cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ordik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
PENGARUH PELATIHAN PLYOMETRIK RIM JUMP DAN HEXAGON DRILL TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI Himawan Wismanadi,
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelatihan plyometrik rim jumps dan pelatihan plyometirk hexagon drill. Kedua pelatihan ini mempunyai gerakan meloncat dan merupakan metode untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai. Akan tetapi dalam rim jumps dilakukan dengan gerakan ke atas saja sambil meraih papan/ring basket, sedangkan hexagon drill dilakukan dengan gerakan kesamping kiri dan kanan, maju maupun mundur dengan bentuk sisi segi enam. Populasi berjumlah 90 pemain, secara rendom melalui undian dikeluarkan tanpa pengembalian sebanyak 75 sampel, kemudian dibuat tiga kelompok secara undian, sedangkan untuk penentuan kelompok mana yang akan yang akan menjadi kelompok eksperimen 1, kelompok eksperimen 2 dan kelompok kontrol, yang berusia antara 14 - 16 tahun. Seluruh proses penelitian dicatat mulai dari tes awal dan tes akhir, selanjutnya data tersebut diolah menggunakan komputer dengan menggunakan t-test dan uji anava. kemudian dilanjutkan dengan pengujian derajat beda menggunakan uji LSD dan hasilnya bahwa respon pelatihan eksperimen 2 lebih besar dari kelompok  eksperimen 1 yaitu sebesar 3,94 Untuk hasil analisis varian diperoleh nilai beda rata-rata antara K 2 dengan K 1 sebesar 1,76. Yang berarti > LSD 0,05 = 0,828, maka simpulannya berbeda signifikan. Sedangkan  nilai beda rata-rata antara K 1 dengan KK sebesar 7,2. Yang berarti > LSD 0,05 = 0,78, maka simpulannya berbeda signifikan. Dan untuk nilai beda rata-rata antara K 2 dengan KK sebesar 8,96. Yang berarti > LSD 0,05 = 0,828, maka simpulannya berbeda signifikan. Menurut data ke tiga kelompok penelitian tersebut di atas, menunjukkan bahwa bentuk pelatihan hexagon drill lebih baik dari pengaruhnya daripada pelatihan rim jumps
Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa dalam Perkuliahan Pendidikan Kesehatan Sekolah pada Jurusan Pendidikan Olahraga Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Investigation Junaidi Budi Prihanto, ; S.km., ; M.km,
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkuliahan Pendidikan Kesehatan Sekolah di Jurusan Pendidikan Olahraga masih berjalan belum optimal karena selama ini model pembelajaran yang digunakan dalam adalah pembelajaran langsung (direct instruction) dimana dosen memegang peran terbesar dalam perkuliahan sehingga mengakibatkan mahasiswa menjadi kurang aktif yang dapat berakibat mudah hilangnya konsentrasi mahasiswa saat perkuliahan, sehingga kelas menjadi gaduh karena banyaknya mahasiswa yang melakukan hal-hal lain di luar konteks belajar mengajar. Untuk mengatasi masalah tersebut akan digunakan model pembelajaran kooperatif tipe tim infestigation. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian tindakan kelas, dengan instrumen peneliti sendiri serta bantuan lembar observasi kegiatan dosen mahasiswa, kuis dan field note yang akan mencatat proses belajar dan catatan-catatan yang dianggap penting selama observasi. Penelitian berlangsung selama 2 minggu dimulai pada tanggal 15 Desember 2010 dan berakhir tanggal 22 Desember 2010. Pelaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team investigation memberikan dampak positif baik bagi dosen maupun mahasiswa. Dengan pembelajaran kooperatif tipe team infestigation, mahasiswa menjadi aktif untuk memahami materi perkuliahan dan mampu bekerjasama dalam kelompok lebih baik
STRATEGIES AND APLICATION POSITIVE CONSTRUCTIVE SEBAGAI ANTISIPASI OVERSTRUCTURING MATERIALS DALAM PBM PENJASOR Bambang Ferianto Tjahyo Kuntjoro,
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan jasmani dan olahraga adalah laboratorium bagi pengalaman manusia, karena dalam pendidikan jasmani menyediakan kesempatan untuk memperlihatkan mengembangan karakter. Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai suatu proses pendidikan yang memiliki sebuah tujuan, yaitu: peningkatan kinerja manusia dan peningkatan pembangunan melalui media kegiatan fisik yang dipilih untuk mewujudkan hasil ini. Terdapat tiga domain dalam pendidikan jasmani, yaitu: Kognitif, Afektif, dan psikomotor. Pengertian olahraga menurut hakekatnya adalah aktivitas otot besar yang menggunakan energi tertentu untuk meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan olahraga sebagai alat pendidikaan, olahraga mampu dijadikan bantuan dalam memberi kelengkapan bagi usaha-usaha pendidikan dalam bentuknya secara keseluruhan. Strategi Pengajaran, istilah yang berlaku dalam