cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 5 (2012)" : 7 Documents clear
Zona of Proximal Development dan Scffolding : Analisis Pengetahuan Peserta Didik dalam Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika di Sekolah Dasar Ifada Novikasari,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Artikel ini menggambarkan penggunaan teori dari Zone of Proximal Development (ZPD) dan Scaffolding pada pembelajaran matematika. ZPD dan scaffolding merupakan teori dari Vygotsky yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun dari proses sosial. Teori Vygotsky menjelaskan tentang batas luar dari apa yang diketahui peserta didik. Tepi dari batas tersebut adalah peserta didik dapat berpindah ke pengetahuan baru atau perpindahan dari pemecahan masalah yang mereka pahami yaitu dari masalah yang sedikit menjadi lebih kompleks. Vygotsky mengusulkan dukungan dari pihak lain dapat mendukung proses perpindahan tadi dan interaksi sosial merupakan bagian penting dalam pembelajaran. Bentuk dukungan itulah yang disebut scaffolding.  Penerapan teori Vygotsky  untuk mengetahui proses konstruksi pengetahuan peserta didik dalam pembelajaran pemecahan masalah di sekolah dasar dapat digunakan dalam masalah matematika.   Kata Kunci: Zone of Proximal Development, scaffolding, pemecahan masalah     Abstrak Bahasa Inggris This article describes the using of theories Zone of Proximal Development (ZPD) and scaffolding on mathematical learning. ZPD and scaffolding are vygotsky’s theory, which viewed the construction of knowledge as a social process. Vygotsky’s theory suggests thinking about the periphery of what a child knows.  On the edges is where students can move beyond what they already know to new ideas or move from solving problems they understand to solving slightly more complex ones. Vygotsky proposed that help from others supports the process of making that move and that social interaction is important for learning.  That supports is well known as scaffolding. The implementation of Vygotsky’s theory  for knowing the construction of students’ knowledge in problem solving approach on level of elementary school can be used in mathematics problem.   Keywords: Zone of Proximal Development, scaffolding, problem solving
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK TOPIK PERKALIAN DI SEKOLAH DASAR Wiwik Widiarti,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenggambarkan proses mengembangkan dan memproduksi instrumen yang baik matematikainstruksional dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistikuntuk perbanyakan topik di kelas IISD. Penelitian ini dianggap pengembangan penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN 1 Jelun Licin Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) Teoripembangunan menggunakan teori pengembangan yang diusulkan oleh Plomp (1997) dengan kriteria kualitas produk denganNieveen (1999) validitas, kepraktisan, dan efektifitas. Instruksional alat validasi dari validator adalah sah dan dapat diuji. Hasil pengujian didirikan praktis berdasarkan pelaksanaan rencana pelajaran dikategorikan baik danefektivitas instruksional telah terpenuhi diketahui dari aktivitas siswa umum aktif,Belajar Hasil Tes 80% telah mencapai ketuntasanminimum, dan respon siswa sangat positif. 2) Diperolehalat matematika instruksional dengan pendekatan PendidikanMatematika Realistik untuk topik SekolahDasar perkalian kelasII adalah baik, alat-alatmatematika instruksional adalah valid, praktis, dan efektif. Media pembelajaran adalahRencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, dan Hasil UjiLearning.  Kata kunci: Pengembangan Matematika Alat Instruksional, MatematikaRealistik Pendekatan Pendidikan.   Abstrak Bahasa Inggris The purpose of this research is to describe the process of developing and producing the good instrument of mathematics instructional with Realistic Mathematics Education approach to the topic multiplication in second grade  Elementary School. This study considered the development of research with quantitative descriptive method. Research subjects were students of second grade of SDN 1 Jelun-Licin-Banyuwangi. Based on the results of the research concluded that: 1) The development theory using the development theory proposed by Plomp (1997) with the criteria of the quality of a product by Nieveen (1999) the validity, practicality, and effectiveness. Tools validation instructional from validator is valid and could be tested. The test result founded practical based on the implementation of lesson plans are categorized good and the instructional effectiveness has been fulfilled is  known from the general student activity is active, Learning Test Results 80% had achieved a minimum exhaustiveness, and student responses are very positive. 2) Obtained the mathematics instructional tools with Realistic Mathematics Education approach to topic of multiplication Elementary School second grade is good, the mathematics instructional tools are valid, practical, and effective. Instructional tools are Implementation Lesson Plan, Worksheet Student, and Test Learning Outcomes.   Keywords: Developing Mathematics Instructional Tools, Realistic Mathematics Education Approach.