cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 3 (2008)" : 6 Documents clear
Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa untuk Meningkatkan Kualitas Perkuliahan Kesastraan pada Program Studi PGSD Universitas Negeri Surabaya Hendratno,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2008)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan perkuliahan S1 PGSD untuk mata kuliah Keterampilan Bersastra baru dilaksanakan pada tahun 2007. Oleh karena itu pendukung kegiatan perkuliahan masih belum ada. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu dibuat bagian dari materi perkuliahan yang berupa LKM. Dengan adanya LKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas perkuliahan mahasiswa S1 PGSD, karena LKM yang disusun diarahkan pada penciptaan karya sastra oleh mahasiswa. Terdapat enam kegiatan pengerjaan LKM bagi mahasiswa. Keenam kegiatan itu adalah mengerjakan LKM  Membuat Puisi Anak dan Modern, Langkah-langkah Pembacaan Puisi Anak, Langkah-langkah Pembuatan Cerpen, Langkah-langkah Pembuatan Cerpen Anak, Langkah-langkah Pembuatan Naskah Drama Anak, Langkah-langkah Bermain Drama Anak. Kegiatan-kegiatan tersebut termasuk dalam kegiatan apresiasi produktif. Mahasiswa menghasilkan produk karya sastra yang diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di SD.
Penerapan Brain Gym dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Heru Subrata,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2008)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak awal tahun 2000, di Indonesia mulai akrab dengan istilah brain gym (senam otak). Disebut senam otak lantaran gerakannya sederhana namun dapat membantu perkembangan otak secara keseluruhan. Di samping itu, koordinasi mata, telinga, tangan, dan seluruh anggota tubuh juga dapat diasah dengan melakukan rangkaian gerak tubuh yang dikembangkan oleh Educational Kinesiology Foundation, Amerika Serikat. Bagi guru dan dunia pendidikan pada umumnya, senam otak merupakan sebuah metode baru yang akan ikut membawa perubahan menuju inovasi pembelajaran. Senam otak ini selain dapat digunakan sebagai pelengkap terapi untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, juga dapat dipakai/dikembangkan dalam upaya memperkaya model pembelajaran. Brain gym menyeimbangkan setiap bagian otak dan membuka sumbatan-sumbatan pada bagian otak, sehingga sangat cocok dipakai untuk memfungsikan kerja otak secara simultan. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Brain gym dapat dipakai sebagai Model Pembelajaran Kreatif  Imajinatif dalam menyusun cerita di kelas-kelas awal SD. Dengan menyusun serangkaian langkah tertentu, menyesuaikannya dengan karakteristik siswa dan tema pembelajaran, maka bentuk inovasi pembelajaran akan dapat diwujudkan
Sosialisasi Media Permainan Dakon pada Guru untuk Meningkatkan Kemampuan dalam Proses Pembelajaran Matematika Siswa Kelas IV SDN Tembok Dukuh I Surabaya Supriyono,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2008)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HW Fowler (dalam Suyitno,1985:736) mendefinisikan bahwa “mathematics is the abstract science of space and number”. Sedangkan Marshal Walker (1955:115) menyatakan bahwa “mathematics may be defined as the study of abstract and their interrelations.” Menurut The American Educator Ecyclopedia (1955) disebutkan bahwa “mathematics : an inclusive term for a number of branches of learning that deal with magnitudes, number, quantities, and their relationship”. Permainan dalam pembelajaran matematika di sekolah bukan untuk menerangkan melainkan suatu cara atau teknik untuk mempelajari atau membina keterampilan dari suatu materi tertentu. Secara umum cocok untuk membantu mempelajari fakta dan keterampilan. Beberapa pakar pendidikan mengatakan bahwa tujuan utama digunakan permainan dalam pembelajaran matematika adalah untuk memberikan motivasi kepada guru dan siswa sebagai upaya peningkatan kualitas dalam proses pembelajaran di kelas. Alat peraga permainan dakon dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep operasi hitung penjumlahan bilangan bulat, yaitu penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, dan penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Kelas Rendah Sekolah Dasar Suryanti,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2008)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran tematik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas rendah SD, khususnya kelas I. Penelitian ini telah dilakukan selama 2 (dua) tahun. Tahun pertama difokuskan pada pengembangan perangkat pembelajaran tematik. Tahun ke dua dititikberatkan pada ujicoba pembelajaran tematik di kelas dengan menggunakan bahan ajar yang telah dikembangkan. