cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
PERBANDINGAN QUANTUM CLUSTERING DAN SUPPORT VECTOR CLUSTERING UNTUK DATA MICROARRAY EXPRESSION YEAST CELL DALAM RUANG SINGULAR VALUE DECOMPOSITION (SVD) Riwinoto .
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini, metode clustering telah diimplementasikan dalam riset DNA. Data dari DNA didapat melalui teknik microarray. Dengan menggunakan metode teknik SVD, dimensi data dikurangi sehingga mempermudah proses komputasi. Dalam paper ini, ditampilkan hasil clustering tanpa pengarahan terhadap gen-gen dari data bakteri ragi dengan menggunakan metode quantum clustering. Sebagai pembanding, dilakukan juga clustering menggunakan metoda Support Vector Clustering. Selain itu juga ditampilkan data hasil clustering menggunakan metode quantum clustering dengan reduksi dimensi pada dimensi 4. Data menunjukkan skor Jackard untuk clustering menggunakan metoda quantum clustering mencapai 0.49625 dengan 4 kluster , SVC menghasilkan 0.24462 dengan 2 kluster. Jadi metoda quantum clustering dengan reduksi dimensi menjadi 4 menghasilkan perfomansi clustering yang lebih baik dibandingkan dengan metoda SVC.
Pengaruh Inteligensi pada Program Instruksional Pendidikan Fitri Imansyah; Herry Sujaini; Heri Priyanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari sekian banyak program instruksional yang dikenal dengan Computer Assisted Instruction (CAI)yang telah ada masih sedikit sekali yang memiliki intelegensi, meskipun ilmu yang biasa dikenal dengan ICAI(Intelligence Computer Assisted Instruction) telah dikembangkan sejak tahun 1980-an. Program instruksionalyang memiliki inteligensi tidak bersifat statis seperti kebanyakan program instruksional, sebab materi danmetode instruksional yang diberikan bervariasi sesuai dengan kemampuan dan perkembangan pemakai yangselalu terekam dalam suatu database tersendiri. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis, programinstruksional yang memiliki inteligensi dapat memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap prosespembelajaran secara signifikan.Kata kunci: Intelligence Computer Assisted Instruction, program instruksional
Pengenalan Pola Bahan Terkorosi Menggunakan Metoda Pembelajaran Perceptron pada Sistim Jaringan Syaraf Mike Susmikanti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang industri merupakan suatu hal yang penting untuk mengetahui kondisi bahan yangdipergunakan khususnya dalam pembangunan instalasi nuklir. Terdapat beberapa macam kegagalan bahandiantaranya korosi. Dalam banyak hal korosi tidak dapat dihindarkan, tetapi terdapat banyak usaha untukmengendalikannya. Pemodelan dan simulasi merupakan salah satu cara untuk mengurangi tingkat korosi.Pengenalan pola bahan terkorosi berbasis kecerdasan buatan diharapkan dapat membantu sebagian usahapengendalian untuk para ahli yang menekuni masalah korosi. Banyak percobaan pengamatan menggunakanbeberapa alat laboratorium. Mikrostruktur dari bahan dapat digambarkan dan struktur polanya dapatdikonversi dengan pengolahan citra. Untuk menentukan karakteristik dari pola tersebut, dianalisis denganprinsipal komponen. Pemodelan menggunakan sistem jaringan syaraf merupakan pembelajaran dan adaptasidari suatu obyek. Metoda perceptron merupakan salah satu pembelajaran dengan pengawasan pada sistemjaringan syaraf. Diperlukan rancangan jaringan syaraf dengan sejumlah spesifikasi untuk identifikasi yangterdiri dari sejumlah neuron dan sejumlah input. Sejumlah neuron digunakan untuk membedakan klasifikasipada pengenalan pola dari bahan terkorosi atau tidak terkorosi. Dalam pembelajaran dan pelatihan data akandiambil beberapa data contoh, kemudian dilakukan beberapa simulasi. Mikrostruktur dari data contoh yangditeliti menggunakan data laboratorium dan data pustaka. Proses pengenalan pola meliputi pengolahan citra,analisis prinsipal komponen dan jaringan syaraf dengan menggunakan MATLAB.Kata kunci: Korosi, Pengenalan pola, Pengolahan Citra, Prinsipal Komponen, Jaringan Syaraf, Perceptron.
