cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
'ADALAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
ADALAH is “one of the ten most influential law journals in the world, based on research influence and impact factors,” in the Journal Citation Reports. ADALAH also publishes student-written work.Adalah publishes pieces on recent developments in law and reviews of new books in the field. Past student work has been awarded the International Law Students Association’s Francis Deak Prize for the top student-written article published in a student-edited international law journal.
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Upaya Preventif Terhadap Perilaku Percobaan Bunuh Diri dalam Tinjauan Hak Asasi Manusia Rohmah, Siti Ngainnur
'ADALAH Vol 4, No 3 (2020): Keadilan Hukum & Pemerintahan
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1729.257 KB) | DOI: 10.15408/adalah.v4i3.16515

Abstract

Abstract:Every Indonesian citizen has human rights. Among those basic rights is the right to life. Nowadays frequent suicide attempts occur. Suicide becomes a trend to end life, because it is felt no longer able to face the tough problems of life. The Government of the Republic of Indonesia has taken preventive measures to protect citizens from attempted suicide by issuing regulations contained in KUHP article 345. Thus, human rights, especially the right to life of Indonesian citizens can be maintained.Keywords: Suicide, Preventive, Human Rights Abstrak:Setiap warga Negara Indonesia memiliki hak asasi manusia. Di antara hak asasi itu adalah hak untuk hidup. Dewasa ini sering terjadi tindakan percobaan bunuh diri. Bunuh diri menjadi trend untuk mengakhiri kehidupan dikarenakan merasa tidak sanggup lagi menghadapi permasalahan hidup yang sangat berat. Pemerintah Negara Republik Indonesia telah melakukan tindakan preventif untuk melindungi warganya dari tindakan percobaan bunuh diri dengan mengeluarkan peraturan yang tertuang pada KUHP pasal 345. Dengan demikian hak asasi manusia, terutama hak untuk hidup warga Negara Indonesia dapat terjaga.Kata Kunci: Bunuh Diri, Preventif, Hak Asasi Manusia 
Urgensi Assesment Report Dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja Indra Rahmatullah
ADALAH Vol 4, No 3 (2020): Keadilan Hukum & Pemerintahan
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1664.897 KB) | DOI: 10.15408/adalah.v4i3.16419

Abstract

Abstract:A draft law must be able to answer and solve the main problem of the society so that with the existence of the law the community gets legal protection from the state. However, the draft of Cipta Kerja Law makes an endless controversy. In fact, the draft was allegedly containing some problems since its appearance. Therefore, academic research (Assesment Report) is needed so that the rules in the draft have basic scientific arguments that can be justified. Unfortunately, the draft does not conduct an assesment report to know whether the society need the law and urgent.Keywords: Legal Protection, Controversy and Assesment Report Abstrak:Sebuah rancangan undang-undang harus dapat menjawab dan menyentuh pokok permasalahan masyarakat sehingga dengan adanya undang-undang tersebut masyarakat mendapatkan sebuah perlindungan hukum dari negara. Namun, dalam RUU Cipta Kerja ini justru berakibat pada kontroversi yang tiada hentinya. Bahkan, disinyalir RUU ini mengandung kecacatan sejak awal pembentukannya. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian akademis sehingga aturan-aturan yang ada dalam RUU ini mempunyai basis argumentasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan yang salah satunya adalah dengan membuat Laporan Kelayakan. Sayangnya RUU ini belum melakukan laporan kelayakan apakah RUU ini dibutuhkan dan penting di masyarakat.Katakunci: Perlindungan Hukum, Kontroversi dan Laporan Kelayakan
Urgensi Assesment Report Dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja Rahmatullah, Indra
'ADALAH Vol 4, No 3 (2020): Keadilan Hukum & Pemerintahan
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1664.897 KB) | DOI: 10.15408/adalah.v4i3.16419

Abstract

Abstract:A draft law must be able to answer and solve the main problem of the society so that with the existence of the law the community gets legal protection from the state. However, the draft of Cipta Kerja Law makes an endless controversy. In fact, the draft was allegedly containing some problems since its appearance. Therefore, academic research (Assesment Report) is needed so that the rules in the draft have basic scientific arguments that can be justified. Unfortunately, the draft does not conduct an assesment report to know whether the society need the law and urgent.Keywords: Legal Protection, Controversy and Assesment Report Abstrak:Sebuah rancangan undang-undang harus dapat menjawab dan menyentuh pokok permasalahan masyarakat sehingga dengan adanya undang-undang tersebut masyarakat mendapatkan sebuah perlindungan hukum dari negara. Namun, dalam RUU Cipta Kerja ini justru berakibat pada kontroversi yang tiada hentinya. Bahkan, disinyalir RUU ini mengandung kecacatan sejak awal pembentukannya. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian akademis sehingga aturan-aturan yang ada dalam RUU ini mempunyai basis argumentasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan yang salah satunya adalah dengan membuat Laporan Kelayakan. Sayangnya RUU ini belum melakukan laporan kelayakan apakah RUU ini dibutuhkan dan penting di masyarakat.Katakunci: Perlindungan Hukum, Kontroversi dan Laporan Kelayakan
Potret Perempuan dalam Bingkai Ketatanegaraan Latipah Nasution
ADALAH Vol 3, No 3 (2019): Keadilan Budaya & Masyarakat
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1862.341 KB) | DOI: 10.15408/adalah.v3i3.16471

Abstract

AbstractThe role of women is an absolute prerequisite for the realization of equitable development. The state will not be prosperous if the women are left behind, marginalized and oppressed. Efforts to empower women are an integral part of national development efforts. Therefore, women's empowerment is an ongoing effort to adjust to the times. The presence of various rules regarding women's representation in various aspects is a form of respect for women for the realization of a prosperous and just state.Keywords: Women, Political Participation, Rule of Law. Abstrak Peran perempuan merupakan syarat mutlak demi terwujudnya pembangunan yang berkeadilan. Negara tidak akan sejahtera apabila kaum perempuannya dibiarkan tertingal, tersisish dan tertindas. Upaya pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari upaya pembangunan nasional. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan upaya yang berkelanjutan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Hadirnya berbagai aturan mengenai representatif perempuan di berbagai aspek merupakan bentuk penghormatan terhadap perempuan demi terwujudnya negara yang sejahtera dan berkeadilan.Kata Kunci:  Perempuan, Partisipasi Politik, Negara Hukum.
Potret Perempuan dalam Bingkai Ketatanegaraan Nasution, Latipah
'ADALAH Vol 3, No 3 (2019): Keadilan Budaya & Masyarakat
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1862.341 KB) | DOI: 10.15408/adalah.v3i3.16471

Abstract

AbstractThe role of women is an absolute prerequisite for the realization of equitable development. The state will not be prosperous if the women are left behind, marginalized and oppressed. Efforts to empower women are an integral part of national development efforts. Therefore, women's empowerment is an ongoing effort to adjust to the times. The presence of various rules regarding women's representation in various aspects is a form of respect for women for the realization of a prosperous and just state.Keywords: Women, Political Participation, Rule of Law. Abstrak Peran perempuan merupakan syarat mutlak demi terwujudnya pembangunan yang berkeadilan. Negara tidak akan sejahtera apabila kaum perempuannya dibiarkan tertingal, tersisish dan tertindas. Upaya pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari upaya pembangunan nasional. Oleh karena itu pemberdayaan perempuan merupakan upaya yang berkelanjutan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Hadirnya berbagai aturan mengenai representatif perempuan di berbagai aspek merupakan bentuk penghormatan terhadap perempuan demi terwujudnya negara yang sejahtera dan berkeadilan.Kata Kunci:  Perempuan, Partisipasi Politik, Negara Hukum.
The Wild Theory of Nicolaus Copernicus Yulia Zahra
ADALAH Vol 3, No 3 (2019): Keadilan Budaya & Masyarakat
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.301 KB) | DOI: 10.15408/adalah.v3i3.16545

Abstract

Heliocentrism is one of the controversial theory which was found by Nicolaus Copernicus. This theory described that the Sun is the center of the universe and it was opposed to geocentrism, which placed the Earth at the center. This theory is contrary to the principles of the church and the contents of the Bible at that time. Some scientists oppose the formulation of Nicolaus Copernicus because it contradicts the principles of the church. Although he was in good standing with the Church. At this time, Copernicus was praised by many as the Father of Modern Astronomy. Indeed, his description of the universe was purified and improved by later scientists, such as Galileo, Kepler, and Newton. The controversy of the theory that was sparked by him made us aware of the fragility of scientific concepts that have been accepted for a long time. Through research, observation, and mathematics, Copernicus overturned a scientific and church concept that was rooted but was mistaken that the center of the solar system was the earth, an incorrect concept.Keywords: heliocentrism, the principles of the church, controversyAbstrakHeliosentrisme adalah salah satu teori kontroversial yang ditemukan oleh Nicolaus Copernicus. Teori ini menggambarkan bahwa matahari adalah pusat di alam semesta dan ia menentang geosentrisme, yang menempatkan bumi di tengah. Teori ini bertentangan dengan prinsip-prinsip gereja dan isi Alkitab pada waktu itu. Beberapa ilmuwan menentang perumusan Nicolaus Copernicus karena bertentangan dengan prinsip-prinsip gereja. Meskipun dia dalam posisi yang baik dengan gereja. Pada saat ini, Copernicus dipuji oleh banyak orang sebagai Bapak Astronomi Modern. Memang, uraiannya tentang alam semesta dimurnikan dan ditingkatkan oleh para ilmuwan kemudian, seperti Galileo, Kepler, dan Newton. Kontroversi teori yang dipicu olehnya membuat kita sadar akan kerapuhan konsep-konsep ilmiah yang telah diterima sejak lama. Melalui penelitian, pengamatan, dan matematika, Copernicus menjungkirbalikkan konsep ilmiah dan gereja yang berakar tetapi keliru bahwa pusat tata surya adalah bumi, sebuah konsep yang salah.Kata kunci: heliosentrisme, prinsip-prinsip gereja, kontroversi
The Wild Theory of Nicolaus Copernicus Zahra, Yulia
'ADALAH Vol 3, No 3 (2019): Keadilan Budaya & Masyarakat
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.301 KB) | DOI: 10.15408/adalah.v4i4.16545

Abstract

Heliocentrism is one of the controversial theory which was found by Nicolaus Copernicus. This theory described that the Sun is the center of the universe and it was opposed to geocentrism, which placed the Earth at the center. This theory is contrary to the principles of the church and the contents of the Bible at that time. Some scientists oppose the formulation of Nicolaus Copernicus because it contradicts the principles of the church. Although he was in good standing with the Church. At this time, Copernicus was praised by many as the Father of Modern Astronomy. Indeed, his description of the universe was purified and improved by later scientists, such as Galileo, Kepler, and Newton. The controversy of the theory that was sparked by him made us aware of the fragility of scientific concepts that have been accepted for a long time. Through research, observation, and mathematics, Copernicus overturned a scientific and church concept that was rooted but was mistaken that the center of the solar system was the earth, an incorrect concept.Keywords: heliocentrism, the principles of the church, controversyAbstrakHeliosentrisme adalah salah satu teori kontroversial yang ditemukan oleh Nicolaus Copernicus. Teori ini menggambarkan bahwa matahari adalah pusat di alam semesta dan ia menentang geosentrisme, yang menempatkan bumi di tengah. Teori ini bertentangan dengan prinsip-prinsip gereja dan isi Alkitab pada waktu itu. Beberapa ilmuwan menentang perumusan Nicolaus Copernicus karena bertentangan dengan prinsip-prinsip gereja. Meskipun dia dalam posisi yang baik dengan gereja. Pada saat ini, Copernicus dipuji oleh banyak orang sebagai Bapak Astronomi Modern. Memang, uraiannya tentang alam semesta dimurnikan dan ditingkatkan oleh para ilmuwan kemudian, seperti Galileo, Kepler, dan Newton. Kontroversi teori yang dipicu olehnya membuat kita sadar akan kerapuhan konsep-konsep ilmiah yang telah diterima sejak lama. Melalui penelitian, pengamatan, dan matematika, Copernicus menjungkirbalikkan konsep ilmiah dan gereja yang berakar tetapi keliru bahwa pusat tata surya adalah bumi, sebuah konsep yang salah.Kata kunci: heliosentrisme, prinsip-prinsip gereja, kontroversi
Tantangan Baru Jurnalisme dalam Pandemi Covid-19 Munadhil Abdul Muqsith
ADALAH Vol 4, No 1 (2020): Spesial Issue Covid-19
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v4i1.17273

Abstract

Abstrak Pandemik Coronavirus Disease atau Covid-19 telah mengubah pola interaksi dan manusia, terutama dalam komunikasi. Rekomendasi physical distancing atau penjagaan jarak fisik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah penyebaran virus. Sampai bulan September 2020, Covid-19 sudah menginfeksi lebih dari 27 juta orang di dunia dan menyebabkan krisis kesehatan global dan krisis lainnya. Tahun, 2020 menjadi tahun kelam umat manusia modern. dunia sedang menghadapi krisis kesehatan global di ikut oleh krisis multidimensi lain, kita membutuhkan pelaporan berita yang berkualitas dan bertanggung jawab, tidak hanya untuk mengidentifikasi informasi yang salah, tetapi juga untuk memberikan saran kesehatan masyarakat yang sehat dan membangun solidaritas masyarakat. Tidak kecil juga tantangan para pekerja industri ini, tekanan, kebebasan meliput menjadi tantangan tersendiri di masa-masa ini.Keyword: Pandemik Covid-19, Fake news, Jurnalisme
Pengaturan Larangan Hoaks Dalam Al-Quran dan Hukum Positif Siti Ngainnur Rohmah
ADALAH Vol 3, No 1 (2019): Keadilan Hukum & Pemerintahan
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v3i1.16618

