Articles
522 Documents
Kebijakan Pembelajaran Terpadu dalam Meningkatkan Minat Konsumen Pendidikan
Fatkuroji, Fatkuroji
Nadwa Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.591
Quality educational services to the challenge of pen-education development in Indonesia. Quality education will produce quality human resources as well. Impact many institutions offer learning system integration. It becomes a policy in response to the needs of consumers in an era of globalization and technology era. Learning is useful in solving the problems facing educational institutions and consumer needs. Learning is expected to meet the complexities of the human personality as the integrity of national education goals. Learning system is expected to improve the intellectual and spiritual competence of learners. This policy should be used as a basis for the development of education in this country.AbstrakPelayanan pendidikan berkualitas menjadi tantangan pengembangan pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Imbasnya banyak lembaga pendidikan menawarkan sistem pembelajaran yang integrasi. Hal ini menjadi kebijakan dalam merespons kebutuhan konsumen di era globalisasi dan era teknologi. Pembelajaran ini berguna dalam memecahkan masalah yang dihadapi lembaga pendidikan dan kebutuhan konsumen. Pembelajaran ini diharapkan menjawab kompleksitas keutuhan kepribadian manusia sebagai tujuan pendidikan nasional. Sistem pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kompetensi intelektual dan spiritual peserta didik. Kebijakan inilah yang harus dijadikan dasar pengembangan pendidikan di negeri ini.
Memahami Pendidikan Islam
Subhan, Fauti
Nadwa Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.547
This article discusses the relationship between Islamic education and various elements of life. The linkage between the theoretical side of Islamic education and the practical side of Islamic education is also presented here. In the study, the theoretical and applied dimensions of Islamic education can be discussed separately, but in practice, these two dimensions are inseparable. In principle, the Islamic education issues cannot be separated from any variety of issues. The Islamic education is always associated with the various elements of life, es-pecially human beings. Human beings can grow and develop properly with Is-lamic education. Conversely, humans (Muslim) also become actors for the de-velopment and the decline of Islamic education. The relationship between Mus-lims and Islamic education just likes a piece of money, which is composed of two different sides, but inseparable one another. In Islamic societies, education be-comes a key of progress.AbstrakTulisan ini membahas tentang keterkaitan antara pendidikan Islam dengan berbagai elemen kehidupan. Keterkaitan antara sisi teoritis pendidikan Islam de-ngan sisi praktis pendidikan Islam juga disampaikan di sini. Secara kajian, di-mensi teoritis dengan aplikatif pendidikan Islam dapat dibahas sendiri-sendiri, tetapi secara praktis, kedua dimensi tersebut tidak bisa lepas satu sama lain. Pada prinsipnya, persoalan pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari beragam per-soalan lainnya. Pendidikan Islam selalu terkait dengan berbagai elemen kehi-dupan, terutama manusia. Melalui pendidikan Islam manusia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, manusia (Muslim) juga menjadi aktor dari maju atau mundurnya pendidikan Islam. Antara umat Islam dan pendidikan Is-lam merupakan dua hal yang dapat diibaratkan seperti sekeping uang, yakni terdiri dari dua sisi yang berbeda tetapi tidak terpisah antara satu dengan lainnya.Â
Akhlak Mulia dalam Pandangan Masyarakat
Mustopa, Mustopa
Nadwa Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.581
This paper elaborate on views of the community on a noble character. Categori-zation of noble character is different in view of the public. This study used a qualitative approach which is the data derived from the literature and society. The results of this study indicate that the noble character in view of the public looks through oral and actions and it is always behaved by someone, and it is not temporary. Normative morality is embedded in the inner nature of the soul that gives rise to act with ease. Morals reflected in a person in relation to God and the community. It was influenced by heredity, environment, and both formal and non-formal education. Individually, moral goodness cause calmness and serenity in a person and make it easier to interact socially with the community.AbstrakTulisan ini menguraikan pandangan masyarakat tentang akhlak mulia. Kategorisasi akhlak mulia berbeda-beda dalam pandangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang sumber datanya berasal dari literatur dan masyarakat. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa akhlak mulia dalam pandangan masyarakat tampak melalui lisan dan perbuatannya dan selalu ada pada seseorang, dan tidak bersifat temporer. Akhlak secara normatif merupakan sifat batin yang tertanam dalam jiwa yang memunculkan perbuatan dengan mudah. Akhlak terpantul dalam diri seseorang dalam hubungannya dengan Tuhan dan masyarakat. Hal itu dipengaruhi keturunan, lingkungan, dan pendidikan baik formal maupun nonformal. Secara individual, kebaikan akhlak menyebabkan ketenangan dan ketenteraman pada diri seseorang dan secara sosial memudahkan berinteraksi dengan masyarakat.