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah a) perangkat pembelajaran tematik ini akan membantu siswa mengembangkan semua pemikirannya karena disajikan secara terpadu tidak terpisah-pisah. b) Dengan dikemasnya kompetensi-kompetensi antarmata pelajaran dalam satu tema tertentu yang dituangkan dalam buku siswa, guru akan lebih mudah mengelola pembelajaran secara tematik, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemberian tugas, dan penilaian siswa. c) Tersedianya model buku tematik untuk siswa kelas I SD yang dapat digunakan sebagai bahan perkuliahan di PGSD, khususnya matakuliah pembelajaran terpadu. Hasil ujicoba skala luas pada tahun ke dua memperlihatkan bahwa: 1) Hasil ujicoba skala luas (3 SD) di kota Surabaya menunjukkan bahwa Ada pengaruh penerapan bahan ajar (perangkat pembelajaran) tematik terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan perangkat pembelajaran tematik lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang diajar tanpa menggunakan perangkat tematik. 2) Ada pengaruh jenis sekolah terhadap terhadap hasil belajar siswa, jika pembelajaran dilakukan dengan pendekatan tematik. Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada sekolah baik dan sedang, namun ada perbedaan untuk sekolah rendah.3) Ada pengaruh interaksi antara jenis sekolah dan penerapan bahan ajar tematik terhadap prestasi belajar siswa, yang menunjukkan hasil belajar siswa yang menerapkan bahan ajar tematik juga dipengaruhi oleh jenis sekolah. Walaupun demikian, secara keseluruhan hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar tematik lebih baik daripada tanpa menggunakan pembelajaran tematik. Mengingat hasil penelitian tersebut di atas, i maka direkomendasikan beberapa saran sebagai berikut. 1) Agar hasil belajar siswa bisa optimal maka sebaiknya pembelajaran tematik di kelas rendah, khususnya kelas I SD, menggunakan bahan yang dikemas dalam bentuk tematik, tidak berdiri sendiri setiap mata pelajaran. 2) Dalam menyusun bahan ajar tematik sebaiknya memperhatikan kondisi dan keberagaman siswa.
Pembelajaran Inovatif Mintohari,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2008)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran inovatif adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru (konvensional). Tentu perbedaan ini harus mengarah pada proses dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Pembelajaran inovatif lebih mengarah pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Proses pembelajaran dirancang, disusun dan dikondisikan untuk siswa agar belajar. Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemahaman konteks siswa menjadi bagian yang sangat penting, karena dari sinilah seluruh rancangan proses pembelajaran dimulai. Hubungan antara guru dan siswa menjadi hubungan yang saling belajar dan saling membangun.Ada beberapa alasan mengapa pembelajaran di sekolah harus melibatkan siswa secara aktif dan menyenangkan, diantaranya adalah (1) PP 19/2005: Standar Nasional Pendidikan, (2) Manusia pada hakekatnya terdiri atas lahir (fisik) dan batin. Pembelajaran akan berhasil bila anak terlibat secara utuh dalam kegiatan pembelajaran baik secara fisik maupun batin, (3) Otak manusia terdiri atas tiga yaitu otak reptile, otak mamalia dan otak neo cortek, bila seseorang dalam keadaan tertekan, tidak senang, takut, tegang, marah maka semua informasi yang diterima oleh otak akan diteruskan ke otak reptil, sedangkan bila seseorang dalam kondisi senang, tenang, dan rileks maka semua informasi yang diterima akan diteruskan ke otak neo cortex atau otak berpikir. Pembelajaran inovatif yang bisa diterapkan di Sekolah Dasar antara lain model kooperatif tipe STAD, kooperatif tipe TGT, kooperatif tipe jigsaw, Model Chirdren learning in Science, Model pembelajaran langsung, Strategi Giving Question and Getting answers, Critical Inciden (Pengalaman penting), Prediction Guide (Tebak Pelajaran), Reading Guide (Panduan membaca), Question Student Have (Pertanyaan dari Siswa), Silent Demonstration (Demonstrasi Bisu), Peta Pikiran dan Belajar Sekaligus Bertindak.
Operasi Pengurangan dan Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Menggunakan Benda Konkret Tjatjik Mudjiarti,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2008)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan berbagai variasi pembelajaran yang mampu mengubah paradigma dan cara pandang tentang mata pelajaran matematika. Salah satu perkembangan tersebut adalah penggunaan berbagai model dan metode pembelajaran, sehingga pembelajaran matematika tidak hanya mempermudah siswa memahami materi pembelajaran, melainkan membuat siswa menyenangi dan betah belajar matematika. Operasi pengurangan dan penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan benda konkret merupakan salah satu bentuk membelajaran matematika yang diharapkan mampu menjawab tantangan pembelajaran matematika yang mudah dan menyenangkan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 6