Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ADAPTASI ALAT UKUR PERSPECTIVE TAKING PADA REMAJA Ayu, Ni Putu; Agustiani, Hendriati; Novianti, Langgersari Elsari
Journal of Psychological Science and Profession Vol 1, No 3 (2017): Psychological Science and Profession
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v1i3.15229

Abstract

Saat menjalani masa perkembangannya, remaja lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya dibandingkan dengan keluarga inti. Ketika berinteraksi, individu dapat menemukan beragam macam sudut pandang. Kemampuan untuk memahami sudut pandang orang lain disebut kemampuan perspective taking. Kemampuan perspective taking yang matang dapat membantu individu untuk menciptakan relasi yang positif mengingat individu mampu memahami sudut pandang orang lain yang dapat saja berbeda dari dirinya. Untuk mengetahui kemampuan perspective taking matang atau tidak, peneliti memerlukan alat ukur. Namun, berdasarkan penelusuran jurnal dan buku, peneliti tidak menemukan alat ukur perspective taking yang sesuai mengukur remaja di Bandung. Dalam penelitian ini, peneliti bermaksud untuk mengadaptasi alat ukur perspective taking. Alat ukur yang diadaptasi adalah panduan wawancara yang dibuat oleh Selman pada tahun 1977 (Selman, 1980). Dalam proses adaptasi, peneliti mengalihbahasakan dan menyusun alat ukur yang sesuai dengan situasi dan kondisi remaja yang ada di Bandung. Responden penelitian ini sebanyak 55 orang yang berasal dari salah satu SMPN yang ada di bandung dengan kisaran usia 12-14 tahun. Hasil penelitian menjelaskan proses adaptasi dan hasil olah data dengan alat ukur perspective taking. Proses adaptasi meliputi (1) menjelaskan konsep karakteristik setiap level menjadi indikator yang lebih konkret dan mudah; (2) mengalihbahasakan alat ukur; (3) membuat administrasi  alat ukur; (4) menyesuaikan cerita dan pertanyaan dengan karakteristik subyek penelitian, dan(5) membuat penilaian. Hasil olah data menunjukkan alat ukur ini memenuhi uji reliabilitas dan memiliki bukti validitas. Reliabilitas alat ukur menggunakan Intraclass Corelation Coefficient sebesar 0.96 (r = .96) dan bukti validitas alat ukur dengan bukti validitas konten. Dengan demikian, adaptasi alat ukur perspective taking mampu mengukur kemampuan perspective taking pada remaja usia 12-14 tahun di SMP Negeri XXX di Bandung. Kata kunci: Kemampuan Perspective Taking, Alat Ukur, Panduan Wawancara, Reliabilitas Interrater.
JOB PERFORMANCE DITINJAU DARI IKLIM ORGANISASI DAN CULTURAL VALUE SUKU BATAK Simarmata, Nenny Ika Putri; Kadiyono, Anissa Lestari; Agustiani, Hendriati; Harding, Diana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.565 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3839

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti tentang Job performance pada pegawai pemerintah di 2 Kabupaten di Sumatera Utara.   Penelitian ini  menganalisis pengaruh iklim organisasi terhadap job performance. Teknik pengumpulan data menggunakan angket model rating scale dengan skor yang terentang antara 1 sampai dengan 4. Responden adalah 115 orang  Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Tobasa. Teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukkan iklim organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap job performance. Penelitian dengan pendekatan kualitatif juga dilakukan dengan menggunakan metode wawancara untuk menggali persepsi  pegawai pemerintah mengenai konsep 3H. Peneliti menemukan bahwa  nilai yang selama ini dianut oleh masyarakat suku Batak yaitu nilai ?kekayaan, anak, kehormatan? (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon ? 3H) telah dijadikan falsafah dan menjadi cita-cita setiap masyarakat suku Batak secara turun menurun. Peneliti melihat bahwa nilai 3H ini menjadi pendorong bagi semangat kerja masyarakat suku Batak sehingga akhirnya rela bekerja keras demi meraih 3H. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap meningkatnya job performance secara khusus dimensi contextual performance Pegawai Negeri Sipil Kata kunci: iklim organisasi, job performance, cultural value, suku BatakAbstractThis is a preliminary research about job performance on government office in the District of North Sumatera. This research was conducted at 2 regency in North Sumatra, that is Humbahas and Samosir. This study also analyzes the influence of organization climate on job performance. A climate organization and  job performance questionnaire were used as measuring instruments with a score between 1 and 4. The respondents were 115 people. Data were analyzed using regression. The results showed that organizational climate had a positive and significant effect on job performance. Researchers also found that the value of  Bataknese people which is "wealth, children, honor" (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon - 3H) was used as the philosophy and the ideals of any society from one generation to the Bataknese. The researchers noticed that the this value  become a booster to work hard in order to achieve 3H. This might be have a contribution to the increase of  job performance specially in government employees?s contextual performance. Keywords: climate organization, job performance, cultural value, Bataknice
HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DAN KOMITMEN TERHADAP ORGANISASI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN LAMA KERJA (STUDI PADA STAF PENGAJAR DAN PENDUKUNG DI UNIVERSITAS SWASTA X JAKARTA) Rani, Sukma; Agustiani, Hendriati; Ardiwinata, Maya Rosmawati; Purwono, R. Urip
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 16, No 1 (2020): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.595 KB) | DOI: 10.32528/ins.v16i1.3207

