cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Otomatisasi Pendeteksian Sel Blast dan Sel Metafase dengan Perangkat Lunak Pengolahan Citra Sumber Terbuka Dwi Ramadhani; Viria Agesti Suvifan; Yanti Lusiyanti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat toksisitas suatu senyawa dapat diketahui berdasarkan nilai indeks mitosis pada sel limfosit darah tepi. Analisis indeks mitosis pada umumnya dilakukan secara manual menggunakan mikroskop cahaya pada perbesaran rendah dengan mengidentifikasi sel metafase dan sel blast (nukleus sel interfase yang terstimulasi). Proses identifikasi sel blast dan sel metafase dapat dilakukan secara otomatis menggunakan perangkat lunak pengolahan citra sumber terbuka yaitu ImageJ 1.47. Program macro yang dapat mendeteksi secara otomatis blast dan sel metafase telah dibuat untuk memudahkan analisis indeks mitosis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keakuratan program macro pada ImageJ 1.47 untuk mendeteksi secara otomatis sel blast dan sel metafase. Sampel darah tepi dari tiga donor berbeda dibiakkan dan dibuat preparatnya, kemudian sebanyak tiga puluh citra dari setiap donor dianalisis menggunakan program macro yang dibuat. Hasil penghitungan jumlah total sel blast dan sel metafase secara otomatis dan manual diolah secara statistik menggunakan Uji T. Taraf nyata yang digunakan (α) adalah 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nyata antara jumlah sel blast dan sel metafase yang diperoleh secara otomatis dengan manual (P = 0,69 dan P = 0). Jumlah sel blast dan sel metafase yang dihitung secara otomatis lebih rendah (underestimated) dibandingkan nilai sebenarnya. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut akan dibahas secara terperinci didalam makalah. Secara keseluruhan program macro yang dibuat dapat digunakan untuk mendeteksi dan menghitung dengan jumlah total sel blast dan sel metafase, meskipun hasil yang diperoleh tidak lebih baik dari hasil penghitungan secara manual. Pengembangan lebih lanjut terhadap program macro atau penggunaan perangkat lunak pengolahan citra yang dikhususkan untuk bidang biologi yaitu CellProfiler 2.0 perlu dilakukan sehingga penghitungan nilai indeks mitosis dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat untuk mengetahui tingkat toksisitas suatu senyawa.
PENGEMBANGAN LAYANAN INFORMASI BERBASIS DIGITAL (DIGITAL GOVERNMENT SERVICE) YANG BERORIENTASI PADA MASYARAKAT (CITIZEN CENTRIC) DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Erizal *
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jogja Cyber Province merupakan blue print yang menjadi acuan pengembangan e-government di DaerahIstimewa Yogyakarta yang melakukan transformasi layanan yang berorientasi pelanggan (masyarakat) denganberbasis pada proses bisnis, informasi, dan pengetahuan yang memanfaatkan teknologi informasi dankomunikasi sebagai akselerator pembangunan wilayah propinsi yang berdaya saing, nyaman, mandiri, efisien,dan efektif. Layanan yang berbasis pada Teknologi Informasi ini oleh Pemerintah Provinsi DIY dikemas dalambentuk Digital Government Services (DGS) dimana pelayanan kepada masyarakat didukung (support) olehteknologi yang menyediakan data dan informasi yang bersifat digital. DGS Bidang Kesehatan dikembangkanagar ruang pelayanan dapat informatif maupun interaktif kepada masyarakat.Konsep citizen centric merupakan layanan digital kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan taraf hidupdan daya saing masyarakat. Pengembangan DGS yang berbasis pada citizen centric menggunakan metodestrategi kerangka keselarasan (alignment framework strategic) sehingga arah pengembangan layanan teknologiinformasi dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat dengan didukung oleh organisasi pemerintahan(government) dan infrastruktur teknologi informasi baik perangkat lunak (software) maupun perangkat keras(hardware.) Kerangka keselarasan ini membantu kedua belah pihak, yaitu organisasi secara umum danpenyedia/pengelola layanan TI agar dapat berinteraksi secara lebih sehat dan terarah.Kata Kunci: jogja cyber province, digital government service, citizen centric, layanan dgs bidang kesehatan
