cover
Contact Name
Andi Buanasari
Contact Email
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Phone
+6282197078983
Journal Mail Official
prodi.keperawatan@unsrat.ac.id
Editorial Address
JL. Kampus Unsrat Bahu, Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28082672     DOI : https://doi.org/10.35790/jkp.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan (Jkp) Universitas Sam Ratulangi adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 yang berfokus pada publikasi ilmu dan praktik keperawatan. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Practice). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Februari - Agustus. Jurnal Keperawatan mencakup semua bidang Keperawatan meliputi Penelitian Dasar Keperawatan, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis, Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Gerontologi, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Keluarga, Pendidikan Keperawatan, Pengobatan Komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Jurnal ini menerima Artikel Penelitian Original, Literature Review, dan Case Study, yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mix method.
Articles 724 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESPONSE TIME PERAWAT PADA PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI IGD RSUP PROF. DR . R. D. KANDOU MANADO Maatilu, Vitrise; Mulyadi, Ns; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5229

Abstract

Abstract : Response time is dependent upon the available of speed and quality of relief to save lives or prevent disability. The purpose of this study was to identify the factors associated with the Response Time of nurses in handling emergency patients in IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Research methods with cross sectional approach. Selection of samples with purposive sampling by 30 respondents. Independent variables including education, knowledge, duration of work and training of nurses. Instrument research using observation sheets and questionnaires. Data analysis Chi-square test at 95% significance level (α 0.05). The results showed the majority of nurses have a Response Time > 5 minutes total of 17 (56.7%). The statistical test showed there is no association between education (ρ = 0.084), knowledge (ρ = 1.000), duration of work (ρ = 0.119), and training (ρ = 0255) with a response time of nurses. Conclusion, Response time of nurses in handling emergency patients in IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado average of > 5 min. Education level, knowledge, duration of work and training are not associated with the Response Time of nurses in handling emergency patients in IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Advice to the nursing profession in order to maintain the existing standard of response time so the nursing services can be improved. Keywords : Characteristics, Response Time, Nursing Services Abstrak : Response time tergantung kepada kecepatan yang tersedia serta kualitas pemberian pertolongan untuk menyelamatkan nyawa/ mencegah cacat. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Response Time perawat pada penanganan pasien gawat darurat di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, lama kerja dan pelatihan perawat. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Teknik analisa data uji chi square pada tingkat kemaknaan 95% (α 0,05). Hasil penelitian didapatkan sebagian besar perawat memiliki Response Time > 5 menit sebanyak 17 (56.7%). Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara pendidikan (ρ 0.084), pengetahuan (ρ 1.000), lama kerja (ρ 0.119), dan pelatihan (ρ 0.255) dengan response time perawat. Kesimpulan Response time perawat dalam penanganan kasus gawat darurat di IGD RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado rata-rata >5 menit. Tingkat pendidikan, pengetahuan, lama kerja dan pelatihan tidak berhubungan dengan Response Time perawat pada penanganan pasien gawat darurat di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Saran kepada profesi keperawatan agar mempertahankan response time yang ada sehingga dapat meningkatkan pelayanan keperawatan. Kata Kunci : Karakteristik, Respon Time, Pelayanan Keperawatan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OBESITAS PADA ANAK TK PROVIDENSIA MANADO Rumajar, Febe; Rompas, Sefti; Babakal, Abram
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 3 (2015): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i3.8728

