cover
Contact Name
Uni Tawangsasi
Contact Email
ej_swara@upi.edu
Phone
+6285899792376
Journal Mail Official
ej_swara@upi.edu
Editorial Address
Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik
ISSN : 28072677     EISSN : 28072502     DOI : -
1. Musik 2. Pendidikan Seni Musik 3. Pembelajaran Seni Musik 4. Komposisi Musik 5. Penelitian Seni Musik 6. Pertunjukan Seni Musik 7. Seni Musik Tradisional 8. Musik Komputer 9. Musik Kontemporer 10. Musik Barat
Articles 131 Documents
KEGIATAN BERNYANYI PADA SISWA DOWN SYNDROME DI SLB-C YAYASAN KARYA BAKTI GARUT Maryamatussalamah, Hana
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan bernyanyi pada siswa down syndrome di SLB-C YKB Garut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi peningkatan pelafalan kata dan kemampuan bersosialisasi pada siswa down syndrome melalui kegiatan bernyanyi. Sampel penelitian berjumlah 5 orang.  Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitiatif. Observasi, wawancara, analisis dokumen, dan studi literatur dilakukan sebagai teknik pengumpulan data. Pada penelitian ini, observasi dilakukan sebanyak 4 kali. Kemudian wawancara dilakukan kepada guru-guru SLB-C YKB Garut yang terlibat dalam kegiatan bernyanyi, dan kepada orang tua siswa-siswa yang dijadikan sampel penelitian. Tahapan kegiatan bernyanyi, materi lagu, metode, media, dan respon siswa merupakan hal-hal yang dikaji dalam penelitian ini. Setelah melakukan penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa tahapan kegiatan bernyanyi  diantaranya persiapan, pelaksanaan kegiatan bernyanyi, dan pengulangan lagu-lagu yang dinyanyikan.  Materi lagu yang digunakan yaitu lagu anak-anak yang banyak memiliki interval ters dan sekon. Metode yang digunakan adalah metode imitasi dan drill. Media yang digunakan yaitu alat musik keyboard, mic, dan amplifier. Respon setiap siswa saat kegiatan bernyanyi berlangsung berbeda tergantung kepada usaha guru untuk memotivasi siswa, kemampuan siswa beradaptasi, kebiasaan bernyanyi, dan dukungan orang tua.Kata kunci : kegiatan bernyanyi, down syndrome
PENERAPAN POLA LATIHAN BERJENJANG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMAIN SULING LUBANG ENAM Anjani, Sri
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan siswa dalam bermain suling lubang enam pada pembelajaran seni budaya yang masih rendah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (classroom action reseach). Tujuan utama dari PTK adalah untuk memberdayakan guru yang bersangkutan agar mampu mengadakan perbaikan dan pembaharuan dalam menangani permasalahan dalam proses pembelajaran. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Kotabaru Karawang, subjek penelitian adalah Guru Seni Budaya dan siswa kelas VII E. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, observasi, angket siswa, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan yaitu mulai dari observasi awal, siklus I, II yang diperoleh dari pelaksanaan pola latihan berjenjang mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain suling lubang enam, hal ini dapat dilihat padapeningkatan nilai rata-rata siklus I  63,16, pada siklus II 71,97.Kata kunci: Penerapan Pola Latihan Berjenjang, Keterampilan Bermain Suling Lubang Enam 
GAYA BELAJAR SISWA TUNANETRA KELAS X DALAM PEMBELAJARAN PIANO DI SMALB PAJAJARAN BANDUNG Pratiwi, Magfiroh Indah
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran piano membutuhkan indra penglihatan, peraba serta pendengaran. Hal ini sulit dilakukan oleh siswa yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya belajar siswa tunanetra dan tunanetra ganda dalam pembelajaran piano kelas X di SMALB Negeri Pajajaran Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah  deskriptif analisis, dengan pendekatan kualitatif. Dari data yang ada, ditemukan bahwa gaya belajar siswa dipengaruhi oleh latar belakang pribadi dan proses belajar siswa yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Latar belakang pribadi siswa lebih mempengaruhi gaya belajar diantaranya, minat, motivasi dan fasilitas. Diantara latar belakang pribadi siswa, minat paling mempengaruhi hasil belajar siswa.Kata kunci: Gaya Belajar, Siswa Tunanetra, Pembelajaran Piano.
