Articles
91 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINKâPAIR-SHARE DENGAN BANTUAN SOFTWARE WINGEOM TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR
Ida Karnasih,, Regina Sabariah Sinaga, Hasratuddin,
PELANGI PENDIDIKAN Vol 21, No 2 (2014): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbantuan software Wingeom terhadap kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan komunikasi matematis dan angket sikap kemandirian belajar. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar dianalisis dengan menggunakan gain ternormalisasi dan kemudian dilanjutkan dengan ANAVA dua jalur. Pengaruh model pembelajaran berbantuan software Wingeom terhadap kemampuan komunikasi matematis dan kemandirian belajar ditentukan dengan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan TPS berbantuan Wingeom lebih baik daripada yang diajar dengan model biasa, (2) peningkatan kemandirian belajar siswa yang diajar dengan TPS berbantuan Wingeom lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model biasa, (3) tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal terhadap model pembelajaran think-pair-share dan kemampuan komunikasi matematis siswa, (4) tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal terhadap model pembelajaran think-pair-share dan kemandirian belajar siswa.  Kata Kunci: komunikasi matematis, kemandirian belajar, think-pair-share
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PPKn MELALUI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH( ICM ) SISWA MIS IKHWANUL MUKMININ BINJAI
Deny Setiawan, Mufarizuddin
PELANGI PENDIDIKAN Vol 21, No 2 (2014): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase peningkatan (1) Hasil belajar siswa, dan (2) Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran PPKn pada Materi Sistem Pemerintahan Desa dan Kecamatan dengan menggunakan strategiindex card match di kelas IV MIS Ikhwanul Mukminin. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan melalui dua siklus, terdiri dari tahapan perencaaan (Planning), tindakan (Acting), pengamatan (Observation), dan refleksi (Reflecting). Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV MIS Ikhwanul Mukminin Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 30 orang.Instrumen pengumpulan data hasil belajar PPKn dengan menggunakan tes hasil belajar dan aktivitas belajar PPKn siswa dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan observasi.  Kata kunci :strategiindex card match, hasil belajar, aktivitas belajar.
KEEFEKTIFAN GURU SMA DAN SMK DI KOTA MEDAN
Usman,, Asiando R. Fanov, M. Siddiq P,
PELANGI PENDIDIKAN Vol 21, No 2 (2014): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan bagaimana keefektifan guru di SMA dan SMK di Kota Medan. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMA dan SMK di Kota Medan. Berdasarkan karakteristik populasi ditetapkan sampel sebanyak 215 guru  yang tersebar pada lima sub populasi yaitu SMAN 1 Medan, SMAN 10 Medan, SMKN 8 Medan, SMK Dwi Warna Medan dan SMA Santo Tomas Medan. Instrument penelitian menggunakan angket/kuesioner. Berdasarkan data penelitian, hasil perhitungan dan analisis dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) aspek keterampilan pembuatan perencanaan pembelajaran berkategori baik sekali yang ditunjukan dengan persentase rata-rata 91.50%, (2) aspek penanaman nilai karakter kepada siswa berkategori baik sekali yang ditunjukan dengan persentase rata-rata 91.75%, (3) aspek keterampilan evaluasi hasil belajar siswa berkategori amat baik yang ditunjukan dengan persentase rata-rata 82%, (4) aspek pembuatan dan publikasi karya tulis ilmiah berkategori cukup yang ditunjukan dengan persentase rata-rata 46.50%, (5) aspek pembuatan media pembelajaran berbasis ICT berkategori baik yang ditunjukan dengan persentase rata-rata 61%.  Kata Kunci: perencanaan pembelajaran, karakter, evaluasi, media pembelajaran.
MANAJEMEN NETWORKING KONSELING DI SMA
Milfayetty, Sri
PELANGI PENDIDIKAN Vol 21, No 2 (2014): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Tujuan kegiatan adalah untuk membantu sekolah mitra dalam menata ulang manajemen bimbingan konseling di sekolah. Target khusus yang dicapai yaitu tersedianya disain pendampingan dalam manajemen bimbingan konseling yang efektif dan efisien. Model manajemen bimbingan konseling yang digunakan adalah networking. Model ini dilaksanakan sesuai dengan pedoman operasional prosedur standar layanan BK di sekolah. Tersedianya model pembinaan keprofesian guru BK yang efektif dan berkelanjutan yang telah diverifikasi secara ilmiah. Model ini didisain dengan berbasis pada prinsip-prinsip supervisi pendampingan, menjamin keberlangsungan dan memandirikan. Pelaksanaan pendampingan dilakukan komprehensif dengan melibatkan guru BK, kepala sekolah dan guru mata pelajaran. Program pembinaan dirancang bersama dan implementasi dan evaluasinya juga dilakukan bersama-sama. Keberlangsungan program dijamin dengan monitoring dan evaluasi yang transparan dan terbuka serta dilakukan kepala sekolah dan guru BK sendiri berdasarkan rambu-rambu yang sudah disepakati bersama. Menerapkan prinsip memandirikan. Artinya guru BK akan tetap melakukan praktik baik yang dialaminya selama proses pendampingan dan dapat menularkannya pada guru-guru BK lainnya. Dengan demikian manajemen bimbingan konseling tetap terjaga dengan baik.
