cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 1 (2010)" : 7 Documents clear
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN STRATEGI SELF-MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI KEBIASAAN BERMAIN VIDEO GAMES Cari Wijayanti, ; Muhari,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji penerapan konseling kelompok dengan strategi self management untuk mengurangi kebiasaan bermain video games siswa. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan jenis pre-test dan post-test one group design, sedangkan subjek penelitiannya adalah 6 siswa yang memiliki tingkat kebiasaan bermain video games tinggi di kelas VIII-E SMP Negeri 1 Ngadirojo-Pacitan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang siswa yang memiliki kebiasaan  bermain video games tinggi adalah dari angket yang dikembangkan sendiri. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Tanda. Hasil analisis Uji Tanda menunjukkan bahwa nomor urut yang bertanda negatif sejumlah 6 sedangkan yang bertanda positif sejumlah 0, sehingga terdapat perbedaan skor antara pre-test dan post-test. Berdasarkan tabel probabilitas binomial untuk ƒÏ=0,5, N=6, r=0 diketahui ptabel=0,016 dengan ƒ¿=0,05. Sehingga diperoleh ƒ¿ > peluang sampel yaitu (0,05>0,016) berarti H0 ditolak dan Ha diterima, maka disimpulkan bahwa ada penurunan kebiasaan bermain video games antara sebelum dan sesudah penerapan konseling kelompok dengan strategi self-management pada siswa kelas VIII-E di SMP Negeri 1 Ngadirojo-Pacitan. Rata-rata penurunan frekuensi bermain video games siswa setelah penerapam konseling kelompok dengan strategi self-management selama 3 minggu adalah 5~ bermain dengan rata-rata penurunan durasi bermainnya 1 jam per permainan.
PENERAPAN LATIHAN ASERTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA Esti Trisnaningtyas, ; Mochamad Nursalim,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas penerapan latihan asertif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII-D SMP N 1 Krian-Sidoarjo tahun ajaran 2009-2010. Penelitian ini termasuk jenis pre test post test one group design. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket. Subjek dalam penelitian ini adalah delapan orang siswa kelas VIII D yang memiliki keterampilan komunikasi interpersonal rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic non parametric dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thitung ¡Ü Ttabel. Thitung =0 ¡Ü Ttabel = 4 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini memiliki pengertian bahwa penerapan latihan asertif dapat meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa, jadi hipotesisi yang diajukan dalam penelitian ini berbunyi ¡±penerapan latihan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa dapat diterima¡±.
PENGGUNAAN STRATEGI REFRAMING UNTUK MEMBANTU SISWA MENGURANGI PERASAAN CEMAS KETIKA BERTANYA DI KELAS Dian Oktaviana, ; Titin Indah Pratiwi,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan strategi reframing untuk membantu siswa untuk mengurangi kecemasan saat bertanya di kelas. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan skor kecemasan saat bertanya di kelas antara sebelum dan sesudah diberi penggunaan strategi reframing. Penelitian ini menggunakan pendekatan pre- test and post-test one group design. Subyek penelitian adalah enam siswa kelas VIII.1  MTs Nurul Abror Kraksaan Probolinggo yang memiliki tingkat kecemasan bertanya dalam kategori tinggi. Metode pengumpulan data yang sdigunakan adalah angket yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan saat bertanya di kelas. Teknik analisis data yang digunakan adalah tes tanda. Hasil analisis tes menunjukkan perbedaan antara pre-test dan post-test. Hasil perhitungan diperoleh X = 0 dan N = 6. Di dapat £l = 0,016 harga ini lebih kecil dari „Ö = 0,05 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima sehingga ada perubahan yang signifikan terhadap pengurangan tingkat kecemasan bertanya  di depan kelas  antara sebelum dan sesudah penggunaan strategi reframing. Jadi  penggunaan strategi reframing menunjukkan perbedaan yang positif yaitu menurunnya tingkat kecemasan saat bertanya di kelas  pada siswa setelah diberikan perlakuan
STRATEGI PENGUBAHAN POLA PIKIR UNTUK MENGURANGI KECEMASAN SISWA DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT Yuni Nur Faridah, ; Retno Tri Hariastuti,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penggunaan strategi pengubahan pola berpikir dalam mengurangi kecemasan siswa dalam mengemukakan pendapat. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimen berupa one group pre-test dan post-test design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup dengan pilihan jawaban check list yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecemasan dalam mengemukakan pendapat. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa yang memiliki kategori tinggi pada kecemasan dalam mengemukakan pendapat. Teknik analisis yang digunakan adalah uji tanda. Hasil analisis uji tanda menunjukkan perbedaan antara pre-test dan post-test. Hasil perhitungan diperoleh X = 0 dan N = 6, didapat P = 0,016. Harga ini lebih kecil dari 0,05 dengan demikian penggunaan strategi pengubahan pola berpikir menunjukkan perbedaan yang positif yaitu menurunnya tingkat kecemasan dalam mengemukakan pendapat pada siswa setelah diberikan perlakuan.