Abstract

Abstract :Obesity is starting to become a worldwide health problem, according to WHO obesity is a global epidemic and become a health problem that must be addressed. Factors affecting nutrition are, among others, eating habits and physical activity. The research goal is to determine the factors - factors that influence obesity in children in kindergarten providence Manado. This type of research is an observational study with cross sectional design to examine the relationship between risk factors with the result that occurred in the form of obesity at the same time. Results There were 8 people obese category I have a habit of eating low (26.6%), obesity II category there are 20 people who have a habit of eating high (66.7%). Statistical analysis showed p-value = 0.00 or p <0.05. It can be concluded there is a significant relationship between eating habits of respondents with obesity. There are 8 categories of obesity I have moderate activity category (26.6%), class II obesity have lower levels of physical activity that is 13 people (43.3%). Statistical analysis showed that the statistical test p-value = 0.04 or p = <0.05. It can be concluded there is a significant relationship between physical activity respondents with Obesity. Keywords: factors of obesity - children kindergarten - providensia. Abstrak :Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, menurut WHO obesitas merupakan epidemi global dan menjadi problem kesehatan yang harus diatasi. Faktor yang mempengaruhi gizi lebih adalah antara lain kebiasaan makan dan aktifitas fisik.Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi obesitas pada anak di TK Providensia Manado. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectionaluntuk mengamati hubungan antara faktor resiko dengan akibat yang terjadi berupa obesitas dalam waktu yang bersamaan. Hasil Penelitian Terdapat 8 orang kategori obesitas I mempunyai kebiasaan makan rendah (26,6%), kategori obesitas II terdapat 20 orang yang mempunyai kebiasaan makan tinggi (66,7%).Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,00 atau p < 0,05. Maka dapat disimpulkanada hubungan yang sangat bermakna antara kebiasaan makan responden dengan Obesitas.Terdapat 8 orang kategori obesitas I mempunyai kategori aktifitas sedang (26,6%), Kategori obesitas II mempunyai aktifitas fisik rendah yaitu 13 orang (43,3%).Hasil uji statistik menunjukkan bahwa uji statistik nilai p-value = 0,04 atau p=<0,05. Maka dapat disimpulkanada hubungan yang sangat bermakna antara aktifitas fisik responden dengan Obesitas. Kata kunci : Faktor-faktor obesitas - anak TK - Providensia.
HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWANGKOAN Timporok, Anggania G.A; Wowor, Pemsi M; Rompas, Sefti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19474

Abstract

Abstract : breast milk is the best food for the baby's growth. Nutrient found in breast milk isvery complete and very beneficial to the baby. ASI is Exclusive breast feeding to baby food anddrinks without an escort which started since the new baby is born. Purpose:of this research isto know the relation of maternal employment status with exclusive breast feeding. Researchmethods: method using descriptive analytic with cross sectional study approach. The sampleuses the total sampling method i.e. 72 mother while giving exclusive breast milk at work-areaClinics Kawangkoan. This research use questionnaire instruments and data analysis using Chi-Square test Results: based on Chi-square test results showed the existence of a relationshipbetween the two variables with the value p = 0.000 less than α = 0.05. The conclusion: Thereis significant correlation between occupational status with the exclusive breastfeeding working areaof Kawangkoan public health.Keyword: Occupational status, Exclusive breast feedingAbstrak : ASI merupakan makanan terbaik bagi tumbuh kembang bayi. Kandungan gizi yangterdapat dalam ASI sangat sempurna dan sangat bermanfaat bagi bayi. Asi eksklusif adalahpemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan sampai bayi berumur 6 bulan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status pekerjaan ibu dengan pemberian ASIeksklusif. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatancross sectional study. Sampel Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan analisa datamenggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-square menunjukan hasiladanya hubungan antara kedua variabel dengan nilai p=0,000 kurang dari α=0,05. Kesimpulandari penelitian ini adalah ada hubungan anatar status pekerjaan ibu dengan pemeberian ASIeksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kawangkoan.Kata Kunci: Status Pekerjaan Ibu, ASI Eksklusif. 
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN TERJADINYA DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD GMIM DUA KECAMATAN TARERAN Rompas, Megaria; Tuda, Josef; Ponidjan, Tati
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2201

