cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Prototipe Sistem Keamanan Rumah Menggunakan Webcam dan Finger Print Berbasis Web dan SMS Haryadi Amran Darwito
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem  keamanan  rumah menggunakan  webcam dan  finger print ini bekerja apabila  limit switch aktif, kemudian memberi  trigger ke  server untuk mengaktifkan  webcam agar pencuri yang memasuki rumah di-capture dan alarm secara otomatis akan aktif. Setiap gambar yang di-capture webcam akan dikirimkan ke web server yang bisa diakses melalui internet. Pada saat alarm aktif server sistem akan mengaktifkan hp (handphone) agar mengirim sms ke pemilik rumah bahwa ada orang lain yang memasuki rumah secara paksa. Untuk mengontrol sistem ini menggunakan  finger print sebagai autentikasi setiap anggota keluarga penghuni rumah. Untuk anggota keluarga pemilik rumah yang akan memasuki rumah diharuskan untuk mengakses  finger print terlebih dahulu, sehingga apabila sidik jari yang dimasukkan cocok maka hp server mendapat trigger dari finger print dan secara otomatis akan mengirimkan sms pada pemilik rumah apabila yang memasuki rumah adalah anggota pemilik rumah. Kata kunci : Limit switch, Webcam, Sensor sidik jari (finger print), SMS, dan Web Server.
Analisis Perbandingan Komputasi GPU dengan CUDA dan Komputasi CPU untuk Image dan Video Processing Bagus Kurniawan; Teguh Bharata Adji; Noor Akhmad Setiawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang semakin maju memicu berbagaiparadigma komputasi untuk terus berkembang, tidak terkecualimengenai teknik image processing maupun video processing yangdibutuhkan masyarakat untuk memanipulasi gambar gunakebutuhan informasi. Komputasi Graphics Processing Unit(GPU) menjadi salah satu alternatif komputasi paralel yangmenawarkan kinerja komputer yang lebih cepat daripadakomputasi Central Processing Unit (CPU) dengan memanfaatkankartu grafis. Penelitian ini menganalisis teknik komputasi paralelGPU dengan Compute Unified Device Architecture (CUDA) danmembandingkan hasil kinerja dari komputasi sekuensial CPUdengan OpenCV yang dianalisis menggunakan metodeeksperimen. Eksperimen dilakukan dengan implementasi imagedan video processing untuk operasi grayscale, negatif, dan deteksitepi. Penelitian ini menunjukkan sebuah hasil bahwa imageprocessing untuk operasi grayscale dan negatif, komputasiparalel GPU lebih unggul antara 0.2 hingga 2 detik. Sedangkanuntuk operasi deteksi tepi, komputasi GPU unggul hingga 14detik. Atau 2.8 kali lipat lebih cepat daripada komputasi CPU.Untuk video processing, komputasi CPU lebih unggul darikomputasi GPU selisih antara 1-2 frame per second.
Metode Divide and Conquer Parallel dan Parallel-Reduce Pada Cilk for Untuk Aplikasi E-Voting Berbasis Sistem Prosesor Multicore Adnan -
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini mengusulkan penerapan algoritma divideand-conquer parallel dan teknik work-stealing pada aplikasi electronic voting. Dalam paper ini kami menggunakan metode yang telah disebutkan, sehingga setiap thread mengambil email dari antrian secara interleave. Masing-masing thread mengakumulasi jumlah suara parsial yang diekstrak dari email tadi. Kami juga mengusulkan penggunaan metode parallel-reduce untuk mengatasi masalah kondisi-balapan ketika menghitung hasil perolehan akhir penghitungan suara.Keywords—multicore; e-voting ; work-stealing ; parallel-reduce; kondisi-balapan;
E-Health Mobile Agent untuk Monitoring Imunisasi Balita di Daerah Terpencil Wiwin Suwarningsih
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini berisi mengenai pembangunan e-health dengan menggunakan perangkat mobile untukmemantau pelaksanaan imunisasi terhadap balita baik yang rutin maupun imunisasi masal secara nasional.Diambil daerah terpencil karena untuk dibangunnya infrastruktur jaringan computer tidak memungkinkan. Akantetapi apabila menggunakan mobile sejauh apapun jangkauan suatu daerah dapat dicapai. Diharapkan daripembangunan e-health ini dapat diketahui data balita baik yang sudah maupun yang belum mendapatkanimunisasi. Sehingga tidak ada lagi balita yang meninggal akibat penyakit yang dapat di cegah denganimunisasi.Kata kunci: e-health, mobile agent, imunisasi, balita
Perbandingan Performansi Algoritma Decision Tree C5.0, CART, dan CHAID: Kasus Prediksi Status Resiko Kredit di Bank X Yogi Yusuf W.