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK PROYEK MEMBUAT MODEL PERISKOP DAN KOMPOR TENAGA MATAHARI SEDERHANA DENGAN MEMANFAATKAN SIFAT-SIFAT CAHAYA PADA SISWA KELAS V SD Endang Sri Wahyuni,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan peralatan pembelajaran inovatif untuk melatih keterampilan memecahkan masalah untuk siswa sekolah dasar. Sidang kelompok kecil dilakukan pada 8 siswa, dan uji coba lapangan dilakukan pada 38 siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negara dari Wates Kediri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian perkembangan. Desain penelitian perkembangan peralatan yang digunakan Empat-D (Thiagarajan, Semmel, dan Semmel, 1974). Desain evaluasi peralatan instruksional yang digunakan satu kelompok pretest-posttest design dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan temuan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peralatan pembelajaran inovatif yang dikembangkan secara efektif untuk melatih keterampilan memecahkan masalah untuk siswa sekolah dasar. Kesimpulan menunjukkan hasil penilaian peralatan pembelajaran (RPP [Rencana Pelaksanaan Pembelajaran], Mahasiswa Bahan Pengajaran, dan LKS [Lembar Kegiatan Mahasiswa]) adalah dalam kategori yang tepat, dan hasil validasi Lembar Penilaian berada di kategori yang valid. Hasil penilaian dari pembacaan Bahan Pengajaran dan Mahasiswa LKS menunjukkan bahwa konten mereka, penampilan, dan gambar yang menarik bagi siswa. Kelayakan instruksional dengan model pembelajaran inovatif dalam kategori baik. Kelengkapan produk hasil pembelajaran, keterampilan memecahkan masalah dan psikomotor klasik telah dicapai, kecuali kelengkapan keterampilan memecahkan masalah dalam uji coba lapangan. Penilaian afektif menggambarkan beberapa anak menunjukkan kemajuan dalam perilaku dengan karakter dan keterampilan sosial. Proyek membuat model periskop dan kompor surya sederhana menghasilkan produk yang bermanfaat. Secara positif tanggapan siswa untuk instruksi inovatif. Kendala lapangan ditemui selama instruksi inovatif adalah sejumlah kecil siswa mengalami kesulitan dalam menggunakan keterampilan pemecahan masalah.   Kata Kunci: peralatan instruksional, pengajaran inovatif, dan proyek membuat model                          periskop dan sederhana Model kompor surya, sifat cahaya.   Abstrak Bahasa Inggris This research had the purpose to develop the innovative instructional equipment to train the skill of solving problem to the elementary school students. The small group trial was conducted on 8 students, and the field trial was conducted on 38 of the 5th grade students of State Elementary School of Wates Kediri. This research was of developmental research type. The design of equipment developmental research used Four-D (Thiagarajan, Semmel, and Semmel, 1974). The design of instructional equipment evaluation used one group pretest-posttest design with descriptive quantitative and descriptive qualitative analysis technique. Based on the finding of research result, it could be concluded that the innovative instructional equipment developed was effectively to train the skill of solving problem to the elementary school students. The conclusion indicated the assessment result of instructional equipment (RPP [Instructional Implementation Plan], Student Teaching Material, and LKS [Student Activity Sheet]) was in the proper category, and the validation result of Assessment Sheet was in the valid category. The assessment results of the readability of Student Teaching Material and Student Activity Sheet indicated that their content, appearance, and picture were attractive for students. The instructional feasibility with innovative instructional model was in good category. The completeness of product learning outcomes, skill of solving problem and psychomotor classically has been achieved, except the completeness of skill of solving problem in the field trial. The affective assessment depicting several children indicated progress in the behavior with character and the social skill. The project of making periscope model and simple solar stove resulted in the useful product. The positively responses of students to the innovative instruction. The field obstacle encountered during the innovative instruction was the small amounts of students had difficulty in using skill of solving problem.   Keywords: instructional equipment, innovative instruction, and project of making periscope model and simple solar stove model, ligth properties.