cover
Contact Name
Irfan Aditya Dharma
Contact Email
irfan.adharma@uii.ac.id
Phone
+6283867709733
Journal Mail Official
teknoin@uii.ac.id
Editorial Address
Faculty of Industrial Technology KH. Mas Mansyur Building Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknoin
ISSN : 08538697     EISSN : 26556529     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Teknoin memiliki komitmen untuk mempublikasikan topik-topik dalam bidang teknologi industri. Selain itu, dengan fitur jurnal open-access, diharapkan Teknoin dapat menjadi rujukan akademis tanpa batas baik untuk penelitian, pengajaran, maupun tujuan akademis lainnya.
Articles 294 Documents
Work System Improvement Based NASA-TLX and SSRT to Reduce Mental Workload and Work Fatigue Ardana, Caesar Rifqi; Iftadi, Irwan
Teknoin Vol. 30 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol30.iss1.art4

Abstract

Work fatigue is a critical issue in modern industries, especially where high production targets must be achieved within limited timeframes. At GM Screen Printing, growing production demands have increased mental workload, which negatively affects employee performance and health. This study, involving 11 respondents, aimed to reduce mental workload and work fatigue through improvements in the work system. Two assessment tools were employed: the NASA Task Load Index (NASA-TLX), which measures six dimensions of workload (mental demand, physical demand, temporal demand, performance, effort, and frustration), and the Subjective Self Rating Test (SSRT), which evaluates work fatigue through indicators such as reduced activity, decreased motivation, and physical fatigue. Statistical analysis revealed a significant positive correlation between mental workload and work fatigue (r = 0.604; p = 0.049; n = 11). The main contributors to mental workload were temporal demand, performance expectations, and work effort, while fatigue was primarily associated with reduced activity and physical fatigue. Based on these findings, targeted improvements are recommended, including adjusting staffing levels to alleviate time pressure, enhancing ergonomic conditions to reduce physical strain, optimizing the work environment to support sustained performance, and providing stress management training to mitigate frustration and maintain motivation.
Pendekatan Six Sigma Dengan Tahapan DMAI Terhadap Kualitas Pada Kemasan Gula Putri, Ananda Hapsari; Wahyudi, Rizqi; Nugraha, Andhyka Tyaz
Teknoin Vol. 30 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol30.iss1.art5

Abstract

The objective of this study is to compute the Defects Per Million Opportunities (DPMO) metric and the Sigma Level of the organisation. Additionally, the study attempts to identify the underlying variables contributing to defects and propose recommendations for enhancing the process. This study employs a Six Sigma methodology, incorporating the Define, Measure, Analyse, Improve and Control (DMAIC) stages. According to the findings derived from the analysis of the data, the mean value of the company's Defects Per Million Opportunities (DPMO) is 97, while the standard deviation (sigma) is calculated to be 5.26. Defects can arise due to a combination of human factors, processes, and machines. Enhancements are devised in accordance with the underlying cause of the failure mode exhibiting the highest Risk Priority Number (RPN) value. The findings derived from the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) indicate that the ripped packaging issue can be attributed to an inadequate approach employed in the preparation of refined sugar. This particular cause was assigned a Risk Priority Number (RPN) value of 384. The suggested enhancement at PT. AHP involves modifying either the dimensions of the pallet or the configuration of refined sugar on the pallet. The occurrence of loose sutures can be attributed to inconsistent sewing techniques, which has been assigned a Risk Priority Number (RPN) value of 336. The suggested course of action for PT. AHP involves implementing routine preventative maintenance measures and ensuring optimal working conditions for personnel in the packing area.
Perancangan dan Pengembangan Produk Baju Seragam Taman Kanak-Kanak (TK) Menggunakan Kano Model dan Quality Function Deployment (QFD) (Studi Kasus UKM XYZ) Damayanti, Isywana Yupie; Emaputra, Andrean; Asih, Endang Widuri
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art1

Abstract

Penelitian ini berfokus terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen pada baju seragam TK, untuk meningkatkan penjualan yang berarti pula meningkatkan omzet perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahap dengan jenis produk yang dipilih sebagai objek penelitian adalah baju seragam TK. Pertama, atribut kualitas baju seragam TK diidentifikasi. Kedua, tingkat penting atribut kualitas baju seragam TK tersebut dicari dengan kuesioner. Ketiga, atribut kualitas baju seragam TK tersebut dikelompokkan ke dalam klasifikasi atribut kualitas Model Kano, dan Keempat hasil pengelompokkan Model Kano tersebut yang digunakan sebagai kebutuhan konsumen dalam pembuatan rumah kualitas pada QFD. Penelitian ini memberikan beberapa hasil, Pertama, terdapat enam dimensi atribut produk yaitu (1) estetika, (2) fitur, (3) kinerja, (4) kehandalan, (5) kesan kualitas, (6) ketahanan. Kedua, survei Model Kano tersebut menunjukkan bahwa dari 20 atribut yang telah disebarkan, terdapat 10 atribut yang masuk dalam kategori attractive, 9 atribut kategori indifferent dan 1 kategori one dimensional. Ketiga, atribut kualitas yang masuk dalam attractive dan one dimensional inilah yang dikembangkan untuk mendapatkan baju seragam TK yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Usulan Perbaikan Kualitas Pada Proses Produksi Tahu dengan Metode Six Sigma dan Poka Yoke: Usulan Perbaikan Kualitas Pada Proses Produksi Tahu dengan Metode Six Sigma dan Poka Yoke Azizah, Tania Nur; Hunusalela, Zeny Fatimah; Sinambela, Sahat
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art2

