cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018" : 12 Documents clear
PERANAN LUMBUNG PANGAN DALAM MENJAGA KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN TABANAN AAA Wulandira Sawitri Dj; I Made Sudarma
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.131 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan lumbung pangan dalam menjaga ketahanan pangan, faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi lumbung pangan dalam menjaga ketahanan pangan, dan kendala-kendala yang dihadapi masyarakat pedesaan dalam mengembangkan dan memperkuat lumbung pangan menuju ketahanan pangan. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Tabanan yang ditentukan secara purposive. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggota lumbung pangan atau subak yang terdapat di lokasi Lumbung Pangan Dwi Dharma dan Subak Serongga. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proposional random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif, yaitu analisis yangdisajikan dalam bentuk tabel, kata, skema, atau gambar/grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan lumbung pangan dalam menjaga ketahanan pangan adalah sebagai tempat untuk menyimpan pangan bagi semua anggotanya, mengatasi kekurangan pangan apabila mengalami gagal panen atau pada saat musim paceklik dan meningkatkan pendapatan kelompok. Faktor pemahaman yang baik dan adanya manfaat yang diterima petani atau anggota lumbung pangan atas keberadaan lumbung pangan menjadi pendorong keberadaan lumbung pangan secara berkelanjutan dan penelitian ini juga menemukan bahwa hampir tidak ada kendala yang berarti dalam pengembangan lumbung pangan.
KAJIAN TEORITIS DINAMIKA KONVERSI LAHAN PERTANIAN Widhianthini .
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.067 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p08

Abstract

Konversi lahan pertanian pada dasarnya terjadi karena adanya persaingan dalam pemanfaatan lahan antara sektor pertanian dan non pertanian. Persaingan tersebut muncul sebagai akibat dari tiga fenomena ekonomi dan sosial yaitu: keterbatasan sumber daya lahan, pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Di setiap daerah, luas lahan yang tersedia relatif tetap atau terbatas sehingga pertumbuhan penduduk akan meingkatkan kelangkaan lahan yang dapat dialokasikan untuk kegiatan pertanian dan non pertanian. Sementara itu pertumbuhan ekonomi cenderung mendorong permintaaan lahan untuk kegiatan non pertanian pada laju lebih tinggi dibanding permintaan lahan untuk kegiatan pertanian karena permintaan produk pertanian lebih elastis terhadap pedapatan. Dinamika konversi lahan pertanian sangat menarik untuk dikaji secara teoritis melalui kajian teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan konversi lahan pertanian. Beberapa metode analisis dapat menjelaskan perencanaan penggunaan lahan pertanian di masa mendatang, diantaranya metode evaluasi lahan (secara statistik dan dinamik) dan Sistem Informasi Geografis (melalui peta dan data spasial). Penggunaan metode tersebut harus terintegrasi sehingga dapat diimplementasikan di lapangan. Secara deskriptif, arahan kebijakan pengendalian konversi lahan pertanian dapat dilakukan melalui pendekatan yuridis, pemberian insentif dan disinsentif bagi petani dan pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan konversi lahan atau tindakan pengendalian konversi lahan pertanian.
PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI KELURAHAN RURUKAN DAN RURUKAN I KECAMATAN TOMOHON TIMUR PROVINSI SULAWESI UTARA Meilany Rosita Lengkong; I Made Antara; I Ketut Surya Diarta
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.076 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p04