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PERMAINAN “BATU GUSALE” PADA PEMBELAJARAN IPS DI SD Beja Sutrisna,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Salah satu masalah yang terjadi di SDN 1 Purwoharjo dimana penelitian ini dilaksanakan berkaitan dengan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru di SDN 1 Purwoharjo, diketahui bahwa aktivitas guru dalam penelitian menggunakan metode ceramah dan siswa lebih banyak lagi melakukan tugas individual daripada bekerja sama dalam kelompok belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian berorientasi oleh guru. Data empiris berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa tes nilai rata-rata siswa di kelas IV A semester pertama pada 2010/2011 untuk subjek Studi Sosial adalah 6,7. Dari 40 siswa, melampaui atau lengkap KKM sebesar 7,0 adalah 27 siswa (67,2%), sementara 13 siswa (32,5%) masih belum lengkap.Untuk mengatasi masalah metodologi, khususnya pada Ilmu Sosial, peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif Baca, Tulis, mengalungkan, Test, Salah, dan Discharge (Batu Gusale), bahwa ide peneliti yang mewakili dengan mengacu pada sintaks pembelajaran kooperatif. Permainan ini dikembangkan dari fase keempat dari model sintaks pembelajaran kooperatif, yang membimbing kerja kelompok dan belajar. Dengan demikian proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa (siswa oriented).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan pembelajaran kooperatif dengan "Batu Gusale". Sedangkan tujuan khusus adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa setelah pembelajaran kooperatif dengan "Batu Gusale" dan metode ceramah pada subjek IPS kelas IV Sekolah Dasar. Kata Kunci: Efektivitas, Pembelajaran Kooperatif, "Batu Gusale"   Abstrak Bahasa Inggris One of problem that happened in Purwoharjo I Elementary School where this research executed is related with the study process. Pursuant to result interview with teachers in Purwoharjo I Elementary School, known that teachers activity in study use the discourse method and more amount student do the duty individually than cooperating in group learn. Method used in study oriented by teacher. Empirical data pursuant to observation result indicate that the average value test of student in grade IV A first semester on 2010 / 2011 for the subject of Social Studies is 6,7. From 40 student, abysmal or complete of KKM equal to 7,0 is 27 student ( 67,2%), while 13 student ( 32,5%) still not yet complete. To overcome the methodological problem, specially at Social Studies, researcher applying of cooperative learning Read, Write, Draping, Test, Wrong, and Discharge (Gusale stone), that representing researcher idea by relate at sintax of cooperative learning. This game developed of fourth phase of sintax model the cooperative learning, that is guiding the group work and learn. Thereby  the study process more focus on student (student oriented). Target of this research is to know the effectiveness of applying of cooperative learning with the "Gusale Stone". While target specially is to know the difference of result of learning student following cooperative learning with "Gusale Stone" and the discourse method at subject of IPS grade IV of Elementary School.   Keywords: Effectiveness, Cooperative Learning, "Gusale Stone"
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PMR MATERI OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Adha Basuwono,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik untuk materi operasi hitung pecahan di kelas empat sekolah dasar. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini meliputi rencana pembelajaran, lembar kerja siswa, dan hasil tes belajar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model four-D, yang terdiri dari fase define, design, develop, dan dessimenate. Uji coba  yang dilakukan pada siswa kelas IV SDN 2 Benelan Kidul sebanyak 16 orang. Penelitian dilakukan di SDN 1 Alasmalang Kelas IVA sebanyak 33 orang sebagai kelas kontrol dan kelas IVB sebanyak 30 orang sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, lembar observasi, dan angket respon siswa. Desain penelitian yang digunakan one group pretest-postest design. Hasil analisis data, data pada kedua kelompok berdistribusi normal dan homogens varians. Uji T diperoleh hasil t hitung kelompok dari 2,8159 dan 1,6710 untuk t tabel, berarti t hitung lebih dari t tabel (t hitung 2,8159> ttabel 1,6710), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih signifikan peningkatannya daripada kelas kontrol.   Kata kunci: Pengembangan perangkat pembelajaran, Matematika, Pendekatan RMR,                        Operasi Hitung Pecahan.   Abstrak Bahasa Inggris This research aims to describe the development of learning tools with Realistic Mathematics Education approach to calculate the fraction of material operations in the fourth grade of elementary school. Development of learning tools in the research include lesson plans, student worksheets, and test results to learn. Development model used in this study were four-D models, which consists of phases define, design, develop, and dessimenate. Trials performed in the fourth grade students of SDN 2 Benelan the South as many as 16 people. The experiments was conducted at SDN 1 Alasmalang Class IVA as many as 33 people as a control class and Class IVB as many as 30 people as a class experiment. Validation of research instruments include validation sheets, observation sheets, and student response questionnaires. The research design used a one group pretest-postest design. The results of data analysis, data are normally distributed in both groups and homogens variance. T test results obtained t count the group of 2.8159 and 1.6710 for the t table, meaning t count more than t table (t count 2.8159> 1.6710 TTable), so that Ho refused and Ha is received. It can be concluded that the learning outcomes of students in the experimental class significantly more improvement than the control class.   Keywords: Software Development Learning, Mathematics,  RME approach, Operating Matter Fractions Count
