cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN DEMENSIA PADA LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJA CERAH PANIKI KECAMATAN MAPANGET MANADO Setiawan, Danny Indra; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5207

Abstract

Abstrack : Dementia is a term that used to describe a global cognitive impairment which is usually progressive and affect daily activity of elderly. One of the risk factor of dementia is lack of education. The aim of this research is to know the correlation between education level and dementia in elderly at Longevity Station Senja Cerah Paniki Subdistrict of Mapanget Manado. Research methods in this study was used analytic survey with cross sectional design. The samples in this research was used saturation sampling technique that is 27 peoples. The results in this research using analysis statistic test pearson chi-square have gained value p = 0,733 > α 0,05. The conclusion of this research, there is no correlation between education level and dementia in elderly at Longevity Station Senja Cerah Paniki Subdistrict of Mapanget Manado. Keywords: Education Level, Dementia, Elderly Abstrak : Demensia merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan fungsi kognitif global yang biasanya bersifat progresif dan mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari pada lansia. Salah satu faktor resiko demensia adalah kurangnya tingkat pendidikan.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian demensia pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Manado. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu sebanyak 27 orang. Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik pearson chi-square didapatkan nilai p = 0,733 > α = 0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan kejadian demensia pada lansia di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah Paniki Kecamatan Mapanget Manado. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Demensia, Lansia
1 PENGARUH PENERAPAN LOGOTERAPI TERHADAP KEBERMAKNAAN HIDUP PADA LANSIA DI BADAN PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJAH CERAH PANIKI BAWAH MANADO Ukus, Vera; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8140

Abstract

Abstrak : Lansia yang bermakna dalam hidupnya selalu memiliki harapan pada dirinya akan menjadi lebih baik dan bersedia untuk memperbaiki diri, berguna dan bermanfaat pada lingkungan atau komunitas yang terkait dengan kehidupannya sebagai lansia.Sarana bagi lansia untuk menemukan dan meningkatkan makna dan tujuan hidupnya merupakan konseling logoterapi. Penelitian ini dilakukan di Badan Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah, Paniki Bawah Manado. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pemberian logoterapi terhadap kebermaknaan hidup pada lansia, di Badan Penyantunan Lanjut Usia Senja Cerah, Paniki Bawah Manado. Desain Penelitian menggunakan Eksperimen dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest.Sampel yaitu15 responden lanjut usia (kelompok intervensi) akan diberikan penerapan logoterapi sebelum dan sesudah. Pengambilan sempel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling.Analisis penelitian menggunakan uji wilcoxon.Hasil Penelitianmenunjukan bahwa adapengaruh logoterapi terhadap kebermaknaan hidup pada lansia dengan nilai p = 0,005. Jadi dalam penelitian ini Ha diterima dan Ho ditolak, adanya pengaruh kebermaknaan hidup sebelum dan sesudah dilakukan logoterapi.Rekomendasi pada penelitian dilakukan sosialisasi terhadap pengurus BPLU Senja Cerah agar logoterapi dapat diterapkan dan dapat meningkatkan kebermaknaan hidup lansia.Kata Kunci : Logoterapi, Kebermaknaan hidup, lansia
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN TERAPI INSULIN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Mamahit, Gabriella; Katuuk, Mario; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.18782

Abstract

Abstarct: Diabetes Mellitus (DM) is a category of non-communicable disease that becomes a public health problem, both globally and locally. Insulin therapy is one of the managements of DM. Disobedience of therapy may lead to other harmful complications. One of the important elements in improving adherence of therapy is a family support. Purpose: The purpose of this research is to find out the correlation between family support and insulin therapy adherence of patients with type 2 DM. Sample: The sample was 102 respondents. Research Design: This research is a descriptive cross-sectional study taken with purposive sampling technique. Results: The results found that p-value = 0,0001 for social, appraisal, additional support and insulin therapy adherence, and p-value = 0,001 for emotional support and insulin therapy adherence. Conclusion: There is a significant correlation between family support and insulin therapy adherence of patients with type 2 DM. Keywords: Diabetes Mellitus, Family Support, Insulin Therapy Adherence Abstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan kategori penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara global maupun lokal. Pengelolaan Diabetes Melitus salah satunya dengan terapi insulin. Ketidakpatuhan terhadap terapi dapat menimbulkan komplikasi lain yang membahayakan. Salah satu elemen penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi adalah dukungan keluarga. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi insulin pasien DMT2. Jumlah Sampel: Penelitian ini dilakukan kepada 102 penyandang DM. Desain Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional yang bersifat deskriptif korelatif dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa nilai p = 0,0001 untuk dukungan sosial, penilaian, dan tambahan dengan kepatuhan terapi insulin, dan p = 0,001 untuk dukungan emosional dengan kepatuhan terapi insulin. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi insulin pasien DMT2. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Terapi Insulin
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI SEDANG-BERAT DI RUANG IRINA C BLU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tawaang, Elrita; Mulyadi, Ns .; Palandeng, Henry
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2179