PENGARUH KEMAMPUAN AWAL DAN PEMBERIAN TUGAS TERHADAP HASIL BELAJAR MEKANIKA TEKNIK MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FT UNIMED
Sebayang, Nono
PELANGI PENDIDIKAN Vol 22, No 1 (2015): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pemberian tugas, kemampuan awal dan interaksi terhadap hasil belajar Mekanika Teknik. Penelitian dilakukan pada mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) FT Unimed. Sample diambil secara acak sebayak dua kelas dari 4 kelas. Metode penelitian yaitu quasi eksperiment dengan desain factorial 2x2. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, hasil belajar Mekanika Teknik mahasiswa yang dibelajarkan dengan metode pemberian tugas individu lebih tinggi dari pada yang dibelajarkan dengan pemberian tugas kelompok. Kedua,  hasil belajar Mekanika Teknik mahasiswa yang memiliki kemampuan awal tinggi lebih baik dari pada yang memiliki kemampuan awal rendah. Ketiga, terdapat interaksi antara metode pemberian tugas dan kemampuan awal terhadap hasil belajar Mekanika Teknik. Uji lanjut menggunakan uji Tuckey diperoleh hasilnya, bahwa hasil belajar Mekanika Teknik dengan kemampuan awal tinggi yang menggunakan metode pemberian tugas individu lebih tinggi hasil belajarnya dengan kemampuan awal tinggi yang menggunakan metode pemberian tugas kelompok. Mahasiswa yang memiliki kemampuan awal rendah yang menggunakan metode pemberian tugas individu lebih rendah hasil belajarnya dibandingkan dengan metode pemberian tugas kelompok dengan kemampuan awal rendah tidak mempengaruhi hasil belajar mata kuliah Mekanika Teknik pada Mahasiswa JPTB Fakultas Teknik Unimed.  Kata Kunci :  Kemampuan Awal, Pemberian Tugas, Hasil Belajar.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP NEGERI 2 SECANGGANG KABUPATEN LANGKAT
Halim, Abdul
PELANGI PENDIDIKAN Vol 22, No 1 (2015): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS, gaya belajar terhadap hasil belajar fisika. Penelitian ini dilaksanakan pada SMP Negeri 2 Secanggang. Populasi sebanyak 200 orang yang terbagi 5 kelas, sedangkan sampel diambil secara cluster random sampling sebanyak dua kelas masing-masing 40 orang. Metode penelitian yaitu quasi eksperimen dan desain faktorial 2x3. Uji hipotesis dengan Anava dan uji lanjut dengan uji Scheffe. Uji normalitas Lilifors serta uji homogenitas menggunakan uji F dan uji Barlett. Temuan penelitian ini menunjukkan ada pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil belajar fisika pada taraf signifikansi α=5%. Rerata hasil belajar fisika siswa dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi (24,8) dari pada TPS (23,3). Ada pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar fisika siswa pada taraf signifikansi α=5%. Siswa yang memiliki gaya belajar auditorial memperoleh rerata hasil belajar fisika lebih tinggi (25,4) dibandingkan siswa yang memiliki gaya belajar visual (22,6). Terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar fisika siswa pada taraf signifikansi α=5%. Hasil uji lanjut diketahui bahwa kelompok siswa dengan kecenderungan auditorial memperoleh hasil belajar fisika lebih tinggi jika diajar dengan strategi kooperatif tipe STAD. Sedangkan bagi kelompok siswa dengan kecenderungan visual lebih tinggi hasil belajar fisikanya jika diajar dengan strategi kooperatif tipe TPS. Rata-rata skor hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan strategi kooperatif STAD lebih tinggi daripada strategi kooperatif TPS yang sama-sama memiliki kecendrungan gaya belajar auditorial.  Kata kunci: Strategi pembelajaran, STAD, TPS, Gaya belajar. Hasil Belajar
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU BAHAN BANGUNAN SISWA SMK NEGERI 1 LINTONGNIHUTA
Lizon Muctar Nababan,, Zukifli Matondang,
PELANGI PENDIDIKAN Vol 22, No 1 (2015): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kontekstual dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional pada kelas X Program Keahlian Konstruksi Batu Beton SMK Negeri 1 Lintongnihuta TA 2014/2015. Penelitian dilaksanakan semester genap, pada dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing kelas berjumlah 30 orang siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperimental. Perhitungan hasil uji coba instrumen, dari 32 soal diperoleh 28 soal yang valid dan4 soal yang tidak valid. Indeks kesukaran soal diperoleh 30 soal dalam kategori sedang dan 2 soal dalam kategori mudah. Daya beda soal diperoleh 2 butir soal dalam kategori jelek, 9 butir soal dalam kategori cukup, terdapat 18 butir soal dalam kategori baik, dan 3 butir soal dalam kategori sangat baik. Uji reliabilitas diperoleh 0,926 dengan kategori sangat tinggi. Dari hasil perhitungan hasil belajar siswa, diperoleh rata-rata skor siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor hasil belajar pada kelas kontrol. Hasil penelitian menujukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Pembelajaran kontekstual, Pembelajaran konvensional, Hasil belajar
