cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL EKSEKUTIF
ISSN : 23375736     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 1,084 Documents
KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM MENJALANKAN TUGAS PENYERAP ASPIRASI MASYARAKAT DI DESA PAKUURE KECAMATAN TENGAKABUPATEN MINAHASA SELATAN PANAMBUNAN, RIFAN
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “ Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dalam Menjalankan Tugas  Penyerap Aspirasi Masyarakat.(studi kasus pada Badan Permusyawaratan Desa didesa PakuureKecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan). Latar belakang dari penelitian ini adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakanlembaga legeslatif  desa sebagai perwujudan demokrasi dalam penyelengaraan pemerintahan desa dalam hal ini menampung menyalurlan aspirasi masyarakat. Berdasarkan relitas tidak adanya aturan tertulis mengenai pertanggung jawaban hasil kerja BPD dan masyarakat belum sepenuhnya percaya dengan BPD sebagai penyerap aspirasi masyarakat, masyarakat takut mengawasi, mengoreksi kinerjaBPD dan Kepala Desa. Sehingga rumusan masalah adalah bagaimana kinerja BPD  dalam menyerap aspirasi masyarakat yang ada didesaPakuure. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran BPD dalam menjalankan kepemerintahan di desa untuk melaksanakan kehidupan demokrasi dalam menyerap aspirasi dari masyarakat. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah memperoleh pengetahuan tentang tugas dan kinerja BPD serta perannya dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan penelitian Deskriptif Kualitatif, Fokus penelitiannya adalah kepada BPD yang memiliki sebagaipenyerap aspirasi masyarakat, Sumber data penelitian mengunakan data Primer dan Skunder. Metode pengumpulan data wawancara, observasi,dokumentasi. Metode analisis data mengunakan pengumpulan data,penyajian data, reduksi, kesimpulan. Hasil penelitian bahwa BPD didesa Pakuure belum mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai representatif dari masyarakat guna mencapai kehidupan demokrasi didesa dalam hal ini sebagai wadah/penampung aspirasi dari masyarakat dan merealisasikannya. Saran adalah BPD lebih lagi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dalam menampung aspirasi serta merealisasikan aspirasi dari masyarakat, agar supaya timbul kepercayaan masyarakat terhadap Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE DALAM PELAYANAN PUBLIK GANAP, TEDDY CHRISTIAN ZAKHARIA
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Kinerja pegawai sangat urgen dan perlu dilakukan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan  profesionalisme dalam  pelayanan publik. Namun disisi lain yang terjadi, kinerja dalam pelayanan publik belum maksimal di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga  Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kualitas kerja pegawai masih kurang terlihat dari segi ketepatan dan kecepatan serta hasil kerja yang dilaksanakan belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini dalah untuk mengetahui bagaimana kinerja pegawai Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam pelayanan publik.  Penelitian ini menggunakan metode-penelitian kualitatif. penelitian kualitatif  bergantung kepada pengamatan manusia dalam wilayahnya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasa dan istilah yang digunakan”. Dan metode-penelitian kualitatif adalah sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang orang dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian menunjukan adanya respon yang baik terhadap tugas dan fungsinya masing-masing namun tidak dapat di pungkiri kinerja pegawai Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga belum maksimal. Serta sarana dan prasarana di kantor yang belum memadai yang menjadi aspek penting dalam mempengaruhi kinerja pegawai.   Kata kunci : kinerja pegawai, pelayan publik.
Peranan PemerintahDesadalam Pengelolaan Air Panas (SuatuStudi di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Induk) AMBARAK, LUKMAN
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bakan yang menjadi objek penelitian merupakan Desa yang menghadapi masalah dengan Pendatan Asli Desanya. Komoditi yang diunggulkan dari Desa Bakan salah satunya adalah Sumber Air Panas yang merupakan aset berharga dan mempunyai potensi yang bagus untuk dikembangkan. Namun dalam kenyataannya sektor ini belum mampu untuk dijadikan tumpuan untuk peningkatan Pendapatan Asli Desa, oleh karena itu perlu pengembangan dalam pengelolaan sumber air panas ini. Masyarakat Desa Bakan bermata pencaharian kebanyakan sebagai petani. Pemerintah Bakan seyogianya mengembangkan komoditas unggulan itu agar seoptimal mungkin dapat menggali potensi yang ada.