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure above normal in the long term. The therapy of diaphragmatic breathing Relaxation Technique is very good for doing every day by people with high blood pressure, muscle relaxation that helps the body especially the muscles that maintain the elasticity of blood vessels arteries. This study aimed to determine the effect of a deep breath of relaxation techniques to decrease blood pressure in patients with moderate-severe hypertension. The method of this research uses a pre-experimental study with Non-Equivalent Control Group. Respondents were 30 people, consisting of 15 experimental groups, 15 control groups, selected by purposive sampling technique. At first, the blood pressure of the respondents was measured with a sphygmomanometer clock and adult stethoscope and recorded. Deep breathing relaxation techniques taught to the experimental group respondents for 15 minutes, and blood pressure were measured and recorded again. The control group was given no treatment, only the initial blood pressure measurement and 15 minutes after the initial blood pressure measurement. Analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test (α =0,05). Average result of reduction in systolic blood pressure and diastolic relaxation with techniques of breathing in 165.77 mm Hg and the average diastolic blood pressure was 90.00 mmHg at day 1and at day 2was 149.33 mmHg and the mean-average decrease in diastolic blood pressure was 84.00 mmHg. Conclusion breathing relaxation techniques can lower the blood pressure in patients with moderate-severe hypertension. Keywords: hypertension, deep breathing relaxation technique. Abstark: Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal dalam jangka waktu yang lama. Terapi relaksasi teknik pernapasan diafragma ini sangat baik untuk di lakukan setiap hari oleh penderita tekanan darah  tinggi, agar membantu relaksasi otot tubuh terutama otot pembuluh darah sehingga mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sedang-berat. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan Non-Equivalent Control Group. Responden berjumlah 30 orang, terdiri dari 15 kelompok eksperimen, 15 kelompok kontrol, dipilih menggunakan teknik purposive sampling.  Mula-mula, tekanan darah responden diukur dengan sphygmomanometer clock dan stetoskop dewasa lalu dicatat. Teknik relaksasi napas dalam di ajarkan kepada responden kelompok eksperimen selama 15 menit, lalu tekanan darah di ukur kembali dan dicatat. Kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan, hanya pengukuran tekanan darah awal dan 15 menit setelah pengukuran tekanan darah awal. Analisa dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test (α=0,05). Hasil rata-rata penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik melakukan teknik relaksasi napas dalam sebesar 165,77 mmHg dan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik sebesar 90,00 mmHg hari ke-1 dan hari ke-2 sebesar 149,33 mmHg dan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik 84,00 mmHg. Kesimpulan teknik relaksasi napas dalam dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi sedang-berat. Kata Kunci: hipertensi, teknik relaksasi napas dalam
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DAN POLA MAKAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Masi, Gresty N. M; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.25151

