilities and infrastructure; (e) geographical location as transmigration area; (f) school distance; (g) lack of equity and teacher training; (h) early marriage. 3) Efforts made on the fair implementation of 12 years: (a) The government conducts persuasive socialization to the community for going to school; (b) School dropouts are advised to take non-formal education; (c) The government seeks to make equal distribution of teachers throughout the Nunukan Regency; (d) The procurement of facilities and infrastructure in the 3T area.Keywords: Implementation of policy, Compulsory Education, 12 years Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) Implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan, 2) kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan pada implementasi wajib belajar 12 tahun. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, paparan data dan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian; 1) Implementasi wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan terbukti terlaksana tanpa punggutan untuk SPP pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK. APM mengalami fluktuatif, angka melanjutkan sekolah mencapai 92% ke atas, angka kelulusan mencapai 99% dan angka putus sekolah mencapai 0,36%. 2) Kendala implementasi wajar 12 tahun di Kabupaten Nunukan yaitu (a) mindset individu: (b) keadaan ekonomi (c) kurangnya perhatian orangtua; (d) kekurangan sarana dan prasarana; (e) letak geografis sebagai daerah transmigrasi; (f) jarak sekolah; (g) kurangnya pemerataan dan pelatihan guru; (h) nikah muda. 3) Upaya yang dilakukan pada implementasi wajar 12 tahun: (a) Pemerintah melakukan sosialisasi persuasif kepada masyarakat agar mau bersekolah; (b) Masyarakat yang putus sekolah disarankan untuk mengambil pendidikan non formal; (c) Pemerintah berupaya melakukan pemerataan guru ke seluruh wilayah Kabupaten Nunukan; (d) Pengadaan sarana dan prasarana di wilayah 3T.Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Wajib belajar, 12 Tahun
Analisis Kinerja Guru Bersertifikasi Di SMA Negeri 2 Maumere Dian Ernaningsih; Akhsanul In’am
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11590

Abstract

Abstract: This study aims to find out: 1) how the certified teacher's perception of the objectives of the certification program; 2) what are the obstacles faced by certified post-certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere; 3) how the performance of certified teachers in Maumere 2 Public High Schools is reviewed in terms of pedagogical competence, personal competence, social competence, and professional competence. The research used a quantitative descriptive approach. The data was obtained using observation, interview, documents and question form against 27 certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere. The results showed that: 1) the certified teacher perceptions against objective certification program indicate that teachers perceive certification program and its goal has helped the certified teachers, in particular, an increase in well-being. The teacher argued that certification program designed by the Government in addition to the increase in prosperity as well as for the achievement of increased professionalism, this is demonstrated by the efforts of certified teachers in SMA Negeri 2 Maumere in improving professionalism; 2. The resistance experienced by a teacher after teaching load i.e. certified demands quarterly filings with securities, the delay in the disbursement of allowances and the mastery of science and technology; 3. certified teacher Performance Sman 2 Maumere is at a good category for performance indicators on the competency of the pedagogic competence, personality, social competence and the competence of professionals.Keywords: Performance, Teacher, Certified Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana persepsi guru bersertifikasi terhadap tujuan program sertifikasi; 2) apa saja hambatan yang dihadapi guru bersertifikasi pasca sertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere; 3) bagaimana kinerja guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere ditinjau dari kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumen dan angket terhadap 27 guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Persepsi guru bersertifikasi terhadap tujuan program sertifikasi menunjukkan bahwa guru memandang program sertifikasi beserta tujuannya telah membantu para guru khususnya guru bersertifikasi dalam peningkatan kesejahteraan. Guru berpendapat bahwa program sertifikasi dirancang oleh pemerintah selain peningkatan kesejahteraan juga untuk tercapainya peningkatan profesionalisme, hal ini ditunjukkan dengan upaya guru bersertifikasi di SMA Negeri 2 Maumere di dalam meningkatkan profesionalismenya; 2) Hambatan yang dialami oleh guru setelah tersertifikasi yaitu beban mengajar, tuntutan pemberkasan per triwulan, keterlambatan pencairan tunjangan dan penguasaan IPTEK; 3) Kinerja guru bersertifikasi SMA Negeri 2 Maumere berada pada kategori baik untuk indikator kinerja pada kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.Kata kunci: Kinerja, Guru, Sertifikasi
Implementasi Kompetensi Profesional Guru Biologi Di SMA Negeri 6 Halmahera Utara Eko Purnomo; Mohammad Syahri
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11591

