cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
HUBUNGAN EXPRESSED EMOTION KELUARGA DAN PEER SUPPORT DENGAN SUICIDE IDEATIONPADA REMAJA DI SMP N 8 MANADO Gaol, Apryani Lumban; Buanasari, Andi; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36764

Abstract

Abstract Background Family expressed emotionand peer support is important in shaping the emotional and mentality af a teenager. The purpose of this study is to find out prove the relationship between family expressed emotion and peer support with suicide ideation in Junior High School 8 Manado. The research method used to prove the hypothesis of this study is a quantitative approach, cross sectional, with the Spearman Rank correlation technique. The sample was taken using non-probability techniques, purposively. The sample size was 83 respondents in Junior High School 8 Manado. The results of the study prove that both hypotheses can be accepted. H1 test shows the level of strength (closeness) between variabels is moderate (0,369), positive direction, and significant (p = 0, 001 < α = 0,05). H2 test shows the level of strength (closeness) between variabels is moderate (-0,218), negative direction, and significant (p = 0, 048< α = 0,05). Conclution : there is a moderate, positive and negative and significant relationship between family expressed emotion (36,9%),peer support (-21,8%)with suicide ideation. Suggestions, for school to improve mental health education services and counseling to address adolencent mental health problem and efforts to tackle of suicide ideation in adolescents.Keywords: Family Expressed Emotion; Peer Support; Suicide IdeationAbstrak Ekspresi emosi keluarga dan dukungan teman sebaya merupakan hal yang penting dalam pembentukan emosional dan mentalitas remaja.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan membuktikan hubungan antara ekspresi emosi keluarga dan dukungan teman sebaya dengan gagasan bunuh diri pada remaja di Smp N 8 Manado. Metode penelitian yang digunakan untuk membuktikan hipotesis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, cross sectional, dengan teknik korelasi Rank Spearman. Sampel diambil dengan menggunakan teknik non-probabilitas. Jumlah sampel adalah 83 responden yang berada di SMP N 8 Manado. Hasil penelitian membuktikan kedua hipotesis dapat diterima. Uji H1 menunjukkan tingkat kekuatan (kedekatan) antara variabel cukup (0,369), arah positif, dan signifikan (p = 0, 001 < α = 0,05). Uji H2 menunjukkan tingkat kekuatan (kedekatan) antara variabel cukup (-0.218), arah negatif, dan signifikan (p = 0,048 <α = 0,05). Kesimpulan: ada hubungan yang moderat, positif dan negatif, serta signifikan antara ekspresi emosi keluarga (36,9%), dan dukungan teman sebaya (- 21,8%) dengan gagasan bunuh diri. Saran, bagi sekolah agar meningkatkan layanan pendidikan kesehatan mental dan bimbingan konseling untuk mengatasi masalah kesehatan mental remaja dan upaya untuk mengatasi gagasan bunuh diri.Kata Kunci : Ekspresi Emosi Keluarga; Dukungan Teman Sebaya; Gagasan Bunuh Diri.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN ANTENATAL CARE (ANC) : SYSTEMATIC REVIEW Kolantung, Priska M.; Mayulu, Nelly; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36780