Abstract

Abstract : Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder that is marked increase in blood glucose (hyperglycaemia). Physical activity affects insulin action in people at risk for diabetes mellitus. Lack of activity is one factor that participated slah berperean that cause insulin resistance in diabetes mellitus type II and A diet is the behavior of a human or group of humans in meeting the need for food that includes the attitudes, beliefs and choice of food. research purposes is to analyze the relationship patterns of physical activity and diet with blood sugar levels in patients with type II diabetes mellitus in Poli Disease Hospital Arc of Love GMIM Manado. The research method used is descriptive analytic cross sectional study. The sampling technique in this research is purposive sampling with 75 samples. The data collection was conducted using questionnaires. Processing data using SPSS program with Pearson correlation test with significance level of 95% (α = 0.05). The results using Pearson correlation analysis demonstrated an association patterns of physical activity and diet with blood sugar levels (p = 0.000) Conclusion correlation patterns of physical activity and diet with blood sugar levels in patients with type II diabetes mellitus in Poli Disease Hospital Arc of Love GMIM Manado.Keywords : Pattern Physical Activity, Diet, Blood Sugar, Diabetes Mellitus Type IIReference : 16 Books (2006-2016) and 10 Journal (2006-2016)Abstrak : Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang di tandai peningkatan glukosa darah (Hiperglikemi). Aktivitas fisik berdampak terhadap aksi insulin pada orang yang beresiko diabetes melitus. Kurangnya aktivitas merupakan slah satu faktor yang ikut berperan yang meyebabkan resistensi insulin pada diabetes mellitus tipe II dan Pola makan adalah tingkah laku manusia atau sekelompok manusia dalam memenuhi kebutuhan akan makan yang meliputi sikap, kepercayaan dan pilihan makanan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan pola aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Metode penelitian yang di gunakan yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 75 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan program SPSS dengan uji korelasi pearson dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis korelasi pearson menunjukkan terdapat hubungan pola aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah (p=0,000). Kesimpulan terdapat hubungan pola aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado.Kata kunci : Pola Aktivitas Fisik,Pola Makan, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe IIReferensi : 16 Buku (2006-2016) dan 10 Jurnal (2006-2016)
HUBUNGAN PERSEPSI MENGENAI PROSES BIMBINGAN KLINIK DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN SEMESTER III PSIK FK UNSRAT DI RS BHAYANGKARA DAN PUSKESMAS BAHU MANADO Buanasari, Andi; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25210

Abstract

Abstract : One of the factors that influence the occurrence of anxiety in students when clinical practices is the guidance process by the clinic advisor. Anxiety that appears to students when clinical practice can affect student intervention to patients and can be harmful for patients. The purpose of this research is to find out about the relationship between perception regarding clinical guidance process and the anxiety level of the 3Th semester of clinical nursing students of PSIK Unsrat in Bhayangkara hospital and puskesmas Bahu Manado. The method used in this study is cross-sectional study design involving 73 students in clinical practice as the respondents. Data collection was done using the NCTEI questionnaires and ZSAS. The Results of this study, out of 47 students most of them had perceptions of clinical guidance process in the poor category (64.4%) and experienced light anxiety (57.5%) by using the Spearman Rank test, ρ value=0,000 is smaller than the α value, 0.05. In conclusion of this study there is a relationship between perceptions of clinical guidance process and anxiety levels of clinical nursing practice students. Keywords: Anxiety, Clinical Guidance Process, Clinic AdviserAbstrak : Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kecemasan pada mahasiswa pada saat melaksanakan praktek klinik keprawatan yaitu proses bimbingan yang diberikan oleh pembimbing klinik. Kecemasan yang muncul pada mahasiswa saat melaksanakan praktek klinik keperawatan dapat mempengaruhi intervensi mahasiswa terhadap klien dan dapat membahayakan klien. Tujuan untuk mengetahui hubungan persepsi mengenai proses bimbingan klinik dengan tingkat kecemasan mahasiswa praktek klinik keperawatan semester III PSIK FK Unsrat di RS Bhayangkara dan Puskesmas Bahu Manado. Metode pada penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan melibatkan 73 mahasiswa praktek klinik sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner NCTEI dan ZSAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 47 mahasiswa (64,4 %) mempersepsikan proses bimbingan klinik pada kategori kurang baik dan sebanyak 42 mahasiswwa (57,5 %) mengalami kecemasan ringan. Dari hasil statistik dengan menggunakan uji Spearman Rank didapatkan nilai ρ value 0,000 lebih kecil dari nilai α 0,05. Kesimpulan ada hubungan antara persepsi mengenai proses bimbingan klinik dengan tingkat kecemasan mahasiswa praktek klinik keperawatan. Kata Kunci : Kecemasan, Proses Bimbingan Klinik, Pembimbing Klinik
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK USIA 8-10 TAHUN DI SD KATOLIK 03 FRATER DON BOSCO MANADO Bambuena, Meisy Indriany; Bidjuni, Hendro; Rompas, Sefti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5265

