cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ordik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
GAYA BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MADE SR UNDY MAHARDKA, I
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf dengan metode deskriptif. Tujuan utama penelitian adalah: (1) mendeskripsikan gaya belajar mahasiswa jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga   Fakultas Ilmu Keolahragaan Unesa, (2) mendeskripsikan kaitan antara gaya belajar dan hasil belajar perencanaan pengajaran, (3) mendeskripsikan kaitan antara gaya belajar dengan perencanaan perkuliahan. Partisipasi didapat dari mahasiswa S-1 Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Angkatan 2010 Sebanyak 160 orang dengan purposive sampling. Hasil penelitian menemukan: (1) sebanyak 43% orang termasuk visual learners, 18% orang termasuk auditory learners, dan  39% orang termasuk kinesthetic learners, (2) rerata nilai mahasiswa pada matakuliah perencanaan pengajaran adalah: visual learners 70,72,  auditory learners 74,06, sedangkan kinesthetic learners 75,58, (3) rerata nilai mahasiswa mayoritas  (visual) lebih kecil dari hasil belajar kelompok lainnya disebabkan karena pendekatan pembelajaran yang dipilih dosen tidak sesuai dengan gaya belajar mahasiswa. Saran yang dapat dikemukakan adalah dosen perlu mengembangkan perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar mahasiswa agar hasil belajar optimal. 
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN STRATEGI PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE BOLABASKET KELAS VII DI SMPN 3 MADIUN Kusuma, I Made
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar mengajar pun diperlukan strategi pembelajaran yang tepat. Terkait dengan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjasorkes) dalam kehidupan masyarakat dewasa ini olahraga sudah dipandang sebagai kebutuhan hidup. Perkembangan olahraga bolabasket di Indonesia pada saat ini bisa dibilang berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya diadakan kejuaraan-kejuaraan baik itu pada tingkat daerah, maupun tingkat nasional. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan strategi pembelajaran langsung terhadap hasil belajar dribble bolabasket kelas VII di SMPN 3 Madiun?, 2) Bagaimana penerapan strategi pembelajaran tidak langsung terhadap hasil belajar dribble bolabasket kelas VII di SMPN 3 Madiun?, 3) Apakah ada perbedaan antara strategi pembelajaran langsung dan strategi pembelajaran tidak langsung terhadap dribble bolabasket kelas VII di SMPN 3 Madiun? Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen kuantitatif, dilaksanakan selama tiga bulan yakni Maret sampai dengan Mei tahun 2011. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VI E dan VII F SMPN 3 Madiun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, angket, catatan lapangan, tes dan dokumentasi. Materi pokok yang digunakan dalam penelitian ini adalah drible bolabasket. Waktu yang digunakan adalah 6 kali pertemuan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a) Penerapan kelompok strategi pembelajaran langsung terhadap hasil belajar dribble zig-zag bolabasket berdasarkan hasil uji beda sampel sejenis bahwa untuk kelompok strategi pembelajaran langsung mengalami peningkatan sebesar 21,23%. c)  Penerapan kelompok strategi pembelajaran tidak langsung terhadap hasil belajar dribble zig-zag bolabasket mengalami peningkatan sebesar 13,20%. b) Sedangkan berdasarkan uji beda sampel berbeda, ada perbedaan antara strategi pembelajaran langsung dan strategi pembelajaran tidak langsung menunjukkan bahwa t hitung sebesar 5,72 lebih besar dari t tabel sebesar 1,99 dengan taraf kesalahan sebesar 5% maka hipotesis diterima sehingga dapat dikatakan adanya perbedaan penggunaan strategi pembelajaran langsung dan strategi pembelajaran tidak langsung terhadap hasil belajar dribble zig-zag bolabasket kelas VII SMPN 3 Madiun.   Kata kunci: strategi pembelajaran, bolabasket. Pendahuluan
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI ATLET MELALUI LITERASI GIZI NOORDIA, ANNA
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition’s literacy (literacy nutrition) can be defined as the capacity to obtain, process, and understand basic nutrition information needed to make a decision right diet. Nutrition plan has an urgent role in coaching athletes achievements. The fulfillment of balance nutrition for an athlete is one factor that affects athlete achievement. Energy requirement for athlete is calculated from individual requirements. The latest nutrition and school health research provides data indicating a correlation between quality nutrition education and the selection of foods for a healthy diet   Keywords: literasi gizi, prestasi olahraga, gizi olahraga
