cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 4 (2011)" : 8 Documents clear
PENERAPAN METODE THINK, TALK, WRITE (TTW) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Abdul Muktadir,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa dan meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis paragraf eksposisi dengan penerapan metode Think, Talk, Write (TTW) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN 29 Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan dengan subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SDN 29 Kota Bengkulu dengan jumlah siswa 20 orang. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar observasi guru dan siswa serta lembar hasil menulis paragraf eksposisi siswa. Data tes dianalisis dengan menggunakan rata-rata nilai, persentase ketuntasan belajar siswa, sedangkan data observasi dianalisis dengan menggunakan rata-rata skor dan kriteria skor. Dari penelitian yang telah dilakukan dalam 2 siklus terjadi peningkatan pada aktivitas guru dan siswa. Untuk aktivitas guru pada siklus I diperoleh rata-rata skor 22,5 dengan kriteria cukup dan pada siklus II diperoleh rata-rata skor 25,5 dengan kriteria baik. Untuk aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rata skor 18,5 dengan kriteria cukup dan pada siklus II diperoleh rata-rata skor 23,5 dengan kriteria baik. Kemudian untuk hasil tes menulis paragraf eksposisi pada siklus I mendapat nilai rata-rata kelas 68,75 dengan ketuntasan belajar menulis paragraf eksposisi secara klasikal mencapai 60% dan untuk siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas 77,6 dengan ketuntasan belajar menulis paragraf eksposisi secara klasikal mencapai 85%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran menulis paragraf eksposisi dengan menerapkan metode Think, Talk, Write (TTW) dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan keterampilan siswa dalam menulis paragraf eksposisi. Abstrak Bahasa Inggris This research is a Classroom Action Research (PTK) which aims to improve the quality of student learning and improve student skills in writing paragraphs exposition with application of the method Think, Talk, Write (TTW) in Indonesian Language in Elementary School 29th class V Bengkulu City. The research was conducted in two cycles each cycle consisting of 2 meetings with the research subject is the teacher and class V students of SDN 29 the city of Bengkulu by the number of students 20 people. The instruments used consist of observation sheets and sheets of teachers and students write a paragraph of exposition students. Test data were analyzed by using the average value, the percentage of student learning exhaustiveness, while the observational data were analyzed by using the average scores and criterion scores. From the research that was done in two cycles there was an increase in the activity of teachers and students. For the activity of teachers in the cycle I obtained an average score of 22.5 with the criteria fairly and on the cycle II obtained an average score of 25.5 with a good criterion. For students on the activity cycle I obtained an average score of 18.5 with the criteria fairly and on the cycle II obtained an average score of 23.5 with a good criterion. Then to write a paragraph of exposition test results on the cycle I got a grade average of 68.75 with the thoroughness learning to write paragraphs in the classical exposition reached 60% and for the second cycle of the average values ​​obtained with the thoroughness 77.6 class to learn to write paragraphs in exposition classical reached 85%. From the results of this study can be concluded that the process of learning to write paragraphs by applying the method of exposition Think, Talk, Write (TTW) can improve the quality of the learning process and student skills in writing paragraphs exposition.  
PENINGKATAN DAYA KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TERPADU IPS Hariyati Murtiningsih,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGGUNAAN MEDIA TIGA DIMENSI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Yunis Indriyanti, ; Julianto,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan aktivitas guru dalam penggunaan media tiga dimensi dengan penerapan model pembelajaran STAD pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN Rejeni Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo, mendiskripsikan hasil belajar siswa kelas V, mendiskripsikan respon siswa kelas V terhadap penggunaan media tiga dimensi dengan penerapan model pembelajaran STAD. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 22 siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Rejeni Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo. Data diperoleh melalui metode observasi, tes dan angket. Analisis penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada siklus I sebesar 72% dan siklus II sebesar 84%, hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 71% dan siklus II 83%. Dan respon siswa sebesar 87%. Hasil tersebut telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu 80% dan telah mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media tiga dimensi dengan penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V di SDN Rejeni Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo.   Abstrak Bahasa Inggris The purpose in this research is to describe teachers activities in the three dimension media using with applying of studies model of STAD to increase result of learning student of science in fifth class at SDN Rejeni Krembung Sidoarjo, describing result of learning student in fifth class, and describe student responsibility in three dimension media application with STAD model. This research is actually using classroom action research. The researches have been hold in two cycles and each cycles consisted of twice meeting, and through four steps are planning, observation, action and reflection. The subject of this research is student of 5th grade which has 22 students. The research will be held at SDN Rejeni Krembung Sidoarjo. Data in this research was found by observation, examination and questions. The research uses descriptive qualitative analysis techniques. The result of researches explain about the teacher’s activity in fist cycle equals 72% and second cycle 84%, the result of learning student in first cycle known 71% and 83% for second, and student responsibility equal 87%. All of the result has been taken equals 80% in succeeded and research result also showed increased each steps. Based on the description above, it can be concluded that with use of three dimension media with applying of studies model of STAD can improve result of learning student of science in fifth class at SDN Rejeni Krembung Sidoarjo.