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mempengaruhi cara penilaian resiko kredit yangsemula dengan cara human judgment bergeser ke arah cara yang formal dan objektif yaitu melalui creditscoring. Banyak teknik yang dapat membantu dalam pembangunan model credit scoring. Pada perkembanganterbaru, teknik-teknik yang terdapat di dalam data mining mulai banyak digunakan khususnya teknik decisiontree telah menjadi teknik yang populer. Ada beberapa algoritma decision tree yaitu C5.0, CART, dan CHAIDyang dapat digunakan untuk membangun model tree. Ketiga algoritma tersebut menghasilkan model tree yangberbeda untuk set data yang sama. Model yang berbeda dapat memberikan keakuratan yang berbeda pula.Algoritma C5.0 memberikan rata-rata tingkat keakuratan sebesar 87,72%, CART 87,27%, dan CHAID 87,15%.Dari analisis statistik diperoleh bahwa tidak ada perbedaan performansi yang signifikan di antara ketigaalgoritma tersebut.Kata kunci: Credit Scoring, Data Mining, Decision Tree, Algoritma C5.0, CART, CHAID
E-Agribisnis: Teori dan Aplikasinya Soekartawi Soekartawi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak lama diakui bahwa peran sektor pertanian di Indonesia adalah penting, bukan saja sumbangannyaterhadap penyerapan tenaga kerja, tetapi juga sebagai penghasil bahan pangan, pendorong munculnya industrilain, pendorong munculnya kesempatan berusaha di kegiatan yang lain, dan penghasil devisa yang relatif besar.Namun dalam perjalanannya, sektor pertanian dihadapkan pada sejumlah kendala, antara lain karena semakinmenyempitnya penguasaan lahan, semakin terbatasnya penguasaan modal, kurangnya pemanfaatan teknologidan sulitnya pemasaran. Akibatnya, tampilan (performance) sektor pertanian menjadi kurang seperti yangdiharapkan.Untuk mengejar ketertinggalan ini, pemerintah berupaya untuk memanfaatkan Teknologi Informasi danKomunikasi (TIK) sebagai instrument akselerasi pembangunan pertanian. Dalam Rencana Strategik(RENSTRA) Departemen Pertanian, 2005-2009, telah dicanangkan kebijakan operasional program TIK, yaitu:(i). Pengembangan dan Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Statistik Pertanian, (ii). PeningkatanPemanfaatan dan Penyebaran Informasi, (iii). Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dalam BidangStatistik dan Sistem Informasi, dan (iv). Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Sistem Informasi.Pemanfaatan TIK dalam bidang pertanian sering dinamakan e-Agriculture atau e-Agribusiness.Pengertian e-Agriculture atau e-Agribusiness sering diambilkan dari definisi e (electronic) dalam konsepInformation and Communication Technology (ICT), yaitu kegiatan pertanian dan/atau agribisnis yangmemanfaatkan keunggulan ICT seperti komputer, internet, piranti lunak (softwares) dan piranti keras(hardwares), radio, televisi dan perangkat IT lainnya, serta orang yang mengoperasikan ICT tersebut.Aplikasi e-Agriculture atau e-Agribusiness dapat dilakukan di semua aktivitas pertanian mulai darikegiatan di hulu (proses produksi) sampai pada di hilir (pemasaran hasil). FAO telah memanfaatkan ICT dikegiatan network, publikasi, database dan pembuatan Web. Sementara itu, Departemen Pertanianmemanfaatkan ICT untuk program (i). Pengembangan Statistik Pertanian, (ii). Pengembangan Sistem Informasi,dan (iii). Penunjang Pengembangan Sistem Informasi dan Statistik Pertanian. Dalam pada itu pemanfaatan e-Agriculture atau e-Agribusiness di kalangan swasta dan di pendidikan pertanian dirasa juga sebelum sepertiyang diharapkan.Berdasarkan hal-hal di atas disarankan agar ada kepemihakan pemerintah untuk mendorongpemanfaatan e-Agriculture atau e-Agribusiness di semua kegiatan di lingkup pertanian, khususnya di bidangsoftwares, hardwares dan SDM-nya. Tujuannya adalah untuk mempercepat lajunya pembangunan pertanian diIndonesia.Kata Kunci: e-Agribusinees, e-Agriculture, ICT