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR LOMPAT MELALUI AKTIVITAS BERMAIN  UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR. Dinata, Vega Candra
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penjasorkes dalam Permendiknas No 22 Tahun 2006 poin ke tiga menyebutkan ”meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar”, dalam  Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK-KD) dalam Permendiknas No 22 Tahun 2006, kelas I sampai kelas V semester satu di sekolah dasar (SD) menekan pembelajaran gerak dasar bukan teknik dasar. Permendiknas no 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, secara garis besar  kelulusan mata pelajaran penjasorkes pada sekolah dasar menekankan pembelajaran  gerak dasar. Hasil survey pelaksanaan pembelajaran gerak dasar di kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik jarang  dilaksanakan atau dikembangkan, meskipun pernah, pelaksanaannya  sederhana. Metode pengembangan yang dirujuk dan digunakan dalam  pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain di sekolah dasar adalah menggunakan model Dick & Carey. Model Dick & Carey dimulai dengan (1) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran; (2) melaksanakan analisis pembelajaran; (3) mengenal tingkah laku awal dan karakteristik siswa; (4) merumuskan tujuan khusus; (5) mengembangkan butir tes acuan; (6) mengembangkan strategi pembelajaran;(7)  memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran; (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif; (9) merevisi bahan pembelajaran; dan (10) merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif. Pada model Dick & Carey terdapat 10 tahapan desain pembelajaran, tetapi pada model pengembangan penelitian ini hanya digunakan 9 tahapan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pengembangan pembelajaran yang dilakukan hanya sebatas merevisi bahan pembelajaran atau menguji coba produk.  Hasil uji coba pengembangan pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD menghasilkan 26 tugas gerak.Dengan rincian pembelajaran gerak dasar tanpa alat berjumlah enam tugas gerak, pembelajaran gerak dasar menggunakan alat berjumlah dua puluh tugas gerak.Uji efektifitas pengembangan pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD dari analisis FCE dan Lembar Observasi Kelas Dikjasor terbukti efektif. (a) Uji efektivitas menggunakan analisis Mann-Whitney Test hasilnya signifikan karena nilai Asymp. Sig. menunjukkan 0.0001; (b) Uji efektivitas pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD dari Lembar Observasi Kelas Dikjasor kelompok eksperimen mendapatkan nilai 77.48% mendapat kategori “baik”, kelompok kontrol mendapatkan nilai 66.49% masuk dalam kategori “baik”. Nilai efektivitas kelompok eksperimen lebih tinggi 10.99% dari kelompok kontrol.   Kata kunci: pembelajaran gerak dasar lompat, aktivitas bermain
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN STRATEGI PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE BOLABASKET KELAS VII DI SMPN 3 MADIUN
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar mengajar pun diperlukan strategi pembelajaran yang tepat. Terkait dengan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (penjasorkes) dalam kehidupan masyarakat dewasa ini olahraga sudah dipandang sebagai kebutuhan hidup. Perkembangan olahraga bolabasket di Indonesia pada saat ini bisa dibilang berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya diadakan kejuaraan-kejuaraan baik itu pada tingkat daerah, maupun tingkat nasional. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan strategi pembelajaran langsung terhadap hasil belajar dribble bolabasket kelas VII di SMPN 3 Madiun?, 2) Bagaimana penerapan strategi pembelajaran tidak langsung terhadap hasil belajar dribble bolabasket kelas VII di SMPN 3 Madiun?, 3) Apakah ada perbedaan antara strategi pembelajaran langsung dan strategi pembelajaran tidak langsung terhadap dribble bolabasket kelas VII di SMPN 3 Madiun? Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen kuantitatif, dilaksanakan selama tiga bulan yakni Maret sampai dengan Mei tahun 2011. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VI E dan VII F SMPN 3 Madiun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, angket, catatan lapangan, tes dan dokumentasi. Materi pokok yang digunakan dalam penelitian ini adalah drible bolabasket. Waktu yang digunakan adalah 6 kali pertemuan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a) Penerapan kelompok strategi pembelajaran langsung terhadap hasil belajar dribble zig-zag bolabasket berdasarkan hasil uji beda sampel sejenis bahwa untuk kelompok strategi pembelajaran langsung mengalami peningkatan sebesar 21,23%. c)  Penerapan kelompok strategi pembelajaran tidak langsung terhadap hasil belajar dribble zig-zag bolabasket mengalami peningkatan sebesar 13,20%. b) Sedangkan berdasarkan uji beda sampel berbeda, ada perbedaan antara strategi pembelajaran langsung dan strategi pembelajaran tidak langsung menunjukkan bahwa t hitung sebesar 5,72 lebih besar dari t tabel sebesar 1,99 dengan taraf kesalahan sebesar 5% maka hipotesis diterima sehingga dapat dikatakan adanya perbedaan penggunaan strategi pembelajaran langsung dan strategi pembelajaran tidak langsung terhadap hasil belajar dribble zig-zag bolabasket kelas VII SMPN 3 Madiun.   Kata kunci: strategi pembelajaran, bolabasket.
PEMANFAATAN TIPE DAN TAKARAN PELATIHAN YANG TEPAT DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMPONEN BIOMOTORIK ATLET Tampi, Siane Maria
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is found that some trainers, in training their athletes, have still not understood the type of training and the appropriateness of the portion as well as the appropriateness to the type of the sport. This article is aimed at giving descriptions of the appropriate type and portion of training is one chosen based on the specification movement of the sport type. While the training amount is intensity, volume, duration and frecuency of an activity done by an athlete in a period of time to enhance the fuctional abilities of the body organ in order to be able to adapt to the changes appropriate to the goal of the training.   Keywords: tipe, takaran pelatihan, peningkatan, komponen, biomotorik dan atlet.
KONTRIBUSI TINGKAT KEMAJUAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA UJIAN NASIONAL TAHUN 2011 (Studi pada SMA Negeri dan Swasta se-Surabaya) Al, Muchamad Arif
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran penjasor sering dicap sebagai pembelajaran yang membosankan, menghambur-hamburkan waktu, dan mengganggu intelektual anak. Sehingga dalam pelaksanaannya seringkali tidak diperhatikan dan terabaikan. Keadaan ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pelaksanaan aktivitas fisik di negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda, aktivitas jasmani di kalangan remaja telah menjadi perhatian utama sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat. J.F. Kennedy menyatakan bahwa kecerdasan dan ketrampilan hanya dapat berfungsi pada puncak kapasitasnya bila tubuh dalam keadaan bugar. Menurut (CDC, 2000; Disman, 1990: Pate dan Trost, 1998) dalam Maksum (2009a: 60 - 61) memaparkan bahwa kedudukan pendidikan jasmani merupakan bagian integral  dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan berfikir kritis, ketrampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan bersih melalui dengan direncanakan sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Kesenjangan antara kondisi ideal yang diharapkan dengan praktek nyata di lapangan ini yang menjadi latar belakang penelitian untuk mengungkap kontribusi nyata pembelajaran penjas sebagai variabel bebas yang dirangkum pada intrumen PDPJOI terhadap hasil belajar siswa (kognitif) SMA se-Surabaya pada Unas tahun 2011 sebagai variabel terikat. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 139 sekolah dan sampel penelitian 30 sekolah. Hasil analisis data korelasi product moment yang menghubungkan data variabel bebas dan data variabel terikat menunjukkan koefisien korelasi (r) 0,859 yang artinya hubungan antara kedua variabel sangat kuat, sedangkan besarnya kontribusi variabel bebas terhadap varibel terikat adalah dengan rumus (r2) dan hasilnya adalah 73,79%. Jadi kesimpulannya adalah tingkat kemajuan penjasor sekolah, memberikan kontribusi sebesar 73,79% terhadap hasil belajar siswa pada Unas tahun 2011.   Kata kunci: kontribusi, tingkat kemajuan penjasor, hasil belajar siswa.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW (Studi Pada Siswa Kelas X SMK Al Ikhlash Panceng Gresik) Qomarrullah, Rif’iy