Abstract

This study aim is to find the correlation between organizational climate and organizational commitment with considering the employee?s tenure. The subjects of this study were 94 employees of X private university. This study used purposive sampling. Researcher used organizational climate scale and organizational commitment scale which has been developed by Susanty (2012). The result of this study using Spearman Correlation showed r = 0,694 with p = 0,000 < 0,05. It shows that there is a signigicant and positive correlation between organizational climate and organizational commitment. The result from considering the employee?s tenure is a significant and positive correlation between organizational climate and organizational commitment from two tenure groups of participants. From these results, it is concluded that the hypothesis stating there is a positive correlation between organizational climate and organizational commitment is acceptable
A Modifying the Instrument of Self-Regulation in Early Childhood Assessment Pangestuti, Retno; Kadiyono, Anissa Lestari; Cahyadi, Surya; Agustiani, Hendriati
Jurnal Pendidikan Usia Dini Vol 13 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 13 Nomor 1 April 2019
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.577 KB) | DOI: 10.21009/10.21009/JPUD.131.09

Abstract

Self-regulation for preschool children is very important to support children’s adjustments in all situations and conditions. The current problem is the instrument of self-regulation is more focused on regulation in learning which is not suitable for young children. This study aims to examine the validity and reliability of Preschool Self-Regulation Assessment (PSRA) in Indonesia by modifying several children self-regulation theories. The instrument was translated from English into Indonesian and it retranslated into the native language by linguists. The questions, then, were validated through a process of professional judgment and cognitive de-briefing. The study was carried out to 179 children aged 6 to 7 years old. Data were analyzed by using confirmatory factor analysis (CFA). It showed that there are 5 dimensions of children's self-regulation, namely: attentional focus, behavioral control, self-motivated, self-autonomy and emotional control. The result showed that the five-dimensional model is agreed with the data and prove to measure children’s self-regulation. Cronbach’s alpha coefficient value was 0.899, indicating high scale reliability. Thus, the preschool children’s self-regulation assessment has well psychometric for further use. Keywords: Children’s self-regulation, Confirmatory Factor Analysis, Construct validation, Pre-school self-regulation assessment, Reliability References Amanda, N. ., Antara, P. ., & Magta, M. (2016). Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Regulasi Diri Anak Usia 5-6 Tahun. Journal Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Ganesha, 4(2), 1–11. Bentley, J. J. (2013). Parental Involvement, Parent-Child Warmth and School Engagement as Mediated by Self-Regulation. Brigham Young University. Bierman, K. L., Domitrovich, C. E., Nix, R. L., Welsh, J. A., Greenberg, M. T., Blair, C., … Gill, S. (2008). Promoting academic and social-emotional school readiness: The Head Start REDI program. Child Development, 79(6). Blair, C., & Diamond. (2008). Developing your Children Self-Regulation through Everyday Experiences. Blair, C., & Raver, C. C. (2015). School readiness and self-regulation: A developmental psychobiological approach. Annual Review of Psychology, 66, 711–731. Eisenberg, N., Hofer, C., & Vaughan, J. (2007). Effortful Control and Its Socioemotional Consequences. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of emotion regulation (hal. 287–306). New York: Guilford Press. Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Eggum, N. D. (2010). Emotion-Related Self-Regulation and Its Relation to Children’s Maladjustment. Annual Reviews Clinical Psychology, 27(6), 495–525. Eisenberg, N., Valiente, C., & D.Eggum, N. (2010). Self-Regulation and School Readiness. Early Education Development., 21(5), 681–698. Goyette, P., Carrol, K., Smith-Donald, R., Metzger, M., Young, T., & Raver, C. C. (2006). Field Administration of an Emotional and Behavioral Assessment of Head Start Children:Preliminary Findings from the Preschool Self-Regulation Assessment. Grolnick, W. S., & Farkas, M. (2002). Parenting and the development of children’s self-regulation. In M. H. Bornstein (Ed.), Handbook of parenting (Vol. 5, hal. 89–110). Practical issues in parenting. Pino, D., & Whitebread, D. (2010). The Role of Parenting in Children’s Self-Regulated Learning. Educational Research Review, 5(3), 220–242. Raver, C. C., Jones, S. M., Li-Grining, C., Zhai, F., Bub, K., & Pressler, E. (2011). CSRP’s impact on low-income preschoolers’ pre-academic skills: Self-regulation and teacher-student relationships as two mediating mechanisms. Child Development, 82(1), 362–378. Rimm-Kaufman, S. E., Curby, T. W., Grimm, K. J., Nathanson, L., & Brock, L. L. (2009). The contribution of children’s self-regulation and classroom quality to children’s adaptive behaviors in the kindergarten classroom. Developmental Psychology, 45(4). Rochmah, S. N. (2017). Hubungan Konsep Diri Guru Terhadap Regulasi Diri Anak Usia Dini. Jurnal Tunas Siliwangi SPS UPI, 3(2), 160–174. Smith-Donald, R., Carroll, K., Goyette, P., Metzger, M., Young, T., & Raver, C. C. (2006). Preliminary Validity of the Preschool Self-Regulation Assessment (PSRA). Smith-Donald, R., Raver, C. C., Hayes, T., & Richardson, B. (2007). Preliminary construct and concurrent validity of the Preschool Self-regulation Assessment (PSRA) for field-based research. Early Childhood Research Quarterly, 22(2), 173–187. Tanribuyurdu, Findik, E., Yildiz, & Guler, T. (2014). Preschool Self-Regulation Assessment (PSRA): Adaptation Study for Turkey. Education and Science, 39(176), 317–328. Wang, L., Hamaker, E., & Bergeman, C. (2014). Investigating inter-individual differences in short-term intra-individual variability. Psychological Methods, 17(4), 2012. Zimmerman, B. (2002). Becoming a Self-Regulated Learner: An Overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70.
Pubertas Menurut Perspektif Remaja Putri dengan Disabilitas Intelektual Stella Vania Puspitasari; Langgersari Elsari Novianti; Hendriati Agustiani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i3.4165

Abstract

Remaja putri dengan disabilitas intelektual (DI) mengalami pubertas seperti remaja pada umumnya. Namun, mereka kesulitan merespon berbagai perubahan dalam pubertas karena keterbatasan intelektual dan hambatan dalam kemampuan adaptif, sehingga mereka sangat rentan mengalami kekerasan seksual. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengetahuan remaja putri dengan DI ringan dalam menghadapi masa pubertas. Data diperoleh melalui wawancara telepon pada tiga remaja putri dengan DI ringan berusia kronologis 10-16 tahun, serta ibu dan guru dari tiga partisipan. Data dianalisis dengan analisis tematik. Triangulasi dilakukan untuk memenuhi keabsahan data. Penelitian ini menemukan bahwa partisipan memiliki pengetahuan dasar terkait perubahan tubuh, menstruasi, serta bagaimana melakukan proteksi diri dalam relasi dengan laki-laki. Pengetahuan pada topik-topik itu belum cukup lengkap, sehingga ada sikap negatif yang ditunjukkan. Partisipan juga masih kesulitan dalam melakukan beberapa kegiatan bantu diri di masa pubertas. Pengetahuan yang dimiliki para partisipan cukup beragam. Mereka memiliki pengetahuan praktis dan prosedural, namun keterampilan mereka belum cukup berkembang. Penelitian berikutnya dapat dilakukan untuk menyusun intervensi bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dengan DI ringan dalam menghadapi perubahan di masa pubertas.
JOB PERFORMANCE DITINJAU DARI IKLIM ORGANISASI DAN CULTURAL VALUE SUKU BATAK Nenny Ika Putri Simarmata; Anissa Lestari Kadiyono; Hendriati Agustiani; Diana Harding
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2017): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.565 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v5i1.3839