Abstract

Abstract: Diarrhea is an objec abnormal stools with frequency of spending three times or more with a view consistent mushy, liquid, until with or without blood and mucus in the stool. Objective: to analyze the relationship between the behavior of handwashing with soap by the occurrence of diarrhea in children in elementary school elementary district Lansot Tareran GMIM 2. This research is the cross-sectional relationship mencara anatara sabub handwashing behavior with the occurrence of diarrhea in children of primary school. The population of primary school children in elementary GMIM 2 Lansot 1sampai sitting in class 6 were present and willing to be a respondent. Results: The study shows that handwashing with soap as many as 55 children (93.2%), and were not accustomed to 4 children (6.8%). Elementary school children who suffer diarrhea in the last 3bulan total of 11 children (18.6%), while children who do not suffer from diarrhea, 48 children (81.4%). Conclusion: There is a relationship between the behavior of handwashing with soap by the occurrence of diarrhea in children of primary school age in primary GMIM 2 Lansot Tareran District. With p = 0.003, this means the relationship anatara handwashing with soap is very important to prevent diseases including diarrhea. Keywords: handwashing with soap, occurrence of diarrhea, elementary school children. Abstrak: Diare adalah suatu keadan abnormal dari pengeluaran berak dengan frekuensi tiga kali atau lebih dengan melihat konsisten lembek, cair, sampai dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja. Tujuan penelitian: menganalisa hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan terjadinya diare pada anak sekolah dasar di SD GMIM 2 Lansot Kecamatan Tareran. Penelitian ini merupakan jenis crossectional yaitu mencara hubungan anatara perilaku cuci tangan pakai sabub dengan terjadinya diare pada anak sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini anak sekolah dasar di SD GMIM 2 Lansot yang duduk dikelas 1sampai 6 yang hadir dan bersedia menjadi responden. Hasil : penelitian menunjukan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun sebanyak 55 anak  (93,2%), dan yang tidak terbiasa 4 anak (6,8%). Anak SD yang  Menderita diare dalam 3bulan terakhir sebanyak 11 anak (18.6%), sedangkan anak yang tidak menderita diare 48 anak (81,4%). Kesimpulan: Ada hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan terjadinya diare pada anak usia sekolah dasar di SD GMIM 2 Lansot Kecamatan Tareran. Dengan nilai p=0,003, ini berarti hubungan anatara cuci tangan pakai sabun sangat penting untuk mencegah penyakit termasuk diare. Kata kunci : perilaku cuci tangan pakai sabun, terjadinya diare, anak SD
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Derek, Meivy I; Rottie, Julia; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14730

Abstract

Abstract :Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder that is marked increase in blood glucose (hyperglycemia). People suffering from diabetes will also experience stress in it self, especially in the urban population. Where rapid technological advances and the disease that are in the suffering caused a decrease in a person’s condition to trigger stress. Purpose of this study to analyze the relationship stress levels with blood sugar levels in patients with type II diabetes mellitus in hospital Arc of love GMIM Manado. Design research use cross sectional. Sampel use purposive sampling with total sampel of 75 people. Result of statistic chi-square test with a significance level of 95% (α=0,05) obtained value p 0,000. Conclusion correlation with the stress level of blood sugar levels in patients with type II diabetes mellitus in hospital Arc of love GMIM Manado. Keyword: Stress levels, Blood glucose levels, Type II of diabetes mellitus Abstrak : Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis yang di tandai peningkatan glukosa darah (Hiperglikemi). Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya terutama pada penduduk perkotaan. Dimana kemajuan teknologi yang semakin pesat dan berbagai penyakit yang sedang di derita menyebabkan penurunan kondisi seseorang hingga memicu terjadinya stres. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Metode penelitian yang di gunakan yaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 75 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan program SPSS dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah (p=0,000). Kesimpulan terdapat hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Kata Kunci : Tingkat Stres, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe II
HUBUNGAN KEBIASAAN MENONTON TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Ratuela, Andre; Bidjuni, Hendro; Rompas, Sefti
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i1.28416

