cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Budaya Sekolah Islami (BUSI): Studi Kasus di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang Mustopa, Mustopa
Nadwa Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1880

Abstract

The value crisis has affected the Indonesian people in all areas of life including education. These conditions lead to the importance of intensive value education in schools. This paper aims to find out the concept of Islamic School Culture (Busi) and its implementation pattern in SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. The type of this research is descriptive qualitative. The result of the research shows that Busi in Sultan Agung 1 Semarang Islamic High School includes iqra 'culture, congregational prayer culture, thaharah culture, social interaction culture, and exemplary culture. The implementation pattern has been using top down with three step: socialization, habituation and monitoring. This pattern has succeeded in applying these Islamic values to unite in other school cultural activities in accordance with the vision, mission and objectives of the institution. AbstrakKrisis nilai telah menimpa bangsa Indonesia pada semua bidang kehidupan  termasuk dunia pendidikan. Kondisi seperti ini menyebabkan pentingnya pendidikan nilai secara intensif di sekolah-sekolah. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konsep Budaya Sekolah Islami (Busi) dan pola pelaksanaannya di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Busi di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang meliputi budaya iqra, budaya shalat berjamaah, budaya thaharah, budaya pergaulan islami, dan budaya keteladanan.  Pola Pelaksanaan Busi dilaksanakan secara top down dengan tahapan sosialisasi, pembiasaan dan monitoring. Pola ini telah berhasil menerapkan nilai-nilai Islam tersebut menyatu dalam aktifitas budaya sekolah yang lain sesuai dengan visi, misi dan tujuan lembaga
Pengembangan Sumber Belajar Berbasis Karakter Peserta Didik (Ikhtiar optimalisasi Proses Pembelajaran Pendidi-kan Agama Islam (PAI)) jailani, m sahran
Nadwa Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1284

Abstract

This article aims to reveal the theoretical academic studies in the context of learning resources as epicentrum valuable information for each individual study. This paper uses descriptive analytical method. The results of this study indicate that the source of learning was instrumental in providing a range of information and knowledge required to develop skills and compe-tencies. The way to develop learning resources of Islamic education in order to optimally conducted by 1) analyzing the needs and characteristics of stu-dents' learning, 2) formulate learning objectives, 3) the development of learning material, 4) developing tools to measure the progress, 5) selection of learning resources and 6) hold evaluation. AbstrakArtikel ini bertujuan mengungkap secara teoritis kajian akademik dalam konteks sumber belajar sebagai epicentrum informasi yang berharga bagi setiap manusia yang belajar. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sumber belajar sangat berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan. Adapun cara mengembangkan sumber belajar Pendidikan Agama Islam agar optimal dilakukan dengan 1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik belajar siswa, 2) merumuskan tujuan pembelajaran, 3) pengembangan materi pembelajaran, 4) mengembangkan alat ukur keberhasilan, 5) pemilihan jenis sumber belajar dan 6) mengadakan evaluasi.
Modernisasi Lembaga Pendidikan Pesantren Perspektif Azyumardi Azra Bashori, Bashori
Nadwa Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1881

Abstract

The existence of pesantren as an Islamic educational institution that has advantages both from aspects of scientific tradition and the transmission and intensity of Muslims has been threatened by the current globaisasi. Based on literature study, this paper intends to write Azyumardi Azra idea about modernization of pesantren. The result of the research shows that the idea of pesantren modernization should be able to develop a proper appreciation of all the developments that occur in the present and future, so that it can produce a broad-minded scholar, but must retain the main character of producing ulama and tafaqquh fiddien center without carrying the flow of globalization Abstrak Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam terancam oleh adanya arus globaisasi. Berdasar studi pustaka, tulisan ini bermaksud untuk menuliskan gagasan Azyumardi Azra tentang modernisasi pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan modernsasi pesantren harus bisa menumbuhkan apresiasi yang sepatutnya terhadap semua perkembangan yang terjadi di masa kini dan mendatang, sehingga dapat memproduksi ulama yang berwawasan luas, namun harus tetap mempertahankan ciri utamanya yaitu memproduksi ulama dan pusat tafaqquh fiddien tanpa terbawa arus globalisasi.
Menyelesaikan Problem Materi Belajar bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus dengan Research and Development in Education Irfan, Lukman
Nadwa Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1308