Peran Masyarakat Dalam Mengawasi Kinerja Aparatur Kelurahan Ranomea Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Polii, Varly Trivany
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana tentang pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap kinerja aparatur pemerintah sudah lama didengung-dengungkan, namun pada kenyataannya belum dapat dilaksanakan secara maksimal, hal ini disebabkan oleh kekurangtahuan  masyarakat sendiri dalam melakukan pengawasan, dimana aturan-aturan yang ada baik setingkat Undang-Undang, maupun Peraturan Pemerintah yang masih belum jelas, sehingga menyebabkan masyarakat bersifat acuh tak acuh, selain itu hal ini turut diperparah dengan tidak adanya efek bagi aparatur menanggapi laporan-laporan yang disampaikan oleh masyarakat. Elemen kemasyarakatan sendiripun, seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, Karang Taruna, tidak menunjukkan hasil yang positif dalam mengawasi kinerja aparatur kelurahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran yang dilakukan masyarakat melalui kelompok masyarakat seperti karang taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mengawasi kinerja pemerintah kelurahan yang meliputi: daya tanggap dan tanggung jawab aparat kelurahan Ranomea, akuntabilitas, serta efektifitas dan efisiensi dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat dikelurahan Ranomea belum melakukan perannya dalam mengawasi kinerja aparatur kelurahan, begitu pula dengan organisasi kemasyarakatan yang ada dikelurahan Ranomea, seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, dan Karang Taruna yang sampai dengan penelitian ini dilakukan sudah tidak aktif lagi, sehingga tidak dapat melaksanakan peran melakukan pengawasan terhadap kinerja aparatur kelurahan, disisi lain kinerja aparatur kelurahan masih belum maksimal dalam pencapaian sasaran, baik kuantitas, maupun kualitas, sehingga dapat disebutkan masih belum maksimal. Key word: Pengawasan, Masyarakat, Kinerja, Aparatur
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN KINERJA DI KANTOR KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Syahrir, Carol
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aparatur pemerintah daerah harus memiliki kemampuan maksimal dalam mengelolah sumber daya manusia yang ada di daerahnya. Pemerintah daerah baik secara individu, kelompok maupun kelembagaan berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja dalam meningkatkan kinerjanya. Kenyataan-kenyataan ini sehingga menuntut adanya pembinaan pegawai negeri yang harus dilaksanakan terus menerus untuk mencapai hasil kerja yang berkualitas sebagaimana yang diharapkan, untuk mewujudkan sosok pegawai negeri yang memiliki tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya seperti diketahui bahwa pembinaan pegawai negeri didasarkan pada perpaduan sistem karir dan sistem prestasi kerja dimana, pelaksanaannya berpedoman pada UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah pasal 219 mengatakan urusa pemerintahan  daerah yang menjadi kewenangan daerah termasuk dalamnya yaitu kepegawaian serta pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang ada di kecamatan Kawangkoan untuk meningkatkan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil secara maksimal. Dari hasil penelitian didapati upaya pengembangan kualitas sumberdaya manusia yang ada di kecamatan kawangkoan sudah berjalan dengan baik, yakni melalui pendidikan dan pelatihan yang memang telah diprogramkan pemerintah kabupaten.       Keyword : sumberdaya manusia, kinerja
PERAN PEMERINTAH DALAM MENINGKTAKAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI KELURAHAN KOTAMOBAGU Palempung, Erfina R. N.
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan volume timbunan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah. Meningkatnya volume timbunan sampah memerlukan pengelolaan oleh pemerintah, bersama-sama dengan masyarakat. Pengelolaan sampah yang tidak mempergunakan metode dan teknik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan selain akan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan juga akan sangat menganggu kelestarian fungsi lingkungan baik lingkungan pemukiman, hutan, persawahan, sungai dan lautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah kelurahan Kotamobagu dalam pengelolaan sampah, dengan metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini terdiri dari lurah, masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan di Kelurahan Kotamobagu bervariasi yaitu sampah dari tiap warga dikumpulkan kemudian petugas mengumpulkan dan mengangkut sampah dengan menggunakan gerobak sampai ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) kemudian diangkut dan dibuang ke TPA(Tempat Pembuangan Akhir) oleh petugas dari Dinas Kebersihan dengan menggunakan truk, Sampah dikumpulkan oleh masyarakat dengan memilah sampah, sampah organik dipisahkan dengan anorganik, sampah dapur diberikan untuk pakanan ternak dan dibuat menjadi kompos sedangkan sampah botol kaca dan botol plastik dijual kepada tukang butut, Sampah yang dikumpul dengan menggunakan plastik langsung dibuang ke sungai, dipinggir jalan atau dilahan kosong, Sampah yang terkumpul langsung dibakar di depan atau di belakang rumah dan Sampah yang dikumpulkan masyarakat dengan menggunakan plastik atau karung plastik dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).     Kata Kunci : Peran Pemerintah, Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sampah