Abstract

Abstract: Aggressive behavior is a physical or psychological action that is intentionally carried out to hurt another child, such as hitting, pushing, fighting, humiliating, insulting, spreading false or excusing issues. Violence is one of the issues affecting the practice of early childhood education. Purpose: To determine the relationship between the habit of watching violence on television and aggressive behavior in pre-school children. Method : this study used Descriptive analytic with cross sectional study  approach. 32 respondents of pre-school children participate in this study used total sampling technique. Data collection method used 2 quationnaire about the watching violance habbits on TV and aggressive behavior at child on pre-school. Date analysis used Spermen corelation test This. The Result of this study showed p value=0,04 with α<0,05. Conclusion: there was a relationship between watching violence on television with aggressive behavior in pre-school age children in GMIM Kindergarten Musafir Kleak. Suggestion: The results of this study recommend to provide benefits for parents in efforts to prevent the occurrence of violent behavior by children. Keywords: Watching Habits, Violent Impressions, Aggressive Behavior.Abstrak : Perilaku  agresif adalah  tindakan fisik atau psikologis yang secara sengaja dilakukan untuk menyakiti anak lain, seperti memukul, mendorong, berkelahi, mempermalukan, menghina, menyebarkan isu yang tidak  benar atau  mengucilkan. Kekerasan merupakan salah satu persoalan yang berpengaruh terhadap praktik pendidikan anak usia dini. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan menonton tayangan kekerasan di televisi dan perilaku agresif pada anak pra sekolah di TK GMIM Musafir Kleak. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan teknik Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 32 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan 2 kuesioner yaitu kebiasaan menonton tayangan kekerasan di TV dan perilaku agresif pada anak pra-sekolah. Penelitian ini menggunakan uji Spearmen dan Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai p=0,04 yang berarti bahwa nilai α<0,05. Kesimpulan: Ada hubungan yang erat antara  menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku agresif pada anak usia pra sekolah di TK GMIM Musafir Kleak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi orang tua dalam upaya pencegahan terjadinya perilaku kekerasan oleh anak.Kata Kunci: Kebiasaan Menonton, Tayangan Kekerasan, Perilaku Agresif
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KEPUTIHAN DI POLIKLINIK OBSTETRI/GINEKOLOGI RSU. PANCARAN KASIH GMIM MANADO TAHUN 2014 Dagasou, Sartje Ellen; Pondaag, Linnie; Lolong, Jill
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5610

Abstract

Abstrac:Knowledge and good care was a determinant factor in maintaining reproductive health, one of the disorders or diseases of the reproductive organs is vaginal discharge, which is experienced by most women. Whitish or flour albus is the current condition of the vaginal discharge resembling pus or mucus caused by germs. In Indonesia, as many as 75% of women experience vaginal discharge at least once in his life, and 45% of women experience vaginal discharge two or more times in his life. The purpose of this study was to determine the maternal knowledge level overview of whitish in Polyclinic Obstetric/Gynecology in Hospitals ofPancaran Kasih GMIM Manado. This research uses a descriptive research method with a population of 42, with the inclusion criteria with an age range of 20-50 years and 38 samples were taken by means of nonrandom sampling. The results showed the majority of women who visit the clinic Obstetric/Gynecology in Hospitals Pancaran Kasih GMIM Manado have a good level of knowledge. Conclusion to increased outreach efforts and procurement whitish props to push the level of maternal knowledge about the problem of whitish. Keywords : Whitish, knowledge. References : 36 (2003 - 2014), 2 Journal Abstrak, Pengetahuan dan perawatan yang baik merupakan faktor penentu dalam memelihara kesehatan reproduksi, salah satu terjadinya kelainan atau penyakit pada organ reproduksi adalah keputihan, yang dialami oleh sebagian besar wanita.Keputihan atau flour albus adalah kondisi vagina saat mengeluarkan cairan atau lendir yang menyerupai nanah yang disebabkan oleh kuman. Di Indonesia, sebanyak 75 % wanita mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya, dan 45 % wanita mengalami dua kali keputihan atau lebih dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang keputihan di Poliklinik Obstetri/Ginekologi RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi 42, dengan kriteria inklusi dengan rentang usia 20-50 tahun dan diambil sample 38 dengan cara nonrandom sampling. Hasil penelitian menunjukan mayoritas ibu yang berkunjung di Poliklinik Obstetri/Ginekologi RSU Pancaran Kasih GMIM Manado memiliki tingkat pengetahuan baik.Kesimpulan untuk ditingkatkannya upaya penyuluhan keputihan dan pengadaan alat peraga untuk mendorong tingkat pengetahuan ibu tentang masalah keputihan. Kata kunci : Keputihan, pengetahuan. Daftar Pustaka : 36 (2003 – 2014), 2 Jurnal
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN USIA MENARCHE PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 6 TIDORE KEPULAUAN Lasandang, Nurrahmawati; Kundre, Rina; Bataha, Yolanda
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.10799

