cover
Contact Name
Uni Tawangsasi
Contact Email
ej_swara@upi.edu
Phone
+6285899792376
Journal Mail Official
ej_swara@upi.edu
Editorial Address
Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik
ISSN : 28072677     EISSN : 28072502     DOI : -
1. Musik 2. Pendidikan Seni Musik 3. Pembelajaran Seni Musik 4. Komposisi Musik 5. Penelitian Seni Musik 6. Pertunjukan Seni Musik 7. Seni Musik Tradisional 8. Musik Komputer 9. Musik Kontemporer 10. Musik Barat
Articles 131 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN MUSIK KERONCONG DI DEPARTEMEN PENDIDIKAN MUSIK UPI PADA PERIODE TAHUN 1996-2015 Herdiansyah, Kamal; Gustina, Susi
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeroncong merupakan musik asli Indonesia , namun apresiasi musik keroncong di masyarakat masih kurang. Perlu adanya strategi agar musik keroncong tetap lestari dan terus berkembang di masyarakat. Berbanding terbalik dengan kondisi apresiasi musik keroncong di masyarakat, musik keroncong di Departemen Pendidikan Musik mampu bertahan dan berkembang sekitar 19 tahun. Karena itu peneliti mengambil judul “Strategi Pengembangan Musik Keroncong d Departemen Pendidikan Musik UPI Pada Periode Tahun 1996-2015”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan musik keroncong di Departemen Pendidikan Musik. Ketika strateginya sudah diketahui peneliti berharap strategi ini dapat diaplikasikan oleh komunitas keroncong di berbagai daerah maupun untuk kesenian tradisional lainnya yang terancam eksistensinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif  deskriptif . Berdasarkan hasil temuan penelitian strategi pengembangan musik keroncong di Departemen Pendidikan Musik UPI dilakukan dengan berbagai cara oleh komunitas keroncong di dalamnya yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan Institusi. Seiring dengan berkembangnya musik keroncong di Departemen Pendidikan Musik dosen dan mahasiswa mulai banyak yang melakukan kajian tentang musik keroncong. Karena banyaknya kajian tentang keroncongnya sumber informasi tentang musik keroncong pun semakin banyak di Deprtemen Pendidikan Musik. Mahasiswa pun melakukan pengembangan keroncong salah satunya dari segi musikal agar keroncong dapat diterima di masyarakat umum. Komunitas keroncong Departemen Pendidikan Musik pun berkerjasama dengan media dan juga seniman keroncong. Menjalin kerjasama dengan pihak media membuat grup keroncong mahasiswa dapat diapresiasi oleh masyarakat luas dan membuka jaringan dengan seniman keroncong. Ketika komunitas keroncong Departemen Pendidikan Musik bekerjasama dengan seniman terbuka lahan belajar agar mahasiswa bisa bermain keroncong dengan baik. Sejak saat itu kegiatan keroncong dan grup keroncong muda mulai bermunculan.         Kata Kunci: Keroncong Muda, Musik Keroncong, Strategi Pengembangan
PENGOLAHAN MUSIK TETABUHAN NUSANTARA DALAM ‘RHYTHM SAWAH’ KARYA GILANG RAMADHAN Pangalila, Lisa Natalia Christy; Kholid, Dody Mohammad; Gunawan, Iwan
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Pengolahan Musik Tetabuhan Nusantara dalam ‘Rhythm Sawah’ karya Gilang Ramadhan” yang bertujuan untuk mengetahui motivasi, ide, keunikan-keunikan dan bagaimana pengembangan tetabuhan nusantara pada “rhythm sawah”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik melalui pendekatan kualitatif. Secara oprasional, data dikumpulkan dengan cara teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Semua data yang terkumpul diolah melalui teknik reduksi data, penyajian data, verifikasi kesimpulan. Hasil temuan dari penelitian yaitu bahwa Irama “rhythm sawah” merupakan hasil dari kreativitas Gilang Ramadhan dalam mengolah musik tetabuhan nusantara menjadi sebuah kesatuan. Irama tersebut bisa diaplikasikan pada permainan solo drum, komposisi dan sebagai pengiring dalam suatu combo. Pada drum set yang digunakan memiliki keunikan dalam konfigurasi instrumen dengan menambah ceng-ceng bali dan kenong. Pada warna bunyi drum itu sendiri mengadopsi dari musik tetabuhan nusantara. 
