cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 26 No. 1 (2021)" : 14 Documents clear
Redaksi PSIKOLOGIKA : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Editorial Team Psikologika
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Validasi Aplikasi Komputer untuk Peningkatan Fokus Atensi pada Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian (GPP) Asyiah Ummul Muttaqinah; Laila Qodariah; Fredrick Dermawan Purba
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art6

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian mengenai adaptasi program pelatihan peningkatan fokus atensi kedalam bentuk program komputer. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat penunjang pelatihan peningkatan fokus atensi, dengan cara mengubahnya kedalam bentuk program komputer (piranti lunak). Disain penelitian yang digunakan yaitu metode campuran (mixed method) dengan menggunakan strategi metode campuran konkuren atau satu waktu (concurrent mixed methods), yaitu menggunakan disain penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam waktu yang bersamaan. Dalam prosesnya, dilakukan penilaian oleh ahli Game Developer berjumlah satu orang dan ahli psikolog bidang klinis anak dan remaja berjumlah tiga orang. Berdasarkan hasil penilaian dari ahli Game Developer terdapat saran perubahan pada intensitas warna stimulus dan latar belakang layar. Sedangkan berdasarkan penilaian dari ahli psikolog dengan mengunakan teknik Content Validity index (CVI), didapat bahwa piranti lunak “Pelatihan Fokus Atensi” memiliki nilai S-CVI/Average (S-CVI/AVE) = .91 (> .80) yang artinya sudah sesuai dengan teori yang ada. Tahap selanjutnya yaitu user experience oleh psikolog bidang klinis anak berjumlah tiga orang dengan membandingkan penggunaan pada piranti lunak dan alat manual. Hasilnya piranti lunak dinilai lebih praktis dan cenderung minim bias negatif.Kata Kunci: fokus atensi, gangguan pemusatan perhatian, pelatihan, program komputerValidation of Computerized Application to Improve Focus Attention on Children with Attention Deficit Disorder (ADD)AbstractThis research is a study on the adaptation of a training program aimed to increase focused attention into a computer. It aims to develop a tool for such training by applying some adaptations into a computer program (software). This study uses concurrent mixed methods (using quantitative and qualitative research methods at the same time). In the first process, the software was assessed by a Game Developer expert and three child and adolescence clinical psychologists. The expert of Game Developer suggests a change of the intensity of the color of the stimulus and the screen background. Using the Content Validity index (CVI) technique, the psychologists found that the “Attention Focus Training” software has a value of S-CVI/Average (S-CVI/AVE) = .91 (> .80), indicating its conformity to the existing theories. The next stage is user experience by three child and adolescence clinical psychologists, conducted by comparing the use of the software and manual tools. It shows that the software is more practical and tends to have less negative bias.Keywords: Attention Deficit Disorder, focused attention, software, training
Mindful Parenting pada Orangtua dengan Anak Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH): Tinjauan Sistematis Syafira Nur Sabilla
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art10

Abstract

Stress pengasuhan yang tinggi sering terjadi pada orangtua dengan anak berkebutuhan khusus salah satunya pada anak Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH). Padahal peran orangtua dalam kehidupan anak GPPH justru lebih penting. Oleh karena itu stress pengasuhan harus segera diatasi salah satunya adalah dengan menerapkan mindful parenting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan paparan secara jelas berupa tinjauan sistematis mengenai mindful parenting sebagai faktor protektif pada stress pengasuhan orangtua dengan anak GPPH dalam rangka optimalisasi peran dan dukungan keluarga dalam Pendidikan anak. Terdapat enam studi yang digunakan, dimana keenam studi tersebut merupakan jurnal terbitan 10 tahun terakhir, hasil peer review dengan tema yang sama, dan berbahasa Inggris atau Indonesia. Database yang digunakan dari ScienceDirect, Springer Link, Frontier Psychology, ProQuest, PsycARTICLES, dan Google Scholar. Hasil dari tinjauan sistematis ini menyimpulkan bahwa mindful parenting efektif untuk mengurangi stress pengasuhan dan meningkatkan kualitas hubungan orangtua dan anak dengan GPPH. Ini menegaskan bahwa penting bagi orangtua untuk menjaga hubungan dengan anak dan mengoptimalkan perannya dalam mendidik atau memenuhi kebutuhan anak akan pendidikan yang layak.Kata Kunci: Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH), mindful parenting, tinjauan sistematisMindful Parenting in Parents of Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD): A Systematic ReviewAbstractHigh parenting stress often occurs in parents of children with special needs such as Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Whereas the involvement of parents in the life of children with ADHD is much more important. Thus the stress should rightly be prevented, by applying mindful parenting. The aim of this research is to give a clear explanation in the form of systematic review about mindful parenting as a protective factor in handling parenting stress on parents of children with ADHD. It aims eventually to optimize the role of parents and family support for children’s education. It surveys six studies in English and Indonesian published in the last 10 years, peer reviewed under the same theme. The databases used are from ScienceDirect, Springer Link, Frontier Psychology, ProQuest, PsycARTICLES, and Google Scholar. The research concludes that mindful parenting is effective at reducing parenting stress and improving the quality of parent-child relationships in the case of ADHD children. It also emphasizes that it is important for parents to maintain relationships with children and optimize their role in educating or fulfilling children’s needs for proper education.Keywords: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), mindful parenting, systematic review
Indexing, Abstracting, dan Archiving Editorial Team Psikologika
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Validitas Konstruk Peabody Picture Vocabulary Test-Edisi Keempat (PPVT-4) pada Anak dengan Sindrom Down Neneng Tati Sumiati; Frieda Mangunsong; Guritnaningsih Guritnaningsih
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art9