Abstract

AbstractBackground: a mother's knowledge about the danger signs of pregnancy is one of the factorsthat affect compliance in performing Antenatal Care (ANC). Good knowledge of mothers aboutthe danger signs of pregnancy will make mothers care and be motivated to check theirpregnancy. Compliance in the ANC visit aims to monitor the condition of the mother and fetus,to detect problems early and provide appropriate action or intervention, and find out if thereare complications in pregnancy. Objective: This study aims to determine the relationshipbetween the level of knowledge of pregnant women about the danger signs of pregnancy withadherence to ANC. Methods: PubMed and Google Scholar were used to search for publicationresults with limitations on the cross sectional study design. Results: based on 10 articles thathave been analyzed with a sample of 639 pregnant women, it shows that there is a relationshipbetween the level of knowledge of pregnant women about danger signs of pregnancy withcompliance with Antenatal Care (ANC). Conclusion: knowledge of mothers about dangersigns of pregnancy is very important in fulfilling ANC visits. , to improve the quality of life ofthe mother and fetusKeywords: Antenatal Care, Knowledge of Pregnant Women, Danger Signs of Pregnancy.AbstrakLatar Belakang: Pengetahuan seorang ibu tentang tanda bahaya kehamilan merupakan salahsatu faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam melakukanAntenatal Care(ANC).Pengetahuan ibu yang baik tentang tanda bahaya kehamilan akan membuat ibu peduli dantermotivasi untuk memeriksakan kehamilannya. Kepatuhan dalam kunjungan ANC bertujuanuntuk memantau keadaan ibu dan janin, untuk mendeteksimasalah secara dini dan memberikantindakan atau intervensi yang tepat,dan mengetahui jika ada komplikasi pada kehamilan.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamiltentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan ANC Metode: PubMed danGoogle Scholar digunakan unutk pencarian hasil publikasi dengan pembatasan pada desainpenelitian cross sectional. Hasil : berdasarkan 10 artikel yang telah di analisis dengan sampel639 ibu hamil, menunjukan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tandabahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan Antenatal Care (ANC).Kesimpulan:pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan sangat penting dalam pemenuhan kunjunganANC, untuk meningkatkan kualitas hidup ibu dan janin.Kata kunci: Antenatal Care, Pengetahuan Ibu Hamil, Tanda Bahaya Kehamilan
PERBEDAAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN CKD SEBELUM DAN SETELAH HEMODIALISIS DI RUANG HEMODIALISARS SWASTA DI SULAWESI UTARA Pasaribu, Yanti Rosalina; Rompas, Sefti S.J.; Kundre, Rina Margaretha
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36773

Abstract

Abstract: Background:CKD is a progressive and irreversible kidney function disorder in which the body fails to maintain metabolism and fluid-electrolyte balance, causing urinary retention and other nitrogenous wastes in the blood. The purpose of this study was to determine the difference in blood pressure in CKD patients before and after hemodialysis at General Hospital GMIM Bethesda Tomohon. Methods: The type of research used is analytic observational with a cross sectional design, data analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test technique. Samples were taken using Total Sampling. The number of samples is 40 respondents. Instruments The data collection in this study used an observation sheet. Results: the study showed the significance level of the Z value (-3.091) and significant (p=0.002 <α = 0.05). Conclusion: Therefore, the results of this study indicate that there is a difference in blood pressure in CKD patients before and after hemodialysis.Keywords: Blood Pressure, CKD, HemodialysisAbstrak: Latar Belakang:Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang progressif dan irreversible dimana tubuh gagal untuk mempertahankan metabolism dan keseimbangan cairan elektrolit, menyebabkan retensi urin dan sampah nitrogen lain dalam darah. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahui perbedaan tekanan darah pada pasien CKD sebelum dan setelah hemodialysis di RSU GMIM Bethesda Tomohon. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitikdengan rancangancross sectional, analisis data menggunakan teknik uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Sampel diambil dengan menggunakan Total Sampling. Jumlah sampel adalah 40 responden. Instrumen Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi. Hasil:penelitian menunjukkan tingkat kemaknaan nilai Z (-3,091) dan nilai p=0,002(p≤0,05). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapatadaperbedaan tekanan darah pada pasien CKD sebelum dan setelah hemodialisis.Kata Kunci : Tekanan Darah, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis.
DAMPAK PSIKOLOGI PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN PELELOAN KECAMATAN TONDANO SELATAN KABUPATEN MINAHASA Pesik, Charisma B.J.; Bidjuni, Hendro; Kristamuliana, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36776

