cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
PENURUNAN KUALITAS LAHAN DI DAS BRANTAS HULU JAWA TIMUR
Pendidikan Geografi Vol 12, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aida Kurniawati *)    Abstrak : Tujuan makalah ini adalah menelaah kajian penurunan kualitas lahan di DAS Brantas dengan mengkaji erosi di DAS Brantas. Upaya pengelolaan DAS Brantas telah dilakukan namun kondisinya belum membaik. Dari  bencana banjir, tanah longsor, sedimentasi bahkan kekeringan Laju erosi yang tinggi di DAS Brantas bagian hulu (terutama Sub DAS Bantas Hulu, Amprong, Lesti dan Genteng). Laju erosi  yang tercatat di Waduk Sutami tahun 1988 sekitar 6.93 juta m3/tahun. Setelah dibangun Waduk Sengguruh dibangun, maka tingkat sedimentasi di Waduk Sutami turun menjadi 1.79 juta m3/tahun. Sejak 1988 -2003, Waduk Sutami dan Sengguruh mengalami Sedimentasi sekitar 5,4 juta m3/tahun. Waduk Sutami setelah beroperasi 31 tahun mengalami kehilangan tampungan efektif sekitar 43,6% (dari 253 juta m3 menjadi 145.2 juta m3) dengan total sedimen yang masuk waduk sebesar 167,4 juta m3 (Tim, 2011)   Kata kunci : lahan, erosi, kerusakan DAS
REDUKSI KONSENTRASI PM10 DI RUANG TERBUKA HIJAU KOTA SURABAYA
Pendidikan Geografi Vol 12, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muzayanah*)   Abstrak : Keberadaan Partikulat Matter PM10 di udara ambien menjadi permasalahan ekosistem. Ruang terbuka hijau (RTH) bisa mereduksi PM10 udara ambien. Digunakan parameter kumulatif konsentrasi PM10 (KPM10) sebagai indikator reduksi konsentrasi PM10 dari udara ambien. Nilai K_PM10 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Surabaya yaitu RTH Taman Prestasi berbeda.   Kata kunci : PM10, ambien, reduksi, RTH
DAMPAK PERLADANGAN BERPINDAH PADA EKOSISTEM DAN LINGKUNGAN HUTAN
Pendidikan Geografi Vol 12, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulistinah *)   Abstrak: Sistem pertanian dengan cara ladang berpindah dapat menjadi salah satu bentuk system pertanian yang banyak diminati dari dulu hingga saat ini. Kegiatan ladang berpindah yang dilakukan secara berlebihan menyebabkan kerusakan serius terhadap ekosistem dan lingkungan hutan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui atau membahas tentang faktor-faktor yang menyebabkan petani melakukan ladang berpindah, membahas tentang dampak dari ladang berpindah, serta bagaimana upaya mengurangi dampak kegiatan ladang berpindah. Faktor-faktor penyebab ladang berpindah adalah 1) Faktor ekonomis mencakup harga, akses pasar, modal dan kebutuhan ekonomi rumah tangga, 2) Faktor ekologis meliputi kualitas tanah, topografi lahan, dan perilaku tanaman, 3) Faktor social meliputi status social dan hubungan-hubungan social, 4) Faktor cultural mencakup pengetahuan, kepercayaan, dan nilai-nilai budaya yang terkait dengan pengelolaan lahan hutan. Dampak dari perladangan berpindah yaitu : terjadi pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau, terjadi penurunan kesuburan tanah secara drastis, terjadi perubahan iklim mikro dan iklim makro, terjadi gangguan habitat satwa, terjadi penurunan biodirensitas, dan terjadi peningkatan luas lahan alang-alang. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi laju perladangan berpindah adalah peraturan yang terstruktur yang di mulai dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah, kemudian pengembangan model perladangan agroforestry (wanatani) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Usaha mengurangi dampak dari ladang berpindah dapat dilakukan dengan  metode tanpa olah tana, pengolahan tanah minimal, dan pengolahan tanah menurut kontur.   Kata Kunci : perladangan berpindah, ekosistem
KERAWANAN LONGSORLAHAN DI KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO HARI PURNOMO, NUGROHO
Pendidikan Geografi Vol 7, No 14 (2008): Volume 7 Nomor 14 Desember 2008
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian dengan judul Kerawanan Longsorlahan di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan longsorlahan dan karakteristik penggunaan lahan pada wilayah yang rawan longsorlahan di laksanakan di desa-desa pada wilayah Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Metode penilitian mengunakan pendekatan keruangan dalam analisis geografi dengan perolehan data secara survei pada populasi satuan lahan yang memberikan informasi atribut lahan berupa geologi, tanah, lereng, dan penggunaan lahan. Dengan teknik tumpangsusun dan generalisasi peta. Data yang dikumpulkan meliputi lereng, tekstur tanah, solum tanah, tingkat pelapukan batuan, struktur perlapisan batuan, dan pengunaan lahan. Analisis data berdasarkan pada tingkat pengaruh karakteristik lahan terhadap kejadian