cover
Contact Name
widiyono
Contact Email
widiyono73@gmail.com
Phone
+62271-743493
Journal Mail Official
jikiusahidsolo@gmail.com
Editorial Address
Sekretaris Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Prodi Ilmu Keperawatan / Ners, Kampus Terpadu Universitas Sahid Surakarta Jalan Adi Sucipto 154 Surakarta 57144 Telp. (0271) 743493 / 743494 Fax. (0271) 742047
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JIKI
ISSN : 19798261     EISSN : 26570076     DOI : -
Core Subject : Health,
Didalam surat edaraan dirjen dikti tanggal 27 Januari 2012 no.152/E/T/2012 dikemukakan bahwa kelulusan Mahasiswa di Perguruan Tinggi setelah Agustus 2012 diberlakukan ketentuan bahwa untuk lulus program Sarjana Mahasiswa harus mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal ilmiah. Jurnal yang terbit dari Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid adalah Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) dengan No. p-ISSN1979-8261 (edisi cetak) dan e-ISSN 2657-0076 (edisi elektonik). Berdasarkan surat edaran diatas maka mahasiswa program Studi Ilmu Keperawatan diwajibkan mempublikasikan Jurnal (skripsi/ Penelitian) tersebut ke dalam e-Journal Universitas Sahid. Untuk itu mahasiswa wajib membuat naskah publikasi dengan panduan penulisan merujuk pada panduan dari Universitas dan akan diterbitkan dalam majalah ilmiah JIKI JIKI hanya menerima naskah asli yang belum diterbitkan di dalam maupun di luar negeri. JIKI memuat naskah ilmiah yang dapat memenuhi tujuan penerbitan jurnal ini, yaitu trend keperawatan terbaru, inovasi dalam bidang keperawatan serta issue dalam bidang keperawatan. Tulisan hendaknya memberi informasi baru, menarik minat dan memperluas wawasan perawat baik praktisi maupun akademisi.Untuk itu JIKI menerima naskah untuk umum yang berkaitan dengan keperawatan.
Articles 317 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT HIV/AIDS Atik Aryani; Widiyono .; Ari Anitasari
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan No 14 Vol 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v14i2.794

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit yang terus berkembang dan menjadi masalah kesehatan global baik di negara maju maupun negara berkembang. Jumlah kasus HIV/AIDS pada remaja mengalami peningkatan, dimana remaja merupakan kelompok beresiko untuk penularan HIV/AIDS. Mobilitas sosial remaja yang tinggi menyebabkan perubahan sosial, kultural, budaya, serta fisik maupun psikologis. Akibatnya remaja mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap penularan berbagai jenis penyakit khususnya HIV/AIDS. Pengetahuan yang baik tentang penyakit akan membantu remaja untuk melakukan upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang penyakit HIV/AIDS ddi SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar. Metode penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif dan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar, sebanyak 65 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji univariate yang menghasilkan distriusi frekuensi variabel. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan dari 65 responden sebanyak 34 responden (52,3%) memiliki pengetahuan kurang tentang penyakit HIV/AIDS, sebanyak 12 responden (18,5%) memiliki pengetahuan baik dan sebanyak 19 responden (29,2%) memiliki pengetahuan cukup. Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang tentang HIV/ AIDS sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan melalui pemberian edukasi kesehatan berkaitan dengan penyakit HIV/AIDS dan pencegahannya.
PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMILIHAN ALAT PERMAINAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI PAUD SURYA CERIA Anik Suwarni; Lilis Murtutik
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan No 14 Vol 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v14i2.795

Abstract

Masa balita merupakan suatu periode yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada anak usia pra sekolah (usia 3-5 tahun), karena pada masa ini otak anak akan lebih cepat menyerap segala sesuatu yang diterima dari rangsangan luar. Oleh karena diperlukan pengetahuan ibu tentang pemilihan alat permainan agar perkembangan anak usia pra sekolah dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang pemilihan alat permainan dengan perkembangan anak usia pra sekolah (3-5 tahun) di PAUD Surya Ceria. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 36 responden dengan teknik total sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis chi-square(X2) Hasil penelitian 1) Mayoritas pengetahuan ibu dalam pemilihan alat permainan tergolong baik sebanyak 18 orang (60,0%); 2) Mayoritas perkembangan anak usia pra sekolah di PAUD Surya Ceria tergolong sesuai sebanyak 17 orang (47,2%); 3) Ada hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemilihan alat permainan dengan perkembangan anak usia pra sekolah di PAUD Surya Ceria ( X2 hit = 29,977;p-value = 0,001). Ada hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemilihan alat permainan dengan perkembangan perkembangan anak usia pra sekolah di PAUD Surya Ceria
KESEJAHTERAN PSIKOLOGIS PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI BROKEN HOME Isnaini Budi Hastuti; Desti Kirana
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan No 14 Vol 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v14i2.796

Abstract

Broken home adalah kurangnya perhatian dari keluarga atau kurangnya kasih sayang orang tua sehingga membuat mental anak menjadi frustasi, brutal, dan susah diatur. Selain itu, istilah broken home juga digunakan untuk menggambarkan keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun dan sejahtera akibat seringnya terjadi konflik yang menyebabkan perpisahan (perceraian). Individu yang hidup di lingkungan keluarga broken home mempengaruhi kesejahteraan psikologis yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis pada individu yang mengalami broken home melalui pengalaman pada individu yang mengalami percerai orangtua. Metode penelitian kualitatif-fenomenologis. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ada 7 orang. Hasil analisis Kesejahteraan Psikologis yang ada pada individu yang mengalami broken home ini dapat terpenuhi dengan baik apabila individu ini bisa memiliki pendukung dan motivasi yang baik dalam dirinya dalam menghadapi perceraian yang terjadi. Individu mencari sesuatu yang dapat memberikan dampak positif pada dirinya dan miliki sikap yang lebih baik juga mandiri dalam mengatasi permasalahannya. Dukungan dari orang terdekat juga teman-teman menjadi salah satu yang dapat membuat individu broken home dapat menjalani hidupnya dengan baik.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Asupan Gizi Lansia Dengan Status Gizi Di Posyandu Lansia Sedyowaras Rw Iv Kelurahan Sumber Surakarta Ahmad Syamsul Bahri; Fajar Alam Putra; Mohammad Sukron Suryanto
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pengetahuan asupan gizi sangatlah berpengaruh dalam kesehatan lansia, pola asupan yang seimbang dapat mencegah kemunduran fungsi organ. Status gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan nutrien. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan asupan gizi lansia dengan status gizi di posyandu sedyowaras rw IV kelurahan Sumber Surakarta.
Effektifitas Senam Rematik Terhadap Kemampuan Berjalan Dengan Nyeri Sendi Untuk Mencapai Hidup Yang Sehat Dan Sejahtera Pada Lanjut Usia Anik Suwarni; Idris Yani Pamungkas; Lilis Murtutik
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia dengan nyeri sendi dapat ditingkatkan kemampuan berjalannya dengan mengurangi dan meringankan beban derita lansia.Pada lansia yang menderita nyeri sendi, maka dengan mengurangi nyerinya diharapkan dapat membantu lansia mudah untuk melakukan jalan.Dalam mengurangi rasa nyeri sendi, dapat digunakan metodegerak tubuh yang dikenal dengan senam rematik. Menurut Nuhonni (2010) secara umum gerakan-gerakan senam rematik dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan gerak, fungsi, kekuatan dan daya tahan otot, kapasitas aerobik, keseimbangan, biomedik sendi dan rasa posisi sendi.Senam ini konsentrasinya pada gerakan sendi sambilmeregangkan ototnya dan menguatkan ototnya, karena otot-otot inilah yang membantu sendi untuk menopang tubuh (Candra 2008). Kegiatan senam rematik diharapkanmeningkatkan kemampuan jalan lansia sehingga kualitas hidup lansia dapat meningkat pula dan lansia tidak menjadi beban bagi orang lain. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2X2 tahapan analisis meliputi tahap persiapan, pengumpulan data baik melalui pustaka maupun di lapangan, analisis data, penarikan kesimpulan, dan penyusunan laporan. Pengembangan media pembelajaran ini diharapkan bisa menjadi solusi dalam Peningkatan kemampuan berjalan pada lansia sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian pada lansia. Menjalani senam rematik mempunyai hubungan yang positif atau erat dengan kemampuan berjalan para lansia, yang mana dari hasil penelitian diperoleh nilai korelasisebesar 0,934 dengan probabilitas value 0,000 (<) 0,05. Dengan demikian berarti apabila senam rematik ditingkatkan maka kemampuan berjalan lansia juga kan meningkat.
