cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "2005" : 117 Documents clear
Arsitektur Grid Computing pada Oracle 10g Nur Wijayaning Rahayu
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan yang terus terjadi dalam bisnis menuntut respon yang cepat dari setiap perusahaan.Adopsi teknologi-teknologi baru dalam sistem informasi yang berkembang pun dilakukan untuk tujuantersebut. Di sisi lain, perusahaan juga cenderung mempertahankan investasi TI (teknologi informasi)sebelumnya dan menekan biaya investasi baru yang harus dikeluarkan. Untuk menjembatani kedua hal ini,Oracle Corporation mengeluarkan produk Oracle 10g berbasis grid computing. Dalam paper ini akandibahas software Oracle 10g sebagai pondasi aplikasi transaksional berorientasi bisnis, aplikasimanajemen konten dan aplikasi business intelligence tapi berbiaya rendah. Dari hasil studi independenyang dilakukan Mainstay Partners, rata-rata perusahaan mencapai ROI (return of investment) sebesar150% dengan menggunakan grid computing keluaran Oracle. Oracle 10g juga melindungi investasiteknologi di masa lampau dengan teknologi grid computing ini.Kata kunci: grid computing, investasi IT, Oracle 10g, ROI
Pembangunan dan Pengembangan Bandung Education Gateway and Education-Shop “Sebagai Gerbang Informasi, Komunikasi dan Transaksi Dunia Pendidikan di Wilayah Bandung dan Sekitarnya” Imam Rozali
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi Internet merupakan salah satu peluang bagi Pemerintah Kota Bandung untukmeningkatkan usaha promosi dan penyebaran informasi tentang dunia pendidikan yang telah berjalan denganlebih agresif. Promosi dan penyebaran informasi tentang dunia pendidikan di Bandung melalui Internet akanmenghilangkan keterbatasan tempat dan waktu yang saat ini dirasakan, calon peserta didik dan pihak-pihakyang berkepentingan langsung dapat melakukan aktivitasnya dimana saja dan kapan saja sejauh dapatmengakses Internet melalui peralatan komputer.Maka dengan ini Perguruan Tinggi seharusnya secara selaras bersama-sama dengan PemerintahDaerah berusaha mengembangkan Pemanfaatan Teknologi Informasi dibidang pendidikan terutama dari aspekscience and technology, yang akhirnya muncul suatu gagasan untuk membuat suatu sistem informasi melaluimedia internet yang berbentuk website untuk dapat dipergunakan secara bersama-sama guna tercapainya aspekefisiensi pelayanan dan informasi yang komprehensif di dalam dunia pendidikan dengan didukung oleh tenagatenagayang telah berpengalaman dibidangnya.Salah satu gagasan untuk mewujudkan tantangan ini adalah gagasan untuk membangun danmengembangkan Bandung Education Gateway & Edu-Shop, sebagai sebuah gateway atau pintu gerbang makaakan dapat menampung seluruh informasi pendidikan di kota Bandung dan daerah penyangga di sekitarnyasecara terpadu sehingga akan terbentuk media komunitas di bidang pendidikan. Setiap institusi pendidikan daninstitusi pendukung lainnya tidak perlu harus secara terpisah melakukan penyebaran informasi tetapi dapatbersama-sama dengan anggota komunitas pendidikan lainnya. Hal ini tentu akan semakin mempemudah bagimasyarakat untuk mendapatkan referensi tunggal dan terpadu tentang Kota Bandung khususnya perkembangandunia pendidikan.Kata Kunci: Dunia Pendidikan, Pemanfaatan Internet, Sistem Informasi, Teknologi Informasi
Sistem Intelijen Prediksi dan Penilaian Kualitas Susu Pasteurisasi dengan Menggunakan Logika Fuzzy dan Jaringan Syaraf Tiruan Winnie Septiani; Marimin Marimin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga jual susu yang rendah pada industri pengolahan susu merupakan indikasi lemahnya bargainingpower peternak sebagai pemasok. Peristiwa ini terjadi karena adanya monopsoni di pasar. Untukmengantisipasi hal tersebut dilakukan diversifikasi produk susu segar ke susu pasteurisasi.Pada penelitian ini, sistem kontrol kualitas dioperasikan dalam dua bagian yaitu dimensi kualitas produkseperti performansi, feature, keandalan, konformasi, durability, kemampuan pelayanan, estetika, kualitas yangdirasakan yang dipentingkan oleh konsumen dan menentukan suhu pasteurisasi. Sistem dimplementasikandengan Fuzzy Inference System (FIS) dan Jaringan Syaraf Tiruan (JST).Kaidah IF-THEN rule untuk semua dimensi kualitas produk memberikan hasil 390.625 kombinasi. Dalammakalah ini, membahas tiga dimensi kualitas yaitu performansi, feature dan keandalan yang memberikan hasil125 kombinasi IF THEN-rule. Suhu pasteurisasi diidentifikasi dengan jaringan syaraf tiruan, yang diestimasidengan Root Mean Square Error (RSME) dan memberikan hasil 0.0066. Data prediksi suhu pasteurisasidiidentifikasi sebagai bentuk data variabel sehingga dalam melakukan pengolahan data dengan bagan kendalimaka bagan kendali yang dipilih adalah bagan kendali X. Dua kriteria tersebut memberikan kontribusi dalammenentukan perencanaan kualitas susu pasteurisasiKeywords: Pasteurisasi, Fuzzy Inference System, Jaringan Syaraf Tiruan, Root Mean Square Error.