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti tentang Job performance pada pegawai pemerintah di 2 Kabupaten di Sumatera Utara.   Penelitian ini  menganalisis pengaruh iklim organisasi terhadap job performance. Teknik pengumpulan data menggunakan angket model rating scale dengan skor yang terentang antara 1 sampai dengan 4. Responden adalah 115 orang  Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Humbahas dan Kabupaten Tobasa. Teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukkan iklim organisasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap job performance. Penelitian dengan pendekatan kualitatif juga dilakukan dengan menggunakan metode wawancara untuk menggali persepsi  pegawai pemerintah mengenai konsep 3H. Peneliti menemukan bahwa  nilai yang selama ini dianut oleh masyarakat suku Batak yaitu nilai “kekayaan, anak, kehormatan” (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon – 3H) telah dijadikan falsafah dan menjadi cita-cita setiap masyarakat suku Batak secara turun menurun. Peneliti melihat bahwa nilai 3H ini menjadi pendorong bagi semangat kerja masyarakat suku Batak sehingga akhirnya rela bekerja keras demi meraih 3H. Hal ini tentu saja berkontribusi terhadap meningkatnya job performance secara khusus dimensi contextual performance Pegawai Negeri Sipil Kata kunci: iklim organisasi, job performance, cultural value, suku BatakAbstractThis is a preliminary research about job performance on government office in the District of North Sumatera. This research was conducted at 2 regency in North Sumatra, that is Humbahas and Samosir. This study also analyzes the influence of organization climate on job performance. A climate organization and  job performance questionnaire were used as measuring instruments with a score between 1 and 4. The respondents were 115 people. Data were analyzed using regression. The results showed that organizational climate had a positive and significant effect on job performance. Researchers also found that the value of  Bataknese people which is "wealth, children, honor" (Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon - 3H) was used as the philosophy and the ideals of any society from one generation to the Bataknese. The researchers noticed that the this value  become a booster to work hard in order to achieve 3H. This might be have a contribution to the increase of  job performance specially in government employees’s contextual performance. Keywords: climate organization, job performance, cultural value, Bataknice
Dukungan Sosial dan Kebahagiaan Lansia Penghuni Panti Sosial di Medan Ummu Khuzaimah; Yenni Anggraini; Zahrotur Rusyda Hinduan; Hendriati Agustiani; Ahmad Gimmy Prathama Siswadi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art7

Abstract

Kebahagiaan lansia di panti sosial menjadi penting ketika berbagai permasalahan hidup lansia menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kebahagiaan lansia. Responden berjumlah 40 orang yang memiliki fungsi pendengaran yang baik dari kedua jenis kelamin yang berusia >/= 60 tahun, bebas dari diagnosis depresi, demensia atau gangguan neurologis atau psikopatologis. Sampel dipilih dengan teknik purposif. Kebahagiaan diukur dengan kuesioner yang mengacu pada indikator Happiness oleh Seligman (2002) yang terdiri dari emosi positif maupun aktivitas positif dan terbagi menjadi tiga yaitu yang ditujukan pada masa lalu (bersyukur dan memaafkan), masa depan (yakin, percaya, harapan, dan optimis) dan masa sekarang (gratifikasi dan kesenangan). Dukungan sosial diukur menggunakan skala adaptasi dari The MOS Social Support Survey oleh Sherbourne dan Stewart (1991) dengan empat dimensi skala dukungan fungsional: emosional/informasional (emotional/informational), bantuan nyata (tangible), penuh kasih sayang (affectionate), dan interaksi sosial positif (positive social interaction). Hasil menunjukkan bahwa ada korelasi positif signifikan antara dukungan sosial dan kebahagiaan. Implikasi penelitian ini ialah pentingnya dukungan sosial bagi lansia untuk meningkatkan kebahagiaan di panti sosial.Kata Kunci: dukungan sosial, kebahagiaan, lansia, panti sosialSocial Support and Happiness among Institutionalized Older People in MedanAbstract. The happiness of the residents of nursing homes becomes important with the presence of various accompanying life problems. This research aims to see the relationship between social support and elderly happiness. It involves 40 respondents with good hearing of both sexes aged >/= 60 years, free of diagnosis of depression, dementia or neurological or psychopathological disorders. The sample is selected by a purposive technique. Happiness measurement with a questionnaire that refers to the indicator of Happiness by Seligman (2002) which consists of positive emotions or positive activities. The indicator is divided into three parts; addressed to the past (grateful and forgiving), the future (faith, believe, hope, and optimistic) and now (gratuity and pleasure). As to the social support I adapt the scale from The MOS Social Support Survey by Sherbourne and Stewart (1991) with four dimensions of functional support: emotional/informational, tangible, affectionate, and positive social interactions. The result confirms that there is a significant positive relation between social support and happiness. The implication of this research is the importance of social support for the elderly to increase happiness in social institutions.Keywords: happiness, institutionalized older people, social support, the elderly
PENYESUAIAN DIRI KOMUNITAS REMAJA SUKU PUNJAB DI KOTA MEDAN Nur'aini Nur'aini; Juke Roosjati Siregar; Kusdwiratri Setiono; Hendriati Agustiani
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15059