STUDI PEMBELAJARAN GITAR BASS ELEKTRIK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MINUS ONE DI RMO (RUMAH MUSIK OLIM) BANDUNG Komara, Candra
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang Studi Pembelajaran Gitar Bass Elektrik Dengan Menggunakan Media Minus One di  RMO (Rumah Musik Olim) Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu suatu metode yang digunakan untuk menguraikan dan menjelaskan permasalahan yang ada dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian dan pengolahan data pada pembelajaran gitar bass elektrik dengan menggunakan media minus one dapat disimpulkan bahwa peserta didik mengalami perubahan baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Pada bagian ini peserta didik dapat menyelesaikan ujian dengan skor 8, 10, 10, dari perolehan skor ini dapat diasumsikan peserta didik sudah mempunyai keterampilan yang memadai sebagai dasar untuk mengembangkan kemampuannya di grade selanjutnya.Kata kunci : Gitar Bass Elektrik, Minus One, Rumah Musik Olim. 
PEMBELAJARAN KARINDING DI KELAS KARINDING (KEKAR DI KOMUNITAS MUSIK METAL JL.MUARA RAJEUN NO. 15 BANDUNG Oktavia, Fitria
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Karinding Di Kelas Karinding (KEKAR) Di Komunitas Musik Metal Jl. Muara Rajeun No. 15 Bandung”, ketertarikan penulis dalam mengambil judul tersebut karena para pengajar di kelas Karinding merupakan orang-orang yang berasal dari komunitas musik metal tetapi mereka tertarik untuk melestarikan dan mengembangkan musik tradisional. Rumusan masalah penelitian ini yaitu proses pembelajaran karinding dan metode pembelajaran di Kelas Karinding. peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif atau sering disebut juga dengan metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti mengetahui bahwa proses pembelajaran di Kelas karinding langkah-langkah materi yang diberikan dimulai dari materi yang menjadi dasar memainkan karinding dan peneliti menemukan ada beberapa metode pembelajaran yang digunakan pengajar dalam proses pembelajaran karinding, yaitu metode demonstrasi, metode imitasi, metode tanya-jawab dan metode latihan (drill). Kesimpulannya proses pembelajaran di Kelas Karinding evaluasi dilakukan di setiap akhir pertemuan dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pembelajaran merupakan metode pembelajaran yang dapat membantu murid menerima materi yang diberikan dengan baik dan bisa lebih cepat dimengerti oleh para murid.Kata kunci : Pembelajaran, Karinding, komunitas musik metal
KESENIAN GEMBYUNG DI PADEPOKAN DANGIANG DONGDO KABUPATEN SUBANG Wahyudi, Irfan
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah Kesenian gembyung di padepokan Dangiang Dongdo Kabupaten Subang, yang mengkaji permasalahan tentang bagaimana fungsi seni gembyung dan komposisi musik di padepokan Dangiang Dongdo. Temuannya mengenai fungsi seni, diklasifikasikan menjadi fungsi primer yaitu sebagai media hiburan, kegiatan keagamaan dan upacara ritual, fungsi sekunder sebagai sarana pendidikan, sosialisasi, ekonomi dan komunikasi, sedangkan komposisi musik didalamnya terkait dengan musik tekstual dan musik kontekstual. Penelitian ini digali melalui metode deskriptif analisis, dengan pendekatan kualitatif yang bersifat alamiah, ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan lewat data yang dikumpulkan. Kata kunci: Gembyung, Dangiang Dongdo, Subang.