Abstract

AbstractInformation and communication technology is developing very rapidly. The community is directed to use communication channels that are personal, effective and efficient. This condition leads to the allure of communication via the internet. The allure of internet communication is because the internet frees information and users to move without restrictions. Ignorance of internet users to access news from healthy sources, and spontaneity to share news without checking and rechecking, resulting in hoaks easily spread in the community.Keyword: Hoaks, Internet, Social Media AbstrakTeknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat. Masyarakat terarah untuk menggunakan saluran komunikasi yang bersifat pribadi, efektif dan efisien. Kondisi ini mengarah kepada daya pikat komunikasi melalui internet. Daya pikat komunikasi internet disebabkan karena internet membebaskan informasi dan penggunanya untuk bergerak tanpa batasan. Ketidaktahuan pengguna internet untuk mengakses berita dari sumber yang sehat, dan spontanitas berbagi berita tanpa check dan recheck, mengakibatkan hoaks mudah tersebar dalam masyarakat.Keyword: Hoaks, Internet, Media Sosial
Aksi Nyata Membangun Bangsa, Siap Sukseskan Negara Dengan Literasi Zahra Putri Alhaqni
ADALAH Vol 4, No 4 (2020): Keadilan Masyarakat
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v4i4.16724

Abstract

AbstractThe progress of a nation is determined by the level of public literacy. The current level of Indonesian literacy is very low. In an effort to improve literacy, it can be done in various ways, one of which is Information and Communication Technology (ICT). Changes in the education curriculum that support increased literacy and reduce the price of books in accordance with the mandate of Law No. 3 of 2017 also needs to be done.Keywords: Education, Literacy, Gawai AbstrakKemajuan suatu bangsa ditentukan oleh tinggi rendahnya literasi masyarakatnya. Tingkat literasi bangsa Indonesia saat ini sangat rendah. Dalam upaya untuk meningkatkan literasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu salah satunya dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Perubahan kurikulum pendidikan yang mendukung peningkatan daya literasi dan menekan harga buku sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 3 Tahun 2017 pun perlu dilakukan.Kata Kunci: Pendidikan, Literasi, Gawai

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 6 (2025) Vol 9, No 6 (2025) Vol. 8 No. 6 (2024) Vol 8, No 6 (2024) Vol 8, No 5 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol 8, No 4 (2024) Vol 8, No 3 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol 8, No 1 (2024) Vol 7, No 6 (2023) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol 7, No 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol 7, No 4 (2023) Vol 7, No 3 (2023) Vol. 7 No. 3 (2023) Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 2 (2023) Vol 7, No 1 (2023) Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 6, No 6 (2022) Vol 6, No 5 (2022) Vol 6, No 4 (2022) Vol 6, No 3 (2022) Vol 6, No 2 (2022) Vol 6, No 1 (2022) Vol. 5 No. 6 (2021) Vol 5, No 6 (2021) Vol 5, No 5 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol 5, No 4 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol 5, No 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol 5, No 2 (2021) Vol 5, No 1 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 1 (2020): Spesial Issue Covid-19 Vol 4, No 1 (2020): Coronavirus Covid-19 Vol 4, No 4 (2020): Keadilan Masyarakat Vol 4, No 3 (2020): Keadilan Hukum & Pemerintahan Vol 4, No 2 (2020): Keadilan Sosial & Politik Vol 3, No 6 (2019): Philosophy of State Vol. 3 No. 6 (2019): Philosophy of State Vol 3, No 5 (2019): Budaya Hukum Masyarakat Rusia Vol. 3 No. 5 (2019): Budaya Hukum Masyarakat Rusia Vol 3, No 4 (2019): Keadilan Sosial & Politik Vol. 3 No. 4 (2019): Keadilan Sosial & Politik Vol. 3 No. 3 (2019): Keadilan Budaya & Masyarakat Vol 3, No 3 (2019): Keadilan Budaya & Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Keadilan Negara & Konstitusi Vol 3, No 2 (2019): Keadilan Negara & Konstitusi Vol. 3 No. 1 (2019): Keadilan Hukum & Pemerintahan Vol 3, No 1 (2019): Keadilan Hukum & Pemerintahan Vol 2, No 11 (2018) Vol 2, No 10 (2018) Vol 2, No 9 (2018) Vol 2, No 8 (2018) Vol 2, No 7 (2018) Vol 2, No 6 (2018) Vol 2, No 5 (2018) Vol 2, No 4 (2018) Vol 2, No 3 (2018) Vol 2, No 2 (2018) Vol 2, No 1 (2018) Vol 1, No 12 (2017) Vol 1, No 11 (2017) Vol 1, No 10 (2017) Vol 1, No 9 (2017) Vol 1, No 8 (2017) Vol 1, No 7 (2017) Vol 1, No 6 (2017) Vol 1, No 5 (2017) Vol 1, No 4 (2017) Vol 1, No 3 (2017) Vol 1, No 2 (2017) Vol 1, No 1 (2017) More Issue