Abstract

Abstract:Background of this journal is The Covid-19 pandemic health crisis causes psychologicalchanges such as fear, anxiety, depression, or insecurity. Aim of this study was to determinethe psychological impact of the Covid-19 pandemic on the community in Peleloan Village,South Tondano District, Minahasa Regency. Methods of this study used descriptiveresearch/survey with samples, this research involved 317 respondents obtained by using therandom sampling, and using the questionnaire research instrument Depression AnxietyStress Scales (DASS 42). Results of the study show that there was a psychological impact ofthe Covid-19 pandemic for the community with the result that there were 14 respondents(4.4%), with a normal stress level of 199 respondents (62.8%), normal anxiety levels of 127respondents (40.1%), and normal depression levels were 201 respondents (63.4%).Conclusion, Most people do not experience stress, most people do not experience anxiety,and most people do not experience depression. The implications of this research can beuseful for the public to know the impact of Covid-19 and for the health workers, when youknow the impact of Covid-19, it will be easy to carry out prevention of the emergence of thesepsychological impacts.Key Words: Corona Virus Disease 2019; Depression; Psychological Impact of Pandemic;Anxiety; StressAbstrak:Latar Belakang dari jurnal ini adalah Krisis kesehatan pandemi Covid-19 menyebabkanperubahan psikologis seperti ketakutan, kecemasan, depresi, atau ketidakamanan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikologis pandemi Covid-19 bagimasyarakat di Kelurahan Peleloan Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa.Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif/survei dengan Sampel berjumlah 317responden yang diperoleh melalui random sampling, dan menggunakan instrument penelitianKuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Hasil penelitian menunjukan bahwaada dampak psikologis pandemi Covid-19 bagi masyarakat dengan hasil terdapat kasusCovid-19 14 responden (4.4%), terdapat tingkat stress normal sebanyak l99 responden(62.8%), tingkat kecemasan normal sebanyak 127 responden (40.1%), dan tingkat depresinormal sebanyak 201 responden (63.4%). Kesimpulan, Sebagian besar masyarakat tidakmengalami stress, sebagian besar masyarakat tidak mengalami kecemasan, dan sebagianbesar masyarakat tidak mengalami depresi. Implikasi dari penelitian dapat bermanfaat bagimasyarakat untuk mengetahui dampak akibat dari Covid-19 dan bagi tenaga kesehatan, ketikatelah mengetahui dampak dari covid-19 maka akan mudah untuk melaksanakan pencegahanterhadap munculnya dampak psikologis tersebut.Kata Kunci : Coronavirus Disease 2019; Depresi; Dampak Psikologi Pandemi; Kecemasan;Stres
IDENTIFIKASI FAKTOR PENDUKUNG YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TATELU KABUPATEN MINAHASA UTARA Makatindu, Marsha Gladis; Nurmansyah, Muhamad; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36765

Abstract

Abstract : Hypertension is a disease that is not curable but it must always be controlled or controlled in order so that adherence is needed in taking medication in order to avoid complications that can lead to death. One of the factors that affect to medication adherence behavior is supporting factors. The purpose of this study was to determine the supporting factors related to medication adherence in hypertension patients at Tatelu Public Health Center, North Minahasa Regency. The research method used cross sectional approach. The respondents consisted of 71 people with sampling techniques using purposive sampling. Adherence to hypertension treatment was maesured usingModified Morisky Adherence Scale (MMAS). The results of this research using chi square statistic test at a significance level of 95% obtained that there is a relationship between affordability of access to health service with medication adherence (p = 0.012), there is no relationship beetwen health insurance participation with medication adherence (p = 0.805) and there is a relationship between the role of health workers with medication adherence (p = 0.032). The Conclusion of this study indicate that the supporting factors influence medication adherence where good supporting factors can increase medication adherence in hypertension patients. Suggestions for the health services are expected to maximize the level of service and can provide additional information for hypertension patients to be more obedient in taking medication.Keyword : hypertension, medication adherence,supporting factors.Abstrak : Hipertensi adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat agar terhindar dari komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kepatuhan minum obat yaitu faktor pendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Puskesmas Tatelu Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Responden terdiri dari 71 orang dengan teknik pengambilan sampel dengan carapurposive sampling. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS (Modified Morisky Adherence Scale). Hasil uji penelitian dengan menggunakan uji statistik chi square pada tingkat kemaknaan 95%, didapatkan bahwa ada hubungan antara keterjangkauan akses ke pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat(p = 0,012 < α 0.05), tidak ada hubungan antara keikutsertaan asuransi kesehatan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,805 > α 0.05) dan ada hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat (p = 0,032 < α 0.05). Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung mempengaruhi kepatuhan minum obat, dimana dengan faktor pendukung yang baik dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Saran bagi pihak pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat lebih memaksimalkan tingkat pelayanannya dan dapat memberikan informasi tambahan lagi bagi penderita hipertensi agar lebih patuh dalam minum obat.Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Faktor Pendukung
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK HUSADA SARIO MANADO Sasombo, Antania; Katuuk, Mario Esau; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36781

