cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pelangi Ilmu
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2007)" : 8 Documents clear
Refleksi Metafisis Atas Pancasila Made Pramono,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Pancasila is Indonesian’s Philosophy. As philosophical concept, Pancasila has three dimensions: ontology, epistemology, and axiology. This article will not discuss all of this, but to reflect in a metaphysical base which focus in ontologycal status of Pancasila. This metaphysical reflection will use Phenomenology-Existensialism and Critical Theory in regard to objectivy the subjectivity of reflection.
The Idea of Harmonious Order dalam Kehidupan Sosial Manusia Menurut Paradigma Aristotelian, Galilean, Teologi Islam, dan Al-Quran M. Turhan Yani,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di balik keajaiban kehidupan yang selaras dan tertib di alam jagad raya ini, muncul suatu pertanyaaan siapakah yang mewujudkan atau menggerakkan tertib berkeselarasan dalam kehidupan sosial manusia ? Apakah ia merupakan hukum sunnatullah (sistem kehidupan yang telah ditakdirkan) yang berpangkal pada ketentuan Tuhan tentang kodrat manusia sebagi makhluk sosial ? ataukah hal tersebut merupakan hubungan antar variabel yang bersifat kausalitas (sebab-akibat) yang dibuat oleh manusia dan berlangsung secara mekanistik serta dapat diulang-ulang kembali ? Dalam tulisan ini, persoalan tersebut akan dikaji menurut paradigma Aristotelian, Galilean, Teologi Islam, dan Al-Qur’an.
Pendidikan Jender Bagi Calon Guru SD Dalam Rangka Penyiapannya Menjadi Agen Sosialisasi Jender di Sekolah Dalam Rangka Pendekonstruksian Nilai Jender Pada Anak Menuju Tatanan Kehidupan yang Egalitarian Rr. Nanik Setyowati, ; Oksiana Jatiningsih,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teachers have important and strategic roles, especially for children who stay at elementary and low school level. On school ages, especially at elementary school, children are on important position on building their gender frame, because children are more easily built by older people. Therefore, learning experience anf teachers’ treatment to children are so importantly paid attention because not only teacher’s roles are as  so information and identification and imitation resources (Kagan and Lang, 1978:64), but also the reality that so many books used at schools are gender-bias. Unfortunately, teachers and learning aids are coluored by traditional gender value. In preparing children on living at changing society, it is important to build gender awareness and socialize egalitarian gender values. This is mainly very important to do to future kinder garten and elementary school teachers as the future gender socialization agents at school. Here, it is very important to conduct gender education at PGSD program where elementary school teachers are educated.
Analisis Perolehan Angka dalam Permainan Olahraga Sepaktakraw Abdul Aziz Hakim,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study is to find know about, how to get points in Sepaktakraw. Also, survey method used on this study with data obtained by check list observations as the instrument. Twenty eight regu that play within fourth teen game on Kejurda Jawa Timur 2006 became objects on this study. Each player in every regu that used what ever technique to get a point to win the game, observed by a person observer. Therefore, needed six persons of observer to observed a match. The results of this study shown that greatest number of percentage of point that obtained is sepakmula 27,57%, then kedeng smash by right apit 0,06% and left apit 4,38 %, rolling smash by right apit 10,54% and left apit 6,56%, by right apit 4,98% and left apit 3,14%.
GURU PROFESIONAL MASIH MENJADI UTOPIA Harmanto,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam peningkatan sumber daya manusia suatu bangsa. Salah satu komponen yang sangat penting dalam pendidikan adalah guru. Oleh karena itu, diperlukan guru berkualitas yang mempunyai kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Upaya untuk meningkatkan kualitas guru adalah dengan uji sertifikasi. Substansi dari uji sertifikasi adalah peningkatan kualitas pembelajaran di kelas sehingga pada gilirannya akan dapat mendongkrak kualitas guru dan pendidikan nasional.