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN STRATEGI METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR Suyono, ; Budi Usodo, ; Tri Yanto, ; Sri Purwaningtyas,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMANFAATAN UNSUR SENI RUPA PADA MATERI GAMBAR ILUSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Dewi Widiana Rahayu, ; Suprayitno,
Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 5 (2012)
Publisher : Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa Indonesia Pembelajaran seni rupa adalah komponen dalam kurikulum sekolah karena kegiatan seni memiliki orientasi ke proses dan titik untuk pemikiran kreatif. Pembelajaran seni dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan kreatif individu, sehingga seni merupakan sarana untuk tumbuh dan berkembangnya kreativitas siswa. Kreativitas adalah perilaku inovatif dan produktif yang dapat diamati melalui tindakan dan kemampuan seseorang. Salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas adalah dengan memberikan inovasi baru dalam membuat kreasi dari guru kepada siswa dengan memanfaatkan unsur seni rupa. Unsur seni rupa merupakan bagian yang menetapkan terwujudnya penciptaan sesuatu. Unsur seni meliputi garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, pencahayaan dan banyak orang lain yang tidak memunculkan dalam karya seni yang dapat mempengaruhi nilai estetika. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan elemen seni rupa sebagai alat pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam mata pelajaran SBK khususnya dalam bahan ilustrasi gambar. Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran, pengembangan siswa kreativitas, respon terhadap proses pembelajaran dan kendala meningkat dalam waktu SBK belajar di kelas empat SDN Cangkringturi Prambon Kecamatan Sidoarjo Kabupaten. Penelitian ini, dilakukan di SDN Cangkringturi Prambon Kecamatan Sidoarjo Kabupaten, memiliki tujuan untuk mengetahui tentang perkembangan kreativitas siswa dalam menggambar ilustrasi. Data yang diambil aktivitas siswa dan guru dengan melakukan pengamatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan elemen seni dapat meningkatkan kreativitas siswa dengan rata-rata kelas sekitar 65,5 pada siklus I, 68,7 pada siklus II, dan 80, 6  pada siklus III. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas siswa mengalami peningkatan dalam setiap siklus pembelajaran. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kreativitas dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan elemen seni rupa sehingga siswa dapat aktif dalam proses pembelajaran dan kreativitas siswa adalah lebih meningkat. Kata kunci: Dasar Seni rupa, Kreativitas     Abstrak Bahasa Inggris Fine art learning is a component in school curriculum because an art activity has an orientation to a process and point to the creative thinking. Art learning can be used as a tool to develop an individual creative power, so art is a means to grow up the student creativity. Creativity is an innovative and productive behavior that can be observed through action and proficiency of a person. One of the ways to grow up the creativity is by giving a new innovation in making a creation from the teacher to the students. The innovation is by utilizing fine art element. Fine art element is a part that establishes the materialized of a creation.  The element includes line, plane, shape, space, color, texture, lighting and many others which not always appear in a work art but those are influence its aesthetics value. In this research, the researcher utilize the fine art element as a alternative learning tool which is applicable for increasing the student creativity in SBK subject especially in illustration picture material. The problem which is raised in this research is how the student and teacher activity in learning process, student creativity development, response to the learning process and the rising obstacle in SBK learning time in fourth grade of SDN Cangkringturi Prambon subdistrict Sidoarjo regency. This research, which is done in SDN Cangkringturi Prambon Subdistrict Sidoarjo Regency, has a purpose to know about the development of student creativity in drawing the illustration. The data of student and teacher activity are acquired by doing an observation. The result of this research show that the utilization fine art element is able to increase the student creativity with class average about 65,5 or 45,5% in cycle I, 68,7 0r 87,09% in cycle II, and 80,6 or 93,5% in cycle III. The results of this research show that student creativity is increase in every learning cycle. Based on this research, it can be concluded that creativity is able to be increased by utilizing fine art element so the student can be active in learning process and student creativity is more increase.   Keywords: Fine art element, Creativity

Page 1 of 1 | Total Record : 7