kosakata pedagogis, akan dapat dimasukkan dalam tujuan pembelajaran pendidikan jasmani, meliputi variabel-variabel dalam lingkungan belajar mengajar yang dapat dikendalikan, dikelola, dan dimanipulasi oleh guru untuk tujuan memfasilitasi belajar. Untuk menjadi guru pendidikan jasmani harus mempunyai persayaratan tertentu, kompetensi dasar dalam mengajar. Selain itu guru pendidikan jasmani haruslah mampu memilih, merencanakan pembelajaran, menggunakan metode efektif, dan mengaplikasikan materi tersebut dalam pembelajaran nyata, agar tercapai tujuan pembelajaran pendidikan jasmani. Selain itu dari materi pendidikan jasmani, diharapkan peserta didik memiliki gerak estetika, etika perilaku, dan moralitas yang baik. Agar para mahasiswa jurusan pendidikan olahraga memiliki pemahaman yang luas tentang bidang pekerjaan yang akan digeluti, maka perlu adanya upaya pembimbingan jalur karir dan pengembangan karakter kepribadian
TRANS-INTEGRASI APLIED SPORT BIOMECHANICS SEBAGAI MATERI KUNCI MATA KULIAH OLAHRAGA (Transformasi Indoktrinisasi Calon Guru Pendidikan Jasmani) Toho Cholik Mutohir, ; Rif&rsquo
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru pendidikan jasmani atau pelatih harus memahami apa yang dikerjakannya dan mengapa ia melakukannya, ia harus mengetahui dengan baik azas-azas biomekanik. Biomekanika adalah ilmu yang membahas tentang pergerakan tubuh manusia. Biomekanik memainkan peran penting dalam banyak aspek usaha manusia, namun secara khusus biomekanik berhubungan dengan tiga bidang utama: olahraga, aplikasi klinis dan ergonomi (biomekanik dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari). Penerapan biomekanika dalam pendidikan jasmani di sekolah, menuntut guru untuk berkualitas, sehingga akan semakin banyak siswa yang tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan olahraga diluar sekolah. Berkaitan hal tersebut, maka harus ada proses indoktrinisasi trans-integrasi biomekanika dalam pengembangan program studi pendidikan jasmani keitka mahasiswa masih kuliah
ANALISIS ANTROPOMETRI TERHADAP KEBERHASILAN SHOOTING 3 POIN PADA PEMAIN BOLABASKET Risky Tm, ; Himawan Wismanadi,
Ordik Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to described of anthropometrical analysis to make succeed  in 3 point shooting of basketball players.  There are many fundamental skills  should be mastered to the basketball players, namely: ball handling, passing and catching, dribbling, shooting, pivot moving, rebound, lay up shoot, stopping, fake and faints, and tipping. Anthropometric components may were contributing to the success of doing shooting, so the individual anthropometric was analyzed because of its importance to success in basketball.  Shoot or shooting is a decisive element in winning the game, because winning is determined by the number of balls into the basket. In this study using a shooting 3 points, 3 points for shooting distance farther than the score 2 points or 1 point.    In doing the shooting, there are components of anthropometric (human body size) are used effects are: Height, leg length and arm length. Anthropometrics The term is also known in the field of sports, which is a measurement of knowledge concerning the human body, particularly to measure the dimensions of the body. From these measurements, then in getting results which will be used to create or determine what size should be used to test the research, which will be used by researchers to test the researchThe problem of this research was, what are the role of these components  of anthropometrics to make success in basketball. Each subject was measured of the anthropometric components, and they should take  shooting 3 points. The results showed that anthropometry associated with shooting 3 (three) points is the height, long legs and long arms. The tools used in the study was measuring instruments in accordance with the procedures of research, i.e..measuring devices that have been in tera. In a shooting test 3 (three) points is expected to research can work well, effective, convenient, safe, healthy, and efficient. And to be able to design a training pattern shooting for a basketball team. Based on the research ideal anthropometric composition of the data we obtain for the average size of 67 cm arm length, leg length 42 cm, and height 166 cm. The best size is the result of some other subject size. While classified as bad is the average size of 76 cm arm length, leg length 47 cm, and height 179 cm. However, if a player has a length above the average to achieve good results, can also shoot 3 points by trained intensively, basketball players will achieve good results as well.
PEMAHAMAN KONSEP DASAR GERAK PADA BIOMEKANIKA PADA MAHASISWA S-2 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI Soetjipto,
Ordik Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan tentang pemahaman konsep gerak pada perkuliahan Biomekanika dari matakuliah Kinesiologi dan Biomekanika pada program studi Pendidikan Jasmani S-2 Unesa, setelah diberikan perkuliahan selama empat kali. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, yang mendeskripsikan kemampuan gerak dasar sebagai kemampuan yang harus dimiliki sebelum perkuliahan dilanjutkan dengan penerapan Dartfish dalam analisis gerak.  Tes diberikan  pada bulan Mei 2012, dan hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa pada umumnya masih mengalami kesulitan sekitar 20% dalam mendeskripsikan hukum-hukum Mekanika dan penerapannya dalam aktivitas olahraga,
OLAHRAGA UNTUK MENANGGULANGI STRES Endang Sri Wahjuni,
Ordik Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini banyak orang yang mendapat stress baik stres akibat urusan pekerjaan, maupun urusan keluarga. Stres adalah suatu kondisi  yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Dalam hal ini sistem endokrin, sitem metabolisme tubuh akan bekerja lebih cepat atau meningkat yang bertujuan menyiapkan diri untuk menanggapi adanya ancaman yang nyata atau ancaman bayangan saja. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau meredakan stress, diantaranya adalah dengan berolahraga. Banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk mengatasi stress, tentunya bukan olahraga kompetisi. Oleh karena itu lebih dianjurkan olahraga jalan kaki atau jogging. Jika sesorang melakukan latihan-latihan olahraga, maka otaknya akan terjadi perubahan biokimiawi yang menyebabkan seseorang menjadi gembira atau menjadi baik suasana hatinya. Perubahan kimiawi ini disebabkan oleh hormon endorfin. Endorfin adalah suatu neurotransmiter, substansi kimia yang disintesa dan disimpan dalam otak.. Efek positif dari endorfin pada suasana hati sangat luar biasa, kadang-kadang menyebabkan keadaan yang disebut Euforia( senang), terutama pada pelari jarak jauh, yang diberi istilah Runners High. Oleh karena itu olahraga yang teratur dengan porsi yang cukup sesuai dengan kemampuan tubuh kita sangat bermanfaat bagi kesehatan jasmani bahkan rohani kita  
KEMAMPUAN GERAK DASAR LOKOMOTOR DAN MANIPULATIF SEBAGAI HASIL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH (Studi Pada Murid Kelas IV SDN 1 Ngoro Mojokerto) Eko Lodang Januarisca,
Ordik Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Physical education, sportand healthas anintegral part ofeducation, has a unique functionthat is byusing the"movement" as a mediumforlearningstudents.One purpose ofthe subjectsof sports andphysical educationin elementaryschoolis so thatstudents canimproveskillsandbasicmovementskills. This study aims to assess to what extent the activities learning the sport an physical education in Ngoro 1 Mojokerto elementary school have been able to provide experience locomotor and manipulative movements to the boys and girl student. Besides it is also to find out whether the learning experience of motion in the from of motion capability locomotor and manipulative to the boys and girls at school is same or differents. The subject of this study are 32 elementary school pupils Ngoro 1 Mojokerto. Consistend of 16 male and 16 female student enrolled in the school year 2010-2011. Data obtained using a test motor ability of children of elementary school. From (1) shuttle run 4x10 meters: (2) throw the ball catching distance of 1 meter to the wall. Data were analyzed using statistical techniques. The result abtained as follow (1) there was an increase in basic locomotor movements skills ( p = 0,000 < a 0,05 or 10,1%). (2) there was an increase in basic manipulative movements skills ( p = 0,000 < a 0,05 or 14,72%). (3) there are differents in locomotor ability between men and woman student ( p = 0,001 < a 0,05). (4) there are differents in manipulative ability between men and woman student ( p = 0,003 < a 0,05). From the result of this study can be concluded that there is increasing movements to basic locomotor and manipulative as the learning outcomes of physical education in school. There are different in the ability of basic locomotor and manipulative motion between men and women student in elementary school Ngoro 1 Mojokerto