Abstract

Salah satu tujuan wisata alternatif di Kota Tomohon adalah agrowisata di Kabupaten Rurukan dan Rurukan I, Kecamatan Tomohon Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Agrowisata memiliki potensi untuk dikembangkan karena lokasi yang strategis, lokasi berada di dataran tinggi dengan pemandangan yang indah, mereka memiliki beberapa kegiatan hortikultura, serta keanekaragaman budaya yang telah menjadi daya tarik wisata yang hebat. Informan penelitian ini dipilih menggunakan purposive sampling yang didasarkan pada beberapa kriteria yang ditentukan sesuai dengan tujuan penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan FGD (Focus Group Discussion). Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi utama pengembangan agrowisata berbasis masyarakat di Kabupaten Rurukan dan Rurukan I adalah aspek daya tarik, termasuk pusat pengembangan hortikultura, pertanian dan budaya daerah, produk pertanian olahan makanan dan minuman, lokasi wisata, seni tradisional, dan pertunjukan seni . Hasil matriks SWOT menunjukkan beberapa alternatif strategi, termasuk pertanian dan pengembangan budaya lokal dan konservasi; promosi kawasan agrowisata; pemeliharaan kenyamanan dan keamanan di area tersebut; perluasan agrowisata; pengembangan agrowisata dan pelatihan keterampilan; peningkatan kualitas dan kuantitas di lokasi agrowisata; dan juga peningkatan keterampilan sumber daya manusia. Strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah pengembangan dan konservasi budaya dan budaya lokal. Masyarakat, dalam hal ini petani, dan pemerintah daerah harus dapat memanfaatkan kekuatan dan peluang potensi agrowisata untuk dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman yang ada. Berdasarkan studi tersebut, rekomendasi termasuk konservasi pada budaya pertanian, adat istiadat tradisional dan budaya daerah, membuat dan melaksanakan kegiatan agrowisata, juga masyarakat dan pemerintah harus mempersiapkan diri sebagai pemain agrowisata yang terampil dan inovatif.
PENGARUH MODAL SOSIAL DAN MANAJEMEN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS DI SUBAK GEDE BUNGAN KAPAL KABUPATEN TABANAN Ni Made Sukraeni Asih; I Wayan Windia; Ni Wayan Sri Astiti
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.807 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p09

Abstract

Pembangunan di sektor pertanian di Indonesia memiliki beberapa agenda utama yang terkait dengan kontribusinya terhadap pengentasan kemiskinan. Salah satu agendanya adalah mengembangkan kegiatan ekonomi di desa-desa melalui pengembangan ekonomi agribisnis. Untuk mencapainya, ada beberapa zat yang mendukung zat tersebut. Salah satunya adalah modal sosial dan manajemen pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui pengaruh modal sosial terhadap pengembangan usaha pertanian di Subak Gede Bungan Kapal, (ii) untuk mengetahui pengaruh modal sosial terhadap manajemen dalam budaya pertanian di Subak Gede Bungan Kapal, dan (iii) untuk mengetahui pengaruh manajemen pertanian terhadap pengembangan bisnis pertanian di Subak Gede Bungan Kapal. Untuk mengetahui apa pengaruh yang terbentuk dalam penelitian, Smart PLS dan analisis deskriptif digunakan dalam pengolahan data. Berdasarkan analisis Smart PLS, beberapa kesimpulan dapat ditarik misalnya (i) pengaruh modal sosial positif dan sangat signifikan terhadap pengembangan usaha pertanian di Subak Gede Bungan Kapal Tabanan Kabupaten, (ii) pengaruh modal sosial positif dan sangat signifikan terhadap manajemen pertanian di Subak Gede Bungan Kapal, dan (iii) manajemen pertanian berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap pengembangan bisnis pertanian di Subak Gede Bungan Kapal. Berdasarkan kesimpulan, saran yang dapat diberikan adalah bahwa modal sosial di Subak Gede Bungan Kapal harus diperkuat terutama dalam mengubah cara berpikir masyarakat dan memperluas jaringan sosial untuk memajukan pembangunan pertanian. Peran aktif setiap bagian dalam subak sangat penting dalam mengembangkan kegiatan pertanian. Oleh karena itu, perlu untuk mengadakan pelatihan manajemen agribisnis dalam hal kegiatan usaha pertanian di mana ia akan membantu untuk mengembangkan pendapatan Subak.
VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG PADA KOPI MADE I Nengah Ari Medikana; I Nyoman Gede Ustriyana; I Gusti Ayu Oka Suryawardani
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.774 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p05