KESENIAN TSAMRAH GRUP AS-SURUR DI KABUPATEN SUMEDANG THE ART OF TSAMRAH GROUP AS-SURUR IN SUMEDANG DISTRICT Ditamanggala, Abdul Malik; Budiwati, Dewi S; Sutanto, Toni Setiawan
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang keberadaan kesenian tsamrah di kabupaten Sumedang. Subjek penelitian ini adalah grup tsamrah As-Surur yang di pimpin oleh  Muhamad Satibi. Permasalahan yang dikaji meliputi struktur pertunjukan dan komposisi musik grup kesenian tsamrah As-Surur. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil dilapangan didapatkan hasil bahwa struktur pertunjukannya mencakup tiga bagian yaitu pembuka, isi, dan penutup. Adapun komposisi musik kesenian tsamrah tergolong pada komposisi musik campuran yang meliputi waditra perkusi sebagai musik pengiring sementara vokal sebagai pelantun shalawat dengan sumber lirik dari Al-Barjanzipada pelaksanaan kesenian tsamrah grup As-surur di Kabupaten Sumedang.Kata kunci: Tsamrah, Pertunjukan, Komposisi
PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BERMAIN PERKUSI DI SMA NEGERI 7 BANDUNG Riyandi, Mochammad Fauzan; Milyartini, Rita
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran merupakan sebuah proses membelajarkan peserta didik agar memperoleh kompetensi tertentu yang telah dirumuskan oleh pengajar. Salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran adalah minat dan motivasi siswa yang tinggi. Siswa peserta ekstrakurikuler perkusi di SMAN 7 Bandung terlihat memiliki motivasi dan prestasi yang relatif baik, sehingga peneliti tertarik untuk mengungkap strategi yang dilakukan pengajar dalam menentukan materi, metode, dan hasil yang dicapai oleh siswa. Kajian dilakukan berlandaskan pada teori tentang motivasi, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi dalam pembelajaran. Untuk mengungkap itu semua, peneliti menggunakan tehnik penelitian dalam bentuk wawancara dan observasi langsung. Dari penelitian diperoleh temuan bahwa keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran di ekstrakurikuler perkusi SMAN 7 Bandung, diperngaruhi oleh latar belakang dan pengalaman guru sebagai percussionist,sehingga guru mampu menjadi model yang baik saat melakukan demonstrasi. Selain itu ditemukan kelemahan, guru belum membuat perencanaan sehingga materi tidak tersusun secara terstruktur dari yang mudah menuju sulit. Metode yang digunakan sudah cukup bervariasi, yakni metode demonstrasi, imitasi, drill dan tutor sebaya. Metode tersebut masih dapat dikembangkan dalam model pembelajaran yang direncanakan. Kemampuan siswa meningkat karena motivasi belajar meningkat dari pertemuan demi pertemuan.ABSTRAK Pembelajaran merupakan sebuah proses membelajarkan peserta didik agar memperoleh kompetensi tertentu yang telah dirumuskan oleh pengajar. Salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran adalah minat dan motivasi siswa yang tinggi. Siswa peserta ekstrakurikuler perkusi di SMAN 7 Bandung terlihat memiliki motivasi dan prestasi yang relatif baik, sehingga peneliti tertarik untuk mengungkap strategi yang dilakukan pengajar dalam menentukan materi, metode, dan hasil yang dicapai oleh siswa. Kajian dilakukan berlandaskan pada teori tentang motivasi, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi dalam pembelajaran. Untuk mengungkap itu semua, peneliti menggunakan tehnik penelitian dalam bentuk wawancara dan observasi langsung. Dari penelitian diperoleh temuan bahwa keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran di ekstrakurikuler perkusi SMAN 7 Bandung, diperngaruhi oleh latar belakang dan pengalaman guru sebagai percussionist, sehingga guru mampu menjadi model yang baik saat melakukan demonstrasi. Selain itu ditemukan kelemahan, guru belum membuat perencanaan sehingga materi tidak tersusun secara terstruktur dari yang mudah menuju sulit. Metode yang digunakan sudah cukup bervariasi, yakni metode demonstrasi, imitasi, drill dan tutor sebaya. Metode tersebut masih dapat dikembangkan dalam model pembelajaran yang direncanakan. Kemampuan siswa meningkat karena motivasi belajar meningkat dari pertemuan demi pertemuan.