Abstract

Bahasa reseptif penting untuk memfasilitasi pemerolehan keterampilan bahasa. Pengukuran kemampuan bahasa reseptif merupakan hal yang krusial, terutama bagi anak-anak dengan keterbatasan bahasa, seperti pada anak dengan Sindrom Down (SD). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti validitas konstruk Peabody Picture Vocabulary Test-Edisi Keempat (PPVT-4) pada anak dengan SD. Responden penelitian terdiri atas 98 anak dengan SD yang tergabung pada Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) wilayah Jakarta, Bandung dan Padang. Pengambilan data dilakukan secara individual dan diadministrasikan oleh psikolog. Data dianalisis dengan menggunakan confimatory factors analysis (CFA). Hasil menunjukkan bahwa model satu faktor untuk set-1 sampai set-10 fit dengan data dan seluruh butir soal adalah valid, kecuali butir soal nomor 106. Implikasinya adalah PPVT-4 dapat digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa reseptif anak dengan SD dan memperkirakan usia ekuivalen dari kemampuan bahasa reseptif.Kata Kunci: Peabody Picture Vocabulary Test-Edisi Keempat (PPVT-4), Sindrom Down, validitas konstrukThe Construct Validity of the Peabody Picture Vocabulary Test – Fourth Edition (PPVT-4) on Children with Down SyndromeAbstractReceptive language is importance to facilitate the acquisition of language skills. Measuring receptive language skills is crucial, especially for children with language limitations, such as children with Down Syndrome (DS). This study aims to examine the construct validity of the Peabody Picture Vocabulary Test - Fourth Edition (PPVT-4) in children with DS. The research respondents consisted of 98 children with DS who are members of Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) in the Jakarta, Bandung and Padang. Data were collected individually and administered by a psychologist. Data were analyzed using confimatory factor analysis (CFA). The results show that the one-factor model for set-1 to set-10 fit with the data and all items were valid, except for item 106. The implication is the PPVT-4 can be used to measure receptive language abilities of children with DS and estimate of the age equivalent of receptive language abilities.Keywords: construct validity, Down Syndrome, Peabody Picture Vocabulary Test-Fourth Edition (PPVT-4)
Gangguan Psikologis dan Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Baru Airin Triwahyuni; Clement Eko Prasetio
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art3

Abstract

Mahasiswa baru memiliki kerentanan mengalami gangguan psikologis. Kesejahteraan psikologis diketahui merupakan sumber daya bagi mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan perkuliahan. Namun, demikian, studi yang mengidentifikasi dimensi-dimensi kesejahteraan psikologis sebagai faktor protektif mahasiswa baru masih jarang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode regresi sederhana untuk mengetahui hubungan indikasi gangguan psikologis dengan kesejahteraan psikologis secara umum dan stepwise multiple regression untuk mengidentifikasi dimensi kesejahteraan psikologis yang signifikan menjadi prediktor indikasi gangguan psikologis. Partisipan penelitian ini berjumlah 151 mahasiswa baru di Fakultas Psikologi Universitas “X”, Jawa Barat. Alat ukur penelitian ini adalah kesejahteraan psikologis dari Ryff dan Self Report Questionnaire (SRQ-20). Hasil menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis secara umum dapat menjadi faktor protektif dan secara spesifik, dimensi penerimaan diri dan penguasaan lingkungan merupakan faktor protektif terhadap indikasi gangguan mental pada mahasiswa baru.Kata Kunci: gangguan psikologis, kesejahteraan psikologis, mahasiswa baruPsychological Disorder and Psychological Well-Being among First-year University StudentsAbstractFirst-year university students are vulnerable to certain psychological disorders.Psychological Well-Being (PWB) is one of the resources they can use to face academic challenges. However, research focusing to identify PWB as protective factor among first-year university students is still rare. This study employs quantitative method involving 151 respondents from the Faculty of Psychology of University X in West Java. It uses a PWB scale composed by Ryff and Self Report Questionnaire (SRQ-20). It also employs simple multiple regression to determine the relation between PWB and symptoms of psychological disorders, on one hand, and stepwise multiple regression to find out which dimensions of PWB are significant to anticipate psychological disorder, on the other. This study argues that PWB, especially self-acceptance and environment mastery dimension, can be used as a protective factor against psychological disorders.Keywords: first-year university students, psychological disorders, psychological well-being
Resiliensi dan Kesejahteraan Subjektif Anak Didik Lembaga Pembinaaan Khusus Anak (LPKA) Ajeng Rintan Septiani; Sri Maslihah; M. Ariez Musthofa
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art8