Tingkat Kejadian Perilaku Kekerasanakibat Penyalahgunaan Obat Dextromethorphan Pada Remajadi Desa Kedungrejo Muncarbanyuwangi Aprin Rusmawati; Faiq Bobby Setiawan
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat dextromethorphan telah disalahgunakan pada remaja dengan cara mengkonsumsinya dalam jumlah berlebihan, secara berkala dan terus enerus. Dextromethorphan fungsi utamanya untuk menekan batuk (antitusif) akibat iritasi tenggorokan dan saluran napas bronchial, dan efek yang ditimbulkan dari obat tersebutselain halusinasi dan pusing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua remaja yang menyalahgunakan obatdexstromethorphan sebanyak 116 orang, dengan besar sampel sebanyak 89 remaja. Tehnik pengambilan sampel dengan snowball sampling. Data yang dikumpulkankemudian diolah dengan menggunakan uji chi square dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat penyalahgunaan obat dextromethorphan pada remaja kategori ringan yaitu sebesar 78responden (88%) dan sebagian besar responden memiliki tingkat kejadian perilaku kekerasan pada remaja kategori sedang yaitu sebesar 80 responden (90%). Uji chisquare diperoleh nilai = 0,015. nilai (0,05), maka Ho ditolak artinya ada hubungan penyalahgunaan obat dextromethorphan terhadap tingkat kejadian perilaku kekerasanpada remaja di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Melihat hasil penelitian ini remaja yang menyalahgunakan obat dextromethorphanmengalami stimulus halusinasi yang berdampak kehilangan kontrol kesadaran diri, sehingga melakukan tindak kekerasan. Maka dari itu orang tua berperan aktif untuk memantau pergaulan anak, sehingga tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang merugikan dirinya dan masyarakat luas.
Studi Fenomenologi : Pengalaman Keluarga Merawat Anggota Keluarga Dengan Hipertensi Di Kelurahan Suruh Kalang Jaten Karanganyar Jawa Tengah Ikrima Rahmasari; Endah Sri Wahyuni
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan pembunuh tersembunyi (silent killer) yang penyebab awalnya tidak diketahui atau tanpa gejala. Dinas Kesehatan Jawa Tengahmelaporkan banyak kasus PTM (Penyakit Tidak Menular) tahun 2012 sebanyak 34 kasus di kabupaten atau kota (97,14%).Gejala yang muncul pada hipertensi membuatketidanyamanan pada individu sehingga dibutuhkan intervensi untuk mengurangi gejala tersebut. Untuk perawatan pasien dengan hipertensi diperlukan pemahaman darikeluarga dan pasien dengan hipertensi tentang pengalaman keluarga melakukan perawatan pada pasien dengan hipertensi. Tujuan : Untuk mendeskripsikan tentangpengalaman keluarga merawat anggota keluarga dengan hipertensi di kelurahan Suruh Kalang Jaten karanganyar Jawa Tengah. Metode Penelitian : Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan in-depth interview dan pendekatan fenomenologis. Hasil : Arti dan makna pengalaman anggota keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan hipertensi memiliki makna yang berbeda di setiap anggota keluarga. Kesimpulan : Anggota keluarga dalam penelitian ini sudah mengenal masalah hipertensi yakni berkaitan dengan pengertian, penyebab, pengobatan dan perawatan hipertensi. Respon psikologis yang ditimbulkan positif dan negative. Harapan keluarga menginginkan keluarganya yang sakit dapat sembuh dan adanya bantuan dari kelurahan berupa dana agar sewaktu waktu saat kambuh dapat berobat
Pengaruh Polusi Udara Terhadap Fungsi Kapasitas Paru Pada Petugas Parkir Di Wilayah Parkir Zona C Kota Surakarta Rif Atiningtyas Haris; Indriyati .; Irwan Cahya Kusuma
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel-partikel dalam udara berdampak pada kesehatan manusia. Partikel-partikel polutan dalam udara bersifatkarsinorganik yang menyebabkan gangguan pada pernafasan manusia. Perkembangan kota Surakarta menyebabkan banyaknya masyarakat luar datang ke kota Surakartasehingga menimbulkan bertambahnya jumlah kendaraan dalam kota sehingga menambah jumlah polutan dalam udara. Disisi lain pertambahan kendaraan yang adameningkatkan lapangan pekerjaan khususnya parkir. Paparan polusi udara yang diterima oleh petugas parkir menyebabkan resiko terjadinya gangguan pernafasan salah satunya adalah penurunan kapasitas paru. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh polusi udara terhadap kapasitas paru petugas parkir Zona C Kota Surakarta.Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah Petugas parkir di zona C Kota Surakarta dengan sampel 61 petugas parkir. Penentuansampel dalam penelitian menggunakan teknik simple random sampling. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji independent sample t-test..Hasil Penelitian: Hasil uji Independent Sample t-test diperoleh nilai thitung sebesar 5,791 dengan p-value = 0,000 dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh polusi udara terhadap fungsi kapasitas paru petugas parkir di Wilayah parkir zona C Kota Surakarta, dimana disimpulkan semakin tinggi tingkat polusi udara maka kapasitas paru responden semakin buruk. Simpulan: (1)Tingkat polusi udara di Wilayah parkir zona C Kota Surakarta pada wilayah Gladag termasuk kategori sedang dan di wilayah Purwosari termasuk tidak sehat, (2) tingkat kapasitas paru petugas parkir di Wilayah parkir zona C Kota Surakarta sebagian besar adalah mengalami gangguan fungsi paru berat (72,1%), dan (3) Terdapat pengaruh polusi udara terhadap fungsi kapasitas paru petugas parkir di Wilayah parkir zona C Kota Surakarta (p-value 0,000).