PELATIHAN GENDING UPACARA KHUSUS PERPISAHAN SISWA SEKOLAH DASAR DI SDN II KARANGKAMULYAN KABUPATEN KUNINGAN Agustiansyah, Rian; Karwati, Uus
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pelatihan Gending Upacara Khusus Perpisahan Siswa Sekolah Dasar di SDN II Karangkamulyan, Kabupaten Kuningan” ini dengan latar belakang ingin mengetahui proses pelatihan gending upacara khusus yang dilakukan di SDN tersebut yang dinilai berhasil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk dapat mendeskripsikan secara terperinci dan menganalisis faktor-faktor tertentu sesuai dengan rumusan pertanyaan. Permasalahan yang diangkat yakni terkait bagaimana perencanaan, tahap pembeajaran dan evaluasi. Analisis data menggunakan konsep pelatihan, manajemen pelatihan, dan strategi pelatihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan pelatihan upacara khusus tersebut didukung oleh tersedianya sarana prasarana, materi latihan, perlengkapan upacara khusus, dan anggotaan tim gamelan degung dan tim upacara khusus yang dipersiapkan pelatih dan para guru. Secara proses latihan dapat berjalan dengan baik dan ditunjang oleh kemampuan pelatih dalam menyampaikan materi dan pendekatan kepada siswa, penggunaan metode yang tepat, dan penggunaan strategi pembelajaran yang baik. Evaluasi dilakukan dengan cara pengamatan terhadap perencanaan, tahap pembelajaran, dan hasil kemampuan siswa secara kognitif, afektif dan psikomotor. Berdasarkan temuan bahwa pelatihan dapat berjalan baik didukung oleh perencanaan yang baik dan proses yang ditunjang dengan kemampuan pelatih yang baik pula, adapun yang menjadi penghambat yakni tempat yang kurang memadai, penguasaan pelatih tentang notasi damina terutama penulisan notasi untuk diajarkan kepada siswa.Kata Kunci “Pelatihan, Upacara Khusus”  
PERTNJUKAN SENI TEREBANG GEBES GRUP CANDRALIJAYA PADA ACARA HAJAT LEMBUR DI KAMPUNG CIRANGKONG DESA CIKEUSAL KECAMATAN TANJUNGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA Rahman, Diana Maulida; Supriatna, Nanang; Sutanto, Toni Setiawan
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini adalah Pertunjukan Seni Terebang Gebes Grup Candralijaya pada Acara Hajat Lembur di Kampung Cirangkong Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, yang mengkaji permasalahan tentang bagaimana struktur pertunjukan dan fungsi pertunjukannya. Temuannya mengenai struktur pertunjukan seni yang terbagi kedalam tiga bagian meliputi bagian awal, bagian isi, dan bagian penutup, sedangkan fungsi seni diklasifikasikan menjadi fungsi primer yaitu sebagai sarana ritual, ungkapan pribadi dan presentasi estetis. Penelitian ini digali melalui metode deskriptif analitik, dengan pendekatan kualitatif yang alamiah, ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan lewat data yang dikumpulkan.
PELATIHAN KAKAWEN BAGI DALANG CILIK DI PADEPOKAN WAYANG GOLEK GIRIHARJA 2 JELEKONG KABUPATEN BANDUNG Ramadhan, Shintanie Intan; Supriatna, Nanang; Karwati, Uus
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pelatihan kakawen bagi dalang cilik di Padepokan Wayang Golek Giriharja 2 Jelekong Kabupaten Bandung” membahas mengenai tahapan dan hasil dari pelatihan tersebut. Salah satu faktor pendukung keberhasilan pelatihan adalah kesungguhan peserta didik untuk berlatih. Peserta pelatihan kakawen bagi dalang cilik ini terlihat memiliki kesungguhan dan prestasi yang relatif baik. Sehingga peneliti tertarik untuk mengungkap tahapan yang dilakukan pelatih dalam menentukan pendekatan, materi, metode, dan hasil yang dicapai oleh peserta didik. Kajian dilakukan berlandaskan pada teori tentang pelatihan, strategi pelatihan yang terdiri dari tahapan pendekatan, materi, dan metode pelatihan serta sistem evaluasi dalam pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif sehingga peneliti mendeskripsikan hasil penelitian menggunakan data yang telah didapat, untuk mengungkap itu semua, peneliti menggunakan teknik penelitian dalam bentuk wawancara dan observasi langsung. Dari penelitian, diperoleh temuan bahwa keberhasilan dalam sebuah proses pelatihan dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalaman guru sebagai dalang senior dan professional, sehingga pelatih mampu menjadi model yang baik saat melakukan demonstrasi. Selain itu ditemukan kelemahan, bahwa orientasi pelatih dalam memberikan materi masih berdasarkan pengetahuan yang di wariskan oleh leluhurnya, sehingga belum terlihat adanya inovasi dari tahapan pelatihan sebelumnya. Metode yang digunakan sudah cukup bervariasi, yakni metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan drill. Kata kunci : Pelatihan, kakawen, dalang cilik
KACAPI IRINGAN LAGU BULAN DI PRIANGAN KARYA UBUN R. KUBARSAH Lutfi Salsa Rahayu; Nanang Supriatna; Toni Setiawan Sutanto
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 1 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya kacapi digunakan untuk mengiringi lagu-lagu tembang dan kawih. Tapi jaman terus berkembang, kreativitas para praktisi seni pun berjalan menyesuaikan perkembangan jaman. Penelitian dengan judul “Kacapi Iringan Lagu Bulan di Priangan Karya Ubun R. Kubarsah” ini bertujuan untuk mengungkap pengembangan kacapi iringan dalam lagu Bulan di Priangan. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pengembangan kacapi dalam lagu Bulan di Priangan, sistem nada yang digunakan, serta komposisi musik iringannya. Metode yang digunakan yaitu kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian data direduksi dan di display. Temuan penelitian menunjukan bahwa pattren-pattren atau pola tabuh karawitan Sunda dalam komposisi musik iringan lagu Bulan di Priangan ini sudah tidak digunakan. Hal tersebut dikatakan sebagai perluasan kekaryaan dalam musik tradisi Sunda oleh para praktisi seni, sistem nada yang digunakan adalah laras madenda 4=panelu dengan penambahan nada-nada sisipan pada nada rendah atau bass kacapi yang muncul lebih dominan seakan menjadi nada pokok dalam sistem nadanya. Komposisi musik iringan dalam lagu ini secara musikal mudah dipahami, tapi yang menjadi sorotan adalah musik pengiringnya yang berbeda dari pop Sunda pada umumnya.Kata Kunci: Kacapi, pirigan, Bulan di Priangan, pop Sunda, karawitan Sunda.