Abstract

Kesejahteraan subjektif merupakan bentuk penilaian dan pandangan terhadap peristiwa dalam hidup yang juga sangat penting bagi anak didik LPKA, mengingat kondisi kehidupan yang mereka alami selama masa binaan cenderung berbeda dibandingkan dengan anak lainnya. Penelitian kesejahteraan subjektif anak didik di LPKA ini dilakukan untuk mendapatkan data terkait kesejahteraan subjektif anak didik LPKA yang dipengaruhi oleh resiliensi dan mengetahui pengaruhnya pada setiap domain. Penelitian dilakukan pada 83 anak didik pada rentang usia dari 12-18 tahun yang berstatus narapidana, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode pengambilan data menggunakan kuesioner Skala Resiliensi hasil pengembangan Reivich dan Shatte (2002) serta alat ukur Kesejahteraan Psikologis Integratif hasil pengembangan Maslihah, et al. (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi diketahui dapat memengaruhi kesejahteraan subjektif anak didik LPKA (p < .05), pengaruh tersebut juga dapat dilihat melalui domain akademik, organisasi, interaksi sosial, serta kegiatan. Kesejahteraan subjektif anak didik LPKA dapat ditingkatkan dengan adanya resiliensi.Kata Kunci: anak didik, kesejahteraan subjektif, Lembaga Pembinaaan Khusus Anak (LPKA), resiliensiResilience and Subjective Well-Being among Imprisoned ChildrenAbstractSubjective well-being is a form of evaluation and reflection towards life events which are also very important for imprisoned children in Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA, a special jail for imprisoned children), since they had a different life from the ordinary children. Research of subjective wellbeing on child prisoners aims to gather data about subjective wellbeing of child prisoners in LPKA by resilience and to know the effect on each domains. The research involves 83 child prisoners in an age range of 12-18. This quantitative research uses Resilience Scale questionnaire by Reivich and Shatte (2002) and Integrative Psychological WellBeing Measurements by Maslihah et al. (2017). It Points out that resilience significantly affects subjective wellbeing (p < .05), in many aspects such as academic, organization, association, and activity. Subjective Wellbeing in child prisoners can be improved by the resilience.Keywords: child prisoners, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, resilience, subjective well being
Model Konseptual Resiliensi di Masa Pandemi Covid-19: Pengaruh Religiusitas, Dukungan Sosial dan Spiritualitas Wildani Khoiri Oktavia; Pipih Muhopilah
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art1

Abstract

Penyebaran Covid-19 telah memberikan berbagai efek negatif terhadap Kesehatan mental. Salah satu faktor protektif penurunan kesehatan mental adalah resiliensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengetahui model teoritik dari faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa resiliensi dapat dipengaruhi oleh religiusitas, dukungan sosial dan spiritualitas. Religiusitas, dukungan sosial dan spiritualitas dapat menjadi pendukung peningkatan resiliensi, di mana resiliensi dapat menjadi faktor protektif penurunan kesehatan mental di masa pandemi Covid-19.Kata Kunci: dukungan sosial, pandemi Covid-19, religiusitas, resiliensi, spiritualitasConceptual Models of Resilience during Covid-19 Pandemic: The Effects of Religiosity, Social Support and SpiritualityAbstractThe spread of Covid-19 has various negative effects on mental health. One of the protective factors for decreased mental health is resilience. This literature review aims to apprehend the theoretical model of the factors that influence resilience. The results of this study indicate that resilience might be molded by religiosity, social support and spirituality. Religiosity, social support and spirituality might help one to increase the level of resilience, which might in turn be a protective factor for decreasing mental health during the Covid-19 pandemic.Keywords: Covid-19 pandemic, religiosity, resilience, social support, spirituality
Dukungan Sosial dan Kebahagiaan Lansia Penghuni Panti Sosial di Medan Ummu Khuzaimah; Yenni Anggraini; Zahrotur Rusyda Hinduan; Hendriati Agustiani; Ahmad Gimmy Prathama Siswadi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art7