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A numbers of researches have been many times conducted in relation to the cooperative instruction with the jigsaw base. This research was conducted by expanding the instruction instrument characterized by the jigsaw type cooperative instruction model as one of alternatives in coping with the physical educational instruction problem. The lack of communication could have effect on the student activities and the learning achievements of physical education in the school, and then it could be formulate the problems as follows: what are the student responses to the application of jigsaw type cooperative instruction instrument?, what are the student learning outcomes in the form of product and process in the jigsaw type cooperative instruction? The specific purposes of this research was to describe the student responses to the application of jigsaw type cooperative instruction instrument, describe the student learning outcomes in the form of product and process in the jigsaw type cooperative instruction. In this research used the classroom action research (CAR) design. Subjects in this research were the students of class XB at the Al Ikhlas Vocational Senior High School of Panceng Gresik amounted to 31 students (17 male and 14 female). Data collection technique in this research used the observation, questionnaire, field record, test and, documentation methods. The fundamental material used in this research was the squat style long jump. The times used were 6 times of encounters. Results are as follows: 1.) Produced FCE recapitulation learning success rate indicates the long jump squat style categories very good results, it shows that students are very pleased with the use type of jigsaw cooperative learning model. 2.) Percentage of observation and mastery learning show student learning outcomes of learning processes and products in the long jump squat style good category. Therefore, the type of jigsaw cooperative learning can help teachers of physical education in the learning process.  The writer hope that this research can be made as reference by the related parties such as teachers, parents, and the further researchers in developing the ability to socially interact with the surrounding environment and can improve the student activities and student learning outcomes in the school by means of jigsaw type cooperative instruction.   Kata kunci: kooperatif tipe jigsaw, pendidikan jasmani, prestasi belajar.
OTOT LAMBAT, OTOT CEPAT DAN PERBEDAANNYA DOLORES HASIANE NASUTI, JUANITA
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otot skelet manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu serabut otot tipe I dan tipe II. Perbedaan anatomis dan fungsional dari tiap tipe serabut otot itu akan  menentukan kekuatan atau durasi otot berkontraksi. Keberhasilan prestasi olahraga, selain ditentukan oleh ketepatan bentuk latihannya, juga ditentukan oleh faktor otot itu sendiri. Dikenal dua golongan aktivitas olahraga, yaitu aerob dan anaerob. Perbedaan ini menjadikan adanya perbedaan bentuk latihan pada atlet, karena setiap latihan memberikan rangsangan pada tipe serabut otot yang dilibatkan. Tipe serabut otot sangat mempengaruhi adaptasi terhadap program latihannya.   Kata kunci: Serabut otot tipe I, serabut otot tipe II, aktivitas aerobik, aktivitas anaerobik.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN PJOK , SUROTO
Ordik Vol 12, No 1 (2014): Vol. 12 No 1 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan ke kurikulum 2013 telah resmi dicanangkan oleh pemerintah secara bertahap mulai 15 Juli 2013. Pemerintah telah merancang perjalanan guru sampai tahap implementasi melalui 3 tahap: pelatihan, pendampingan, dan pelaksanaan secara mandiri. Sebagian pakar dan praktisi pembelajaran PJOK ada yang terlibat dalam melahirkan dokumen pendukung kurikulum dan merancang aktivitas penyiapan guru sasaran, akan tetapi sebagian besar guru PJOK yang akan menjadi aktor implementasi pembelajaran belum semuanya memiliki pemahaman yang cukup dan memiliki keyakinan mampu menjalankannya. Dalam tulisan ini dicuplik 9 topik yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan menambah keyakinan diri akan mampu mengimplementasikan kurikulum 2013 secara total.   Kata kunci: implementasi kurikulum 2013, guru PJOK, kompetensi