Rekayasa Ulang Proses Bisnis Administrasi Tugas Akhir dan Wisuda (Studi Kasus: Progam Studi Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia) Alfian Nurlifa; Neny Sulistianingsih; Vira Megasari Haqni
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekayasa ulang proses bisnis merupakan salah satu solusi yang ditawarkan dalam merancang ulang proses bisnis dengan merubah proses bisnis secara radikal untuk mendapatan hasil yang signifikan. Hal yang sama ingin dilakukan pada proses administrasi Tugas Akhir dan Wisuda di Universitas Islam Indonesia. Rekayasa ulang proses bisnis yang dilakukan pada kedua proses ini menggunakan metodologi konsolidasi. Hasil yang didapatkan dari rancangan kedua proses tersebut adalah pengurangan waktu yang dibutuhkan mahasiswa sebesar 27,8 % dan 47,6%. Walaupun hasil tidak terlalu radikal namun rancangan kedua proses tersebut tetap termasuk penerapan rekayasa ulang proses bisnis.
Analisa Pengaruh Penerapan Teknologi Informasi untuk Perbaikan Kinerja Rantai Pasok Sistem Produksi-Distribusi dengan Menggunakan Dinamika Sistem Setijadi Setijadi; Diah Pramestari; Bernadetta Kwintiana Ane
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja suatu rantai pasok sistem produksi-distribusi dipengaruhi oleh beberapapenggerak (drivers), yaitu persediaan, transportasi, fasilitas, dan informasi. Secarapotensial, informasi merupakan penggerak terbesar terhadap kinerja rantai pasok, karenasecara langsung mempengaruhi penggerak lainnya. Informasi membuka peluang untukmembuat rantai pasok lebih responsif dan efisien.Pada sisi lain, pengaturan tingkat produksi dalam suatu sistem produksi-distribusimenjadi suatu masalah sulit karena adanya amplifikasi permintaan dalam rantai pasok(supply chain). Amplifikasi mengakibatkan produksi dan persediaan mengalami kelebihanatau kekurangan dari tingkat yang seharusnya. Masalah persediaan ini akan mempengaruhiwaktu dan tingkat pesanan yang bisa dipenuhi oleh rantai pasok.Pada penelitian ini akan dikaji pengaruh penggunaan teknologi informasi terhadapkinerja rantai pasok suatu sistem produksi-distribusi. Penelitian dilakukan denganmenggunakan suatu model simulasi yang terdiri atas tiga matarantai, yaitu pengecer,distributor, dan pabrik. Dengan melakukan simulasi model, dapat diketahui pengaruhpenggunaan teknologi informasi terhadap kinerja rantai pasok berdasarkan tiga ukurankinerja, yaitu: waktu pemenuhan pesanan, tingkat persediaan aktual, dan tingkat pesanantidak terpenuhi.Kata kunci: teknologi informasi, rantai pasok, sistem produksi distribusi, dinamika sistem,simulasi.
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI SPESIFIKASI METRIK Meiliana .; Lusiana Citra Dewi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metrik merupakan satuan pengukuran, dimana satuan digunakan untuk mengukur suatu besaran. Metrik merupakan alat penting yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja sebuah organisasi. Oleh karena itu, spesifikasi sebuah metrik merupakan hal yang penting, spesifikasi yang tidak jelas dapat menyebabkan kesalahan penafsiran dalam sebuah kinerja organisasi. Sebuah proses untuk menspesifikasikan metrik harus didefinisikan dengan jelas, agar spesifikasi metrik dapat dikelola secara sistematis dan berkelanjutan. Sebuah proses spesifikasi metrik telah dikembangkan berdasarkan pendekatan GQM (Goal Question Metric). Dari proses tersebut, dikembangkan sebuah aplikasi pendukung yang digunakan untuk mengimplementasikan proses spesifikasi metrik. Aplikasi pendukung ini digunakan untuk mengelola, mengkomunikasikan, dan mengembangkan metrik dalam sebuah organisasi.
Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Prestasi Pegawai Nakertrans Sumba Barat di Waikabubak Kusrini Kusrini; Aprison Wolla Gole
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini kami membangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk menilai prestasi kerjakaryawan dengan menggunakan model Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam proses penentuan prestasipegawai, digunakan digunakan banyak kriteria (multi criteria.Dengan adanya sistem pendukung kepuutusan ini diharapkan pejabat terkait (misal kepala bagianpersonalia) tidak akan kesulitan dalam memilih siapa pegawai yang paling berprestasi.Dalam aplikasi ini, pengguna diijinkan untuk menentukan kriteria apa saja yang dipakai beserta bobotdari kriteria-kriteria tersebut. Dengan perpaduan antara data kriteria serta bobot yang dimasukkan penggunadengan data pegawai yang telah ada di perusahaan, aplikasi akan mampu menghasilkan siapa urutan pegawaiberprestasi.Kata kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Analytical Hierarchy Process, Prestasi Karyawan, Multi Kriteria
DAMPAK PENERAPAN PRIORITAS INVESTASI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) TERHADAP TINGKAT KESELARASAN ANTARA STRATEGI BISNIS DAN STRATEGI TI Erwin Setyo Nugroho
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam lingkungan kompetisi, penentuan prioritas investasi teknologi informasi (TI) harus selaras dan mendukung strategi bisnis sehingga nilai bisnis dapat dimaksimalkan dan ancaman kompetisi dapat diminimalkan. Di samping itu, investasi TI yang dilakukan harus memiliki efisiensi yang tinggi untuk mendukung bisnis saat ini dan harus memiliki fleksibilitas yang baik untuk mengakomodasi kebutuhan bisnis mendatang. Penelitian ini akan mengukur tingkat keselarasan antara strategi bisnis dan strategi TI dengan membandingkan sebelum dan sesudah penerapan prioritas investasi bidang teknologi informasi menggunakan Quality Funtion Deployment (QFD) di Politeknik Caltex Riau dengan model yang diajukan oleh Nugroho (2010). Penilaian tingkat keselarasan menggunakan Strategic Alignment Maturity Model (SAMM) yang diajukan oleh Luftman dan Kempaiah (2007). Hasil yang didapatkan pada penerapan model prioritas investasi bidang TI menggunakan QFD dapat meningkatkan keselarasan strategis antara strategi bisnis dan strategi TI. Menurut kriteria penilaian SAMM saat penerapan pada objek studi kasus, model ini dapat meningkatkan keselarasan strategis dari level 2 (committed) ke level 4 (improved) serta mampu memperbaiki hubungan dan mekanisme kerja antara domain manajemen dan domain TI dengan adanya kesamaan level persepsi.
Identifikasi Tingkat Konsentrasi Dari Sinyal EEG Dengan Wavelet dan Adaptive Backpropagation Ratna Karmila; Esmeralda C Djamal; Dian Nursantika
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2016
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsentrasi yang baik adalah salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran atau dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun tidak mudah untuk mengidentifikasi seseorang dalam konsentrasi yang baik dalam kedua aktivitas tersebut, padahal indikator tersebut sangat penting dalam evaluasi atau umpan balik. Elektroensephalogram (EEG) adalah perangkat yang dapat menangkap aktivitas listrik di otak dan menginformasikan kondisi pikiran seperti emosional, kelelahan, kewaspadaan, kesehatan dan tingkat konsentrasi. Pemodelan sinyal EEG sebelum klasifikasi perlu dilakukan, beberapa penelitian telah menggunakan tranformasi Wavelet, Power Spectral, ataupun Autoregressive. Penelitian ini membangun sistem yang terintegrasi dengan EEG wireless untuk mengidentifikasi tingkat konsentrasi menggunakan Adaptive Backpropagation. Ekstraksi Wavelet digunakan sebagai pemodelan untuk meningkatkan akurasi dengan mengekstraksi sinyal terhadap gelombang alfa, beta, dan gamma. Kehadiran ketiga gelombang menjadi indikator dalam identifikasi menggunakan Adaptive Backpropagation. Adaptive Learning digunakan untuk mempercepat dalam proses pembelajaran jaringan.