Peranan Pendidikan Pancasila Dalam Sosialisasi Nilai Bagi Generasi Muda Soedarsih,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Generasi muda adalah generasi penerus perjuangan bangsa dan pemegang estafet kepemimpinan bangsa; karena itu perlu kiranya dalam diri pribadi mereka ditanamkan nilai-nilai budaya bangsa yang telah diyakini kebenarannya, diterima, diikuti, dibela dan diperjuangkan. Nilai yang dimaksud adalah yang terkandung dalam sila-sila Pancasila; yang meliputi nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan bangsa, kerakyatan dan keadilan. Tanpa ada proses sosialisasi nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, niscaya nilai-nilai luhur Pancasila tidak dikenalnya, bahkan diabaikannya. Bila hal ini dibiarkan, maka akibatnya dalam diri generasi muda terjadi kegelisahan, kegalauan dan kegoyahan karena tidak mantapya kepribadian mereka. Hal yang demikian ini sangat membahayakan keberadaan bangsa Indonesia, karena tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik yang berkepanjangan yang akhirnya akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui pendidikan Pancasila diharapkan nilai-nilai luhur Pancasila  tersebut tersosialisasi bahkan terinternalisasi dalam diri pribadi generasi muda, utamanya mahasiswa, dan dalam diri mereka akan tumbuh sikap demokratis serta analitis kritis dalam menghadapi segala permasalahan kehidupan dan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila
MEMBANGUN PERADABAN DEMOKRATIS MELALUI PENGUATAN CIVIL SOCIETY : DALAM KONTEKS PARTISIPASI DAN TOLERANSI SIPIL Maya Mustika K.s.,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Kegelisahan yang dirasa masyarakat Indonesia sejak krisis ekonomi pada akhir 90-an semakin memuncak, seiring munculnya berbagai konflik sosial dan etnis, serta berbagai bencana yang membuat negeri ini terpuruk.Untuk bangkit dari keterpurukan itu, diperlukan energi yang besar dan komitmen yang kuat seluruh warga negara dalam membangun kembali eksistensi negara. Salah satu caranya adalah dengan kesadaran dan penguatan masyarakat sipil. Sehingga bagaimana membangun partisipasi demokratis dan toleransi sipil dalam pluralitas sosial dan budaya?. Tuliasan ini mencoba mengejawantahkan perubahan orientasi teori-teori politik yang semula didominasi oleh perdebatan tanpa konteks tentang prinsip-prinsip filsafat, maka teori demokrasi sekarang lebih mengarah pada konteks sosiologis dan anthropologis. Masyarakat multikultur yang mendera hampir diseluruh unit-unit sosial kemasyarakatan seperti negara, telah melahirkan berbagai pemikiran dan perdebatan tentang negara yang ideal.
KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM TATA NEGARA Lukas Sugiarto,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan negara Republik Indonesia yang telah dituangkan dalam pembukaan UUD 1945. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan di atas menjadi tugas pengusa untuk mewujudkannya dalam penyelenggaraan pemerintah negara. Khusus kewajiban untuk mewujudkan kesejahteraan umum/masyarakat harus menjadi agenda penguasa. Karena itu penguasa dalam mekanisme mewujudkannya dilandasi oleh  pokok pikiran ke 4 UUD 1945 yang maknanya mewajibkan pemerintah (penguasa) untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat. Artinya secara mendalam penguasa negara harus mengutamakan kesejahteraan rakyat bukan kesejahteraan penguasa. Pada tatanan empirik tampaknya penguasa telah mengabaikan amanat pembukaan UUD 2945 termasuk batang tubuhnya khususnya yang menyangkut perekonomian nasional dengan kesejahteraan yang diatur pasal 33 ayat 3. Pengabaian ini terindikasi presiden menaikkan harga BBM berlandaskan pada keinginan pasar bukan keinganan rakyat yang telah memberi mandat untuk menyelenggarakan pemerintahan negara dengan program mewujudkan kesejahteraan rakyat. Ada beberapa indikator yang mempengaruhi prilaku politik presiden menyangkut pada perilaku anggota parlemen termasuk sistem pemilunya .

Page 1 of 1 | Total Record : 8