Abstract

Abstract. Background : Adolescence isatransition periodbetweenchildhoodandadulthood,is a time ofphysical maturity, cognitive, social andemotional. In young women, pubertyis oftenmarked bymenarche.Menarcheisthefirstmenstruationoccurs, whichis the hallmark ofmaturity ofa woman who ishealthyandnot pregnant. Menarcheusuallyoccurs at age11-13years. There are manyfactors that affectthe age ofmenarche,one of them isnutritionalstatus. This research was aimed to know the relationship nutritional status with age of menarche in young women at 6 Junior High School of Tidore Islands. The research methodsanalytical survey usingcross sectionaldesign. This research was conducted in 6 Junior High School of Tidore Islands on November 30 - December 8, 2015. Population is 97 students.Sampling technique is the total sampling with a sample size of 97 students. The instrument of this research used questionnaire, scales and height measuring devices.The data analysis is done with using the chi-square test, at the 95% significance level (á 0.05) showed the value of ñ=0.000, this value is smaller than á = 0.05. Conclusion : there is a relationship of nutritional status with age of menarche in young women at 6 Junior High School of Tidore Islands.Advice for young women to maintain normal nutritional status to achieve the normal age of menarche. Keywords : Nutritional Status , Age Of Menarche, Young Women Abstrak.Latar belakang : Masa remaja merupakan suatu periode transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, merupakan waktu kematangan fisik, kognitif, sosial dan emosional. Pada remaja wanita, masa pubertas seringkali ditandai dengan menarche. Menarche adalah haid yang pertama terjadi, yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Menarche biasanya terjadi pada usia 11-13 tahun. Ada banyak faktor yang mempengaruhi usia menarche, salah satunya adalah status gizi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubunganstatus gizi dengan usia menarche pada remaja putri di SMP Negeri 6 Tidore Kepulauan. Metode penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 6 Tidore Kepulauan pada 30 November – 8 Desember 2015. Populasi berjumlah 97 siswi. Teknik pengambilan sampel, yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 siswi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, timbangan badan dan alat ukur tinggi badan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square, pada tingkat kemaknaan 95% (á 0,05) menunjukkan nilai ñ=0,000, nilai ini lebih kecil dari á=0,05. Kesimpulan : ada hubungan status gizi dengan usia menarche pada remaja putri di SMP Negeri 6 Tidore Kepulauan. Saran untuk remaja putri agar menjaga status gizi normal untuk mencapai usia menarche yang normal. Kata Kunci:Status Gizi, Usia Menarche, Remaja Putri
HUBUNGAN PERAWATAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK DI SD GMIST SMIRNA KAWIO KECAMATAN KEPULAUAN MARORE KABUPATEN SANGIHE Barahama, Fery; Masi, Gresty; Hutauruk, Minar
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i2.21574