Abstract

Abstract: This study aims to describe (1) the implementation of the professional competence of Biology Teachers at SMA Negeri 6 Halmahera Utara? 2) Constraints faced by teachers in the Implementation of Professional Competence of Biology Teachers in SMA 6 Halmahera Utara. This research uses the descriptive qualitative method. The subjects of this study were teachers, principals, and students. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using steps of data reduction, data display, and concluding. Data validity checking techniques using source triangulation. The results of this study indicate that 1) the teacher in implementing professional competence is demonstrated by mastering the teaching process in the classroom as evidenced by the assessment of the principal who reaches 90%, learning tools and students understand biological material. The teacher also develops creative learning by using methods, models and creative learning media. Teachers take self-reflection actions through student learning outcomes that have not yet reached the KKM standard in schools. The teacher uses technology in teaching techniques through videos of teaching materials and power points, the teacher's self-development in the use of technology is supported by school facilities such as projectors, laptops, and wifi. (2) Constraints faced in the process of implementing Biology teacher Professional competence are the influence of internal and external factors, internal factors consist of student motivation and external consist of student learning environment that is the school environment in adjusting the teaching methods of teachers, family and community environment.Keywords: Biology, Teachers, Professional Competence Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi kompetensi profesional Guru Biologi di SMA Negeri 6 Halmahera Utara? 2) Kendala yang dihadapi guru dalam Implementasi Kompetensi Profesional Guru Biologi di SMA Negeri 6 Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) guru dalam mengimplementasikan kompetensi profesional ditunjukkan dengan menguasai proses mengajar di kelas dibuktikan dengan penilaian kepala sekolah yang mencapai 90%, perangkat pembelajaran dan siswa memahami materi biologi. Guru juga mengembangkan pembelajaran kreatif dengan menggunakan metode, model, dan media pembelajaran kreatif. Guru melakukan tindakan refleksi diri melalui hasil belajar siswa yang belum mencapai standar KKM di sekolah. Guru menggunakan teknologi dalam teknik mengajar melalui vidio materi ajar dan power point, pengembangan diri guru dalam pemanfaatan teknologi didukung dengan fasilitas sekolah berupa proyektor, laptop dan wifi. (2) Kendala yang dihadapi dalam proses implementasi kompetensi Profesional guru biologi adanya pengaruh faktor internal dan eksternal, faktor internal terdiri dari motivasi siswa dan ekternal terdiri dari lingkungan belajar siswa yaitu lingkungan sekolah pada penyesuaian metode mengajar guru, lingkungan keluarga dan masyarakat.Kata kunci: Biologi, Guru, Kompetensi Profesional
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Bimbingan Konseling DI SMA Negeri 1 Kalabahi Endang Apriantyningsih; Arif Budi Wurianto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11592