KAJIAN PROSES PERSIAPAN DAN SOSIALISASI PROGRAM SERTIFIKASI GURU DI RAYON 14 UNESA Rr. Nanik Setyowati, ; Harmanto, ; Anik Juwariyah,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan proses belajar mengajar, yang hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor tenaga pendidik. Sebagaimana yang dikemukakan Muhari (2004) bahwa guru merupakan instrumental input  dalam sistem  pendidikan nasional. Sebagai salah satu instrumen tentu saja dalam konteks pembangunan pendidikan, guru adalah jantungnya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik di sekolah adalah dengan melakukan sertifikasi bagi guru. Penelitian ini dilaksanakan di rayon 14 Unesa yang meliputi Surabaya, Gresik, Jombang, Tuban, Bojonegoro, Kota Mojokerto dan Kab Mojokerto serta Sidoarjo. Melalui penelitian ini akan diketahui langkah-langkah, hambatan, persiapan dan sosialisasi yang dilakukan guru maupun dinas terutama dalam pelaksanaan sertifikasi, dan hasil akhinya berupa bentuk proses persiapan dan sosialisasi terkait program sertifikasi guru melalui jalur portofolio.   Abstrak Bahasa Inggris Education is determined by the quality of teaching and learning process, which it is strongly influencce by factor of educators. As Muhari steted that teachers are one of the efforts made to improve the quality of educators in schools is to de a certification for the teachers. The study wasconucted in 14 Unesa rayon by doing this research will be known the steps, obstacles, preparation and teacher socialization and services performed promarily in the implementation of certification, and the result is the preparation form and socialization processes  related to teacher certification program through the portofolio.
PENGGUNAAN MEDIA "ROLLER COASTER CIRCUIT" DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Fatoni Heru Rohman,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Penelitian ini berangkat dari rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA sehingga berdampak negatif pada hasil belajar para peserta didik.Berdasar kenyataan tersebut, maka perlu solusi untuk mengatasinya.Solusi tersebut adalah dengan menggunakan media roller coaster circuit dengan penerapan model pembelajaran inkuiri.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji aktivitas guru, siswa, respon siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran IPA dengan menggunakan media roller coaster circuit dengan penerapan model pembelajaran inkuiri dari siklus pertama hingga siklus terakhir yang dilakukan di SDN 2 Slempit Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik. IPA merupakan pembelajaran ilmu alam atau sains yang disederhanakan untuk pembelajaran pada tingkat sekolah yang berperan mengfungsionalkan ilmu-ilmu sains yang bersifat teoritik dalam kehidupan nyata yang ditemui peserta didik.Media roller coaster circuit dan model pembelajaran inkuiri adalah bentuk pembelajaran yang berbasis inovatif dimana siswa dihadapkan dengan situasi yang kontekstual.Dengan adanya pembelajaran yang menarik, membuat siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi lebih optimal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan jenis penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV B SDN 2 Slempit yang berjumlah 21 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode observasi,tes dan angket.Hasil belajar sebagai acuan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan selama dua siklus penelitian, dengan persentase ketuntasan 71,43% pada siklus I, dan meningkat hingga 100% pada siklus II. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media roller coster circuit dengan penerapan model pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV B SDN 2 Slempit Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik.   Abstrak Bahasa Inggris This research begin from the low interest of student learning in natural science education cause negative effects to student learning result. Based on the fact, it is need a solutions to solve that problem. The solution is use roller coaster circuit media and application of inquiry learning model. This research purpose to recite of teacher and student activity and student response during used roller coaster circuit media and application of inquiry learning model goes on, with recite increase student learning result from the first cycle until the last cycle. Natural science education is simplied learn natural study (sains) in elementary school used to fungtionalized natural science teoritis  on the real life which learners ecountered. Roller coaster circuit media and application of inquiry learning model is innovative learning based which students are faced contextual situations. With interest learning, student became enthusiastic while learning goes on, so  student learning result can more optimal.This research use classroom action research design with type of research kualitative where subjek are 21 students in 4thB grade of Slempit 2 State Elementary School. Data collected using observe method, test and questionaire. Data result as student learning achievement have increased during the two research cycles, with completeness percentage 71,43% on 1st cycles, and incesased up to 100% on 2nd cycles. From this result conclude that use of roller coaster circuit media’s and application of inquiry learning model could increase student result learning in 4th B grade of Slempit 2 State Elementary School Sub-district Kedamean District Gresik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI MENURUNKAN RUMUS LUAS LINGKARAN Mulyani,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Penelitian ini menerapkan model pembelajaran yang berorientasi pada teori konstuktivisme yaitu pembelajaran berdasarkan masalah, model pembelajaran ini digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi berorientasi masalah yang otentik dan bermakna sehingga dapat memberikan kemudahan kepada siswa untuk melakukan penyelidikan dan inkuri. Peran guru dalam model pembelajaran berdasarkan masalah adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Lebih penting lagi adalah bahwa guru melakukan scaffolding (suatu kerangka dukungan yang memperkaya inquiri dan pertumbuhan intelektual) sehingga adanya pertukaran ide secara terbuka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK yang meliputi beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data kualitas pembelajaran guru, aktivitas siswa, hasil berpikir kreatif siswa, dan hasil belajar siswa. Cara mengumpulkan data dengan metode tes untuk hasil berpikir kreatif siswa dan hasil belajar siswa, sedangkan  metode non tes dengan bantuan dua pengamat untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran berdasarkan masalah dari data kualitas pembelajaran guru, dan aktivitas siswa. Data-data yang diperoleh selama penelitian akan dianalisis untuk menentukan hasil penelitian.   