cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ordik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
PERANAN OLAHRAGA REKREASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL Wahyu Indra Bayu,
Ordik Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the Law No. 3 of 2005 section 1, verse 12, sports recreationis a exercise undertaken by peoplewith pleasure and ability which grow and develop in accordance with the conditions and cultural values ​​of local communities for health, fitness, and fun. And one aim is to build social relationships (section 19 verse 3). Recreational activities expanded beyond simple fatigue recovery activities into an activity to gain new experiences for the perpetrators, thus recreational sports has become an important part in public life and advancing to the shape of different purposes, one of the aim is to fulfill  a social function (this social function is performed for group activities).
Economic Value of Supporters: A Case of Professional Football in Indonesia Ali Maksum,
Ordik Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENILAIAN MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI ANGKATAN 2012 TERHADAP BUKU PENCAK SILAT DENGAN JUDUL PENCAK SILAT UNTUK MAHASISWA DAN UMUM PENULIS Drs. SUBAGYO, M.Pd. Subagyo,
Ordik Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ditulis merupakan hasil angket yang dibrikan pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan olah raga FIK Unesa angkatan 2012. Angket dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keterbacaan, tingkat kelugasan bahasa, tingkat kejelasan ulasan materi, penguasaan dan keluasan materi dalam buku Pencak Silat yang disusun oleh Drs. Subagyo, M.Pd., dengan No. ISBN 978-979-028-476-0 penerbit University Press, Universitas Negeri Surabaya. Angket mengunakan sekala likert dengan lima alternatif jawaban, sejumlah 21 pertanyaan. Jumlah angket yang diberikan 150 angket tetapi yang masuk atau terkumpul dan dapat dianalisis 140 angket. Hasil penelitian atau observasi melalui angket yang diolah mengunakan Program Statistik SPSS 11.5 menyimpulkan bahwa: 1.        Buku pencak silat dengan Judul Pencak Silat untuk Mahasiswa dan umum Penulis Drs. H. Subagyo, M.Pd. terbitan University Press, Universitas Negeri Surabaya, layak digunakan sebagai pedoman mengajar dan disebarkan kepada mahasiswa dan umum. 2.        Harga Buku yang dimaksud pada no. 1 cukup terjangkau oleh Mahasiswa. 3.        Buku yang dimaksud dapat digunakan sebagai bekal Mahasiswa sebagai calon guru Penjas. 4.        Dengan berbekal buku yang dimaksud di atas calon guru berani mengajarkan Pencak Silat disekolah nantinya jika sudah terjun di Sekolah.  
PERBANDINGAN ANALISIS BIOMEKANIK OLAHRAGA PADA SAAT USAIN BOLT MERAIH MEDALI EMAS LARI 100 METER OLIMPIADE BEIJING 2008 DAN OLIMPIADE LONDON 2012 Dwi Cahyo Kartiko,
Ordik Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lari jarak pendek 100 meter adalah salah satu cabang olahraga atletik yang sangat prestise di Olimpiade. Seseorang yang berhasil menjadi juara, atau mendapatkan emas pada cabor tersebut, secara otomatis akan menyandang gelar manusia tercepat di dunia. Usain Bolt adalah salah satunya. Ia berhasil mendapatkan emas pada lari 100 meter putra di olimpiade 2012 London dan Olimpiade Beijing 2008. Bolt adalah atlet yang memiliki akselerasi sangat bagus di lintasan 100 meter. Ia mampu menyelesaikan jarak 100 meter dalam waktu 9,58 detik yang  juga merupakan rekor dunia baru. Bahkan medali emas diraihnya dalam 2 edisi Olimpiade. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan membahas tentang kesuksesan Bolt dalam sudut pandang Biomekanik Olahraga
HUBUNGAN KECEPATAN GERAKAN TANGAN DAN KECEPATAN GERAKAN KAKI TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA KUPU-KUPU 25 METER Mengku Adji Pramukti, ; Setiyo Hartoto,
Ordik Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabang renang mempunyai keunikan tersendiri dari pola olahraga lain. Hal ini disebabkan renang dilakukan di air dan tidak sama dengan olahraga yang dilakukan di darat. Seperti halnya penguasaan teknik renang gaya kupu-kupu, karena dalam renang tidak hanya gaya kupu-kupu saja melainkan ada gaya bebas, gaya punggung dan gaya katak. Masing-masing teknik yang diberikan memiliki perbedaan. Dalam olahraga renang ada dua aspek yang penting dan harus diperhatikan adalah hambatan dan dorongan. Hambatan ini ditimbulkan dari arah yang berlawanan atau dorongan baik dari air didepannya yang mereka desak atau pindahkan. Sedangkan daya dorongnya diperoleh dari gerakan tangan dan kaki-kakinya. Dengan demikian agar dapat menimbulkan suatu gaya dorong yang baik, maka diperlukan suatu kekuatan yang baik pula dari tangan maupun kaki. Rumusan masalah dalam peneltian ini sebagi berikut: 1.      