Abstract

Abstract: This study aims to determine (1) the role of counseling guidance teachers in reinforcing character education. (2) the obstacles faced by counseling guidance in providing reinforcement. (3). counseling guidance efforts to overcome obstacles in reinforcing Kalabahi 1 High School. This research uses the descriptive qualitative method. The subjects of this study were counseling guidance teachers, principals, and students. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using steps of data reduction, data display, and concluding. Data validity checking techniques using source triangulation. The results showed that (1) The role of the counseling guidance teacher in strengthening character education starts from planning the activities of providing guidance services, implementing the guidance and counseling program by implementing a form of service and evaluating the guidance and counseling service program. (2) Constraints faced are lack of cooperation between components in schools, lack of cooperation between BK teachers and parents/guardians, lack of voluntary teacher guidance and counseling in carrying out their duties and responsibilities, lack of honesty or openness from students on problems encountered. (3) Efforts are made namely establishing cooperative relationships between supporting components in schools, making visits to the homes of students with problems.Keywords: Strengthening Character Education, Teachers, Counseling Guidance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peran guru bimbingan konseling dalam memberikan penguatan pendidikan karakter. (2) kendala yang dihadapi bimbingan konseling dalam memberi penguatan. (3). upaya yang dilakukan bimbingan konseling untuk mengatasi kendala dalam memberi penguatan di SMA Negeri 1 Kalabahi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran guru bimbingan konseling dalam penguatan pendidikan karakter dimulai dari perencanaan kegiatan pemberian layanan bimbingan, pelaksanan program bimbingan dan konseling dengan menerapkan bentuk layanan, dan kegiatan evaluasi program layanan bimbingan dan konseling. (2) Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya kerjasama antara kompnen-konponen yang ada di sekolah, kurangnya kerjasama antara guru BK dengan orang tua/wali, kurangnya rasa sukarela guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, kurang jujur atau terbuka dari siswa atas masalah yang dihadapi. (3) Upaya yang dilakukan yaitu menjalin hubungan kerjasama antara komponen penunjang dalam sekolah, mengadakan kunjungan ke rumah siswa yang bermasalah.Kata kunci: Penguatan Pendidikan Karakter, Guru, Bimbingan Konseling
Strategi Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Guru Di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kusnul Kotimah; Abdulkadir Rahardjanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11593

Abstract

Abstract: This research aims to know the principal's strategy in improving teacher performance. The focus of this study was to find out how the strategy was carried out by the School Principal in Improving Teacher Performance in Gondanglegi 7 SMK Muhammadiyah. This research was conducted with a descriptive qualitative approach. The subjects of the study were the school principal, deputy headmaster and 2 teachers at SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study was based on Miles and Huberman's steps: data collection, data presentation, data reduction, and conclusion drawing/verification. The results of the study show how the strategies are undertaken by the principal in improving teacher performance in SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, starting from the planning made by the school principal, the implementation carried out by the principal; Discipline, Motivator, and Rewards and Punishment, the evaluation conducted by the principal consists of Attendance, MSG, sustainable professional development (PKB), Administration, School activities to improve teacher performance and student questionnaires.Keywords: Strategy, Principal, Teacher Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stategi kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan 2 guru yang ada di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Teknik pengumpulan data melelui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini didasarkan atas langkah-langkah Miles dan Huberman: pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan / verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bagimana strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, mulai dari perencanaan yang dilakukan kepala sekolah, pelaksanaan yang dilakukan kepala sekolah; Kedisiplinan, Motivator dan Rewads dan Punishment, evalusi yang dilakukan kepala sekolah terdiri dari: Kehadiran, MSG, pengembangan keprofesionalan berkelanjutan (PKB), Administrasi, Kegiatan sekolah guna meningkatkan kinerja guru dan angket siswa.Kata kunci: Strategi, Kepala Sekolah, Kinerja Guru
Analisis Keterlaksanaan Kompetensi Pedagogi Guru Dalam Penerapan Pembelajaran Drama Kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Batu Luthfi Oktaria Zahro; Mochammad Agus Krisno Budiyanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11594