Abstract

Kebahagiaan lansia di panti sosial menjadi penting ketika berbagai permasalahan hidup lansia menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kebahagiaan lansia. Responden berjumlah 40 orang yang memiliki fungsi pendengaran yang baik dari kedua jenis kelamin yang berusia >/= 60 tahun, bebas dari diagnosis depresi, demensia atau gangguan neurologis atau psikopatologis. Sampel dipilih dengan teknik purposif. Kebahagiaan diukur dengan kuesioner yang mengacu pada indikator Happiness oleh Seligman (2002) yang terdiri dari emosi positif maupun aktivitas positif dan terbagi menjadi tiga yaitu yang ditujukan pada masa lalu (bersyukur dan memaafkan), masa depan (yakin, percaya, harapan, dan optimis) dan masa sekarang (gratifikasi dan kesenangan). Dukungan sosial diukur menggunakan skala adaptasi dari The MOS Social Support Survey oleh Sherbourne dan Stewart (1991) dengan empat dimensi skala dukungan fungsional: emosional/informasional (emotional/informational), bantuan nyata (tangible), penuh kasih sayang (affectionate), dan interaksi sosial positif (positive social interaction). Hasil menunjukkan bahwa ada korelasi positif signifikan antara dukungan sosial dan kebahagiaan. Implikasi penelitian ini ialah pentingnya dukungan sosial bagi lansia untuk meningkatkan kebahagiaan di panti sosial.Kata Kunci: dukungan sosial, kebahagiaan, lansia, panti sosialSocial Support and Happiness among Institutionalized Older People in MedanAbstract. The happiness of the residents of nursing homes becomes important with the presence of various accompanying life problems. This research aims to see the relationship between social support and elderly happiness. It involves 40 respondents with good hearing of both sexes aged >/= 60 years, free of diagnosis of depression, dementia or neurological or psychopathological disorders. The sample is selected by a purposive technique. Happiness measurement with a questionnaire that refers to the indicator of Happiness by Seligman (2002) which consists of positive emotions or positive activities. The indicator is divided into three parts; addressed to the past (grateful and forgiving), the future (faith, believe, hope, and optimistic) and now (gratuity and pleasure). As to the social support I adapt the scale from The MOS Social Support Survey by Sherbourne and Stewart (1991) with four dimensions of functional support: emotional/informational, tangible, affectionate, and positive social interactions. The result confirms that there is a significant positive relation between social support and happiness. The implication of this research is the importance of social support for the elderly to increase happiness in social institutions.Keywords: happiness, institutionalized older people, social support, the elderly
Perilaku Kerja Inovatif dan Efikasi Diri Kreatif pada Mahasiswa Salsabiah Firdausiah; Arum Etikariena
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art4

Abstract

Sekarang ini perusahaan membutuhkan karyawan dengan perilaku kerja inovatif. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga kerja agar memilikinya. Akan tetapi, penelitian tentang perilaku kerja inovatif pada mahasiswa serta variabel yang berhubungan dengannya masih jarang dilakukan, khususnya di Indonesia. Penelitian korelasional ini kemudian dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara efikasi diri kreatif dan perilaku kerja inovatif pada mahasiswa. Responden berjumlah 539 mahasiswa jenjang S1 di Universitas Indonesia dan merupakan mahasiswa yang minimal sedang menempuh semester empat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik statistik Pearson Correlation. Peneliti menemukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri kreatif dan perilaku kerja inovatif pada mahasiswa, r (538) = .67, p = .00 (p < .01, one-tailed). Effect size untuk analisis ini termasuk large effect karena r > .50. Hasil penelitian ini bisa memberikan manfaat berupa menambah literatur tentang perilaku kerja inovatif pada mahasiswa.Kata Kunci: efikasi diri kreatif, mahasiswa, perilaku kerja inovatifInnovative Work Behavior and Creative Self Efficacy on College StudentAbstractRecently companies need employees with innovative work behavior. Therefore, it is very important to prepare students as employee candidates to own this behavior since they are still in college. However, research on innovative work behavior among college students and the variables associated with it is still quite few, especially in Indonesia. This correlational research was then conducted to look at the relationship between creative self-efficacy and innovative work behavior among college students. The respondents were 539 undergraduate students at Universitas Indonesia, at least in fourth semester. This research is a quantitative study, using the Pearson Correlation statistical technique. It argues that there is a positive and significant relationship between creative self-efficacy and innovative work behavior among college students, r (538) = .67, p = .00 (p < .01, one-tailed). The effect size is quite large, because it has r > .50. This result might contribute in adding literature on innovative work behavior among college students.Keywords: college student, creative self-efficacy, innovative work behavior

Page 1 of 2 | Total Record : 14