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA HASIL BELAJAR PASSING ATAS PADA PERMAINAN BOLAVOLI (Studi Pada Siswa Kelas XI SMA GIKI 1 Surabaya) Suryanto Agung Prabowo, ; Hari Wisnu,
Ordik Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan antara guru dengan siswa, yang bertujuan guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dan siswa dapat memahami materi pembelajaran yang diberikan. Peranan model pembelajaran sangat dibutuhkan oleh semua guru terutama guru pemula. Mereka biasanya masih kurang percaya diri dan kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Terlebih lagi karakteristik siswa didik yang bermacam-macam, ada yang  menyukai aktifitas gerak, ada yang tidak. Pada penelitian ini penulis melakukan penelitian tentang perbandingan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model pembelajaran langsung tipe demonstrasi  pada hasil belajar passing atas pada permainan  bolavoli. Penelitian ini menggunakan metode experimen semu dan desain penelitian randomized control group pre-test-post-test design. Populasi yang dijadikan subyek penelitian adalah kelas XI siswa SMA GIKI 1 Surabaya yang berjumlah empat kelas. Kemudian  untuk menentukan samplenya diambil acak dua kelas yaitu kelas XI IPS dan kelas XI IPA. Kelas IPS menjadi sampel  model pembelajaran kooperatif dan kelas IPA menjadi sampel model pembelajaran langsung.  Setelah dilakukan penelitian dan  dianalisa uji peningkatan hasil belajar, terjadi peningkatan yang signifikan pada model pembelajaran kooperatif, yaitu sebesar 40,7%, sedangkan pada model pembelajaran langsung terjadi peningkatan yang tidak terlalu signifikan, yaitu sebesar 26,71%. Dari uraian tersebut bisa disimpulakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih bagus dari pada model pembelajaran langsung tipe demonstrasi, khususnya pada siswa kelas XI SMA GIKI 1 Surabaya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN TEKNIK DASAR MEMANAH DAN HASIL TEMBAKAN PANAHAN MAHASISWA S-1 PENJASKESREK 2009AJ Faridha Nurhayati, ; Kolektus Oky Ristanto,
Ordik Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah utama dalam proses pembelajaran panahan pada mahasiswa jurusan pendidikan olahraga, prodi S-1 penjaskesrek adalah kurangnya antusiasme mereka dalam mengikuti perkuliahan. Kondisi tersebut menyebabkan penguasaan teknik dasar memanah mahasiswa kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil tembakan yang tidak tepat sasaran dan skor yang diperoleh masih rendah, bahkan kadang-kadang anak panah menyusur ke tanah. Strategi yang bisa dilaksanakan adalah dengan model pengajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Devision). Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan penguasaan teknik dasar memanah dan hasil tembakan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Jumlah siklus tergantung pada pencapaian indikator keberhasilan setiap siklus, yaitu sekurang-kurangnya 75% mahasiswa penguasaan teknik dasar memanahnya dengan kategori baik dan 75% mahasiswa dapat memperoleh skor hasil tembakan ≥24 dari 3 anak panah yang ditembakkan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S-1 Penjaskesrek AJ yang berjumlah 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 2 siklus pembelajaran diperoleh hasil distribusi frekuensi penguasaan teknik dasar memanah mahasiswa pada siklus 1, yang penguasaan teknik dasar memanahnya dengan kategori baik sebanyak 10 orang (29%), sedangkan pada siklus 2 mengalami peningkatan sebanyak 26 orang (76%). Untuk persentase distribusi frekuensi skor hasil tembakan mahasiswa pada siklus 1, yang skor hasil tembakannya ≥ 24 sebanyak 7 orang (21%), sedangkan pada siklus 2 mengalami peningkatan sebanyak 28 orang (82%). Karena indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas telah tercapai sehingga kegiatan ini dihentikan pada siklus 2. Jadi dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan penguasaan teknik dasar memanah dan skor hasil tembakan pada mahasiswa S1 Penjaskesrek AJ