Abstrak Bahasa Inggris This study applied a model-oriented learning theory of learning based on problem konstuktivisme namely, the learning model is used to stimulate higher-order thinking of students in authentic problem-oriented situations and meaningful so as to provide convenience to students to conduct investigations and inkuri. The role of teachers in problem-based learning model is to present a problem, ask questions and facilitating inquiry and dialogue. More important is that teachers are doing scaffolding (a framework of support and enrich inquiri intellectual growth) so that an exchange of ideas openly. The method used in this study is that PTK includes several stages including planning, implementation, observation and reflection. Type of data collected in this study include data quality teacher learning, student activities, the results of creative thinking of students, and student learning outcomes. How to collect data with the test method for the creative thinking of students and student learning outcomes, whereas non-test methods with the help of two observers to determine the implementation process of learning based on the issues of data quality teacher learning, and student activities. The data obtained during the study will be analyzed to determine the outcome of research.
PENGGUNAAN MEDIA KONKRET DENGAN MENARAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Adijaya Singgih,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Pembelajaran IPA di kelas lima Sekolah Dasar Wengkal Nganjuk tidak menggunakan media dan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi. Sehingga hasil belajar  untuk mata pelajaran IPA sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penggunaan media konkret dari tanah berpasir, tanah liat, humus, dan kapur yang dikemas dalam topless bertingkat dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas lima Sekolah Dasar Wengkal tentang jenis-jenis tanah topik. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan langkah keempat itu terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Peneliti menggunakan dua instrumen penelitian, mereka adalah observasi lembar kegiatan guru dan aktivitas belajar belajar siswa, dan tes hasil belajar. Penelitian ini akan dihentikan jika hasil penelitian telah mencapai indikator-indikator keberhasilan sebagai berikut: 1. Kegiatan pembelajaran guru dan siswa mencapai 80%; 2. Hasil belajar siswa pada kognitif, afektif, dan psikomotor mencapai persentase keberhasilan 75%. Hasil penelitian dari pertama ke siklus kedua menunjukkan bahwa aktivitas guru pada peningkatan belajar sebesar 10,62%, kegiatan mahasiswa pada pembelajaran meningkat 10,94%, siswa daerah hasil belajar kognitif meningkat menjadi 24,14%, daerah afektif siswa belajar meningkatkan hasil-hasil menjadi 11,7%, siswa hasil belajar psikomotor daerah meningkat menjadi 10,02%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media konkret dari tanah berpasir, tanah liat, humus, dan kapur yang dikemas dalam topples bertingkat dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa ilmu pengetahuan di kelas lima Sekolah Dasar Wengkal Nganjuk pada jenis topik tanah.   Abstrak Bahasa Inggris Science learning in fifth grade of Wengkal Elementary School Nganjuk wasn’t used media and learning models that accordance with characteristics of the material. Consequenly, the learning outcomes of science subject was low. The purpose of this research are to describe use of concrete media of sandy soil, clay, humus, and lime were packed in multilevel topless by applying contextual learning model to improve student learning outcomes in the fifth grade of Wengkal Elementary School on types of soil topic. This research used classroom action research with fourth step it is composed of planning, action, observation, and reflection. Researcher use two research instrument, they are observation sheet of teacher learning activity and student learning activity, and test of learning outcomes. The research will be stopped if the results of the study had reached success indicators as follows: 1. Activities of learning teachers and students reached 80%; 2. Student learning outcomes at cognitive, affective, and psychomotor achieve success percentage of 75%. The research result from first to second cycle showed that teacher activity on the learning increase as big as 10.62%, student activity on learning increase 10.94%, student cognitive area learning outcomes increase to 24.14%, student affective area learning outcomes increase to 11.7%, student psychomotor area learning outcomes increase to 10.02%. Based on these results, it can be concluded that the use of concrete media of sandy soil, clay, humus, and lime were packed in multilevel topples by applying contextual learning model can to improve student science learning outcomes in the fifth grade of Wengkal Elementary School Nganjuk on the types of soil topic.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VCT MODIFIKASI SEBAGAI UPAYA MEMBINA KESADARAN NILAI PADA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN Jandut Gregorius,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8