Abstract

This paper discusses the problem of education for children with special needs (difable) related to problems of educational material for them, such as curriculum design, the design of textbooks, learning model, and the design of instructional media. Research conducted by the authors prove that these problems can be solved by using Method Research and Development (R & D) in Education. Excellence of R & D is a design study that combines theory, experts, and real conditions on the ground so that the results are very good and appropriate. R & D also has a very small risk in product development and learning materials for children with special needs, because product trials conducted in stages from small, medium, and then a large scale. Key Word: Education, Difable, R & D.AbstrakPaper ini membahas bertujuan menyelesaikan problem pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (difable) terkait dengan problem materi pendidikan bagi mereka, seperti desain kurikulum, desain buku ajar, model pembelajaran, dan desain media pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis membuktikan bahwa problem tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan Metode Research and Development (R & D) in Education. Keunggulan R & D di antaranya adalah desain penelitian yang menggabungkan antara teori, ahli, dan kondisi riil di lapangan sehingga hasilnya sangat bagus dan tepat. R & D juga mempunyai risiko yang sangat kecil dalam pengembangan produk materi belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus, karena uji coba produk dilakukan secara bertahap dari skala kecil, menengah, dan kemudian skala besar.
Idaaratu al Wahdah al Namthiyah li at Tathwiri al Tarbiyah al Islamiyah Danusiri, Ahmad
Nadwa Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1186

Abstract

Islam, through the Quran proclaims that its mission includes the teachings to the whole universe, Everything in the universe is maintained by Islam, and none of the symptoms is ignored. The revelations also include the traditions of the Prophet that are authentic (shahih) and good (hasan) in quality. Both the Quran and maqbulah hadiths are accepted by Muslims on the basis of faith. When some experts of UIN Walisongo from various disciplines try to understand the sacred words of these two resources, their understanding continues, reaching the paradigm of unity of science which essentially unites the the normative, social, and natural sciences.The effect of this paradigm has brought up an issue for the author. Is there any hadiths or  Prophetic traditions that can be used as a grand theory in the management disciplines of Islamic educatio .To address this issue, the authors conducted a literature research with the title Development of Islamic Education Management Module. Sources of data were focused on nine books of Hadiths : Sahih al-Bukhari, Sahih al-Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan at-Turmudzi, Sunan an-Nasai, Sunan Ibn Majah, Sunan ad-Darimi, Muwatta Malik, and Musnad Imam Ahmad bin Hanbal in the form of digital data  Lidwa Reader i Software Book 9 Imam Hadith.The findings of the study stated that the meaning of the word Rabb includes: creating, nurturing, maintaining, teaching, educating, and organizing. Thus, in an academic term, the word Rabb implies a manager or leader. Meanwhile, in the concept of comprehensive manager it contains at least 14 nomenclature denotations: planning, responsibility, organization, coordination, system of employee payroll, learning, resources, humanity, principle of making it easier for the manager to the employee, motivated to achieve optimal performance, preventing unproductivity, education participation, institutional costs, monitoring and evaluation system. Each nomenclature has numerous hadiths that could serve as its grand theory. Thus, building elements of Islamic education management science have references of Prophet Muhammad SAW hadits so the final figure that was found was "prophetic educational management.
Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Penerapan Card Sort Learning Fadilah, Nur
Nadwa Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1547

Abstract

Appropriate learning methods should be applied in order to maximize the students’ ability during learning activities. The purpose of this study is to determine the improvement of learning achievement of Islamic Religious Education (PAI) through the application of card sort learning method. Action study conducted on PAI learning. The material of this learning is to  understand the provision of sholat of fourth graders of Gunungsari State Elementary School 2 Kaliori Sub district Rembang District Lesson Year 2015/2016. The indicator of successful learning in this research is 75%. The results showed that the percentage of learning mastery at the pre cycle stage was 10.7%, 67.9% in the first cycle, and in the second cycle reached 92.9%. The average score of students' test results also increased significantly, ie the pre cycle stage was 58.8, the first cycle was 72.4, and in the second cycle reached 78.9. This means, through the implementation of card sort learning methode can improve student learning achievement on PAI learning material understanding the provision of sholat.  lAbstrakMetode pembelajaran yang tepat harus diterapkan untuk memaksimalkan kemampuan siswa selama kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penerapan metode card sort. Studi tindakan (action research) dilakukan pada pembelajaran PAI materi mengenai rukun sholat siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Gunungsari 2 Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016. Indikator eHasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar pada tahap pra siklus sebesar 10,7%, pada siklus I sebesar 67,9%, dan pada siklus II mencapai 92,9%. Nilai rata-rata hasil tes siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu para tahap pra siklus sebesar 58,8, siklus I sebesar 72,4, dan pada siklus II naik menjadi 78,9. Hal ini berarti, melalui penerapan card sort learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran PAI materi mengenal rukun sholat.
Implementasi Model Pendidikan Pondok Pesantren Di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Slawi Kabupaten Tegal Srijatun, Srijatun
Nadwa Vol 10, No 1 (2016): Pendidikan Islam dan Humanisme
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe background of this research by orphanages using pesantren education system. This research used descriptive type of qualitative analysis approach. The research findings were that providing education orphanage's daughter Aisyiyah Slawi used modern boarding school education model. Orphanages also used pwsantren model of school that carry out 24 hours of education. Provision of education were classified into three namely informal and non-formal education and formal. Content of curriculum were taught the Qur'an, Hadith, Aqeedah, Fiqh, recitation, and morality. Implementation of this education model schools still faced problems such as; First, the child can not fully implement the activities as scheduled. limited salary for Ustadz/ ustadzah (teachers). Third, the limited funds for the procurement of the facilities, appropriate boarding school program. Fourth, not all administrators to participate actively in accordance duties. Fifth, not all officials understand the educational model boarding school.AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh panti asuhan yang menggunakan sistem pendidikan pesantren. Penelitian ini mengunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan penelitian adalah penyelenggaraan pendidikan panti asuhan puteri aisyiyah Slawi ini mengunakakan model pendidikan pondok pesantren modern. Panti asuhan menggunakan model pendidikan pesantren yakni melaksanakan pendidikan 24 jam. Penyelenggaraan pendidikan diklasifikasikan menjadi tiga yakni pendidikan informal dan nonformal dan formal. Mapel yang diajarkan mengikuti kurikulum pesantren yakni qur’an, hadist, aqidah, fiqih, tajwid, dan akhlaq. Penerapan model pendidikan pesantren ini masih menghadapi hambatan-hambatan diantaranya; pertama, belum seluruhnya anak dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai yang dijadwalkan. Kedua terbatasnya dana insentif untuk ustad / ustadzah. Ketiga, terbatasnya dana untuk pengadaan fasilitas / sarana, sesuai program pondok pesantren. Keempat, tidak semua pengurus ikut aktif sesuai tugasnya. Kelima, tidak semua pengurus memahami model pendidikan pondok pesantren. Model; Pendidikan; Pondok Pesantren; Panti Asuhan
Implementasi Modul Analisis Kebijakan Pendidikan Berbasis Riset Fatkuroji, Fatkuroji
Nadwa Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1305