longsorlahan yang ditampilkan dalam bobot kuantitatif berskala ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto memiliki empat kelas tingkat kerawanan longsorlahan yaitu kelas kerawanan longsorlahan sangat tinggi, kelas kerawanan longsorlahan tinggi, kelas kerawanan longsorlahan sedang, dan kelas kerawanan longsorlahan rendah. Sedangkan untuk kelas kerawanan longsorlahan sangat rendah tidak dijumpai. Secara dominan Kecamatan Pacet berada pada kerawanan longsorlahan tinggi sampai kerawanan longsorlahan sedang. Faktor utama yang menentukan tingkat kerawanan longsorlahan adalah kemiringan lereng yang curam, penggunaan lahan berupa tegalan dan lahan kosong, tingkat pelapukan batuan dan tanah yang intensif sehingga menghasilkan tanah yang tebal dan dirajai fraksi lempung yang berkembang pada satuan geologi Anjasmara Muda.   Kata Kunci : Kerawanan, Longsorlahan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN KONSUMSI BAHAN PANGAN PADA MASYARAKAT PEDESAAN , Indayati
Pendidikan Geografi Vol 7, No 14 (2008): Volume 7 Nomor 14 Desember 2008
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak :  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi bahan pangan untuk keluarga pada masyarakat pedesaan di Desa Nglanduk Kecamatan Wungu dan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap pengeluaran konsumsi bahan pangan. Wilayah penelitian meliputi Desa Nglanduk dengan jumlah sampel sebanyak 30 Kepala Keluarga. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, kuesioner dan teknik inverview. Sedangkan analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda. Berdasarkan analisa data dapat diketahui bahwa: (1) secara parsial terdapat pengaruh antara pendapatan keluarga terhadap pengeluaran konsumsi bahan pangan, (2) secara parsial terdapat pengaruh antara pendidikan kepala keluarga terhadap pengeluaran konsumsi bahan pangan, (3) secara parsial terdapat pengaruh antara jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran konsumsi bahan pangan,  (4) secara simultan terdapat pengaruh antara pendapatan keluarga, pendidikan kepala keluarga dan jumlah anggota keluarga terhadap pengeluaran konsumsi bahan pangan; dan (5) Variabel jumlah anggota keluarga berpengaruh dominan terhadap pengeluaran konsumsi bahan pangan.   Kata kunci : konsumsi, bahan pangan
KEGIATAN MEMBACA DAN MELENGKAPI PETA DASAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI KONDISI  GEOGRAFIS SUATU NEGARA DI KELAS IIIA SMPN 1 DUKUN
Pendidikan Geografi Vol 7, No 14 (2008): Volume 7 Nomor 14 Desember 2008
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kemampuan  memahami  kondisi  geografis   suatu  negara melalui kegiatan pembelajaran geografi regional siswa kelas IIIA SMPN 1 Dukun masih tergolong rendah. Hal ini berdampak pada rendahnya prestasi  belajar siswa. Penelitian tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran geografi yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memiliki pemahaman lebih baik terhadap materi pembelajaran ciri khas satuan wilayah (benua dan negara) pada semester gasal. Kegiatan pembelajaran dalam penelitian tindakan ini dilaksanakan tiga siklus dengan meningkatkan frekuensi latihan membaca peta dilanjutkan dengan melengkapi peta dasar pada worksheet. Selanjutnya, siswa mempresentasikan hasil kerjanya ke depan kelas. Teknik pembelajaran ini mengombinasikan keterampilan akses dan keterampilan proses. Hasil penelitian tindakan menunjukkan bahwa persentase jumlah siswa yang benar dalam memahami kondisi geografis suatu negara dari siklus ke siklus berikutnya menunjukkan peningkatan. Indikasi keberhasilan lainnya ialah meningkatnya minat dan prestasi belajar geografi regional dunia.                Kata kunci: kondisi geografis negara, membaca peta, melengkapi peta dasar.
PENGGUNAAN PETA  KEPENDUDUKAN DIGITAL PADA SISWA YANG BERMOTIVASI  BELAJAR TINGGI DAN RENDAH (Eksperimen  Pada Siswa  Kelas 1  SMPN 40 Surabaya )
Pendidikan Geografi Vol 7, No 14 (2008): Volume 7 Nomor 14 Desember 2008
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The objective of the research is to study the effect of using population map and learning motivation on students’ knowledge about population. The research was conducted at SMPN 40 Surabaya with n=81 by using an block design system of experiment. The results  of the research are: (1) The students  who have  higher learning motivation and using pop[ulation digital, their mean learning score is higher than the students how use population digital map but low motivation learning motivation (2) There is an interaction effect between the use of population map and learning motivation on students knowledge about population. .