Pengolahan Citra menggunakan Metode Otsu dan Hough Circle Transform untuk Prototipe Alat Sortir Buah Apel Cahya Utama Purwa Negara; Kartika Firdausy
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2019: Peran Sains Data Dari Perspektif Akademisi dan Praktisi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

—Apel merupakan suatu jenis buah dengan peminatyang banyak. Buah apel banyak terdapat di daerah Malangdengan jenis yang beragam salah satunya yaitu buah apelMalang rome beauty. Buah apel memiliki beberapa proses pengolahan pasca panen, salah satunya adalah sortir buah apelberdasarkan ukuran diameter untuk penentuan grade sesuaidengan standar mutu. Grade buah apel Malang rome beautyterdiri dari 4 grade, yakni A, B, C, dan D. Pada penelitian yangtelah dilakukan memiliki tujuan untuk membangun suatuprototipe sistem untuk memilah buah apel menggunakanpengolahan citra metode Otsu dan Hough Circle Transform. Sortir buah apel berdasarkan ukuran diameter yang telahditentukan. Perangkat lunak yang digunakan untuk membuatGraphical User Interface adalah Microsoft Visual Studio C++2015, implementasi fungsi pengolahan citra diambil dari libraryOpenCV 3.2, dan Arduino IDE 1.8.4 untuk pengendaliankonveyor. Perangkat keras yang digunakan untuk membangunsistem konveyor adalah Arduino Mega 2560, webcam LogitechC270, motor driver module L298N, motor motor servo, dan sensor proximity infrared. Sistem telah diuji dengan variasi tingkatpencahayaan. Hasil terbaik yang diperoleh dalam pengujianadalah menggunakan cahaya luar ruangan (320 lux) denganakurasi 90%
ANALISA PENGUJIAN OPTIMALISASI KINERJA WEBSITE Diyurman Gea
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi website merupakan sebuah media untuk menyampaikan informasi yang cepat dan up-to-date dan yang dibangun dengan tehnologi informasi. Beberapa perusahaan juga menggunakannya untuk mendukung proses bisnis vital mereka. Berdasarkan hal tersebut maka perlu bagi para pengembang atau pemilik dari web service untuk menjaga kualitas web mereka.Penggunaan aplikasi sebagai media untuk tetap kompetitif dan merangsang pertumbuhan bisnis perusahaan, juga menimbulkan beberapa resiko yang mungkin dapat terwujud dalam bentuk hilangnya kerahasiaan data, integritas dan ketersediaan informasi. Penyebab resiko ini adalah lemahnya sistem keamanan, pengolahan data yang terlalu cepat, penyalahgunaan otorisasi dan informasi yang tidak akurat. Karena itu, sistem pengujian menjadi sangat penting untuk mengukur tingkat kualitas dari suatu produk aplikasi sistem informasi.Dengan kemampuan teknologi software yang mampu menampilkan informasi grafis dalam bentuk gambar, animasi, flash, terkadang developer juga tidak memperhatikan performance website yang berakibat pada penurunan kualitas akses website yang menjadi lambat, dan kualitas jaringan yang semakin lambat. Karena itu, maka perlu dilakukan pengujian performance website sehingga hasilnya lebih optimal.
Kajian Awal: E-Learning Readiness Index (ELRI) Sebagai Model bagi Evaluasi E-Learning pada Sebuah Institusi Yudi Prayudi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain dan implementasi e-learning umumnya melibatkan 3 komponen, yaitu:People (dosen danmahasiswa), Process (interaksi proses pembelajaran serta sistemnya) dan Product (content pembelajaran,output), hingga saat ini belum ada sebuah model komprehensif sebagai alat untuk evaluasi implemnetasi elearning.Sejumlah model evaluasi yang ada masih bersifat parsial hanya untuk komponen tertentu saja. Untukkepentingan itu diusulkan konsep eLRI (e-Learning Readiness Index) sebagai model bagi evaluasi e-learning disebuah institusi. Model yang dibangun mengadopsi konsep NRI dari GITR yang setiap tahun selalumengeluarkan analisa terkait dengan kekuatan dan kelemahan TIK disebuah negara. Data dan analisis eLRIakan dikembangkan dalam sebuah web based application. Adanya e-learning readiness index diharapkan akanmenjadi masukan pada banyak aspek dari e-learning itu sendiri, diantaranya sejauh mana penerapan e-Learning telah sesuai dengan tujuan awalnya. Mahasiswa sebagai pelaku utama dari aktivitas e-learning,dosen sebagai penyedia materi yang juga menjadi pelaku utama e-learning serta institusi sebagai penyediasarana dan pengelola sistem e-learning masing-masing harus dievaluasi secara khusus agar e-learning bisasesuai dengan tujuannya. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi dapat direncanakan sejumlah program yangmendukung pada upaya peningkatan kualitas e-learning di lingkungan institusi tersebut.Kata Kunci: e-learning, readiness index, evaluasi
Generator Pohon Untuk Grammar Berbasis Algoritma Couke Younger Kasami Wijanarto Wijanarto; Ajib Susanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2016