PENGGUNAAN MEDIA BONEKA DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN KARIER DI SEKOLAH DASAR Elisabeth Christiana,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan karir di sekolah dasar (SD) diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman peserta didik akan ragam kegiatan dan pekerjaan di dunia sekitarnya, pengembangan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan dan orang lain, dan mengembangkan kebiasaan hidup yang positif. Pemanfaatan media pembelajaran berupa  boneka diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan siswa dengan layanan informasi yang diberikan. Keuntungan penggunaan boneka sebagai media BK adalah:tidak memerlukan waktu yang banyak, biaya dan persiapan yang terlalu rumti,.tidak banyak memakan tempat, tidak menuntut keterampilan yang rumit bagi yang akan memainkanny,dapat mengembangkan imajinasi anak, mempertinggi keaktifan dan menambah suasana gembira.Berawal dari ketetarikan inilah, pemahaman informasi karier dapat ditingkatkan,   sehingga tujuan bimbingan karier yaitu membantu siswa agar mampu merencanakan dan memutusan pilihan karier kelak dapat tercapai
Konseling Komprehensif Mengatasi Tindak Kekerasan Terhadap Anak Perempuan Najlatun Naqiyah,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling komprehensif adalah pertemuan tatap muka antara konselor dan klien untuk membantu mengatasi kekerasan seksual. Konseling komprehensif merupakan layanan bantuan bagi individu oleh konselor profesional untuk membantu individu memecahkan masalah kekerasan yang dihadapi oleh perempuan. Konseling komprehensif menggunakan  kerjasama antar pihak terkait antara konselor, orang tua korban, lembaga bantuan hukum, tokoh masyarakat, pengadilan, kepolisian  dan rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)  Puan Amal Hayati Syaqo Al-Jailani Rangkang – Kraksaan Probolinggo pada tahun 2009-2010. Peneliti melakukan konseling individu dalam membantu korban yang mengalami tindak kekerasan seksual. Tujuan konseling komprehensif adalah membantu korban menemukan insight (pengertian) akan masalahnya dan membantu klien membuat keputusan. Temuan dari riset ini bahwa konseling komprehensif dengan metode kerjasama konselor, orang tua, dokter di rumah sakit, polisi, advokat serta pengadilan dapat meningkatkan kekuatan diri korban mengatasi kekerasan seksual. Metode penelitian ini dengan menggunakan metode study kasus dengan teknik eksplanatoris. Hasil generalisasi dari penelitian ini (1).Modus pelaku kejahatan seksual menggunakan ancaman pembunuhan dalam menekan anak-anak dan perempuan korban kekerasan sehingga anak-anak dan perempuan cenderung tertutup (2). Kejahatan seksual yang menimpa mengancam anak-anak perempuan yang lemah (3). Bantuan konseling komprehensif dapat mengatasi trauma bagi anak-anak dan perempuan, (4) Kerjasama antara konselor dan klien serta orang tua dengan pemegang kebijakan dapat menguatkan klien untuk membuat keputasan yang tepat bagi kelangsungan hidup lebih baik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA AUTIS MELALUI PERMAINAN "GOBAK SODOR" DALAM BIMBINGAN KELOMPOK Fifi Khoirul Fitriyah,
Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to know whether there is a significant increase the social interaction ability score of autism students after the use of ¡§Gobak Sodor¡¨ game in group guidance. This research uses a one-group pretest-posttest design. The subject of this research is two autistic students in inclusive school of SMP Galuh Handayani Surabaya selected with a purposive sample technique. The reason the researchers chose subjects of this study is that two students had lower social interaction ability. In addition, they do not have a personality disorder characterized by the following characteristics: excessive dependence, and excessive fear, deep sadness, exploitative behavior, uncontrolled anger, and if their problems are handled they will not be satisfied. Data collection technique of this research uses observation and data analysis uses the sign test. Result of data analysis showed that £l > „Ö or 1 > 0.05 so that Ho is refused and Ha is reseived, it can be concluded that the research hypothesis is accepted or there is a significant increase in score of social interaction skills of autism students after the use ¡§Gobak Sodor¡¨ game in group guidance.

Page 1 of 1 | Total Record : 7