cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 3 (2012)" : 9 Documents clear
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING (M-LEARNING) BERBASIS MOODLE SEBAGAI DAYA DUKUNG PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Setiawati, Nopita; Kartika, Ika; Purwanto, Joko
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.971 KB)

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi sudah merambah di semua bidang termasuk bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengembangkan mobile learning pada materi pokok fluida statis untuk siswa SMA; 2)  mengetahui kualitas mobile learning berbasis moodle menurut ahli media, ahli materi dan guru Fisika SMA serta respon siswa terhadap mobile learning yang telah dikembangkan.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model prosedural, yakni model yang bersifat deskriptif, menunjukkan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Prosedur pengembangan mengikuti prosedur Brog dan Gall yang dapat dilakukan dengan melibatkan 5 langkah utama yaitu: 1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; 2) mengembangkan produk awal; 3) validasi ahli dan revisi; 4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk; 5) uji coba skala besar dan produk akhir. Pengumpulan data menggunakan lembar angket kualitas mobile learning berbasis moodle yang terdiri dari aspek teknis,aspek isi dan aspek desain.Data kualitas yang diperoleh diubah kedalam deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian yang telah dikembangkan berupa: 1) media pembelajaranmobile learning menggunakan softwaremoodle berisi materi fluida statis untuk siswa SMA yang dapat diakses secara online melalui handphone; 2) Kualitas mobile learningyang telah dikembangkan adalah Sangat Baik (SB) berdasarkan penilaian ahli media dengan presentase 90,62% dari skor ideal, ahli materi 80,55% dari skor ideal sedangkan penilaian dari guru fisika 90,83% dari skor ideal; 3) Berdasarkan uji coba lapangan skala kecil diperoleh respon siswa Sangat Setuju (SS) dengan presentase 83,67%, sedangkan uji coba lapangan skala besar 91,08% dari skor ideal.Kata kunci: Mobile learning, moodle ,fisika
EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN FISIKA DI KELAS X RSBI SMA N 3 SURAKARTA Widowati, Tutut; Budiharti, Rini; Yusliana Ekawati, Elvin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.691 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan proses pembelajaran,pelaksanaan proses pembelajaran, dan kendala-kendala yang dihadapi SMA N 3 Surakarta dalam melaksanakan program Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) pada proses pembelajaran Fisika di kelas X.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode evaluasi dengan model CIPP. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, hasil kegiatan observasi dan hasil analisis dokumen. Responden yang diwawancarai dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah SMA N 3 Surakarta, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMA N 3 Surakarta, Penanggung Jawab Program RSBI SMA N 3 Surakarta, Guru Fisika Kelas X RSBI SMA N 3 Surakarta, dan 30 siswa kelas X SMA N 3 Surakarta. Kelas yang diobservasi dalam penelitian ini adalah kelas X-3, kelas X-5, kelas X-7, kelas X-8 dan kelas X-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwamasih terdapat aspek-aspek dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran Fisika di Kelas X SMA N 3 Surakarta yang belum sesuai dengan Standar Proses (SP) maupun standar program RSBI. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi SMA N 3 Surakarta dalam melaksanakan program RSBI pada proses pembelajaran Fisika beberapa diantaranya adalah, guru masih kesulitan dalam mengubah pola pikir siswa-siswinya yang masih terbawa pola pikir mereka ketika masih di SMP, kebanyakan siswa masih kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru dan dalam mengerjakan soal-soal Fisika baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris serta belum terfasilitasinya kegiatan praktikum secara maksimal selama proses pembelajaran Fisika di kelas X RSBI SMA N 3 Surakarta. Selain itu, adanya kendala dalam menyetarakan segenap SDM di SMA N 3 Surakarta untuk menjadi level SBIdan pelaksanaan sister school antara SMA N 3 Surakarta dengan sekolah di Turki yang mengalami kemacetan.Kata kunci: evaluasi,RSBI, proses pembelajaran Fisika, SMA N 3 Surakarta
PENGARUH MOVING CLASS DAN BELAJAR DI PAGI HARI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Asriyadin, Asriyadin; Fatkhulloh, Fatkhulloh