Abstract

AbstrakSecara umum penelitian dilakukan untuk menggali data terkait fenomena penyesuaian diri di lingkungan pendidikan pada kelompok remaja yang berasal dari etnik minoritas di kota Medan, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kasus-kasus yang muncul di lingkungan pendidikan yang terkait dengan fenomena penyesuaian diri, khususnya pada komunitas remaja suku Punjab di kota Medan. Responden adalah komunitas remaja suku Punjab di kota Medan, yang berjumlah 60 orang. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan angket sederhana. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil survey yang telah dilakukan, maka diperoleh sebanyak 70% komunitas remaja minoritas suku Punjab mengalami masalah penyesuaian diri dengan teman sebayanya di lingkungan pendidikan. Adapun penyesuaian diri yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kemampuan komunitas remaja suku Punjab dalam mereaksi perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman sebayanya di lingkungan pendidikan, yang dapat diungkap melalui indikator; keadaan fisik, keagamaan, pergaulan dan partisipasi.Kata Kunci : Penyesuaian Diri, Remaja, Suku Punjab
PENGARUH ETHICAL CLIMATE TERHADAP COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOR DALAM INSTANSI PEMERINTAHAN DAERAH Hijriyati Cucuani; Marina Sulastiana; Diana Harding; Hendriati Agustiani
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rapun.v12i2.114449

Abstract

Counterproductive work behavior is still become a problem in government agencies in Indonesia, including in local government agencies. Counterproductive work behavior can be controlled and overcome by optimizing organizational factors, such as conditioning a work climate that supports ethics. This study aims to examine the effect of ethical climate toward counterproductive work behavior in local governments. The data was collected using the Ethical Climate Index and Counterproductive Work Behavior-Checklist. Multiple regression test on 534 employees in 15 Regional Apparatus Organizations of Pekanbaru City, show that ethical climate affects counterproductive work behavior. The results of Product Moment correlation analysis prove that there are relationships in the negative direction of each subscale of ethical climate (norms of empathic concern, norms of moral awareness, focus on others, collective moral motivation and collective moral character) with counterproductive work behavior, except the focus on self, which is positively correlated. Thus, counterproductive work behavior can be reduced by building an ethical work climate.Counterproductive work behavior masih menjadi  masalah dalam instansi pemerintah di Indonesia, termasuk instansi pemerintah daerah hingga saat ini. Counterproductive work behavior dapat dikendalikan dan diatasi dengan mengoptimalkan faktor organisasi, diantaranya mengkondisikan iklim kerja yang mendukung etik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ethical climate terhadap counterproductive work behavior di pemerintah daerah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan ekala Ethical Climate Index dan Counterproductive work behaviour-Checklist. Berdasarkan uji regresi ganda terhadap 534 orang pegawai di 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Pekanbaru diketahui bahwa ethical climate mempengaruhi counterproductive work behavior. Hasil analisis korelasi product moment menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dengan arah negatif setiap subscale dari ethical climate (norms of empathic concern, norms of moral awareness, focus on others, collective moral motivation dan collective moral character) dengan counterproductive work behavior, kecuali subscale focus on self yang berpengaruh dengan arah positif. Dengan demikian, counterproductive work behavior dapat dikurangi dengan menciptakan iklim kerja yang beretika
Program Pelatihan Untuk Meningkatkan Primary Empathy Pada Konselor Yuli Widiningsih; Hendriati Agustiani; Indun Lestari Setyono
JURNAL PSIKOLOGI Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v11i1.1394

Abstract