Pemanfaatan Online Geographic Information pada Sistem Mobile Resto Reservation Berbasis GPRS dan 3G Abdul Munif; Wiwin Kuswinardi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart Resto adalah aplikasi berbasis sistem mobile reservation yang dikembangkan denganmemanfaatkan online geographic information yang telah memungkinkan pengguna PDAphone maupunsmartphone untuk mengetahui posisinya dan melakukan reservasi pada resto yang terdekat. Aplikasi SmartResto ini menggunakan teknologi akses GPRS dan 3G untuk melakukan koneksi dari handheld ke server untukmendapatkan informasi tentang nama dan lokasi resto serta melakukan transaksi order menu dan reservasi.Pada aplikasi Smart Resto ini PHP digunakan sebagai platform dan SQL Server digunakan sebagai databasemanagement system. Web server berperan sebagai gateway bagi aplikasi pada mobile device dan komputerserver yang terdapat pada resto dimaksud.Kata kunci: Mobile Data Communication, GPRS, 3G, Online Geographic Information, m-Reservation, m-Commerce
Penggunaan Model e-Media Berbasis Komputer dalam Pembangunan Sistem e-Learning (Studi Kasus: e-Media untuk Pembelajaran Gerak Osilasi) Yugowati Praharsi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality and potential of human resources have an important rule in thedevelopment of a country. One of the challenges is the big number of human resources whoare spread to education distribution level. So it is needed an e-Media which can be used topresent information which can guarantee to do interaction among them. This paper willpropose the using an e-Media based on computer to e-Learning development, which will beimplemented on oscillation motion learning with Maple programming in Faculty ofInformation Technology--Satya Wacana Christian University in CD form.This e-Media modelcan create flexibility in learning of method, time and interactivity aspects and also canincrease interaction between teacher and student. Furthermore, this e-Media model can bedeveloped as a tool of knowledge management application development and a tool of learningcontent management system application development.Keywords: e-media, e-learning, cd, knowledge management, learning content managementsystem.
EAP-Based Authentication for Ad Hoc Network Muhammad Agni Catur Bhakti; Azween Abdullah; Low Tan Jung
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless network has been deployed worldwide, but some security issues in wireless network might haveprevented its further acceptance. One of the solutions to overcome the limitation of wireless network security isthe IEEE 802.1X specification, a mechanism for port-based network access control, which is based onExtensible Authentication Protocol (EAP). It is an authentication framework that can support multipleauthentication methods. EAP can run over many types of data-link layer and it is flexible in its implementation.Thus, it might be possible to use EAP as a generic authentication mechanism in various wireless networks,including ad hoc network. This paper describes possible use of EAP in ad hoc network and proposes amechanism / approach to implement EAP in ad hoc network using EAP multiplexing model with master node asauthentication server.Keywords: Authentication, IEEE 802.1X, Extensible Authentication Protocol (EAP), ad hoc.
Studi Empiris Perbaikan Quality Of Service dengan DiffServ dan MPLS pada Jaringan IP Imam Rozali
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama yang terdapat pada jaringan TCP/IP tradisional adalah masih belum adanya garansiQuality of Services (QoS) yang baik. Salah satu usulan perbaikan pada jaringan TCP/IP untuk meningkatkanQoS adalah jaringan TCP/IP dengan ruting Multi Protocol Label Switching (MPLS) dan jaringan TCP/IPdengan layanan Differentiated Services (DiffServ).Pada penelitian ini dilakukan studi empiris menggunakan simulasi komputer untuk membuktikankebenaran adanya peningkatan QoS pada jaringan TCP/IP dengan ruting Multi Protocol Label Switching(MPLS) dan pada jaringan TCP/IP dengan layanan Differentiated Services (DiffServ).Simulasi komputermenggunakan software Network Simulator versi 2. Sedangkan parameter QoS yang dibandingkan adalahparameter throughput dan end-to-end delay.Dari hasil analisa data, dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua model jaringan tersebut terbuktimeningkatkan QoS baik dari sisi nilai throughput dan delay, tipe layanan pada user maupun dari sisi layananmultimedia.Kata Kunci: TCP/IP, Quality of Services (QoS), MPLS, DiffServ.