Abstract

Abstract : Tooths caries is chronic disease to biased often individual to many entire old. Caries dentis is the main oral problem to child and young. The purpose that research is detect relationship between the care sanitation tooths and mouth with incident child tooths caries at elementary school Gmist Smirna Kawio. Method of the research used an cross sectional design. The sampling technique in this research is total sampling with 52 samples. Result of this research based on chi-square test with significance level (α ≤ 0,05) obtained p value = 0,000 that is smaller than α (0,05) with Ho rejected and Ha accepted. Conclusions indicate there was a significance relationship between the care sanitation tooths and mouth with incident child tooths caries at elementary school Gmist Smirna Kawio at Marore subdistrict islands Sangihe Regency. Keywords : Tooths caries, care sanitation tooths and mouth Abstrak : Karies gigi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling sering memengaruhi individu pada segala usia. Karies gigi merupakan masalah oral yang utama pada anak-anak dan remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perawatan kebersihan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi anak sekolah di SD Gmist Smirna Kawio. Metode penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampel dengan jumlah 52 orang. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan (α ≤ 0,05) diperoleh nilai p = 0,000 yakni lebih kecil dibandingkan α ( 0,05) dengan Ho di tolak dan Ha diterima. Simpulan penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara hubungan perawatan kebersihan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi anak di SD Gmist Smirna Kawio Kecamatan Kepulauan Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kata Kunci : Karies Gigi, Perawatan Gigi dan Mulut
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT IBU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IMPLANT DI PUSKESMAS OME KOTA TIDORE KEPULAUAN Susanti, Susanti; Wowor, Mona; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2246

Abstract

Abstract: Method of contraception is easy clue to the effects that impact on the body will not be know for not using it. Factors that relafe to the mother’s interest against the use of contraception implants including: knowledge, education, the economy. The research was conducted on Juni in Ome health centers Tidore city. The purpose of this Study was to find out what factors relate to the mother’s interest against the use of implanted contraceptives in puskesmas Ome Tidore city. The design utilizes crosst sectional , with Sampling pruposing selection. The sample consists of 88 respondents data collection will done questionnaires who made the researchers and in the contents by respondents . next the data is processed in a frequency distribution table. The research results obtained by the factors that relate to the mother’s interest in the use of implanted contraceptive in puskesmas Ome tidore city. Which is reviewed from a good  : knowledge factors as much as respondents (77,3%) and lack of  knowledge as much as 68 respondents (22,3 %) higher education factors > high school 47 respondents (53,4%) and more than high school 41 respondents (46,6%). Good economi factors as much as 48 respondents (54,5%) and weak 40 respondents (45,5%). Conclusions in this study there was a meaningful relationship between knowledge, education, and the economy. Keywords: Knowledge, educations, economy Abstrak: Metode alat kontrasepsi merupakan hal yang mudah karena efek  yang berdampak terhadap tubuh tidak akan diketahui selama belum menggunakannya. Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi implant meliputi: pengetahuan, pendidikan,  ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni di puskesmas Ome Kota Tidore Kepulauan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi implant di puskesmas Ome Kota Tidore Kepulauan. Desain penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan pemelihan purposive sampling. Sampel berjumlah 88 responden. Pengumpulan data dilakukan kuisioner yang dibuat peneliti dan diisi oleh responden. Selanjutnya data diolah dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian di peroleh faktor-faktor yang berhubungan minat ibu terhadap penggunaan alat kontrasepsi implant di puskesmas Ome Kota Tidore Kepulaun. Yaitu ditinjau dari faktor pengetahuan yang  baik sebanyak 20 responden (77,3%) dan pengetahuan kurang sebanyak 68 responden (22,3%), faktor pendidikan tinggi > SMA 47 responden (53,4%) dan  > SMA 41 responden (46,6%), faktor ekonomi baik sebanyak 48 responden (54,5%) dan lemah 40 responden (45,5%). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan bermakna antara pengetahuan, pendidikan,  dan ekonomi. Kata kunci : Pengetahuan, pendidikan, ekonomi

Page 7 of 73 | Total Record : 724