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the delay in teacher pedagogical competence in the application of drama learning in class VIII of SMP Muhammadiyah 8 Batu and understand what supports it. This research was conducted by discussing descriptive qualitative. Data were obtained from Muhammadiyah 8 Middle School teachers through interviews, documentation, and participant observation. The research procedures carried out include research preparation, implementation, and conclusion. Data analysis techniques in this study use the stages that describe Miles and Huberman namely data reduction, data presentation, and completing conclusions. Technical Triangulation in this study using Technical Triangulation. The results of this study prove that the competence of teachers in the implementation of drama learning class VIII SMP Muhammadiyah 8 Batu has not been fully implemented. Of the 10 indicators in pedagogical competency based on Minister of National Education Regulation Number 16 the Year 2007, only 7 indicators have been implemented and 3 indicators have not been implemented.Keywords: Teacher, Pedagogical Competence, Learning Drama Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan kompetensi pedagogi guru dalam penerapan pembelajaran drama kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Batu dan mengetahui kendala apa saja yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari guru SMP Muhammadiyah 8 Batu melalui teknik wawancara, dokumentasi, dan hasil observasi partisipan. Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi persiapan penelitian, pelaksanaan dan pengambilan kesimpulan. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan tahapan yang diuraikan Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi pada penelitian ini meggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogi guru dalam penerapan pembelajaran drama kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Batu belum terlaksana sepenuhnya. Dari 10 indikator dalam kompetensi pedagogi berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007, hanya 7 indikator yang sudah terlaksana dan 3 indikator yang belum terlaksana.Kata kunci: Guru, Kompetensi Pedagogi, Pembelajaran Drama
Analisis Kompetensi Profesional Guru Yang Tidak Sesuai Mata Pelajaran Di SMP Muhammadiyah 1 Sampit Nina Yusac Rahmadani; Mohammad Syahri; Mochammad Agus Krisno Budiyanto
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11595

Abstract

Abstract: This study aims to describe (1) the Professional competence of teachers who do not match subjects in SMP Muhammadiyah 1 Sampit. (2) The impact of teacher teaching that is not by the subjects at SMP Muhammadiyah 1 campsite. (3) Strategies for enhancing Teacher Professional Competence that does not match subjects in SMP Muhammadiyah 1 campsite. The research method used is a qualitative descriptive approach through observation, interview, and documentation techniques. Data validity is used by the source triangulation technique. The results showed that there were problems in Teacher Professional Competencies that did not match subjects in SMP Muhammadiyah 1 Sampit Central Kalimantan including (1) The ability of teachers to master the material, respond to questions, create learning conceptual frameworks, apply learning indicators, develop learning materials and use learning diversity of learning materials. (2) Teacher teaching that is not by the subject matter has an impact on classroom management and the use of learning resources in the classroom. (3) Strategies for enhancing Teacher Professional Competence that is not in line with subjects in Muhammadiyah 1 Sampit Middle Kalimantan Middle School include magazine training and Internet Media.Keywords: Teacher, Professional competence, Subjects are not suitable Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Kompetensi profesional guru yang tidak sesuai mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Sampit. (2) Dampak pengajaran guru yang tidak sesuai dengan mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 sampit. (3) Strategi peningkatan Kompetensi Profesional Guru yang tidak sesuai mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 sampit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan masalah dalam Kompetensi Profesional Guru yang tidak sesuai mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Sampit Kalimantan Tengah meliputi (1) Kemampuan guru dalam hal menguasai materi, menyikapi pertanyaan, membuat kerangka konsep pembelajara, mengaplikasikan indikator pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran dan menggunakan keragaman bahan pembelajaran. (2) Pengajaran Guru yang tidak sesuai mata pelajaran berdampak terhadap pengelolaan kelas dan penggunaan sumber belajar didalam kelas. (3) Strategi peningkatan Kompetensi Profesional Guru yang tidak sesuai mata pelajaran di SMP Muhammadiyah 1 Sampit Kalimantan Tengah meliputi pelatihan majalah serta Media Internet.Kata Kunci: Guru, Kompetensi profesional, Mata pelajaran tidak sesuai
Partisipasi Masyarakat Dalam Mengembangkan Pendidikan Di Yayasan Almawaddah Warrahmah Kolaka Sulawesi Tenggara Nuraeni Nuraeni; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11596