Abstract

Masalah yang terjadi pada Pabrik Tahu XYZ adalah banyaknya produk tahu yang mengalami kecacatan saat proses produksi. Penelitian ini menggunakan konsep Six Sigma dengan usulan perbaikan menggunakan Poka Yoke sehingga dapat mengurangi terjadinya kecacatan. Berdasarkan pengolahan data, diperoleh nilai sigma yang telah dicapai sebesar 3.49 yang berarti perusahaan dalam kondisi yang cukup baik. Penyebab kecacatan dominan pada defect potongan tidak rata dengan persentase sebesar 21,5%. Adapun 4 faktor penyebabnya yaitu komposisi bahan baku kurang sesuai, alat ukur dilakukan secara manual, kadar air yang terlalu tinggi, dan alat potong konvensional. Nilai RPN tertinggi dari hasil fuzzy FMEA  208 yaitu pada alat potong konvensional yang menyebabkan potongan tahu tidak merata. Usulan perbaikan pada penelitian ini dengan metode Poka Yoke berupa usulan alat potong tahu yang memiliki plat potong pisau tahu dengan ukuran 7 x 7 cm serta ketebalan pisau 3 mm. Dapat disimpulkan bahwa usulan yang dapat diberikan berupa alat pemotong tahu otomatis dengan plat potong yang sudah disesuaikan dengan standar ukuran tahu pada Pabrik Tahu XYZ. Pabrik tahu diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kecacatan pada defect potongan tidak rata.
Implementasi Sistem Manajemen Pergudangan dengan Pendekatan Class Based Storage dan Metode ABC Classification pada Perusahaan Farmasi: Indonesia Albert Sutrisno, Jane Ivana; Octavia, Tanti
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art3

Abstract

PT. X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang farmasi. Sistem manajemen pergudangan yang ada pada PT. X saat ini belum berjalan dengan teratur dan efisien.Tata letak produk jadi yang ada pada gudang tidak memiliki standarisasi peletakan barang jadi. Hal ini mengakibatkan pekerja memerlukan waktu yang lebih lama dalam pemenuhan customer order. Oleh karena itu, penelitian kali ini bertujuan untuk membuat sebuah rancangan perbaikansistem pergudangan yang dapat mempersingkat waktu pemenuhan customer order. Hasil implementasi rancangan perbaikan sistem pergudangan berhasil meningkatkan efisiensi waktu pekerja dalam pemenuhan customer order sebesar 94,4% dengan penataan ulang berdasarkanpendekatan class based storage dan penggunaan metode analisis ABC serta penggunaan sistemwebsite.  
Pembuatan Alat Pembentuk Produk Piring Berbahan Pelepah Bambu Ajie Dhewanto, Santo; Maulana, Dian
Teknoin Vol. 28 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol28.iss2.art5

Abstract

Pelepah bambu merupakan salah satu bagian dari pohon bambu yang belum dimanfaatkan oleh manusia. Pada penelitian kali ini dilakukan proses pencetakan produk berupa pelepah batang bambu yang dicetak menjadi produk piring kue dengan metode press hidrolik menggunakan dongkrak botol yang diberi manometer. Cetakan yang digunakan berbahan dasar aluminium alloy dan frame berupa alloy steel. Pemanas yang digunakan pada penelitian ini berupa kompor yang dibuat menjadi otomatis untuk menahan suhu pada cetakan pada rentang suhu 150-170°C. Microcontroller yang digunakan berupa arduino uno. Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan beberapa variasi untuk mendapatkan hasil produk yang terbaik. Parameter yang digunakan adalah posisi pengepresan dan perekatan dua pelepah secara sejajar, pengepresan dan perekatan dua pelepah dengan posisi tegak lurus, pengepresan dengan posisi tegak lurus serta pendinginan diberi beban 1,5 kg, dan pengepresan dengan posisi sejajar serta pendinginan diberi beban 1,5 kg. Parameter yang diseragamkan adalah durasi lama waktu pengepresan yaitu 5 menit, durasi perebusan pelepah dengan air mendidih untuk memudahkan pembentukan pelepah bambu selama 5 menit, tekanan sebesar 800 kPa dengan lama suhu pengepresan antara 150-170°C. Pada proses pencetakan piring kue berbahan pelepah bambu dipilih metode menggunakan tekanan pada hidrolik sebesar 800 kPa, dengan rentang suhu 150-170°C. Ketika proses pendinginan dilakukan proses penimpaan produk sehingga produk tidak mengalami perubahan bentuk (melengkung).
Pengukuran Kinerja Supply Chain dengan Supply Chain Operation Reference (Scor) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) pada CV ABC Sukoharjo Budi Raharjo, Lukman; Puspita Sari, Maria; Suprapto
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art4