Abstract

ABSTRACK : There are 42 million children have obesity and 35 million of them are from developing countries. In appears logical people who are overweight (overweight) reached 21.7% and continues to increase every year. Obesity in terms of health is one of the diseases wrong nutrition, as a result of consuming food that far exceeds the needs of the body are high in fat and low in fiber. Assessment of nutritional status can be determined using anthropometric measurements. This study aims to determine the relationship of diet to the incidence of obesity in children aged 8-10 years in Catholic elementary school 03 Brother Don Bosco Manado. Research type used is analytical survey using a cross sectional design (cross cut), using the chi-square test (X ²), at the 95% significance level (α≤0,05. Research results obtained by the value of p = 0.007 is smaller than the value α = 0.05. could be concluded that there is a relationship between diet and the incidence of obesity in children aged 8-10 years in Catholic elementary school 03 Brother Don Bosco Manado. expected that parents of obese children to further restrict and supervise the child's eating habits and excessive increase the physical activity of children, to extend the next researcher to be more similarstudies to be conducted and positiv impact. Keywords : Dietary, Obesity ABSTRAK : Ada 42 juta anak mengalami Obesitas dan 35 juta diantaranya berasal dari negara-negara berkembang. Di Indoesia orang yang mengalami kelebihan berat badan (overweight) mencapai 21,7% dan terus meningkat setiap tahunnya. Obesitas dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit salah gizi, sebagai akibat mengkonsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhan tubuh yang tinggi lemak dan rendah serat. Penilaian status gizi dapat ditentukan dengan menggunakan pengukuran antropometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada anak usia 8-10 tahun di SD Katolik 03 Frater Don Bosco Manado. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional (Potong silang), dengan menggunakan uji chi-square (x²), pada tingkat kemaknaan 95% (α≤0,05. Hasil Penelitian diperoleh nilai p=0,007 lebih kecil dari nilai α=0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian obesitas pada anak usia 8-10 tahun di SD KAtolik 03 Frater Don Bosco Manado. Diharapkan kepada orang tua anak obesitas untuk lebih membatasi dan mengawasi kebiasaan makan anak yang berlebihan dan meningkatkan aktivitas fisik anak, kepada peneliti selanjutnya agar lebih memeperluas lagi penelitian serupa yang akan dilakukan dan membawa dampak positiv. Kata Kunci : Pola Makan, Obesitas
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA TABANG BARAT KECAMATAN RAINIS KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Lawita, Andrep Jusak; Sarimin, Sisfiani; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.9592

Abstract

ABSTRACT:Dermatitis is derived from the word derm/o-(skin) and and itis (inflammation),so that dermatitis can be translated as a condition in which the skin is inflamed. Thisresearch purpose is to know whether there is a relationship to environmental factors withdermatitis incident in children of school age in the village of West Tabang, Rainis District ofTalaud Island. The research design is descriptive analytic with a cross sectional approach.Engineering samples of data collection is done by sampling the total number of 35 children.The results of this study using the chi-square test, of 35 respondents (100%) found thatelementary school-age children have a good environment (LBA) with acute dermatitis asmany as 11 respondents (31.4%), and chronic dermatitis as one respondent (2.9 %). Whileelementary school children who have a bad neighborhood (LKB) with acute dermatitis is asmuch as 4 respondents (11.7%) and chronic dermatitis 19 respondents (54.3%). So that thevalue is p = 0.00 smaller than á = 0.005. Conclusions from the research that has beenconducted in the village of West tabang Rainis District of Talaud Islands is there arelationship between environmental factors with dermatitis incident in children of school age.Constructive suggestions are expected to be a scientific contribution and information forfurther research on the relationship of environmental factors with dermatitis incident inchildren of school age.Keyword : Dermatitis, Environmental FactorsABSTRAK:Dermatitis berasal dari kata derm/o- (kulit) dan itis (Radang/inflamasi), sehinggadermatitis dapat diterjemahkan sebagai suatu keadaan di mana kulit mengalami inflamasi.Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor lingkungan dengankejadian dermatitis pada anak usia sekolah di Desa Tabang Barat Kecamatan RainisKabupaten Talaud. Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif analitikdengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel Teknik pengambilan datadilakukan dengan total sampling dengan jumlah 35 Anak. Hasil Penelitian denganmenggunakan uji chi-square dari 35 responden (100%) didapatkan,bahwa anak usia sekolahdasar memiliki lingkungan baik (LBA) dengan dermatitis akut sebanyak 11 responden(31,4%), dermatitis kronik sebanyak 1 responden (2,9%). Sedangkan anak sekolah dasar yangmemiliki lingkungan kurang baik (LKB) dengan dermatitis akut sebanyak 4 responden(11,7%) dan dermatitis kronik 19 responden (54,3%). diperoleh nilai yaitu p=0,00 yang lebihkecil dari á = 0,005. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa TabangBarat Kecamatan Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud, terdapat hubungan antarafaktor lingkungan dengan kejadian dermatitis pada anak usia sekolah. Saran diharapkanmenjadi sumbangan ilmiah dan informasi untuk peneliti selanjutnya tentang hubungan faktorlingkungan dengan kejadian dermatitis pada anak usia sekolah.Kata Kunci : Dermatitis, Faktor Lingkungan
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK USIA SEKOLAH DI SD INPRES TALIKURAN KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA Rompas, Riani; Ismanto, Amatus Yudi; Oroh, Wenda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19484