PENYAJIAN JAM JANENG PADA ACARA HIBURAN MASYARAKAT SIDOHARJO KECAMATAN SRUWENG KABUPATEN KEBUMEN Guntoro, Indra
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jam janeng merupakan salah satu kesenian yang pada awalnya diciptakan sebagai alat untuk penyebaran agama islam di Kabupaten Kebumen. Saat ini di Desa Sidoharjo Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen jam janeng disajikan sebagai media hiburan masyarakat setempat. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu tentang penyajian jam janeng pada acara hiburan masyarakat Sidoharjo Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur pertunjukan, pola tabuhan instrumen jam janeng, serta struktur penyajian lirik lagu jam janeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui paradigma kualitatif untuk memberikan paparan secara akurat mengenai data-data yang ada dalam objek penelitian. Berdasarkan uraian menegenai penyajian jam janeng  pada acara hiburan masyarakat Sidoharjo Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen dapat diambil kesimpulan yaitu struktur penyajian  jam janeng terdiri dari pembukaan, isi dan penutup. Hampir seluruh lagu jam janeng memiliki struktur lagu yang sederhana yang hanya mengulang-ulang bait lagu (verse) tanpa ada bentuk intro dan coda. Tanda memulainya sebuah lagu selalu diawali oleh vokal dalang, dan akhir lagu ditandai dengan pola tabuhan pada kendhang. Pada dasarnya semua lagu jam janeng yang berada di Sidoharjo memiliki pola tabuhan yang sama, hanya saja pola tabuhan ini dimainkan dengan tempo yang berbeda-beda pada setiap lagu yang dibawakan.  Kata kunci: penyajian, jam janeng 
GAYA MENYANYI PADA MUSIK KERONCONG TUGU (ANALISIS GAYA SAARTJE MARGARETHA MICHIELS) Ayunda, Pinta Resty
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  makalah  ini adalah untuk mendeskripsikan hasil penelitian yang berjudul “Gaya Menyanyi pada Musik Keroncong Tugu (Analisis Gaya Saartje Margaretha Michiels)”. Penelitian ini berupaya untuk memahami gaya menyanyi Saartje Margaretha Michiels, difokuskan kepada pengetahuan musikal Saartje yang mempengaruhi gaya menyanyinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data-data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan Gaya Saartje Margaretha Michiels dan beberapa komunitas Keroncong Tugu di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara. Objek penelitian ini adalah salah satu dari lagu Keroncong Tugu, yaitu Gatu Du Matu. Penganalisaan melibatkan semua pengalaman musikal dan non musikal Saartje yang diperoleh melalui beberapa wawancara dan juga dokumentasi audio visualnya. Hasil penemuan dalam penelitian ini adalah tentang gaya menyanyi Saartje yang dipengaruhi oleh beragam unsur dalam lingkungan sosialnya, seperti keluarga, pertemanan, religi, juga komunitas keroncong, khususnya komunitas Keroncong Tugu. Gaya menyanyi Saartje diaplikasikan dan disesuaikan dengan kondisi atau konteks sosial dan penonton di setiap penampilannya. Meski demikian, nyanyian Saartje tetap memperlihatkan keunikan gaya yang berbeda dari penyanyi keroncong lainnya, dan hal tersebut sangat memperlihatkan identitas gaya menyanyi Keroncong Tugu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tentang gaya menyanyi Saartje Margaretha Michiels yang dipengaruhi oleh beragam pengalaman musikal dan non musikal yang konkrit di dalam lingkungan sosialnya. Gaya menyanyi Saartje diaplikasikan dan disesuaikan dengan kondisi atau konteks sosial dan penonton di setiap penampilannya untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Keroncong Tugu. Kata Kunci    :Gaya Menyanyi, Pengetahuan Musik, Keroncong Tugu