Abstract

Banyaknya warung kopi di Kota Denpasar memicu adanya persaingan. Salah satu kedai kopi di Kota Denpasar adalah Kopi Made. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan, pengaruh kondisi coffee shop, kualitas produk, dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan dan pengaruh kepuasan pelanggan terhadap keputusan pembelian. Lokasi penelitian ini adalah di Kopi Made dan ditentukan secara puposive. Populasi adalah pengunjung yang melakukan pembelian lebih dari satu. Teknik pengambilan sampel adalah convenience sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 sampel. Penelitian ini menggunakan indeks kepuasan pelanggan (CSI), inportant performance analysis (IPA), dan partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kepuasan pelanggan (CSI) Kopi Made dalam kategori sangat puas dengan nilai 82,79%. Analisis Kinerja Penting (IPA) menunjukkan empat atribut yang perlu ditingkatkan, termasuk variasi produk, pengembangan inovasi produk, manfaat setelah mengonsumsi produk, dan kebersihan fisik Kopi Made. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa suasana Kopi Made, kualitas produk, dan kualitas layanan secara signifikan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Suasana Kopi Made memberikan pengaruh tertinggi terhadap kepuasan pelanggan yaitu sebesar 0,389. Selanjutnya, kepuasan pelanggan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian pelanggan. Kepuasan pelanggan memberikan efek 0,593.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PUPUK ORGANIK PADA UD DARMA PURI FARM DI DESA TANGKAS, KECAMATAN KLUNGKUNG, KABUPATEN KLUNGKUNG Ni Made Yuni Erawati; I Ketut Suamba; Ni Wayan Sri Astiti
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.128 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p10

Abstract

Bisnis pupuk adalah salah satu bisnis di bidang pertanian yang layak untuk dikembangkan. Ini bisa dilihat dari tingginya permintaan pupuk organik untuk membuat pebisnis. Sekilas peluang bisnis yang menjanjikan. Keberhasilan bisnis pupuk organik dipengaruhi oleh pengembangan strategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan alternatif strategis dan prioritas strategis. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel lingkungan internal dan variabel lingkungan. Metode pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi lapangan, kuesioner, dokumentasi dan data FGD (Focus Group Discussion). Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT dan Analisis QSPM Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat strategi alternatif dalam urutan prioritas, yaitu (1). Berusaha menjaga dan meningkatkan kualitas pupuk organik. (2) Pertahankan mitra lama dan jelajahi kemitraan baru. (3) Perbaiki strategi promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang semakin maju. (4) Perluas pangsa pasar. Strategi prioritas yang tepat untuk pemasaran pupuk organik di UD Darma Puri Farn adalah memperluas pangsa pasar yang merupakan pilihan pertama di antara empat strategi lainnya. Beberapa hal yang dapat disarankan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). Dengan memanfaatkan media dan strategi pemasaran online yang baik, diharapkan dapat meningkatkan penjualan tanpa batasan ruang dan waktu. Selain itu, peningkatan SEO (Search Engine Optimization) juga diperlukan untuk memudahkan pelanggan dunia maya untuk menemukan produk pupuk organik yang akan dipasarkan. (2) Agar bisnis dapat berkembang, yang harus dilakukan adalah meningkatkan sarana produksi, efisiensi, dan produktivitas melalui sistem kerja yang bertujuan untuk meningkatkan proses produksi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam angkatan kerja melalui pendidikan. dan pelatihan. (3) Untuk mengembangkan bisnis, diperlukan dukungan dari semua elemen, tidak hanya dari sisi internal pelaku bisnis tetapi juga peran pemerintah dalam mendukung pengembangan bisnis. Diharapkan bahwa pemerintah dapat memberikan dukungannya dengan memberikan pendidikan kewirausahaan kepada pelaku bisnis melalui bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil untuk menjadi bisnis yang tangguh dan mandiri, serta memberikan bantuan modal bisnis untuk meningkatkan keinginan para pelaku bisnis untuk meningkatkan mengembangkan bisnisnya.
POTENSI RELATIF SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN BANGLI Anak Agung Tri Sugiari; I Made Sudarma; Widhianthini Widhianthini
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.673 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p01