Operasional Teknologi Informasi yang Efektif dengan Outsourcing Anjar Priandoyo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam fungsinya sebagai komponen pendukung kegiatan bisnis perusahaan, operasional teknologiinformasi seringkali disepelekan jika dibandingkan dengan komponen lain seperti perencanaan (planning)ataupun pengembangan (development). Hal ini benar adanya apabila dilihat dari sisi finansial bahwa biayayang diperlukan untuk perencanaan dan pengembangan merupakan biaya terbesar dari keseluruhanpenyelenggaraan fungsi teknologi informasi.Untuk mengelola sumberdaya teknologi informasi secara efektif ternyata juga memerlukan perhatianyang besar pada sisi operasional. Bila dikelola dengan baik dapat mengurangi biaya operasionalnya dan jugasemakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Tulisan ini membahas mengenai outsourcing sebagai salahsatu metode pengelolaan teknologi informasi dengan cara memindahkan pengelolaannya pada pihak lain yangtujuan akhirnya adalah efektivitas dan efisiensi kerja.Kata kunci: Manajemen Teknologi Informasi, Outsourcing, Operasional
Growing Information System: New Vision in Integration of Information System into Organization Husni Sastramihardja; Sukrisno Mardiyanto; Iping Supriana; Iman Sudirman; D. A. Wassenaar
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since organization change from stable to emergent condition, information system (IS) as part oforganization should have capability to follow the changes of requirement from the functional purposes andinteractivities with the users. Need of new strategy in IS development methodology is urgent. Integration of ISand organization could be seen as new vision and growing IS could be the new paradigm in IS developmentmethodology. The research conducted concludes that growing IS could be developed using role and task asorganic constructor. This paper presents theoretical approach leads to requirement of growing IS model (GiSM).Key words: growing information system, emergent condition, organic constructor, role, task
Analisis Kinerja Dekomposisi Crout sebagai Penyelesaian Sistem Persamaan Linier Berukuran Besar Supriyono Supriyono; Daniel Syamsudin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan bidang ilmu rekayasa penyelesaiannya banyak yang berbentuk model sistem persamaan linierberukuran besar, contohnya adalah perhitungan deformasi bangunan akibat gempa atau gaya luar lainnya. Saatini, untuk menyelesaikan persoalan system persamaan linier berukuran besar tersebut, metode yang seringdigunakan oleh para praktisi maupun para peneliti adalah metode Gauss. Ada kelemahan dalam eliminasiGauss, yaitu melibatkan dua langkah utama : eliminasi maju (forward elimination) dan pensubstitusian mundur(backward substitution). Dari dua Kegiatan tersebut, eliminasi maju merupakan bagian terbesar dariperhitungan. Akibatnya Waktu eksekusi menjadi lama. Untuk mengurangi jumlah perhitungan pada proseseliminasi maju tersebut, Crout menawarkan suatu proses dekomposisi, yaitu memecah suatu matriks [A] atas[L] dan [U]. Secara teoritis dapat diuraikan bahwa dengan dekomposisi Crout ternyata ada suatu operasiperhitungan yang dapat dipersingkat. Oleh karena itu dalam Penelitian ini diuji penyelesaian menggunakandekomposisi Crout untuk menyelesaikan system persamaan linier yang berukuran besar. Ternyata dengankomputasi numeris terbukti benar bahwa dekomposisi Crout waktu eksekusinya jauh lebih pendek dibandingdengan menggunakan metode Gauss-Jordan, Gauss-Seidel maupun dengan dekomposisi LU sekalipun. DalamPenelitian ini, dianalisis pula kompleksitas algoritma dekomposisi Crout, untuk membuktikan kebenaran hasilkomputasi berupa waktu eksekusi dekomposisi Crout lebih pendek dibandingkan dengan metode yang lain.Sehingga dengan Penelitian ini, dari hasil analisis kinerjanya, dekomposisi Crout sudah waktunya untukdigunakan oleh para peneliti dan praktisi untuk menyelesaikan sistem persamaan linier yang berukuran besar.Kata Kunci: Sistem Persamaan Linier, Berukuran Besar, Dekomposisi Crout, Waktu Eksekusi, KompleksitasAlgoritma