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMAIN ORNAMEN SULING LUBANG ENAM (Penelitian Tindakan Kelas di SMP Negeri 4 Subang) Hendriansyah, Dede
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan siswa bermain ornamen suling lubang enam, karena paradigma yang melandasi dikembangkannya metode tersebut adalah siswa akan lebih cepat memahami apa yang diajarkan oleh temannya, dibandingkan dengan apa yang diajarkan oleh guru.  Hasil penelitian tindakan kelas (PTK) menunjukan bahwa pembelajaran dengan tutor sebaya terbukti dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain ornamen suling lubang enam, baik dari posisi duduk, posisi lidah dan posisi bibir, perpindahan jari, teknik pernafasan dan penciptaan variasi bunyi serta mampu menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Oleh karena itu, dalam pembelajaran seni musik hendaknya guru selalu menciptakan situasi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center), menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, pembelajaran dilaksanakan dalam setting tempat yang berbeda, menggunakan berbagai media pembelajaran, serta lebih menekankan pada aspek praktis daripada teoritis. Kata kunci : metode tutor sebaya, penelitian tindakan kelas, student center
STUDI TENTANG KEGIATAN BERNYANYI PADA PEMBELAJARAN “CALISTUNG” UNTUK ANAK USIA DINI DI TK SEKOLAH ALAM BANDUNG Iswara, Putri Iswara Prahapitania
SWARA Vol 1, No 3 (2013): Antologi Musik Volume 1, No 3 Tahun 2013
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi berjudul “Studi Tentang Kegiatan Bernyanyi Pada Pembelajaran “Calistung” Untuk Anak  Usia Dini di TK Sekolah Alam Bandung”.  Penelitian dilakukan dengan metoda Kualitatif Deskriptif. Sebanyak 15 anak didik TK B dijadikan objek penelitian untuk melihat perilaku anak didik dalam mengenal dan memahami pembelajaran calistung dengan menerapkan metoda bernyanyi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar  (73,3%)  mampu mengenali dan memahami calistung sederhana dengan cepat (2 minggu), sisanya  memerlukan  waktu sedang (3 hingga 4 minggu). Dalam pemahaman  berhitung diperlukan waktu sedang (4 minggu) dibanding dengan membaca dan menulis. Berdasarkan perbedaan gender anak didik perempuan umumnya lebih cepat memahami calistung daripada laki-laki. Pemahaman membaca dibanding dengan menulis dan berhitung sebagian besar (73,3%) memerlukan waktu cepat (2 minggu). Berdasarkan gender, kelompok anak didik perempuan, kecuali satu orang (rentang waktu 3 minggu), semuanya mampu membaca sederhana dalam waktu yang cepat (2 minggu). Sementara anak didik laki-laki terdapat tiga orang yang mampu membaca memerlukan waktu antara 3 minggu hingga 4 minggu.. Lainnya mampu membaca dengan waktu cepat (2 minggu). Dalam menulis, sebanyak sepuluh orang (66,7 %)  mampu menulis dengan waktu cepat (2 minggu). Lima orang anak didik (33,3 %) memerlukan waktu sedang (3–4 minggu). Kelompok perempuan, hampir seluruhnya mampu memahami cara menulis dengan waktu cepat dibanding dengan kelompok laki-laki.  Dalam berhitung sebanyak 8 orang (53,3 %) anak didik mampu  berhitung dengan cepat (dalam 2 minggu). Sisanya  diperlukan waktu sedang (3–4 minggu). Kelompok perempuan dalam berhitung  lebih baik dibanding dengan kelompok laki-laki. Hanya dua orang perempuan  diperlukan waktu sedang hingga 4 minggu.. Kelompok anak didik yang meluangkan waktu hingga 4 minggu  untuk memahami cara berhitung lebih banyak yakni tiga orang. Sedangkan satu orang lagi sedikit lebih pendek yakni 3 minggu.Kata Kunci: Kegiatan Bernyanyi, Calistung, Sekolah Alam, Bandung 

Page 2 of 14 | Total Record : 131