APLIKASI EXPERIENCE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PIANO IRINGAN DI DEPARTEMEN PENDIDIKAN MUSIK UPI Tryiis Arr; Sandie Gunara; Yuliandani Yuliandani
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 3 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Aplikasi Experience Learning dalam Pembelajaran Piano Iringan di Departemen Pendidikan Musik UPI”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang experience learning yang terjadi pada pembelajaran piano iringan. Manfaat penelitian ini antara lain dapat dijadikan referensi pengetahuan ilmiah dalam penggunaan experience learning pada pembelajaran piano iringan dan juga dapat memberi pengetahuan serta wawasan tentang experience learning yang terjadi pada pembelajaran pada piano iringan bagi pembaca. Penelitian ini merumuskan tiga masalah, rumusan tersebut antara lain peran pendidik ketika menerapkan experience leraning dalam pembelajaran piano iringan, keterlibatan peserta didik pada proses experience learning dan pengetahuan peserta didik yang di ciptakan melalui experience learning. Sebagai penunjang keberhasilan skripsi ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana apa yang peneliti temukan dilaporkan atau dituliskan secara deskriptif. Temuan pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi, sehingga peneliti mendapatkan temuan bahwa experience learning terjadi saat pembelajaran piano berlangsung. Experience learning dilakukan dari awal kelas berlangsung hingga selesai, kegiatannya dimulai saat dosen memberikan materi kepada mahasiswa , lalu dilanjutkan saat mahasiswa praktek bermain piano iringan secara individu. Dalam pembelajarannya pendidik memiliki peran yang sangat penting yaitu sebagai motivator, fasilitator dan mediator. Pengetahuan peserta didik yang dihasilkan melalui experience learning mengalami peningkatan yang lebih baik dikarenakan pembelajarannya yang didasarkan pada pengalaman membuat peserta didik belajar dengan lebih mudah karena telah mengalami bahan ajaran sebelumnya yang dapat digunakan pada pembelajaran yang diberikan selanjutnya.Kata kunci : Experience learning, pembelajaran piano iringan
PEMBELAJARAN BATTERY PERCUSSION PADA EKSTRAKURIKULER MARCHING BAND DI SMPN 2 CIMAHI Ganes Herlambang; Henry Virgan; Febbry Cipta
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 1, No 2 (2021): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan materi, metode, dan hasil dari pembelajaran battery percussion pada ekstrakurikuler marching band di SMPN 2 Cimahi. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi untuk menguji kredibilitas data yang diperoleh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2019 bertempat di SMPN 2 Cimahi. Adapun sumber data dari penelitian ini diperoleh dari kegiatan pembelajaran battery percussion pada ekstrakurikuler marching band di SMPN 2 Cimahi serta beberapa narasumber yang berkaitan dengan penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh temuan materi-materi pembelajaran battery percussion diantaranya adalah pengenalan alat, teori musikal battery percussion, pemanasan badan, teknik memegang stik, rudiment, teknik pukulan, pola latihan dasar, dan membaca notasi balok. Berdasarkan kajian, materi-materi yang diajarkan telah sesuai dengan tujuan pembelajaran, relevan dengan kebutuhan siswa, mengandung segi-segi etik, dan tersusun dalam ruang lingkup dan urutan yang logis tetapi tidak bersumber dari buku. Metode pembelajaran yang diterapkan pengajar dalam pembelajaran battery percussion adalah metode ceramah, metode demonstrasi, metode imitasi, metode tutor sebaya, dan metode drill. Hasil dari pembelajaran battery percussion dapat dikatakan cukup baik meskipun masih terdapat kekurangan. Hal tersebut tidak terlepas dari penyusunan materi yang baik dan penerapan metode yang variatif sehingga mempermudah peserta didik memahami dan menguasai materi yang diajarkan.

Page 4 of 14 | Total Record : 131