Pengaruh Inteligensi pada Program Instruksional Pendidikan Fitri Imansyah; Herry Sujaini; Heri Priyanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari sekian banyak program instruksional yang dikenal dengan Computer Assisted Instruction (CAI)yang telah ada masih sedikit sekali yang memiliki intelegensi, meskipun ilmu yang biasa dikenal dengan ICAI(Intelligence Computer Assisted Instruction) telah dikembangkan sejak tahun 1980-an. Program instruksionalyang memiliki inteligensi tidak bersifat statis seperti kebanyakan program instruksional, sebab materi danmetode instruksional yang diberikan bervariasi sesuai dengan kemampuan dan perkembangan pemakai yangselalu terekam dalam suatu database tersendiri. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, programinstruksional yang memiliki inteligensi dapat memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap prosespembelajaran secara signifikan.Kata kunci: Intelligence Computer Assisted Instruction, program instruksional
Desain Alat Pengukur Energi Listrik Jarak Jauh Berbasis Mikrokontrol dengan Keakuratan yang Tinggi Leonardus Heru Pratomo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besar pemakaian energi listrik oleh setiap konsumen dapat diukur dengan menggunakan suatu alatpengukur energi listrik (KWh-meter), seperti yang dilakukan oleh PLN pada tiap-tiap pelanggan. KWh-meteryang tepasang akan membaca pemakaian komulatif energi yang terpakai, sehingga untuk mengetahuipemakaian energi selama satu bulan, maka penunjukan KWh-meter sekarang harus dikurangkan denganpenunjukan KWh-meter bulan yang lalu. Pada makalah ini, diusulkan suatu rancangan alat pengukur energilistrik jarak jauh berbasis mikrokontroller yang memiliki keakuratan yang tinggi, serta dapat memberikantampilan jumlah energi yang dipakai selama satu bulan. Sehingga petugas pembaca meter tidak harusberkeliling ke rumah-rumah, mereka dapat mengakses lewat pusat kendali. Sistem alat ukur KWh-meter, terdiridari beberapa alat ukur diantaranya alat pengukur beda fasa antara tegangan dan arus, pengukur tegangan danpengukur arus. Selanjutnya nilai tegangan, arus dan nilai kosinusnya dikalikan oleh mikrokontrol untukmendapatkan nilai daya sesaat. Sistem pewaktuan yang telah diprogram pada mikrokontrol dipakai untukmenghitung energi pada waktu tertentu., alat ini juga dilengkapi dengan suatu pemancar, hal ini dimaksudkanuntuk mengefektifkan sistem pencatatan dan pendataan yang nantinya akan dioperasikan oleh satu buahkomputer yang telah diprogram secara langsung dapat menampilkan berapa besar biaya yang harus ditanggungoleh setiap pelanggan.Kata Kunci: KWh-meter, tegangan, arus, beda fasa, mikrokontrol.
Teknologi Informasi dalam Implementasi Proses Bisnis pada Supply Chain Management (SCM) Setijadi Setijadi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supply chain management (SCM) merupakan integrasi proses-proses bisnis kunci dari pengguna akhirsampai ke pemasok awal yang menyediakan produk, jasa, dan informasi yang memberikan nilai tambah untukpelanggan dan pihak-pihak terkait lainnya. Untuk mengimplementasikan SCM, teknologi informasi diperlukansebagai salah satu prasyarat.Dalam kajian ini diidentifikasikan peranan teknologi informasi dalam penerapan SCM. Identifikasi dananalisis dilakukan pada masing-masing proses bisnis kunci SCM, yang meliputi: manajemen hubunganpelanggan, manajemen pelayanan pelanggan, manajemen permintaan, pemenuhan pesanan, manajemen aliranmanufaktur, manajemen hubungan pemasok, pengembangan dan komersialisasi produk, dan manajemenpengembalian (return management).Hasil kajian menunjukkan bagaimana teknologi informasi memegang peranan penting dalam masingmasingproses bisnis SCM. Teknologi informasi diperlukan dalam perbaikan kinerja rantai pasok terutamauntuk mengurangi ketidakpastian. Selain itu, dari hasil analisis dapat disimpulkan sejumlah kendala dalampenerapan teknologi informasi dalam implementasi SCM tersebut.Kata kunci: teknologi informasi, SCM, proses bisnis, penggerak.
Pendekatan Fuzzy Kriging pada Analisis Data Spasial Bambang Suharjo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini akan menunjukkan perluasan aplikasi logika Fuzzy pada data spasial pada tingkat pencemaranudara di Surabaya dengan melakukan modifikasi metoda kriging (Cressie, 1993). Data spasial dapat dipandangsebagai himpunan fuzzy dengan batasan yang tidak terbatas dengan tegas yang merefleksikan karakter asli.Himpunan Fuzzy digunakan untuk merepresentasikan data yang kurang pasti serta logika fuzzy untukmerepresentasikan alasan yang kurang eksak. Sehingga dapat diperoleh hasil analisis data spasial yang baikwalaupun ada data-data yang kabur.Kata Kunci: Fuzzy Kriging, Data Spasial

Page 2 of 12 | Total Record : 117