Abstract

Problems faced by students in understanding the subject of Educational Policy Analysis are: difficulties in identifying the strategic educational issues and low understanding of material. There are two problems in this research, they are: first, how to design Educational Policy Analysis module; second, can using the module improve student learning. This study uses Research and Developement (R&D) method. The subjects of this study are students who take the subject of Educational Policy Analysis. The techniques of data collecting used are observation, questionnaire and interview. Data analysis technique used quantitative and qualitative description by the expert judgment. The result shows that using module in learning can improve the quality of student learning. Based on the validation, using the Educational Policy Analysis module improves the quality of learning. Based on the results of t test, t count>t table (3.426> 2.021), with an error rate of  0,000%.AbstrakMasalah yang dihadapi para mahasiswa dalam memahami mata kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan yaitu kesulitan menentukan isu-isu strategis dalam pendidikan dan rendahnya daya serap mahasiswa terhadap materi. Penelitian ini mempunyai dua tujuan, pertama: bagaimana desain modul Analisis Kebijakan Pendidikan, kedua: apakah belajar dengan modul dapat meningkatkan kualitas belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and developement (R&D). Subjek penelitiannya ialah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuisioner dan wawancara. Teknik analisis menggunakan deskripsi ahli validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan modul dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Berdasarkan hasil validasi, modul Analisis Kebijakan Pendidikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil uji t, diketahui t hitung >t tabel (3,426 >2,021), dengan margin eror 0,000%.
Madrasah Culture Based Transformational Leadership Model Khoiri, Nur
Nadwa Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1160

Abstract

Leadership is the ability to influence, direct behaviour, and have a particular expertise in the field of the group who want to achieve the goals. Dynamic organization requires transformational leadership model. A school principal as a leader at school aims to actualizing good learning leadership. Leadership learning focuses on learning which components include curriculum, teaching and learning process, assessment, teacher assessment and development, good service in learning, and developing a learning community in schools based on organizational culture as value, assumption, belief evolved from the roots of member thought of the organization and believed by all members of the organization and implemented in everyday life that could give meaningKeywords: leadership, transformational leadership, headmaster, instructional leadership, organizational culture.AbstrakKepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi, mengarahkan tingkah laku dan memiliki keahlian khusus di bidang yang diinginkan kelompoknya untuk mencapai tujuan. Oganisasi yang dinamis memerlukan model kepemimpinan transformational. Kepala sekolah sebagai pimpinan memiliki tujuan untuk mewujudkan kepemimpinan pembelajaran yang baik. Kepemimpinan pembelajaran memfokuskan pada pembelajaran yang komponen-komponennya meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, assesment (penilaian hasil belajar), penilaian serta pengembangan guru, layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah berbasis budaya organisasi yang berupa nilai, asumsi, kepercayaan yang berkembang dari akar pemikiran anggota organisasi dan diyakini oleh semua anggota organisasi serta dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari .
Analisis Praktik Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat dalam Kegiatan Kreatif Anak Usia Dini : Studi Kasus di TK Pertiwi Ds.Tambah Rejo, Kec. Tunjungan Kab. Blora Hasanah, Uswatun
Nadwa Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1552

Abstract

This study aims to analyze practices involvement parents and the community in the creative early childhood in kindergarten Pertiwi. This research in a qualitative, that serves to find a meaning, investigate the process, obtain information, and having a deep understanding of an individual as well as groups.Technique data collection uses observation, interviews, and documentation. Data analyzed by using descriptive qualitative. The research results show that the creative done in kindergarten pertiwi is good. Types of creative activity were done in kindergarten to have a partnership with their surroundings school to support activity early childhood.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik pelibatan orang tua dan masyarakat dalam kegiatan kreatif anak usia dini di TK Pertiwi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang berfungsi untuk menemukan sebuah makna, menyelidiki proses, menggali informasi, serta memperoleh pemahaman yang mendalam dari individu maupun kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisa dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kreatif yang dilakukan di TK Pertiwi sudah baik. Jenis Kegiatan kreatif yang dilakukan di Tk tersebut adalah dengan melakukan kerjasama dengan lingkungan sekitar sekolahan sebagai sarana bermain untuk menunajang kegiatan kreatif anak usia dini. untuk mendapatkan suasana yang bervariasi bagi anak.

Filter by Year

2012 2025