Abstract

AbstractBackground: diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hypoglycemia.Diabetes effects can result in the body's organs if the condition is not managed or controlledproperly. For this reason, it is necessary to do DM self-care which is an independent actionthat must be taken by DM Sufferers in their daily lives to control Blood Glucose. Aim: Thisstudy was aimed to determine corelation between the self-care whit the complications ofpatients with type 2 diabetes mellitus at the Husada Sario Manado Clinic. Methods:Thisresearch is a corrosive cross-sectional study, it’s done to 72 patients with type 2 DiabetesMelitus with research tools from questionnaire and analysis using chi-square. Results: Thisresearch is picking up p-value results. Conclusion: Most of the Diabetes Melitus type 2 at heHusada Sario Manado Clinic has a good self care, with most of the patients havinghypertensive complications. There’s no link between self care and the complications ofDiabetes Melitus on patients with type 2 Diabetes Melitus.Keywords: Diabetes Mellitus type 2, complications of Diabetes Mellitus, Self Care.AbstrakLatar belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristikhipeglikemia. Jika diabetes tidak segera dikendalikan atau dikendalikan dengan baik dapatmengakibatkan komplikasi diabetes yang dapat terjadi pada organ-organ tubuh. Untuk itu perludilakukannya Self care DM yang merupakan tindakan mandiri yang harus dilakukan olehpenderita DM dalam kehidupanya sehari-hari untuk mengontrol glukosa darah.Tujuanpenelitian untuk menganalisis hubungan self care dengan komplikasi Diabetes Melitus tipe 2di Klinik Husada Sario Manado. Metode Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional yangbersifat deskriptif korelatif, yang dilakukan kepada 72 pasien Diabetes Melitus tipe 2 denganInstrument penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan dianalisis menggunakan Chi Square.Hasil Penelitian di dapati hasil p-value (0,802) > α = (0,05) . Simpulan Sebagian besar pasienDiabetes Melitus tipe 2 di Klinik Husada Sario Manado memiliki self care baik, dengansebagian besar pasien memiliki komplikasi hipertensi. Tidak ada hubungan yang signifikanantara Self Care dengan komplikasi Diabetes Melitus pada pasien dengan Diabetes Melitus tipe2.Kata Kunci : Diabetes Melitus tipe 2, komplikasi Diabetes Melitus, Self Care.
TANDA DAN GEJALA PENYAKIT SERTA FAKTOR RESIKO PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA KARIMBOW KECAMATANMOTOLING TIMUR: STUDI DESKRIPTIF Runtunuwu, Thea; Kepel, Billy J.; Simak, Valen Simak
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36770

Abstract

Abstract: Epidemiologica transition that is happening in this world these days has caused changes in various diseases patterns, such as infectious diseases to non-infectious diseases. The increase of non-infectious diseases cases happens is related to an increase in risk factors due to lifestyle changes in line with the development of an increasingly modern world, population growth and increasing life expectancy. The purpose of this research is to determine the description of the signs and symptoms of diseases that occur in school age children. The method used in this research is descriptive method. Sampling in this study using total sampling. The data collection used by researchers is a questionnaire or questionnaire in accordance with the research objectives and refers to the conceptual framework that has been made. Collecting instruments of the sign and symptom questionnaire, and the risk factor questionnaire. With a total of 25 questions, in which there are questions about signs and symptoms of disease, 15 questions and risk factors for 10 questions. Results Based on the results of research conducted in Karimbow Village, Motoling Timur District, it was found that most of the respondents had signs and symptoms of cough, namely in the occasional category. And it was found that most of the respondents had a risk factor for exposure to cigarette smoke in the occasional category. The conclusion of the study of respondents to children in Karimbow Village had experienced the same signs and symptoms and risk factors.Keyword: sign and symptoms, children, clean and healthy behaviorsAbstrak:Transisi epidemiologi yang terjadi di dunia saat ini telah mengakibatkan berbagai perubahan pola penyakit, yaitu dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Peningkatan kejadian penyakit tidak menular berhubungan dengan peningkatan factor resiko akibat perubahan gaya hidup seiring dengan perkembangan dunia yang makin moderen, pertumbuhan populasi dan peningkatan usia harapan hidup. Tujuan untuk mengetahui gambaran tanda dan gejala penyakit yang terjadi pada anak usia sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah umur 6 - 12 tahun yang bersedia untuk menjadi responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling.Pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah kuesioner atau angket sesuai dengan tujuan penelitian dan mengacu pada kerangka konsep yang telah dibuat.Instrument pengumpulan dari kuesioner tanda dan gejala penyakit, dan kuesioner faktor resiko. Dengan jumlah pertanyaan 25 butir, yang di dalamnya ada pertanyaan mengenai tanda dan gejala penyakit 15 butir pertanyaan, dan factor resiko 10 butir pertanyaan. Hasil Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Karimbow, Kecamatan Motoling Timur didapati bahwa sebagian besar responden memiliki tanda dan gejala batuk yaitu pada kategori kadang dan didapati bahwa sebagian besar responden memiliki factor resiko terpapar asap rokok pada kategori kadang juga. Kesimpulan penelitian responden pada anak-anak di Desa Karimbow pernah merasakan tanda dan gejala dan factor resiko yang sama.Kata Kunci: tanda dan gejala, anak-anak, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI MEDIA ELEKTRONIK INTERNET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SULAWESI UTARA Sambow, Rosy M.; Kundre, Rina M.; Meo, Maria Lupita Nena
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36777