PARTISIPASI WARGA DALAM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MP) DI KAMPUNG SAWANG KECAMATAN SIAU TIMUR SELATAN KABUPATEN SITARO GANDARIA, STEVANDRI
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi merupakan suatu proses dan tujuan dalam mencapai tujuan pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana partisipasi warga desa dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan ( PNPM-MP ) di desa Sawang, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Sitaro. Penelitian ini menggunakan dasar penelitian kualitatif. Hasil dari analisis menunjukan bahwa pelaksanaan PNPM-MP di desa Sawang, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Sitaro berjalan dengan baik dengan memperhatikan kualitas proyek pembangunan desa. Kata Kunci : Partisipasi, PNPM-MP, Desa
Peranan Majelis Tua-Tua Kampung Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa ( Suatu Studi di Kampung Bungalawang Kec. Tabukan Tengah, Kep. Sangihe) LOMBONAUNG., SANDY ALDIS
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan peraturan pemerintah nomor 72 Tahun 2005 tentang pemerintah desa disebutkan bahwa desa adalah satu kesatuan masyarakat hukum yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rangka melaksanakan kewenangan yang dimiliki untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya, maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengeluarkan PERDA Kabupaten Kepulauan Sangihe Nomor 4 Tahun 2007 tentang Majelis Tua-Tua Kampung(MTK),  dengan tugas pokok dan fungsi yaitu sebagai lembaga legislasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan Majelis Tua-tua Kampung (MTK) dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Bungalawang Kec. Tabukan Tengah, Kab. Sangihe yang dimaksud di dalamnya adalah pelaksanaan 5 TUPOKSI MTK di Kampung Bungalawang, yaitu: menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, membentuk panitia pemilihan kepala kampung, mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala kampung, menetapkan peraturan kampung bersama kepala kampung, dan melakukan pengawasan terhadap peraturan kampung dan peraturan kepala kampung. Selain itu juga untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan Tupoksi dari MTK seperti partisipasi masyarakat, pola hubungan kerjasama dengan pemerintah desa, pendapatan/ insentif, sistem pemilihan anggota MTK, dan fasilitas operasional. Dari faktor tersebut secara keseluruhan dapat dilihat apakah kinerja MTK di Kampung Bungalawang sudah terlaksana dengan baik atau belum. Kata kunci: Majelis Tua-Tua Kampung, Pemerintahan Desa
Program studi Ilmu Pemerintahan. Kinerja Dinas Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan Dalam Menangani Penebangan Hutan Secara Liar Prasasmi, Utari
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini dibuat untuk mengetahui Kinerja Dinas Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan Dalam Menangani Penebangan Hutan Secara Liar  untuk mewujudkan harapan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi kualitatif. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Kinerja Dinas Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan Dalam Menangani Penebangan Hutan Secara Liar. Lokasi penelitian di Kabupaten Minahasa Selatan Subyek penelitian adalah Kepala Dinas Kehutanan, staf Kantor Dinas Kehutanan. Untuk itu rekomendasi penelitian ini adalah dengan menciptakan efektifitas, efisiensi, dan kinerja yang baik agar lingkungan dan hutan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi baik dan untuk kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: Kinerja, Dinas Kehutan, Penebangan Hutan.
Dinamika Hubungan Badan Permusyawaratan Desa Dan Kepala Desa Dalam Pembuatan Peraturan Desa (Studi Di Desa Wawopada Kecamatan Lembo Kabupaten Morowali Utara). Sirima, Novilia
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Dinamika Hubungan Badan Permusyawaratan Desa Dan Kepala Desa Dalam Pembuatan Peraturan Desa, baik dari realisasi maupun kendala-kendala yang dilakukan dalam hubungan pembuatan Peraturan Desa tersebut. Penyusun melakukan penelitian di Desa Wawopada Kecamatan Lembo Kabupaten Morowali Utara. Hal ini dikarenakan isu-isu yang sering terjadi mengenai hubungan Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala Desa kurang baik. Sehingga menarik utuk mengetahui bagaimana Dinamika hubungan dan juga kendala-kendala yang terjadi antara Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala Desa dalam Pembuatan Peraturan Desa di Desa wawopada Kecamata Lembo Kabupaten Morowali Utara Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dalam penelitian ini metode tersebut diperoleh melalui data-data yang bersumber pada hasil observasi, hasil wawancara, telaah pustaka, serta sumber-sumber lain yang mendukung dan berkaitan dengan objek penelitian. Untuk itu rekomendasi penelitian ini adalah degan menciptakan kerja sama, koordinasi, komunikasi yang baik dengan sinergi antara keduanya serta menyadari kedudukan mereka sebagai mitra bukan lawan dalam pencapaian terbentuknya Peraturan Desa secara maksimal untuk mencapai Peraturan Desa yang maksimal dan menyenyejahterakan rakyat khusunya yang ada di Desa Wawopada. Kata kunci: Dinamika,pemerintahan desa,Desa Wawopada

Page 32 of 109 | Total Record : 1084