Abstract

Abstract : School-aged children is a critical age group because of that age a child is susceptibleto health problems. Health problems that usually arise related to behavior of clean and healthliving. Parents have a role in educating be role models for children to give advice and alwaysmaintain personal hygiene. The purpose of this study aims to determine the relationshipbetween the role of parents with clean and healthy life behavior of school age children in SDInpres Talikuran. Reasearch design with cross sectional approach. Sampling method in thisresearch is total sampling is 59 people when the research is only 48 respondents. Thisreaseacrh uses questionnaire instruments and chi square statistic test at significance level 95%(α=0.05). the result there are 44 repondents with good parent role and 41 respondents withgood clean and healthy life behavior. Chi-square test result show there is a relationshipbetween parent role and clean and healthy life behaviour school aged children in SD InpresTalikuran. With the Pvalue = 0.000 less than α=0.05. Conclusion the good role of parent canhave an impact on clean and healthy life behavior it is hoped that students of SD InpresTalikuran get information about clean and health behavior.Key word : role of parents, clean and healthy life behaviorAbstrak : Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia tersebutseorang anak rentan terhadap masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang biasanya munculmisalnya berkaitan perilaku hidup bersih dan sehat. Orang tua memiliki peranan dalammendidik, menjadi panutan bagi anak, serta mengingatkan anak untuk selalu menjagakebersihan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua denganperilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah di SD Inpres Talikuran. Rancanganpenelitian ini dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dalam penelitianini total sampling 59 orang saat penelitian hanya terdapat 48 responden. Penelitian inimenggunakkan instrument kuesioner dan uji statistik chi-square pada tingkat kemaknaan 95%(α=0,05). Hasil menunjukkan terdapat 44 responden dengan peran orang tua baik dan 41responden dengan PHBS baik. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan peran orangtua dengan perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah di SD Inpres Talikuran dimananilai pvalue =0.000 lebih kecil dari α=0,05. Kesimpulan peran orang tua yang baik mampumemberikan dampak pada perilaku hidup bersih dan sehat, diharapkan agar siswa-siswa SDInpres Talikuran mendapat informasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat.Kata kunci : peran orang tua, perilaku hidup bersih dan sehat
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DENGAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BITUNG Mamonto, Novita D.; Robot, Fredna; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2217

Abstract

Abstrack : Leadership style is the way in which a leader in directing and influencing others to have the motivation to achieve goals. Consists of three kinds, namely autocratic leadership style, democratic, and laissez-faire. Work stress is a human reaction to an external stimulus which is considered as a threat. The purpose of this study to determine the relationship of leadership style of head room with the stres level of nurses working in general hospital area Bitung. This research is a descriptive analytic design cross sectional study. The sampling technique used is totally till where the entire population were sampled as many as 53 people. Data analysis using chi-square test wit significance level α = 0,05. The result showed that leadership style room has a relationship with stress level of nurses in general hospital area Bitung with value p = 0,009 < α = 0,05, which means that Ho is rejected. The conclusion of this study that there is a relationship between leadership style room with a stress level of nurses in a general hospital area Bitung. The advice in this study is expected to be given training nurse-specific training to address specific problems in nursing stress especially in the working nurse. Key Words : Leadership Style, Work Stess Abstrak : Gaya kepemimpinan merupakan cara yang dilakukan seorang pemimpin dalam mengarahkan dan mempengaruhi orang lain untuk memiliki motivasi dalam mencapai tujuan. Terdiri dari 3 macam gaya kepemimpinan yaitu otokratik, demokratik, dan laissez-faire. Stres Kerja adalah reaksi manusia terhadap stimulus eksternal yang dianggap sebagai ancaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 53 orang. Teknik analisa data dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa gaya kepemimpinan kepala ruangan memiliki hubungan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung dengan nilai p = 0,009 < α = 0,05 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan tingkat stres kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Bitung. Adapun saran dalam penelitian ini adalah diharapkan perawat bisa diberikan pelatihan-pelatihan khusus untuk mengatasi masalah dalam keperawatan terlebih khusus stres perawat dalam bekerja. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja