Articles
400 Documents
Diplomasi Budaya Prancis Melalui Alliance Francaise di Indonesia 2011-2021
Vernina Dewi, Luh Gede Merlia;
Kumala Dewi, Putu Ratih;
Parameswari, A.A. Ayu Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
French cultural diplomacy through the Alliance Francaise has undertaken several activities to increase the spread of French culture in Indonesia. France considers Indonesia as a country that has the potential to collaborate and spread French language and culture. The spread of French culture through language is carried out by people to people, in other hand there have been several attempts by the French government to spread French culture through AF. This study then aims to understand the efforts of the French government to spread French culture in Indonesia from 2011 to 2021 using qualitative methods. This research refers to the theory of cultural diplomacy and second track diplomacy. This study found that French cultural diplomacy through AF can bring a positive French image and introduce French culture through language, film festival screenings and music. the target audience of the French cultural diplomacy program through AF is citizens or groups of individuals, but cultural diplomacy itself is funded, designed and delivered by the French government. AF indirectly contributes to the spread of French culture in Indonesia.
Circular Economy in ASEAN: Another Rough Road Ahead
Mulyaman, Darynaufal;
Alfachridzi, Emir
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Circular economy (CE) has become a priority agenda for ASEAN in recent years. In October 2021, ASEAN officially launched the Framework for Circular Economy to encourage the transition towards a more sustainable economic model in the region. However, the implementation of CE in ASEAN still faces several challenges. Firstly, there are differences in economic development levels and technical capabilities between member countries in implementing CE standards and policies. Developed countries tend to be more aggressive in setting resource efficiency targets, while developing countries require a more gradual transition. Secondly, the harmonization of CE standards is often hampered by conflicts of interest among policymakers due to political and economic pressures. Thirdly, market demand for eco-friendly products remains low in ASEAN. Fourthly, circular economic practices remain fragmented across industrial sectors and value chains. This paper aims to analyze these challenges through a qualitative descriptive approach, referring to current literature and statistical data. The analysis focuses on aspects of CE standards harmonization in the context of varying ASEAN economic development levels and global political economic dynamics. This study is expected to provide policy recommendations to overcome the challenges of implementing CE effectively and equitably in ASEAN.
TAIWAN GASTRO-TOURISM: STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH WISATAWAN TAHUN 2010-2017
Sutawan, Putu nathania Krissandini;
Kumala Dewi, Putu Ratih;
Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract This study aims to describe Taiwan's gastro-tourism strategy inincreasing the number of tourists from 2010 to 2017 using aqualitative-descriptive research method. Gastro-tourism is animportant strategy in branding a country. Taiwan as a country that isnot recognized as a sovereign country because of the One ChinaPolicy makes Taiwan have a weak status internationally. Therefore,Taiwan uses food as a nation branding tool to show its existence ininternational eyes as an attraction in tourism so that Taiwan sees thepotential for gastro-tourism to have an impact on increasing thenumber of tourists and indirectly this proves that Taiwanese cultureand food have received recognition. and the good image of thecountry. Using the time to eat program strategy, strategies through themedia, through festivals, through OTOP and also through halal foodproves that this strategy can increase the number of tourists quitesignificantly from year to year. So this study concludes that aneffective strategy, the existence of consistent support from thegovernment and the community is an important factor in developinggastro-tourism. Keywords: Gastro-tourism,Food Taiwan,Tourism,Tourist
Peran Uni Eropa Dalam Penanganan Kasus Pengusiran Suku Gipsi di Prancis
Artika Dewi, Dewa Ayu Suri;
Parameswari, A.A. Ayu Intan;
Putri, Penny Kurnia
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Suku Gipsi merupakan orang - orang nomaden yang nenek moyangnya diperkirakan telah meninggalkan India barat laut pada awal abad ke-11 dan mulai memasuki Prancis pada tahun 1419. Hadirnya suku Gipsi di tengah – tengah masyarakat Prancis sejak tahun 1419 hingga abad ke- 20 mengalami banyak tantangan, salah satunya kebijakan pengusiran. Kebijakan pengusiran suku Gipsi dilakukan oleh Presiden Nicolas Sarkozy dengan berdasar anggapan bahwa suku Gipsi merupakan wadah kriminalitas. Selain itu, terjadinya bentrokan antara pemuda suku Gipsi dengan polisi membuat keputusan tersebut makin bulat. Uni Eropa sebagai organisasi regional ikut menyoroti kasus ini mengingat adanya peraturan Uni Eropa yang dilanggar oleh Prancis dengan pengusiran suku Gipsi. Tulisan ini akan membahas mengenai peran Uni Eropa dalam kasus pengusiran suku Gipsi di Prancis pada masa pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy (2007-2012) dan Presiden François Hollande (2012-2017). Konsep yang digunakan adalah neoliberal institusionalisme dan peran organisasi internasional dengan metode penelitian kualitatif – deskriptif. Melalui konsep dan metode penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil temuan penelitian bahwa Uni Eropa sebagai institusi neoliberal dalam menjalankan perannya sebagai instrumen memberikan peringatan mengenai pelanggaran terhadap hukum Uni Eropa serta menginstruksikan dijalankannya arahan bergerak bebas Uni Eropa oleh Prancis. Sebagai arena, Uni Eropa menjadi wadah untuk berdiskusi dengan menyelenggarakan EU Summit, KTT Komisi Eropa di Bukares dan KTT Dewan Eropa di Strasbourg. Dalam perannya sebagai aktor, Uni Eropa melakukan pengembangan dan promosi kebijakan lunak seperti melalui program integrasi ekonomi dan sosial yang berisi dialog, partisipasi dan pemenuhan kebutuhan khusus suku Gipsi. Kata-kunci : neoliberal institusionalisme, organisasi internasional, prancis, suku gipsi, uni eropa
PENCABUTAN STATUS EBA KAMBOJA OLEH UNI EROPA ATAS KASUS PELANGGARAN HAM TAHUN 2018-2020
Dewayani, Kadek;
Widya Nugraha, Anak Agung Bagus Surya;
Prameswari, Anak Agung Ayu Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk melihat tindakan Uni Eropa yang tetap mencabut kebijakan Everythings But Arms (EBA) terhadap Kamboja walaupun beberapa konsesi yang telah dilakukan atas kasus pelanggaran serius dan sistematis oleh Kamboja berkaitan dengan Hak Asasi Manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan kerangka pemikiran Hak Asasi Manusia dalam Hubungan Internasional, Organisasi Internasional serta Organizational Process Model (OPM). Sehingga, dalam penelitian ini ditemukan jawaban bahwa perilaku Kamboja dalam merespon peringatan yang dilakukan Uni Eropa dengan mengancam untuk melakukan pembunuhan terhadap partai oposisi menyebabkan Uni Eropa tetap dengan keputusannya untuk mencabut kebijakan EBA dari Kamboja. Kata-Kunci: Everythings But Arms (EBA), Hak Asasi Manusia (HAM), Kamboja, Organizational Process Model (OPM), Uni Eropa
Respon Tiongkok Terhadap Perkembangan Teknologi Antariksa Amerika Serikat Pada Tahun 2018-2021
Pramadita, Kadek Windy;
Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya;
Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to see China's response to the increasing capabilities of the United States' space technology. Even though it has been stated in the Outer Space Treaty, United States under the leadership of Donald Trump has formed a special force of space areas, namely the United States Space Force with aims to remaining the United States dominance in the space area. China then responded to this because China did not want a dominating power in the space area. This study used qualitative research methods. The framework used in this study is the Balance of Power on the concept of Neo Realism, to see the causality of China's response to the increasing capabilities of United States space technology which is considered as a threat. In this study, it was found that China give responded in three ways, first by increasing its own space technology capabilities. Second by activating its own navigation system, namely Beidou so China will not depend on US GPS, and third collaborating with Russia to form ILRS, so China would no longer depend on ISS. In conclusion we can see China's responses is to balance the power of US space capabilities, so there’s no power dominates in the space area.
Pengaruh Islamophobia Terhadap Human Security Imigran Muslim di Denmark
Putra, I Putu Surya Adhi Pradana;
Priadarsini, Ni Wayan Rainy;
Suwecawangsa, Adi Putra
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana islamophobia memberikan pengaruh terhadap human security imigran muslim yang berada di Denmark dari tahun 2017 hingga tahun 2019. Islamophobia sendiri merupakan isu diskriminasi yang sudah ada sejak lama dan kerap kali terjadi di negara-negara yang tidak memiliki umat muslim sebagai mayoritas penduduknya. Denmark merupakan salah satu negara dimana islamophobia masih terjadi karena adanya perbedaan etnis dan identitas. Pelaku diskriminasi terhadap warga muslim bukan hanya dari warga sipil Denmark, melainkan juga dari politisi serta Pemerintah yang sedang menjabat. Sejak kejadian 9/11, Islamophobia mulai berkembang di Denmark khususnya karena doktrin dari partai sayap kanan yang berideologi nasionalis yang mulai memegang kekuasaan di Denmark sesaat pasca kejadian tersebut. Hingga tahun 2019, banyak peristiwa yang berlatar belakang islamophobia yang terjadi di Denmark, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan verbal, bahkan kebijakan yang dinilai menyudutkan dan merugikan warga muslim di Denmark yang merupakan minoritas terbesar disana. Tindakan-tindakan Islamophobia tersebut jelas menyudutkan dan memberikan ancaman terhadap keamanan umat islam di Denmark yang selalu menjadi korban. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil studi pustaka dengan menggunakan kerangka teori islamophobia dan human security. Penelitian ini memberikan jawaban bahwa islamophobia yang berangkat dari pemahaman yang salah serta prasangka negatif terhadap islam yang kemudian menghasilkan output seperti tindakan diskriminasi dapat memberikan dampak ancaman terhadap human security bagi warga islam di Denmark.
Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Jepang dalam “Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement” (IJEPA) Tahun 2008
Tarumingi, Aldo Chandra;
Sushanti, Sukma;
Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Studi ini ditujukan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan mekanisme kerjasama antara Indonesia dan jepang dalam Indonesia-Japan Economic Partnership agreement (IJEPA). Studi ini menggunakan konsep Kerjasama Internasional dalam menggambarkan mekanisme kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Jepang melalui perjanjian IJEPA dan dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan data sekunder bersumber pada dokumentasi dan jurnal. Adapun data dikumpulkan melalui metode studi pustaka yang kemudian dianalisis melalui pendekatan Miles and Huberman. Temuan menunjukkan bahwa mekanisme kerjasama IJEPA antara pemerintah Indonesia dan Jepang dilakukan dengan disepakatinya skema preferensi tarif yaitu meliputi skema penurunan tarif umum dan pemeberian fasilitas pembebasan bea masuk, serta dilakukan kerjasama pembangunan kapasitas (capacity building) melalui program manufacturing industri development center (MIDEC), akan tetapi selama di implementasikan sejak tahun 2008, IJEPA tidak meberikan hasil maksimal dan menguntungkan, sehingga melalui pertemuan bilateral antara Indonesia dan Jepang dalam agenda penyelesaian general review IJEPA, kedua negara sepakat untuk melakukan peningkatan kerjasama dengan di tanda tanganinya Framework Document New Manufacturing Industry Development Center (MIDEC)
Upaya Destination Branding Kroasia melalui Serial Televisi Game of Thrones
Aviantara, Jennifer;
Widya Nugraha, A.A. Bagus Surya;
Kumala Dewi, Putu Ratih
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tourism has key role in enhancing the image of Croatia. It makes the government of Croatia concerns of Croatia’s tourism sector, beside of tourism enhances Croatia’s image, it also contributes to Croatia’s economy while in the middle of economic crisis. The utilization of television serial Game of Thrones which is a media from popular culture that is utilized by Croatia to enhance their destination branding. The utilization of the television serial Game of Thrones by Croatia capable in increasing the number of visits to areas that is used as shooting locations for Game of Thrones. This research studies the effort of Croatia to strengthen Croatia’s destination branding capitalize on the popularity of Game of Thrones. By using the method of descriptive qualitative, the concept used in this research to analyze is soft power, screen tourism, and destination branding. The result of this research shows that Croatia utilizes Game of Thrones to develop new tourism product which is screen tourism to reach a wider market. In developing screen tourism, Croatia creates new tourism attractions and shares information associated with Game of Thrones via tourism exhibition in other countries, and through various online medias such as official social media, official website, and news articles. Eventually, the effort of Croatia to utilize the television serial Game of Thrones is effective in achieving Croatia’s concern, that is Croatia wants to be known positively in a wider circle.
Kepentingan Indonesia Terhadap Penetapan Batur Sebagai Global Geopark oleh UNESCO
Mega Listyana SP, Yana Merta;
Sushanti, Sukma;
Kawitri Resen, Putu Titah
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan upaya pencapaian kepentingan ekonomi Indoneisa melalui penetapan Batur sebagai Global Geopark oleh UNESCO. Dalam penelitian ini batasan penelitian dari tahun 2009 sampai dengan 2019, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Penelitian ini menggunakan kerangka pemikiran kepentingan nasional menurut Donald E. Nuechterlein yang menjabarkan kepentingan ekonomi (economic interest) menjadi salah satu kepentingan yang vital di antara kepentingan lainnya, geotourism sebagai pengembangan wisata geologi di kawasan Geopark Batur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penetapan Batur sebagai Global Geopark menjadi instrumen bagi Indonesia dalam pencapaian kepentingan ekonomi. Kata-kunci : Batur, Global Geopark UNESCO, Geotourism, Kepentingan Nasional, Pariwista.