Abstract

CV ABC merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing food, yang berdiri sejak tahun 2021 di desa Trangsan, kecamatan Gatak, kabupaten Sukoharjo. Dalam perkembangan usaha fillet ikan ini, CV Adil Jaya Sentosa mengalami kendala dalam proses kedatangan bahan baku. Penelitian ini bertujuan melakuan apengkukuran kinerja SCM megacu pada prinsip-prinsip yang terdapat dalam metode SCOR dan AHP. SCOR digunakan untuk menganalisis permasalahan mulai dari hulu hingga hilir. AHP digunakan untuk melakukan penimbangan dengan menghasilkan nilai bobot atau prioritas. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dalam pengukuran kineja supply chain terdapat beberapa indikator yang memiliki nilai di bawah dari 90 (Excellent).Pengukuran ini berdampak dapat diketahuinya inidikator dalam supply cahain yang bermasalah. Setelah diketahu indikator apa saja yang bermasalah, kemudian diusulkan untuk melakukan perbaikan dengan melakukan perhitungan ulang pada indikator kinerja tersebut. Dengan demikian, diharapkan indikator kinerja tersebut akan menghasilkan nilai di atas 90 (Excellent).
Analisis Tingkat Pemenuhan Manajemen dan Sistem Proteksi Kebakaran di Gedung Laboratorium Teknik 2 Refly, Ahmad; Miswari, Nur; Wahyudi, Rizqi
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art5

Abstract

Bahaya kebakaran merupakan salah satu potensi bahaya yang umum terjadi pada bangunan gedung dan memerlukan perhatian khusus. Kebakaran gedung merupakan salah satu bencana yang menimbulkan kerugian besar, tidak hanya kerugian dalam hal material tetapi juga menimbulkan korban luka dan yang terparah adalah timbulnya korban jiwa. Terdapat beberapa gedung di kampus XYZ yang di dalam gedung-gedung tersebut terdapat barang-barang mudah terbakar, sumber panas matahari, dan juga oksigen yang merupakan tiga faktor yang bila saling bereaksi satu dengan lainnya dapat menyebabkan timbulnya api yang pada akhirnya berpotensi menjadi sebuah bencana kebakaran. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian yaitu tentang seberapa baik kondisi dari manajemen dan sistem proteksi kebakaran yang ada atau diterapkan di Gedung Laboratorium Teknik (GLT) 2. Penelitian ini menggunakan metode checklist yang didasarkan pada PERMEN PU No. 26 Tahun 2008 dan PERMEN PU No. 20 Tahun 2009. Penelitian ini menghasilkan nilai tingkat kesesuaian dari manajemen dan sistem proteksi kebakaran di GLT 2, dan rancangan usulan peta proteksi kebakaran di GLT 2. Kesimpulan dari penelitian adalah tingkat kesesuaian terhadap manajemen dan sistem proteksi kebakaran berada pada kategori kurang, dan belum ada peta potensi bencana kebakaran.
Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit dengan Pendekatan ILO OSHMS 2001 Dewi, Hafizah Rani Putri Andam; Wahyudi, Rizqi; Gusvita, Rinda
Teknoin Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol30.iss2.art1

Abstract

The application of Occupational Safety and Health (K3), especially in the field of service facilities, is needed to reduce the occurrence of work accidents in the human resources involved. One way to prevent work accidents is to implement hazard risk control, namely the Occupational Health and Safety Management System (SMK3). This study aims to find out the results of SMK3 implementation, find out how far the implementation level of SMK3 is by involving the ILO OSHMS 2001 guidelines, and provide recommendations for improvement according to the results obtained. This research involved 40 respondents who answered 30 statement items and were divided into 5 elements of ILO OSHMS 2001 namely Policy Assessment, Organizing, Planning and Implementation, Evaluation and Corrective Actions. The results showed that the average SMK3 achievement level for all elements was 86% and was included in the level category between good and very good. Based on these results, recommendations for improvement are given according to SMK3 actions with the help of a risk control hierarchy so that the discussion is more focused and recommendations for improvements can be implemented properly.
Perancangan dan Pembuatan Orthosis Flat Foot dengan Metode Reverse Engineering dan Rapid Prototyping Putera, Finny Pratama; Puspaputra, Paryana; Sabdahu, Damarjati
Teknoin Vol. 30 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol30.iss2.art2

Abstract

An orthosis is a special device designed to support or improve body structure. In the case of flat feet, an orthosis helps support the arch, provide pressure damping, and increase stability, thereby reducing pain and discomfort. Flat foot is a foot deformity characterized by a lack of arch in the arch. A flat-foot orthotic insole is needed as one of the treatment therapies. The insole design is created using Reverse Engineering and Rapid Prototyping methods and is made according to the specified design criteria. This flatfoot insole is custom-fitted to the patient's anatomical size and printed in Thermoplastic Polyurethane (TPU) on a 3D printer. The result is a shoe insole that is flexible in design and practical in manufacturing.