The Relationship Between The Level Of Mother's Knowledge Of Pentabio Immunization (Dpt- Hb- Hib) And Mother's Anxiety Toward Effect Of Giving Immunization On Infants In Polyclinic Of Dagen Village Jaten Karanganyar Idris Yani Pamungkas; Fitri Budi Astuti; Irwiana Budi Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: According to WHO, the figures for DPT immunization globally was 78%, it means there are 28 million children in the world who have not got DPT immunization. 75% of these children live in 10 countries, including Indonesia. Data cumulative achievement of Pentabio immunization (DPT- HB- HiB) in Dagen village on December 2014 was DPT- HB- HiB 1 was 80%, DPT- HB- HiB 2 was 72, 9%, and DPT- HB- HiB 3 was 74, 1%. From a preliminary study conducted by researchers in Dagen village through doing interviews, it can be stated that some parents as young mothers who first have children still worried and confused because the child became fussy fever after getting DPT immunization which is now known as Pentabio immunization , although after having immunization they have been given fever medicine. Objective: in order to determine the relationship between the level of mother's knowledge of Pentabio immunization (DPT- HB- HiB) and mother's anxiety towardeffect of giving immunization on infants in polyclinic of Dagen village Jaten Karanganyar Methods: this research method was correlational. The approaching method was cross sectional. The population was all infants and their parents in Dagen village with certain characteristics to be studied. The Sampling techniques was purposive sampling. the analysis of data was Kendall's Tau. Results: The results showed that there was correlation of between the level of mother's knowledge of Pentabio immunization (DPT- HB- HiB) and mother's anxiety towardeffect of giving immunization on infants in polyclinic of Dagen village Jaten Karanganyar. (p value: 0,000) Conclusion: The increased knowledge of the mother is still needed to improve information related to Pentabio immunization giving with mother's anxiety toward the side effects of Pentabio immunization on infants so much more anticipation of the risks that will happen.
Gambaran Kemampuan Berpikir Kritis Perawat Primer Dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Islam Surakarta Bambang Sudono; Dhani Setya Arumawati; Rif Atiningtyas Haris
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Peningkatan kemampuan berpikir kritis akan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kemampuan berpikir kritis perawat primer dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di Rumah Sakit Islam Surakarta. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat primer di Rumah Sakit Islam Surakarta sejumlah 21 responden. Sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, analisis bivariat data menggunakan chi square dan spearmans ranks Hasil : Hasil penelitian menunjukkan prosentase terbanyak adalah responden berjeniskelamin wanita (76,2%), memasuki usia dewasa awal (71,4%), berpendidikan DIII Keperawatan (71,43%), memiliki masa kerja 5-10 tahun (66,7%), tidak memilikisertifikat terkait pelatihan perawatan intensif (90,5%). Hasil uji chi square dan spearman ranks menunjukkan ada hubungan antara kompetensi dengan kemampuan berpikirkritis (p value=0,035). Tidak ada hubungan jenis kelamin (p value=0,214), umur (p value=0,716), tingkat pendidikan (p value=0,786), lama bekerja (p value=0,135),kepemilikan sertifikat (p value=0,471), kecerdasan emosional (p value=0,496), cemas (p value=0,269) dan motivasi (p value=0,052) dengan kemampuan berpikir kritis.Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kompetensi dengan kemampuan berpikir kritis sedangkan jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, lamabekerja, kepemilikan sertifikat, kecerdasan emosional, cemas dan motivasi tidak mempunyai hubungan dengan kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil tersebutdiharapkan upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis mengadopsi pola penggunaan pembelajaran yang lebih menekankan kepada diskusi kasus, ronde bersama,dan pendekatan kasus untuk mengembangkan kemampuan klinis dan kemampuan berpikir kritis

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 1 (2025): Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 18 No 1 April 2025 Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 17 No 2 Oktober 2024 Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 17 No 1 April 2024 Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 16 No 2 Oktober 2023 Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Keperawata Vol 16 No 1 April 2023 Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 15 No 1 April 2022 Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.2 Oktober 2020 Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Keperawatan Oktober 2022 Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan No 14 Vol 2 Oktober 2021 Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.14 No.1 April 2021 Vol 13 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.1 April 2020 Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 Oktober 2019 Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 1 April 2019 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.11 No 1 April 2018 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.10 No 2 Oktober 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 10 No 1 April 2017 Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.9 No 2 Oktober 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9 No 1 aPRIL 2016 Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.8 No 2 Oktober 2015 Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.8 No 2 Oktober 2015 Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.8 No 1 April 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 7 No. 2 Juli 2014 Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013 More Issue