Abstract

AbstractBackground: Knowledge of reproductive health is needed in increasing adolescent knowledge relatedto reproductive health, so that efforts to provide health education are also needed through internetelectronic media that provide online information by utilizing social media platforms. Aim: The purposeof this study was to analyze the effect of health education on the level of knowledge of youngwomen.Methods: This research uses a quasi-experimental research design with one group pretestposttest research design. The number of samples in this research were 44 respondents who were takenby total sampling technique. The data collection instrument is a questionnaire and data analysis usingthe Wilcoxon. Results: The results of the study before being given health education mostly had asufficient level of knowledge as many as 28 people (63.6%); After being given health education, most ofthem had a level of knowledge and the results of the Wilcoxon test analysis obtained the Asymp. valueSig. = 0.000 < α 0.05 which means that H₀ is rejected and Ha is accepted, meaning that there is aneffect of health education on reproductive health through internet electronic media on the level ofknowledge of young women.Conclusion: Health education about reproductive health through internetelectronic media is effective in increasing the level of knowledge of young women, so it is hoped that theuse of internet electronic media in adolescent reproductive health counseling activities needs to beincreased.Keywords: Education, Knowledge, Reproductive Health, YouthAbstrakLatar Belakang: Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi diperlukan dalam meningkatkanpengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi, sehingga upaya pemberian pendidikankesehatan pun sangat dibutuhkan melalui media elektronik internet yang memberikan informasisecara online dengan memanfaatkan platform media sosial. Tujuan: Tujuan penelitian iniadalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuanremaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperiment denganrancangan penelitian one group pretest posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak44 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Instrument pengumpulan datanyaadalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitiansebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan cukupsebanyak 28 orang (63,6%); sesudah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar memilikitingkat pengetahuan dan hasil analisis uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp. Sig. = 0.000 < α0.05 yang berarti bahwa H₀ ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh pendidikankesehatan tentang kesehatan reproduksi melalui media elektronik internet terhadap tingkatpengetahuan remaja putri. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksimelalui media elektronik internet efektif meningkatkan tingkat pengetahuan remaja putri,sehingga diharapkan pemanfaatan media eletronik internet dalam kegiatan penyuluhankesehatan reproduksi remaja perlu di tingkatkan.Kata kunci: Kesehatan Reproduksi, Pendidikan, Pengetahuan, Remaja
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 : LITERATUR REVIEW Makalew, Claudia D.; Rompas, Sefti S.J.; Katuuk, Mario E.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i1.36766