Abstract

Abstract: This study aims to describe 1) community participation in developing education; 2) supporting and inhibiting factors; and 3) efforts made to overcome the inhibiting factors in developing education at Almawadda Warrahmah Kolaka Foundation, Southeast Sulawesi. This research uses descriptive qualitative method with a qualitative approach. The results showed that: 1) Community participation in developing education in foundations was quite diverse, while the form of participation was participation in the provision of assistance in the form of funds and goods; participation in management both in foundations and committees; participation in participating in foundation programs, while participation in academics is still very minimal; 2) The inhibiting factor of community participation lies in the lack of optimality of the committee in carrying out its duties and functions as a mediator between the foundation, the government and the community; lack of human resources of parents, and teaching staff; inadequate infrastructure facilities; 3) Efforts made by the foundation to overcome the inhibiting factors in developing education at the foundation are establishing effective communication with parents, school committees, and the community involving parents, communities, and stakeholders in making decisions and programs to improve the quality of education at the foundation.Keywords: Participation, Society, Education Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pendidikan; 2) faktor pendukung dan penghambat; serta 3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengembangkan pendidikan di Yayasan Almawadda Warrahmah Kolaka Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Partisipasi masyarakat  dalam  mengembangkan  pendidikan  di  yayasan  cukup  beragam, adapun bentuk partisipasinya adalah partisipasi dalam pemberian bantuan berupa dana dan barang; partisipasi dalam kepengurusan baik itu di yayasan maupun komite; partisipasi dalam mengikuti program yayasan, sedang partisipasi dalam bidang akademik masih sangat minim; 2) Faktor penghambat partisipasi masyarakat terletak pada kurang optimalnya pihak komite dalam menjalankkan tugas dan fungsinya sebagai mediator antara pihak yayasan, pemerintah dan masyarakat; kurangnya sumber daya manusia orangtua siswa, dan tenaga pengajar; sarana prasaran yang belum memadai; 3) Upaya yang dilakukan oleh pihak yayasan untuk mengatasi faktor penghambat dalam mengembangkan pendidikan di yayasan yaitu menjalin komunikasi yang efektif dengan orangtua siswa, komite sekolah, dan masyarakat melibatkan orangtua siswa, masyarakat dan stakeholder dalam pengambilan keputusan dan program peningkatan mutu pendidikan di yayasan.Kata kunci: Partisipasi, Masyarakat, Pendidikan
Implementasi Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013 Tentang Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Di Universitas Muhammadiyah Malang Nurinayah Nurinayah; Lud Waluyo
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11597

Abstract

Abstract: This study aims to describe (1) Implementation of Permendikbud Number 87 of 2013 concerning Pre-service Teacher Professional Education (PPG); (2) Inhibiting factors in the implementation of Permendikbud Number 87 of 2013. This study uses descriptive qualitative methods. This research was conducted at the PGSD Study Program at the University of Muhammadiyah Malang. The subjects of this study were the chairperson of PPG, the chairperson of the PGSD study program, and the PPG student of the study program PGSD. The data collection techniques used were using techniques, interviews, documentation, and observation. Data analysis techniques using the Milles Huberman model, with the stages of reduction, presentation, and concluding. Test the validity of the data using source triangulation. The results showed (1) Implementation of Permendikbud Number 87 of 2013 in the implementation of PPG through learning activities in the classroom, in the dormitory, and field practice in schools. The purpose of this implementation is to produce professional teachers who master the four competencies, are skilled in preparing teaching materials, and motivate teachers to become professionals by continuing education. (2) The inhibiting factor in implementation is influenced by the lack of preparation of participants in participating in UTN, and K-13 based schools are inadequate.Keywords: Teacher, PPG, Minister of Education and Culture Regulation Number 87 the Year 2013 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Implementasi Permendikbud Nomor 87 tahun 2013 tentang Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan; (2) Faktor penghambat dalam implementasi permendikbud Nomor 87 tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang. Subjek penelitian ini adalah ketua PPG, ketua prodi PGSD, dan mahasiswa PPG prodi PGSD.Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles Huberman, dengan tahap reduksi, penyajian, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan (1) Implementasi Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013 dalam pelaksanaan PPG melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, di asrama, dan praktik lapang di sekolah. Tujuan dalam implementasi ini yaitu utnuk mencetak guru profesional yang menguasai empat kompetensi, terampil menyiapkan bahan ajar, dan memotivasi guru untuk menjadi tenaga profesional dengan melakukan pendidikan berkelanjutan. (2) Faktor penghambat dalam implementasi dipengaruhi oleh persiapan yang kurang peserta dalam mengikuti UTN, dan sekolah yang berbasis K-13 belum memadai.Kata kunci: Guru, PPG, Permendikbud Nomor 87 Tahun 2013   

Page 1 of 1 | Total Record : 10