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bangli memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Bali yang mencapai Rp 939,394,0 juta dibandingkan dengan sektor lain. Kontribusi besar dari sektor pertanian sering tidak diimbangi dengan pertumbuhan daerah di pusat produksi komoditas pertanian itu sendiri. Berdasarkan Indeks Kesulitan Geografis Desa (IKG) yang dirilis oleh Biro Pusat Statistik Bali 2014, tercatat bahwa IKG tertinggi ada di Kabupaten Bangli. Tingginya angka IKG di Kabupaten Bangli dapat menunjukkan bahwa potensi di Kabupaten Bangli, terutama potensi pertanian belum berkembang secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tipologi Kabupaten Bangli, menjelaskan potensi dan komoditas pertanian di Kabupaten Bangli, dan juga menjelaskan pergeseran ekonomi di Kabupaten Bangli. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bangli menggunakan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis Tipologi Klassen, analisis LQ dan DLQ, dan analisis Shift Share. Hasil penelitian menunjukkan tipologi Kabupaten Bangli berada di kuadran IV (empat), artinya Kabupaten Bangli relatif berada di wilayah terbelakang di Provinsi Bali. Potensi komoditas pertanian di Kabupaten Bangli yang perlu dikembangkan adalah komoditas tanaman seperti bawang merah, kubis, buncis, labu, bayam, jeruk, pisang, tembakau, dan tanaman kopi. Hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa struktur ekonomi di Kabupaten Bangli ditransformasikan dari bidang usaha pertanian ke jasa dengan total nilai perubahan terbesar kemudian dilanjutkan oleh bidang industri dan bidang terakhir adalah usaha pertanian. Saran yang dapat diberikan kepada pemerintah Kabupaten Bangli adalah bahwa mereka diharapkan untuk terus memberikan penyuluhan kepada petani, untuk memprioritaskan pembangunan dan mengidentifikasi sektor unggulan, terutama komoditas yang dapat dikembangkan secara optimal di daerah tertentu, dan mempertahankan pertanian unggul. produk yang telah dicapai saat ini dan memacu pertumbuhan komoditas berkembang, sehingga produk unggulan tidak mengalami tren menurun di tahun-tahun mendatang. Jadi, Kabupaten Bangli di masa depan bisa menjadi daerah yang berkembang dan berkembang pesat. Selain sektor-sektor terkemuka, sektor non-dasar, terutama sektor pertanian harus lebih memperhatikan dalam perencanaan pembangunan pertanian; dengan demikian diharapkan PDRB Kabupaten Bangli terus meningkat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (Social forestry) Muhammad Ali Hasim Asyani; Ratna Komala Dewi
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.027 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p06

Abstract

Kehutanan sosial di desa Aik Bual adalah salah satu bentuk program pengelolaan hutan lestari yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan konservasi hutan. Program kehutanan sosial di desa ini telah dilaksanakan dengan mensinergikan fungsi ekologis, ekonomi dan sosial dengan tujuan memastikan pelestarian hutan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan hutan sosial (Studi Kasus di Komunitas Petani Hutan Bual di Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah). Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan sampel yang diambil secara proporsional random sampling sebanyak 73 responden dan data dianalisis menggunakan teknik statistik kuantitatif analisis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak PLS pintar. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor teknis, sosial dan ekonomi yang mempengaruhi keberlanjutan kehutanan sosial di Desa Aik Bual. Hasil analisis menunjukkan faktor ekonomi memiliki pengaruh terbesar terhadap keberlanjutan hutan kemasyarakatan dengan nilai 0,474, faktor sosial memiliki dampak kedua dengan nilai 0,326 dan faktor teknis merupakan faktor yang paling tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan kehutanan sosial.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PROGRAM UPAYA KHUSUS PADI DI KABUPATEN TABANAN I Gede Made Artha Sudewa Wijaya; I Dewa Putu Oka Suardi; I Nyoman Supartha
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.713 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p11