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.024 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui moving class dan siswa yang belajar di pagi hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan studi komparasi yaitu untuk mengetahui perbandingan hasil belajar fisika melalui moving class dengan belajar di pagi hari. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 2 Madiun tahun pelajaran 2011/2012. Sampel penelitian ini terdiri atas dua kelas yaitu kelas X-C dan X-D. Instrumen dalam penelitian ini adalah soal tes hasil belajar fisika materi gelombang elektromagnetik. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan t-test. Hasil analisis data, diperoleh rata-rata hasil belajar fisika melalui moving class dan belajar di pagi hari adalah 75,17 dan 73,59. Selanjutnya perbandingan hasil belajar fisika melalui moving class dengan belajar di pagi hari tersebut terlihat dari analisis diperoleh nilai thitung = 0,369 degan nilai signifikan = 0,713 karena nilai signifikan > α (0,05) maka H0 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar fisika melalui moving class dengan belajar fisika di pagi hari. Kata kunci : moving class, belajar di pagi hari, hasil belajar
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SEBAGAI DASAR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN REMEDIAL FISIKA DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR Rahayu, Isti; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.4 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan hasil studi awal tentang urgensi tes diagnosis sebagai dasar pengembangan pembelajaran remedial fisika dan untuk menjelaskanpengaruh pembelajaran remedial terhadap peningkatan hasil belajar siswa.Telah diketahui bahwa pembelajaran remedial merupakan pembelajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan atau membuat jadi baik.Pembelajaran remedial merupakan bentuk pelayanan sekolah dengan memberikan pelayanan khusus (special treatment) bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pelaksanaan pembelajaran remedial akan berjalan efektif apabila didasarkan pada pengetahuan akan kesulitan belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu, dilaksanakan tes diagnosis kesulitan belajar untuk mengetahui factor penyebab serta letak kesulitan belajar siswa. Terdapat dua cara tes diagnosis kesulitan belajar yaitu analisis jawaban tes diagnosis dan wawancara. Kesimpulan yang didapat adalah : (1) tes diagnosis kesulitan belajar merupakan sarana yang efektif untuk dijadikan dasar pengembangan pembelajaran remedial Fisika; (2)  pemberian pembelajaran remidiasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat disarankan hal-hal sebagai berikut : (1) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang berkesulitan belajar, diharapkan para pendidikmemberikan pelayanan khusus berupa pembelajaran remedial (2) tes diagnosis perlu dilakukan sebagai langkah awal pembelajaran remedial. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui letak kesulitan belajar siswa dan segala factor penyebabnya sebagai umpan balik bagi guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran remedial.Kata kunci :tes diagnosis, pembelajaran remedial fisika, hasil belajar
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FISIKA SEMESTER GANJIL KELAS X SMA RSBI N. Qomariyatuzzamzami, Latifah; Sarwanto, Sarwanto; Budiawanti, Sri
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.112 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untukmengembangkan kisi-kisi dan instrumen tes Fisika Semester Ganjil Kelas X SMA RSBI berdasarkan KTSP dan A Level yang memiliki karakteristik internal serta tingkat validitas dan reliabilitas yang baik.Penelitian Research and Development (R&D)ini dilakukan dengan melibatkan beberapa komponen meliputi pakar/ expertbidang studi Fisika, mahasiswa, guru Fisika RSBI dan siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Surakarta menggunakan metode 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis butir meliputi uji validitas, daya beda, tingkat kesukaran, efektivitas distraktor, dan reliabilitas.Hasil penelitian berupa deskripsi prosedural proses pengembangan dan produk yang dikembangkan melalui tahap Define dengan analisis kurikulum dan analisis kebutuhan, Design meliputi penyusunan silabus dan kisi-kisi dengan metode adopsi berdasarkan kurikulum KTSP dan silabus A Level, serta penyusunan instrumen tes yang terdiri dari instrumen A dan instrumen B yang teruji validitasnya melalui expert judgement, Develop dengan uji coba, dan pelaksanaan Disseminate. Uji coba dilakukan melalui uji coba peer untuk memperoleh validasi peer reviewer dan uji coba terbatas dengan mengujikan masing-masing instrumen pada 15 siswa, sedangkan diseminasi dilakukanpada 61 siswa. Hasil diseminasi menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan telah memenuhi karakteristik internal tes yang baik berdasarkan analisis butir soal berupa daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas distraktor, tes yang dikembangkan memiliki validitas isi baik berdasarkan hasil telaah pakar dan reliabilitas yang tinggi (r11=0,781), produk akhir tes hasil penelitian pengembangan berupa 26 soal tes yang dapat dijadikan bank soal yang siap diimplementasikan, dan meskipun tes telah dikembangkan sesuai dengan standar, tes masih memiliki kelemahan, yaitu Bahasa Inggris yang dianggap sulit oleh siswa dan beberapa siswa menjawab soal dengan menebak dan mengandalkan keberuntungan.Kata Kunci: RSBI, pengembangan tes, 4-D,  valid dan reliabel
PENINGKATAN PRESTASI PEMBELAJARAN ALAT OPTIK DENGAN METODE GI PADA SISWA KELAS 8C SEMESTER GENAP SMP N 4 SURAKARTA TAHUN 2011/2012 Teguh Rahaju, Endang
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.504 KB)

Abstract

Penguasaan Kompetensi Dasar Alat Optik  dalam mata pelajaran Fisika pada siswa kelas 8 SMP N 4 Surakarta semester genaptahun pelajaran 2010/2011 belum optimal.Tujuan penelitian: meningkatkan prestasi pembelajaran Kompetensi Dasar  Alat Optik  pada siswa Kelas 8 C Semester genap SMP Negeri 4 Surakarta Tahun 2012. Prosentase diperoleh dari kondisi awal 14 % tuntas KKM sedangkan setelah dilakukan penelitian maka diperoleh  pada siklus II  terdapat kenaikan 72,7% tuntas. Penulis menggunakan  metode GI (Group Investigation ) dalam pembelajaran  Kompetensi Dasar Alat Optik pada Siswa Kelas 8C SMP N 4 Surakarta Tahun 2011/2012 dapat lebih aktif dan kreatif dalam suatu kelompok diskusi dapat meningkatkan  prestasi secara optimal.Kata kunci : 1.Prestasi ,2. Alat Optik .3,GI
PENERAPAN MODEL STAD MENGGUNAKAN HIPERMEDIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MATERI FLUIDA STATIK KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 KLATEN SEMESTER 2 TAHUN 2010/2011 Prapti, Daru
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2065.133 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk 1.mendeskripsikan aktifitas belajar dengan model STAD menggunakan hipermedia pada peserta didik   kelas XI IPA 3 semester 2 tahun pelajaran 2010/2011,2. mengetahui peningkatan hasil belajar fisika materi fluida statik setelah diberikan pembelajaran dengan model STAD menggunakan  hipermedia pada peserta didik kelas XI IPA 3 semester 2 tahun pelajaran 2010/2011.Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Klaten yang terletak di Jl Merbabu no 13 Klaten pada bulan Maret – Mei 2011. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Klaten semester 2 tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 30 siswa. Prosedur kerja dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus, tiap siklusnya terdiri dari empat  tahap yaitu  perencanaan, pelaksanaan  tindakan, pemantauan, refleksi dan analisis. Teknik analisis proses tindakan dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan data observasi. Dan analisis hasil tindakan dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan rumus gain ternormalisasi dengan nilai awal merupakan nilai kemampuan awalpra siklus pada konsep gaya, tekanan dan massa jenis,dan nilai akhir merupakan nilai pada materi fluida statik pada siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian ini menyatakan1. pada proses pembelajaran  aktifitas belajar peserta didik yang memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru (93,33%), mengerjakan lembar kerja siswa (96,66%), berdiskusi/bertanya antara peserta didik dengan guru (86,66%), berdiskusi antar peserta didik ( 83,33%), memperhatikan penjelasan  teman (90,00%), menulis hal-hal yang relevan dengan pembelajaran (90,00%), terampil dalam menggunakan alat-alat laboratorium (80,00%) dan berperilaku yang tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran (16,66%).2. pada siklus 1 diperoleh gain sebesar 0,68 dan  pada siklus 2 meningkat menjadi  0,77 sehingga terdapat peningkatan hasil belajar materi fluida statik setelah diberikan pembelajaran dengan model STAD menggunakan hipermedia pada peserta didik kelas XI IPA 3 semester 2 tahun pelajaran2010/2011. Kata kunci: aktifitas belajar, hasil belajar , hipermedia, STAD.