Perancangan Perangkat Lunak Rumus Sidik Jari pada Bentuk Sidik Jari Jenis Whorl Raditiana Patmasari; Mohamad Ramdhani; Achmad Rizal
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daktiloskopi adalah ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali identifikasi orangdengan cara mengamati garis yang terdapat pada ruas ujung jari baik tangan maupun kaki. Perumusan sidikjari ( classification formula ) merupakan penentuan rumus sidik jari yaitu pembubuhan tanda pada tiap-tiapkolom kartu sidik jari yang menunjukkan interprestasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentukloop, dan jalannya garis yang diikuti pada bentuk whorl. Bentuk whorl adalah bentuk pokok sidik jari yangmempunyai paling sedikitnya 2 buah delta, dengan satu atau lebih garis melengkung atau melingkar di hadapankedua delta. Dan sampai sekarang ini proses identifikasi dan penentuan rumus sidik jari dari sebagian besarpihak kepolisian masih dilakukan dengan cara konvensional. Perangkat lunak yang direalisasikan ini digunakanuntuk menghitung rumus sidik jari pada jenis whorl. Penghitungan rumusnya berdasarkan beberapa parameteryaitu, letak core (titik pusat), letak delta, bilangan garis antara delta dan core (ridge counting), dan mengikutijalannya garis pada bentuk whorl (ridge tracing). Perangkat lunak yang direlisasikan telah mampu menentukancore, delta, ridge counting, ridge tracing, dan menghasilkan rumus sidik jari pada bentuk pokok jenis whorl.Dengan tingkat keberhasilan 100% untuk penentuan titik core, 80% untuk penentuan delta kiri, 40% untukpenentuan delta kanan, 80% untuk penentuan ridge counting dan ridge tracing , dan 60% untuk penentuanrumus sidik jari.Kata Kunci: daktiloskopi, rumus sidik jari, whorl
SIMULASI MESIN PENGGILING SINGKONG MENGGUNAKAN MOTOR STEPPER DAN MIKROKONTROLLER 89C51 DENGAN KENDALI PROGRAM PASCAL 7 DAN MACRO ASSEMBLER 8051 Agni Isador Harsapranata
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia telah menciptakan alat bantu dalam berbagai bidang kehidupan, salah satu alat bantu yang diciptakanoleh manusia adalah alat pengolah makanan. Akan tetapi ada beberapa alat yang dalam penggunaannyakurang sempurna atau tidak dijalankan secara otomatis. Oleh karena itu penulis berusaha untuk memperbaikisystem tersebut. Salah satunya adalah alat penggiling singkong. Pada mulanya alat tersebut dijalankan secaramanual dengan menggunakan tenaga manusia, penulis melihat hal tersebut berencana untuk menyempurnakankerja mesin tersebut dengan memanfaatkan tenaga listrik dan computer sebagai kendalinya. Rencanapenyempurnaan alat tersebut dimaksudkan agar pengguna dapat memanfaatkan kemajuan pengetahuan danteknologi yang telah ada. Perangkat lunak berupa susunan program di dalam system minimum 89C51 akanmengatur kinerja motor DC dan motor stepper dalam pengoperasian mesin penggiling.Kata Kunci: mikrokontroller, pascal, motor stepper