Abstract

Kabupaten Tabanan merupakan salah satu penerima bantuan program Upsus. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh kompetensi penyuluh dan sifat inovasi terhadap perilaku petani, (2) menganalisis pengaruh kompetensi penyuluh dan sifat inovasi terhadap keberhasilan program Upsus, dan (3) menganalisis pengaruh perilaku petani terhadap keberhasilan program Upsus. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tabanan. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Februari sampai Mei 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah petani yang mengikuti program Upsus tahun 2017 di Kabupaten Tabanan. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 96 petani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan sebesar 10%. Sampel diambil menggunakan teknik propotional purposive sampling. Data di analisis menggunakan metode analisis deskriptif dan statistik menggunakan SmartPLS versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kompetensi penyuluh berpengaruh nyata terhadap perilaku petani, sifat inovasi berpengaruh tidak nyata terhadap perilaku petani; (2) kompetensi penyuluh berpengaruh nyata terhadap keberhasilan program Upsus, sifat inovasi berpengaruh tidak nyata terhadap keberhasilan program Upsus; (3) perilaku petani berpengaruh nyata terhadap keberhasilan program Upsus. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu: (1) kompetensi penyuluh di Kabupaten Tabanan dalam menguasai materi untuk mengidentifikasi masalah-masalah baru perlu ditingkatkan; (2) pengkajian terhadap kesesuaian inovasi spesifikasi mesin traktor perlu ditingkatkan; (3) pendidikan non formal melalui pelatihan maupun bimbingan teknis kepada petani perlu ditingkatkan; (4) dukungan pemerintah terhadap infrastruktur irigasi melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier maupun pembuatan dam parit perlu di tingkatkan; (5) pengembangan penelitian lain perlu dilakukan dengan tambahan konstruk karakteristik petani dan kajian bidang ekonomi.
VARIABEL PENGARUH KEPUASAN ANGGOTA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PADA KOPERASI KREDIT KUBU GUNUNG I Putu Andika Suryanatha BS; I Ketut Suamba; I Nyoman Gede Ustriyana
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 6 No 2 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.887 KB) | DOI: 10.24843/JMA.2018.v06.i02.p02

Abstract

Jumlah koperasi di Kabupaten Badung telah memicu persaingan. Salah satu koperasi di Kabupaten Badung adalah Koperasi Kredit Kubu Gunung. Koperasi harus mampu memberikan layanan berkualitas secara konsisten sehingga anggotanya tetap aman dan mampu bersaing dengan koperasi lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan perilaku pada kepuasan anggota dan strategi prioritas yang diperlukan untuk menghadapi persaingan. Lokasi penelitian ini di Koperasi Kredit Kubu Gunung ditentukan secara purposif. Populasi yang digunakan adalah anggota Koperasi Kredit Kubu Gunug yang melakukan transaksi ke kantor. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional sampling. Sampel yang digunakan adalah 98 orang. Penelitian ini menggunakan analisis data Partial Least Squares (PLS) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan perilaku berpengaruh signifikan terhadap kepuasan anggota. Variabel perilaku kualitas dan layanan dapat menjelaskan keragaman kepuasan anggota sebesar 42,7% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Ketika dipetakan dalam matriks IE, posisi Koperasi Kredit Kubu Gunung saat ini berada di kuadran kelima (kelima), yang berarti bahwa strategi yang perlu dilaksanakan oleh Koperasi Kredit Kubu Gunung adalah strategi untuk mempertahankan dan memelihara. Analisis QSPM menghasilkan tiga strategi prioritas, yaitu: inovasi produk tabungan dan pinjaman, kantor cabang dan pengembangan kantor kas, dan peningkatan sosialisasi koperasi kepada anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Saran yang dapat diberikan adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan perilaku layanan kepada anggota, terutama disiplin petugas layanan dan memberikan bantuan bisnis kepada anggota dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman koperasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12