Berapa besar kontribusi  kecepatan tangan  terhadap renang 25m gaya kupu-kupu? 2.      Berapa besar kontribusi kecepatan kaki terhadap renang 25m gaya kupu-kupu? 3.      Lebih besar manakah kontribusi  yang diberikan  antara kecepatan tangan dan kecepatan kaki terhadap kecepatan renang 25m gaya kupu-kupu?   Dalam penelitian ini menggunakan penelitan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode tes. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang masuk dalam KU III di POR Suryanaga Surabaya dan SAC Sidoarjo Aquatic Club yang berjumlah 23 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata renang gaya kupu-kupu adalah 00:00:19.297, sedangkan untuk rata-rata kecepatan tangan pada renang gaya kupu-kupu adalah 00:00:21.719 dan rata-rata kecepatan kaki adalah 00:00:25.260. Selanjutnya hasil korelasi nilai r product moment diketahui nilai r antara kecepatan tangan dan renang gaya kupu-kupu adalah 0.930, setelah dikonsultasikan dengan dengan tabel r product moment, r hitung > r tabel (0.930 > 0.413), dengan demikian ada hubungan antara kecepatan tangan dan kemampuan renang gaya kupu-kupu 25 meter sedangkan hasil perhitungan pada kecepatan kaki adalah 0.888, setelah dikonsultasikan dengan dengan tabel r product moment, r hitung > r tabel (0.888 > 0.413), dengan demikian ada hubungan antara kecepatan kaki dan kemampuan renang gaya kupu-kupu 25 meter. Hal ini menunjukkan bahwa hasil nilai r adalah hasil yang paling tinggi yaitu kecepatan tangan 0.930. Jadi kecepatan tangan berperan penting terhadap kemampuan dan kecepatan renang gaya kupu-kupu 25 meter kelompok umur (KU) III pada POR Suryanaga Surabaya dan SAC (Sidoarjo Aqutic Club).
ORIENTASI KEPRIBADIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI DALAM OLAHRAGA Taufik Rahman,
Ordik Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychological aspect is one of the factor that determines an athlete achievement. The psychology aspect is personality. In addition to hard training, athletes must have a strong personality in order to achieve the highest achievement. The personality that is defined in this research is locus of control which consist of internality, powerful others, and chance. The problem of this research were (1) is there difference in personality orientation between high achiever athletes and low achiever athletes?, (2) is the orientation of personality is influenced by gender?, (3) is the orientation of personality is influenced by the type of sport?. This research aimed (1) to determine the personality orientation between high achiever athletes and low achiever athletes, (2) to determine whether the orientation of the athlete’s personality is influenced by gender, (3) to determine wheter the orientation of the athlete’s personality is influenced by the type of sport. This type of research is non experimental quantitative research (ex- post facto) with the survey approach. The independent variable in this research is personality, the dependent variable is the achievement ang the attributive variables were gender and type of sport. The sample of this research is as many as 204 by using purposive sampling technique, which consists of high achiever and low achiever athletes, male and female athletes, athletes in individual sports and group sports. Analysis of the data used is the one way anova. The result showed that there is influenced of personality on achievement in sport. High achiever athletes have internality with a value of 4,682 with significant value 0,032. Female athletes have chance with a value of 9,904 with significant value 0,002. Athletes in individual sports have internality with a value of 25,471 with significant value 0,000 and have chance with a value of 7,443 with significant value 0,007.
KEMAMPUAN GERAK DASAR FUNDAMENTAL (LOKOMOTOR, NON-LOKOMOTOR DAN MANIPULATIF) SEBAGAI HASIL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SEKOLAH Wahyu Indra Bayu,
Ordik Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sebagai bagian integral dari pendidikan, memiliki fungsi yang unik yaitu dengan menggunakan “gerak” sebagai media untuk membelajarkan murid. Salah satu tujuan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di Sekolah Dasar adalah agar murid dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sampai seberapa jauh kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Dasar Negeri SumobitoIII telah mampu memberi pengalaman gerak dasar (lokomotro,non-lokomotor, dan manipulatif).