MEMBENTUK SIKAP ILMIAH DALAM PENULISAN LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DENGAN KONSULTASI BERBANTUAN E-MAIL PADA SISWA KELAS XII IPA4 SMA N 2 KEBUMEN Kholifudin, M. Yasin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.522 KB)

Abstract

Beberapa sikap ilmiah pada siswa yang perlu dibentuk antara lain; rasa ingin tahu, tidak percaya tahayul, jujur dalam menyajikan data, faktual, terbuka pada pikiran dan gagasan baru, kreatif dalam menghasilkan karya ilmiah, peduli terhadap mahluk hidup dan lingkungan, tekun dan teliti.Waktu tatap muka yang terbatas di sekolah kurang dapat mengakomodasi waktu diskusi dan konsultasi yang cukup untuk menumbuhkan sikap-sikap tersebut dalam penulisan laporan praktikum fisika.  Untuk itu e-mail digunakan sebagai sarana penunjang yang memungkinkan siswa dapat tetap berkonsultai dengan guru secara online atau offline 24 jam pada hari-hari sebelum saat pengumpulan laporan. Observasi dilakukan pada siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 2 Kebumen tahun pelajaran 2011/2012 dengan 41 siswa yang terbagi dalam 10 kelompok praktikum semua memiliki alamat e-mail.Teramati bahwa sikap-sikap ilmiah mulai terbentuk, pengumpulan laporan praktikum lebih efisien dan efektif, berkurangnya penggunaan kertas, dan tersimpannya laporan praktikum dalam akun e-mail. Hasil-hasil ini disimpulkan berdasarkan data-data observasi yang meliputi alamat e-mail siswa, angket sikap ilmiah, dan hasil laporan praktikum. Pada kelompok/ siswa yang mengoptimalkan berkonsultasi berbantuan lewat e-mail, sikap-sikap ilmiah yang terbentuk pada mereka dan penulisan laporan praktikum cepat terselesaikan. Kata kunci: E-mail, sikap ilmiah, laporan praktikum fisika.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA MATA PELAJARAN FISIKA DI SEKOLAH RSBI Pratama Kusuma Hati, Dhika; Wiyono, Edy
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.237 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh: (1) Kompetensi pedagogik guru terhadap kemampuan kognitif  siswa pada mata pelajaran Fisika kelas X  RSBI di SMA N 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012; (2) Fasilitas belajar terhadap kemampuan kognitif  siswa pada mata pelajaran Fisika kelas X  RSBI di SMA N 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012; (3) Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar secara bersama- sama terhadap kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran Fisika kelas X  RSBI di SMA N 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengumpulkan data-data kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA N 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012 sejumlah 317 siswa dengan sampel 85 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya adalah teknik analisis regresi linier ganda.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap kemampuan kognitif  siswa pada mata pelajaran Fisika kelas X  RSBI di SMA N 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012, hal ini ditunjukan  dengan thitung> ttabel­ atau 3,375 > 1,984; (2) Ada pengaruh fasilitas belajar kelas RSBI terhadap  kemampuan kognitif  siswa pada mata pelajaran Fisika kelas X  RSBI di SMA N 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012, hal ini ditunjukan  dengan nilai thitung> ttabel­ atau 2,290 > 1,984; (3) Ada pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar secara bersama- sama terhadap kemampuan kognitif  siswa mata pelajaran Fisika  kelas X  RSBI di SMA N 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012, hal ini ditunjukan dengan harga Fhitung> Ftabel atau 27,491 >3,09. Dalam penelitian ini dilaporkan juga bahwa persamaan regresi linier Y = 22,232+ 0,341 X1 + 0,472 X2. Hal ini berarti bahwa rata-rata kemampuan kognitif siswa mata pelajaran Fisika (Y) meningkat atau menurun sebesar 0,341 untuk setiap peningkatan atau penurunan satu unit kompetensi pedagogik guru (X1) dan meningkat atau menurun sebesar 0,472 untuk setiap peningkatan atau penurunan satu unit fasilitas belajar  (X2).Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Fasilitas Belajar, Kognitif, Fisika, SBI

Page 1 of 1 | Total Record : 9