Abstract

Abstract : Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease with an increasing number of sufferers. The number of diabetes mellitus continues to increase if the intervention is not given properly. Objective. to know the description of stress levels in type 2 diabetes mellitus. The Method. literature review, which is used to compile information and to search through electronic databases. Article searches were conducted using the keywords stress level and diabetes mellitus type 2, which were searched through Google Scholar and Pubmed. 5680 articles, which were identified and published from 2016-2021. Out of 5680 articles, only 6 were eligible for analysis. Results. Based on reviewed articles, it shows that stress levels have an important role in people with type 2 diabetes mellitus. Conclusion. The results of the literature review evaluation can be concluded from the level of stress. Diabetes mellitus has its respective categories obtained according to the analysis that the researchers conducted. 80% of these six articles indicated that there was a relationship between stress levels in people with type 2 diabetes mellitus.Keywords : stress level, type 2 diabetes mellitus.Abstrak: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan jumlah penderita yang terus mengalami peningkatan. jumlah penderita diabetes melitus terus meningkat jika tidak diberikan intervensi dengan benar. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Metode tinjauan pustaka, yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan mencari melalui database elektronik. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci tingkat stres dan diabetes mellitus tipe 2, yang dicari melalui Google Scholar dan Pubmed. 5680 artikel, yang diidentifikasi dan diterbitkan dari 2016-2021. Dari 5680 artikel, hanya 6 yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil berdasarkan artikel yang diulas menunjukkan bahwa tingkat stres memiliki peran penting pada penderita diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan, Hasil evaluasi tinjauan pustaka dapat disimpulkan dari tingkat stres. Diabetes melitus memiliki kategorinya masing-masing yang diperoleh sesuai dengan analisis yang dilakukan peneliti. 80% dari enam artikel tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2Kata Kunci : Tingkat stres, Diabetes Melitus Tipe 2
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT KECEMASAN PADA KELOMPOK PEKERJA PNS YANG MENGHADAPI MASA PENSIUN DI POIGAR MINAHASA SELATAN Ratu, Esterlani Waliani; Rompas, Sefti; Simak, Valen
JURNAL KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2021): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v9i2.36782

Abstract

AbstractBackground of this research is Retirement is a time full of challenges because there are changessuch as from actively working to not working, from having a position to staying at home, fromgetting a high income to a lower income. Civil servants experience anxiety when facingretirement. This happens because there is no social support. Aim of this study was to determinethe relationship between social support and anxiety levels in the group of civil servants facingretirement in Poigar Minahasa Selatan. The research method used descriptive research withsamples, in this study there were 50 respondents obtained through total sampling. And using aquestionnaire research instrument and tested using Chi-square. The results of this study showedthat high social support had low anxiety as many as 25 people (100.0%). And low social supporthas high anxiety as many as 25 people (100.0%). The results of the analysis obtained value =0.000 <0.05. High Social Support has Low Anxiety as many as 25 people (100.0%). And lowsocial support has high anxiety as many as 25 people (100.0%). The results of the analysis socialsupport and anxiety levels in the group of civil servants facing retirement in Poigar MinahasaSelatan obtained value = 0.000 <0.05. Conclusion High social support has low anxiety whilelow social support has high anxiety. And there is relationship between social support and anxietylevels in the group of civil servants facing retirement.Keywords: Work; Social Support; Anxiety; RetirementAbstrakLatar Belakang Pensiun merupakan masa yang penuh tantangan karena terjadi perubahanseperti dari aktif bekerja menjadi tidak bekerja, dari memiliki jabatan menjadi diam di rumah,dari mendapat penghasilan tinggi menjadi penghasilan yang lebih rendah. Pegawai negeri sipilmengalami kecemasan ketika menghadapi masa pensiun. Hal ini terjadi karena tidak adadukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dantingkat kecemasan pada kelompok pekerja PNS yang menghadapi masa pension di poigarminahasa selatan. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan Sampel, padapenelitian ini berjumlah 50 responden yang diperoleh melalui total sampling. Dan menggunakaninstrumen penelitian Kuesioner dan di uji menggunakan Chi-square. Hasil penelitian didapatkanDukungan Sosial yang tinggi memiliki Kecemasan Rendah sebanyak 25 orang (50,0%). DanDukungan sosial rendah memiliki Kecemasan yang tinggi sebanyak 25 orang (50,0%). Hasilanalisa dukungan sosial dan tingkat kecemasan pada kelompok pekerja PNS yang menghadapimasa pension di poigar minahasa selatan diperoleh ρ value = 0,000 < 0,05. KesimpulanDukungan Sosial yang tinggi memiliki Kecemasan Rendah sedangkan dukungan sosial rendahmemiliki kecemasan yang tinggi. Dan terdapat hubungan dukungan sosial dan tingkat kecemasanpada kelompok pekerja PNS yang menghadapi masa pensiun.Kata Kunci : Bekerja; Dukungan Sosial; Kecemasan; Pensiun