cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 3 (2005)" : 5 Documents clear
Garis Bilangan Kosong sebagai Model Mengajarkan Penjumlahan dan Pengurangan Sampai 100 di Sekolah Dasar Neni Mariana, ; Abdul Haris Rosyidi,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasan penjumlahan dan pengurangan sampai bilangan 100 merupakan salah satu dasar pembelajaran mental aritmatika di kelas-kelas rendah sekolah dasar. Beberapa tahun ini, para matematikawan di beberapa negara berkembang, seperti Belanda, telah meneliti penggunaan model mental aritmatika baru untuk mengajarkan penjumlahan dan pengurangan di sekolah dasar, yaitu dengan garis bilangan kosong. Artikel ini tidak menggambarkan pembelajaran penjumlahan dan pengurangan itu sendiri, tetapi lebih menekankan pada penggunaan garis bilangan kosong yang nampaknya menjadi sebuah model yang sangat kuat untuk pembelajaran penjumlahan dan pengurangan sampai 100 bagi siswa sekolah dasar, karena memiliki beberapa keunggulan. Di Indonesia sendiri, penelitian tentang penggunaan garis bilangan kosong masih belum terdengar. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini hasil-hasil penelitian yang dikemukakan merupakan hasil yang diambil dari negara lain. Dengan demikian, dapat dijadikan gambaran umum untuk disesuaikan dengan pembelajaran matematika bagi siswa-siswa sekolah dasar di Indonesia
Penggunaan Pertanyaan Penuntun dalam Pembelajaran Membaca di Sekolah Dasar Barokah Widuroyekti,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terampil membaca bukan hanya berarti dapat membaca baris-baris kalimat yang tertulis tetapi juga memahami apa yang tersirat dari materi yang tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa melalui peningkatan keterampilan membaca kritis dalam pembelajaran membaca dengan menggunakan pertanyaan penuntun. Rancangan peneltian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan. Penelitian dilaksanakan dengan mengikuti alur: merencanakan tindakan, melaksanakan tindakan dalam pembelajaran, melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan, dan merefleksi pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan keterampilan membaca kritis siswa meningkat. Peningkatan keterampilan dalam proses membaca meliputi: keterampilan mengajukan pertanyaan sebelum membaca, keterampilan membaca kritis dengan mengajukan pertanyaan tentang materi yang dibaca, menjawab pertanyaan penuntun, mengemukakan pendapat untuk merespon bacaan selama proses membaca. Peningkatan hasil membaca dapat dilihat dari hasil tes yang dicapai siswa pada semua kelompok, dari siklus I sampai siklus III.
Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan (PP No.19/2005) di Jawa Timur: Suatu Tantangan atau Peluang I Ketut Pegig Arthana,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangat sedikitnya  hasil pelatihan  guru yang dapat diterapkan di sekolah menyebabkan banyak orang menyangsikan  efektivitas  pelatihan guru tersebut.  Model A step-by step onsite teacher training  (SSOTT), dalam pembelajaran KTK, telah diujicobakan melalui eksperimentasi dalam rangka mengatasi kelemahan pelatihan selama ini. Pelatihan ini melibatkan 30 orang guru di kecamatan Gedangan, dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu dua kelompok kontrol dan satu kelompok eksperimen. Grup pertama disebut grup pertama pelatihan guru OPOTT, grup kedua disebut SSOTT, dan grup ketiga disebut NNT. Dari hasil penelitian ini dinyatakan bahwa dengan model SSOTT memiliki keunggulan kinerja guru  lebih baik, bila dibandingkan dengan kedua kelompok lainnya dalam kelompok kontrol. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan  model SSOTT dapat diterapkan di SD dalam Pembelajaran KTK setidak-tidaknya di Kecamatan Gedangan, baik terhadap performa guru maupun hasil pembelajaran siswanya yang menunjukkan hasil signifikan
Penerapan Strategi Mapping Struktur Bacaan untuk meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman bagi Siswa Kelas III Sekolah Dasar Sri Hariani,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar tidak hanya sekadar diarahkan agar siswa mampu menjawab pertanyaan bacaan yang bersifat lateral, lebih dari itu membaca pemahaman diarahkan pada pemahaman yang inferensial. Namun pada kenyataannya di kelas III sekolah dasar, umumnya siswa masih merasa kesulitan dalam memahami bacaan terutama terkait dengan hal ide pokok dan penjelas, mencari hubungan antara ide pokok dan penjelas, mencari hubungan antaride dan menceritakan kembali isi bacaan dengan menggunakan kalimatnya sendiri. Kegagalan tersebut diduga salah satu penyebabnya adalah kekurangtepatan guru dalam memilih strategi. Salah satu strategi yang diduga dapat mengatasi kesulitan tersebut adalah strategi mapping struktur isi bacaan. Strategi mapping stuktur bacaan  merupakan strategi membaca yang dirancang untuk membantu siswa dalam menemukan  pola hubungan antaride dan membantu siswa menceritakan kembali isi bacaan dengan menggunakan kalimatnya sendiri secara runtut
Penerapan Pendekatan Multimodel dalam Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Belajar IPA Siswa SD Endah Purwani, ; Martini,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teori pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah adalah teori belajar kognitif yang relevansinya dalam pembelajaran IPA dijabarkan melalui teori konstruktivis, di mana siswa secara aktif membangun pengetahuannya sendiri.  Salah satu strategi pengajaran yang berorientasi pada teori konstruktivis adalah pembelajaran dengan pendekatan multimodel, yang mengidentifikasi model pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dicapai. Pendekatan multimodel yang digunakan dalam penelitian ini gabungan dua model pembelajaran yaitu model presentasi dan model pengajaran berdasarkan masalah (PBI). Melalui pembelajaran dengan pendekatan multimodel ini diperoleh peningkatan proporsi jawaban benar siswa pada tes hasil belajar sebagai berikut: THB Produk 0,45; THB Proses 0,71; dan THB Psikomotor 0,44. Rata-rata proporsi ketuntasan TPK untuk ketiga aspek tersebut juga sudah mencapai ketuntasan, yang ditunjukkan dengan proporsi sebesar 0,73 untuk produk, 0,84 untuk proses, dan 0,97 untuk psikomotor.

Page 1 of 1 | Total Record : 5