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INQUIRY DENGAN METODE EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR MENERAPKAN DASAR-DASAR GAMBAR TEKNIK
Bronson, Asri Lubis,
PELANGI PENDIDIKAN Vol 22, No 1 (2015): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran menerapkan dasar-dasar gambar teknik pada kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Lubuk Pakam TA. 2014/2015, terdiri 2 kelas masing-masing berjumlah 32 orang. Pengambilan sample dengan claster sampling, diperoleh kelas X TGB A sebagai kelas eksperimen dan kelas X TGB B sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode inquiry pada kelas eksperimen dan metode ekspositori pada kelas kontrol. Hasil penelitian ditemukan bahwa hasil belajar siswa menggunakan metode inquiry dengan nilai rata-rata 84 sedangkan hasil belajar menggunakan metode ekspositori lebih rendah dengan nilai rata-rata 68. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa hasil belajar yang menggunakan metode inquiry lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar menggunakan metode ekspositori pada mata pelajaran menerapkan dasar-dasar gambar teknik siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1Lubuk Pakam. Â Kata Kunci : Metode inquiry, Metode ekspositori, Hasil belajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN MERINGKAS WACANA DENGAN TEKNIK RUMUS 4P DI SD NEGERI 060814 MEDAN
Basri, Amin
PELANGI PENDIDIKAN Vol 22, No 1 (2015): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian Tindakan Kelas dilakukan untuk menemukan apakah penerapan pembelajaran meringkas wacana menggunakan teknik rumus 4P (Pantau, Pangkas, Padukan, Panggil) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitian yaitu 32 siswa kelas V dan 1 orang observer. Pengumpulan data dilakukan dengan: 1) tes meringkas wacana pembelajaran untuk hasil belajar, 2) wawancara pada guru dan siswa tentang teknik pembelajaran meringkas yang diterapkan, dan 3) observasi pada setiap tindakan untuk memperoleh data tentang aktifitas guru dan siswa. Pengolahan data dilakukan dengan analisi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan : 1) pembelajaran pada siklus pertama secara proses maupun hasil tindakan belum menunjukkan peningkatan hasil belajaran dengan rata-rata (73,34%), 2) pembelajaran pada siklus kedua berdasarkan proses dan hasil belajar meringkas wacana dengan nilai rata-rata (82,84%), dengan criteria ketuntasan minimal ditetapkan sebesar 80%. Hasil temuan disimpulkan bahwa penerapan teknik meringkas dengan rumus 4P dapat meningkatkan kemampuan meringkas wacana dan membuat siswa lebih aktif belajar sendiri. Implikasinya diharapkan guru dapat menerapkan teknik meringkas dengan rumus 4P, tapi penerapannya membutuhkan pengembangan dan inovasi. Para guru seharusnya mencoba menerapakan teknik meringkas dengan rumus 4P untuk materi pengajaran yang lebih mendalam. Â Kata kunci : Meringkas wacana, Â Teknik rumus 4P, Â Hasil belajar.
KORELASI ANTARA KEMAMPUAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DENGAN KEPUASAN KERJA GURU
Supriadi, Oding
PELANGI PENDIDIKAN Vol 22, No 1 (2015): JURNAL PELANGI PENDIDIKAN
Publisher : PELANGI PENDIDIKAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan persepsi tentang kemampuan manajerial kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru, Populasi penelitian adalah guru SMU Negeri di Kabupaten Lebak Banten. Sampel penelitian diambil dengan teknik multi strage stratified random dengan jumlah sebanyak 40 responder. Instrumen penelitian yang digunakan untuk menjaring data yaitu angket yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial Pengujian hipotesis dilakukan dengan rumus product moment dan dilanjutkan dengan uji t. Secara deskripsi kemampuan majerial kepala sekolah termasuk kategori cukup dan kepuasan kerja guru termasuk kategori cukup. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara persepsi tentang kemampuan manajerial kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi ry1 = 0,62 dengan signifikansi koefisien korelasi thitung = 4,84 > ttabel = 1,70 dan signifikansi koefisien regresi Fhitung = 23,40 > Ftabel = 4,10 dari persamaan garis linier sederhana Ŷ = 24,43 + 0,72 X1.  Kata kunci: Kemampuan manejerial, Hubungan antar guru, Kepuasan kerja