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syntactic analysis is a series of processes in order to validate a string that is received by a language. In this section it is often difficult to be explained properly, especially when making the rules up into a tree decline valid received by language. This study aims to produce an application that can generate information in the form of image files visual and textual representations of trees from the strings of the received language, a decrease in the rules of grammar, as well as the basic code of the image file that can be compiled and customization of its own. The algorithm chosen is CYK algorithm (Cocke Younger Kasami) for parsing the context free grammar (CFG) in the form of Chomsky Normal Form (CNF). CYK algorithm is very easy to understand and implement, therefore, appropriate given the decline in the teaching of automata to understand the rules to produce a valid tree of the input string. In the study of automata, understanding the process of reduction in the rules to be a tree (parse tree) is important to be taught well
Identifikasi Citra Massa Kistik Berdasar Fitur Graylevel Co Occurrence Matrix Hari Wibawanto; Adhi Susanto; Thomas Sri Widodo; S. Maesadji Tjokronegoro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

We have studied the effectiveness of using texture features derived from gray-level co-occurrence matrix(GLCM) matrices for classification of cystic mass and non-cystic mass in ultra sonograms. Twenty-three (23)region of interest (ROIs) containing cystic masses and fifty-five (55) non-cystic masses were extracted from ultrasonogram for this study. For each ROI of 50x50 pixels, seven features (energy, inertia, entropy, homogeneity,maximum probability, inverse difference moment, and correlation) were calculated. The importance of eachfeature in distinguishing cystic masses from non-cystic masses was determined by linear discriminant analysiswith SPSS version 11.5 program. As a result of a study, it was found that all seven features can distinguishingcystic masses from non-cystic masses with an accuracy about 91 %-92.3%. Those levels of accuracy also foundwhen two features (energy and inverse difference moment) was excluded from analysis. The result demonstratethe feasibility of using texture features based on GLCM for distinguishing cystic masses from non-cystic massesof ultra sonogram .Keywords: Gray-level Co-occurrence Matrix Ultrasonografi, massa kistik, fitur tekstur, analisis tekstur, analisisdiskriminan
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN PRODUKSI PAVING BLOCK PADA CV. EKO JOYO Moch. Arifin; Agus Rudyanto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan produksi adalah proses pengalokasian dari sumber daya yang tersedia untuk menyelesaikanpekerjaan dengan mempertimbangkan batasan-batasan yang ada untuk mencapai suatu tujuan tertentu. CV. EkoJoyo merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri paving block. Selama ini penjadwalanproduksi di perusahaan tersebut dilakukan secara konvensional, sehingga sering terjadi keterlambatan dalammemenuhi target jatuh tempo penyelesaian produksi paving. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kriteriaperformansi yang diutamakan dalam penjadwalan produksi di perusahaan ini adalah meminimalkan maximumtardiness. Metode Earliest Due Date (EDD) merupakan metode penjadwalan produksi yang menghasilkanmaximum tardiness yang paling minimum. Metode ini mengurutkan pekerjaan-pekerjaan berdasarkan tanggaljatuh tempo (due date) yang terdekat. Dengan demikian, metode EDD akan menghasilkan maximum tardinessyang lebih kecil daripada metode konvensional.Kata Kunci: penjadwalan produksi, earliest due date, maximum tardiness
Evaluasi Penerapan Teknologi Informasi Di Perguruan Tinggi Swasta Yogyakarta Dengan Menggunakan Model Cobit Framework Alexander Setiawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi teknologi informasi untuk mendukung Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta dalam mencapai tujuannya sudah merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting. Evaluasi terhadap implementasi teknologi informasi dengan menggunakan Model COBIT Framework sangat berguna baik bagi pengguna, pengembang teknologi informasi maupun para pengelola. Evaluasi terhadap proses teknologi informasi perlu dilakukan agar manajemen Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta dapat melakukan perbaikan-perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta berdasarkan penerapan teknologi informasi. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui sumbangan penerapan teknologi informasi, serta untuk mengetahui evaluasi penerapan teknologi informasi pada Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta. Hasil evaluasi dari penelitian yang menggunakan sampel 50 Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta ini menunjukkan bahwa tingkat maturity Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta sebagian besar sudah cukup baik yaitu di atas skala 3 (defined). Berdasarkan sampel Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta dapat dibagi dalam 3 kelompok tingkat maturity teknologi informasi, yaitu Tingkat maturity ”Rendah” sebanyak 5 PTS, Tingkat maturity “Sedang” sebanyak 38 PTS, Tingkat maturity “Tinggi” sebanyak 7 PTS.

Page 18 of 142 | Total Record : 1420