POLA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBERDAYAKAN SEKOLAH DI SD NEGERI 04 BANDUNGHARJO KECAMATAN DONOROJO KABUPATEN JEPARA Rif’ Sri Muharyani,
Ordik Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah, tentu tidak lepas dari peran dan tugas kepala sekolah sebagai pemimpin (leader). Dalam praktiknya di lapangan banyak ditemukan kepala sekolah yang tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: bagaimanakah pola kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri 04 Bandungharjo?, apa saja peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam memberdayakan sekolah di SD Negeri 04 Bandungharjo Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara? Kepemimpinan kepala sekolah dalam pemberdayaan sekolah merupakan perpaduan dari istilah pola, kepemimpinan, dan kepala sekolah yang mengandung arti atau cara kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan guru, staf, orang tua siswa, dan pihak-pihak terkait untuk bekerja sesuai dengan tujuan pendidikan pada masing-masing satuan pendidikan. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan  menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan studi kepustakaan, metode wawancara, serta pengamatan (observasi). Penulis menggunakan metode deskriptif dalam menganalisa data yang terkumpul. Dari penelitian tentang pola kepemimpinan kepala sekolah dalam memberdayakan sekolah di SD Negeri 04 Bandungharjo Kecamatan Donorojo tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pola kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri 04 Bandungharjo  termasuk pemimpin demokratis yang mendukung setiap kinerja bawahan, 2) Adapun Pengaruh pola kepemimpinan kepala sekolah dalam memberdayakan sekolah sangat tampak dalam berbagai aspek, 3) Sedangkan Peranan kepala sekolah dalam memberdayakan sekolah di SD Negeri 04 Bandungharjo meliputi: kepala sekolah sebagai pemimpin, manajer, pendidik, motivator, administrator, supervisor, dan inovator. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi: komite sekolah, kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua dan masyarakat.
PERMAINAN BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK DALAM PENDIDIKAN JASMANI ANAK TAMAN KANAK KANAK Febrita P. Heynoek,
Ordik Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning can be strated as a great endeavour in creating best situation and condition intended to motivate student to learn. Multiple intelligence theory proposed by Howard Gardner provided a different nuance in learning since it tries to optimize the intellegence of the students. The implementation of this theory in the teaching of physical education in kindergarten had brought out some serious problems, particularly the difficulties of the teachers in implementing it on field game format.
EFEKTIVITAS LATIHAN BEBAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS KEKUATAN OTOT LENGAN, BAHU, DAN PUNGGUNG PADA ATLET KUDA PELANA Bambang Priyono, ; Nurul Mas&rsquo
Ordik Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan-gerakan senam sangat sesuai untuk mendapat penekanan di dalam program pendidikan jasmani, terutama karena tuntutan fisik yang dipersyaratkannya, seperti kekuatan dan daya tahan otot dari seluruh bagian tubuh. Senam adalah olahraga yang melibatkan performa latihan yang membutuhkan kekuatan fisik, kelenturan, kelincahan, koordinasi, dan keseimbangan. Senam dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu: 1) senam artistik (artistic gymnastics), 2) senam ritmik sportif (sportive rhythmic gymnastics), 3) senam akrobatik (acrobatic gymnastics), 4) senam aerobic (aerobic gymnastics), 5) senam trampoline (trampolining), 6) senam umum (general gymnastics). Senam artistik dibagi menjadi, a. untuk pria: lantai (floor), kuda pelana (pommel horse), Gelang-gelang (still rings), lompat (vault), palang sejajar (parallel bars), dan palang tinggi (high bars), b. untuk wanita: lompat (vault), palang tunggal (uneven bars), balok kesetimbangan (balance beam), dan lantai (floor). Teknik dasar gerakan Kuda Pelana adalah; a. pegangan dan dasar-dasar naik (support position and basic mounts), b. mengayun dan kaki silang (single-leg cuts and swings), c. gerakan menggunting (scissors). Beberapa hal yang menjadi dasar penunjang terkait dengan senam artisitk kuda pelana, antara lain; code of point, kesetimbangan dan titik gravitasi, aspek mekanika dalam gerakan senam, posisi gerakan dan sendi, fungsi otot pada sendi gelang bahu, rangkaian proses terjadinya kontraksi otot. Latihan beban adalah proses berlatih yang dilakukan secara tertur, terencana berulang-ulang dan semakin lama semakin bertambah bebannya, serta dimulai dari yang sederhana ke yang lebih komplek, dengan media/alat yang digunakan sebagai sarana latihan beban menggunakan barbel, dumbel dan peralatan mekanis (mesin-mesin beban) yang mengaplikasikan prinsip-prinsip latihan dan serba terukur. Efek latihan yang diharapkan dalam bentuk penggunaan latihan beban adalah; keterampilan dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif.