cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pelangi Ilmu
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2008)" : 9 Documents clear
Pendidikan Pancasila (Pendekatan yang mengIndonesiakan) Winarno Surakhmad,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitos Demit dan Magi Dukun: Posisinya dalam Strategi Budaya Made Pramono,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mitos dan magi merupakan satuan-satuan budaya yang meskipun termarjinalisasi oleh konsep-konsep sain modern, namun memiliki eksistensi dan sekaligus fungsi yang relevan dengan kodrat budaya manusia. Secara sederhana, mitos adalah sebuah cerita yang memberikan pedoman dan arah tertentu kepada sekelompok orang, sedangkan magi lebih condong berorientasi penguasaan sesama manusia atau proses-proses/daya kekuatan alam lewat beberapa kepandaian. Melalui kajian antropologis kefilsafatan, tulisan ini mencoba mengungkap makna, fungsi, dan posisi mitos demit dan magi dukun dalam strategi kebudayaan.
PEMBANGUNAN IDEOLOGI, PENDIDIKAN PANCASILA DAN MASYARAKAT GOTONG ROYONG Ajar Triharso,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Sejak diundangkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) terjadi gejolak baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat. Karena UU tersebut tidak lagi memasukkan Pendidikan Pancasila sebagai kelompok mata pelajaran pengembangan kepribadian (MPK) disegala jalur, jenjang dan jenis pendidikan sehingga timbul kekhawatiran kondisi moral dan kepribadian bangsa Indonesia yang selama reformasi telah terjadi degradasi menjadi semakin tanpa arah. Banyak kalangan melakukan upaya agar Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mendapatkan “perlindungan” yang serius termasuk mengembalikan Pendidikan Pancasila masuk ke dalam kurikulum pendidikan dan disosialisasi di masyarakat dengan baik dan benar. Namun karena sudah merupakan keputusan lembaga yang berwenang yaitu DPR dan Eksekutif tentunya memerlukan waktu dan tenaga bahkan perjuangan karena keberadaan UU Sisdiknas merupakan produk situasi dan kondisi kejiwaan bangsa yang sedang mengalami hingar-bingar reformasi sekaligus globalisasi.             Tulisan ini membahas masalah perlunya usaha revitalisasi dan implementasi ideologi Pancasila, konsep, dan metode serta strategi apa yang diusulkan untuk diterapkan agar  Pancasila menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang paripurna sebagai modal bangsa Indonesia menghadapi globalisasi. Disamping itu juga akan dibahas mengapa pendidikan tinggi (PT) layak untuk menjadi pusat usaha revitalisasi dan implementasi Pancasila.
PEMBANGUNAN IDEOLOGI, PENDIDIKAN PANCASILA DAN MASYARAKAT GOTONG ROYONG Ajar Triharso,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Sejak diundangkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) terjadi gejolak baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat. Karena UU tersebut tidak lagi memasukkan Pendidikan Pancasila sebagai kelompok mata pelajaran pengembangan kepribadian (MPK) disegala jalur, jenjang dan jenis pendidikan sehingga timbul kekhawatiran kondisi moral dan kepribadian bangsa Indonesia yang selama reformasi telah terjadi degradasi menjadi semakin tanpa arah. Banyak kalangan melakukan upaya agar Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mendapatkan “perlindungan” yang serius termasuk mengembalikan Pendidikan Pancasila masuk ke dalam kurikulum pendidikan dan disosialisasi di masyarakat dengan baik dan benar. Namun karena sudah merupakan keputusan lembaga yang berwenang yaitu DPR dan Eksekutif tentunya memerlukan waktu dan tenaga bahkan perjuangan karena keberadaan UU Sisdiknas merupakan produk situasi dan kondisi kejiwaan bangsa yang sedang mengalami hingar-bingar reformasi sekaligus globalisasi.             Tulisan ini membahas masalah perlunya usaha revitalisasi dan implementasi ideologi Pancasila, konsep, dan metode serta strategi apa yang diusulkan untuk diterapkan agar  Pancasila menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang paripurna sebagai modal bangsa Indonesia menghadapi globalisasi. Disamping itu juga akan dibahas mengapa pendidikan tinggi (PT) layak untuk menjadi pusat usaha revitalisasi dan implementasi Pancasila.
Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Inggris Mahasiswa D3 Administrasi Negara FIS Unesa Arik Susanti,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                        Kesulitan yang dihadapi mahasiswa ketika mereka harus menulis dalam bahasa Inggris adalah tidak dapat menentukan makna kata, menentukan ide pokok serta menentukan kalimat yang menjadi pendukung ide pokok. Selain itu proses pembelajarannya masih bersifat tradisional. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa. Selain itu juga mengembangkan keterampilan kooperatif yang meliputi: menghargai pendapat, mengambil giliran, berbicara, mendengarkan, bertanya, dan memeriksa ketepatan.
LAKI-LAKI DAN KESEHATAN Advendi Kristiyandaru,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menahan diri agar tidak merasakan sakit merupakan ciri-ciri seorang laki-laki. Banyak orang menganggap hal ini benar. Namun pada kenyataannya kebiasaan ini jika terus menerus dilakukan justru dapat menimbulkan penyakit. Ada sepuluh fakta penyakit berbahaya yang perlu diketahui oleh kaum laki-laki. Melakukan perubahan dengan membiasakan hidup sehat dan benar, mengonsumsi makanan yang benar, lingkungan kerja yang sehat, melakukan pendeteksian dini adalah cara yang terbaik untuk mencegah penyakit yang membahayakan tersebut.
MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI KEGIATAN OUTBOUND Tutur Jatmiko,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak siswa diberbagai Sekolah jenjang terlibat dalam berbagai kasus. Membolos pada saat jam sekolah merupakan sikap indisipliner menjadi hal biasa. Fenomena ini menggambarkan bahwa siswa perlu mendapatkan perhatian lebih dari orang tua dan sekolah. Siswa SD adalah siswa yang berusia antara 6 sampai 12 tahun. Anak-anak menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Mereka mulai memasuki dunia yang lebih luas dengan budayanya. Perkembangan setiap individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lain yaitu, fisik, psikis, serta emosional, moral, dan sosial. Outbound adalah kegiatan yang dilakukan di alam bebas, dengan permainan. Di dalamnya terdapat berbagai filosofi, simulasi kehidupan, olah pikir, studi kasus, bermain peran, dan praktik langsung dengan pendekatan pengalaman (experiential learning), dan penuh dengan kegembiraan. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar di sekolah, sangat dipengaruhi kepercayaan diri, kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain, berkaitan erat dengan Intelegensi Emosi (Emotional Intelegence). Pengembangan kepribadian dalam kegiatan outbond, di samping melalui permainan juga dapat melalui petualangan (adventure) dan kegiatan penuh tantangan
PANCASILA SEBAGAI SUMBER DARI SEGALA SUMBER HUKUM, FILSAFAT HUKUM DAN FALSAFAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA J. Hendy Tedjonagoro,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hukum di Indonesia tidak dipisahkan dari masyarakat dan wilayah Indonesia serta perjalanan sejarahnya. Materi hukum di Indonesia harus digali dan dibuat dari nilai-nilai yang hidup di Masyarakat. Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum nasional dan sekaligus membuktikan bahwa selain filsafat Negara, Pancasila juga sebagai filsafat hukum Indonesia. Berdasarkan Stuven Theori dari Hens Kelsen yang diteruskan Hens Nawiasky, Pembukaan UUD 1945 merupakan filsafat Hukum Indonesia, sedangkan Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum dan Filsafat Negara. Filsafat hukum dan filsafat Negara serta Ideologi Negara Pancasila itu adalah Pedoman dasar bertindak atau berperilaku sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yang berbeda dengan Volkgeist bangsa-bangsa lain.
PILIHAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI MASYARAKAT DWI BAHASA Trinil Dwi T.,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Di kalangan masyarakat yang menguasai lebih dari satu bahasa, alih kode dan campur kode hal yang sangat biasa. Hal ini dilakasanakan bila pembicara memiliki alasan yang cukup kuat untuk beralih dari satu bahasa ke bahasa  lain. Alasan itu antara lain, pembicara perlu memberi komentar, sebagian pendengar perlu penjelasan dalam bahasa tertentu, atau karena pergantian  suasana batin. Interaksi yang melibatakan keanekaragaman bahasa sering mengakibatkan adanya pemilihan bahasa yang akan digunakan. Proses menentukan pilihan bahasa mana yang digunakan pada peristiwa komunikasi tidak selalu mencapai kesepakatan. Kadang-kadang kedua pembicara mempertahankan masing-masing bahasa yang digunakan, yang paling penting bahasa tersebut dipahami dan dimengerti oleh mereka. Proses ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Page 1 of 1 | Total Record : 9