Transmisi Ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah: Studi Evaluasi Pembelajaran Ke-Nu-an di SMA Al-Ma’ruf Kudus
Shodiq, Shodiq
Nadwa Vol 9, No 2 (2015): Pendidikan Inovatif dan Pendidikan Karakter
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2015.9.2.523
Almost every group and community-based organizations provide education in the form of school / madrasah to transmite their ide, indeed Nahdlatul Ulama (NU). One of the characteristics of a school / madrasah NU is their learning from ke-NU an. Research using qualitative methods and approaches, and the evaluation model used is the CIPP evaluation model. The results of this study is that the im-plementation of learning from the ke-NU-an in SMA NU al-Ma'ruf was successful in education and socialization Ahlussunnah wal Jama'ah, while strengthening the character of the ke-Nuan and fanaticism students. This success can be achieved with the support of other subjects similar such as Fiqh Amali, Tarikh NU, Hujjah Aswaja, and provide good facilities AbstrakHampir setiap kelompok dan atau organisasi masyarakat menyelenggarakan pen-didikan berupa sekolah/madrasah, tidak terkecuali Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu ciri dari sekolah/madrasah NU adalah adanya pembelajaran ke-NU-an. Penelitian menggunakan metode dan pendekatan kualitatif, dan model evaluasi yang digunakan adalah model evaluasi CIPP. Hasil penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan pembelajaran ke-NU-an di SMA NU al-Ma`ruf dapat dikatakan berhasil dalam mewariskan dan mensosialiasikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah ala NU, sekaligus memperkuat karakter ke-NU-an dan fanatisme siswa-siswinya. Keberhasilan ini dapat dicapai dengan didukung oleh mata pelajaran-mata pelajaran lain yang sejenis seperti Fiqih Amali, Tarikh NU, Hujjah Aswaja, dan Kitab Kuning, serta adanya fasilitas yang memadai
Marah dalam Pendidikan Islam
Nasirudin, Nasirudin
Nadwa Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1427
This paper is motivated by the human dimension of the Prophet s.a.w when angry. Hadiths indicate that the Prophet s.a.w. as uswah khasanah had experienced an attitude of anger and full of educational values. The purpose of this paper is to attempt to reveal the anger situation of the Prophet s.aw. and its implications for Islamic education. The results of the study found that the cause of the Prophet's anger s.a.w in general is an effort to maintain the sanctity of Islamic law. Then the angry implications that allowed in the educational process in the hadith perspective are (1). anger that does not hurt feelings or physical learners(2). Angry as a form of tactics to educate in difficult student conditions, (3). Angry who does not aim to take revenge on personal matters. All forms of anger must be accompanied by an explanation to be understood as a form of education.  AbstrakTulisan ini dilatarbelakangi oleh dimensi kemanusian Nabi s.a.w ketika marah. Hadits-hadits menunjukkan bahwa Nabi s.a.w. sebagai uswah khasanah pernah mengalami sikap marah dan penuh dengan nilai-nilai pendidikan. Tujuan tulisan ini adalah berupaya mengungkap gambaran kemarahan Nabi s.aw. dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menemukan bahwa penyebab kemarahan Nabi s.a.w pada umumnya merupakan upaya menjaga kesucian syariat Islam. Kemudian implikasi marah yang diperbolehkan dalam proses pendidikan dalam perspektif hadits adalah (1). marah yang tidak menyakiti perasaan ataupun fisik peserta didik (2). Marah sebagai bentuk taktik untuk untuk mendidik dalam kondisi siswa yang susah dikendalikan, (3). Marah bertujuan menyelamatkan dari azab di dunia dan akhirat, (4). Marah yang tidak bertujuan untuk membalas dendam karena persoalan pribadi. Semua bentuk kemarahan harus disertai dengan penjelasan agar dapat dipahami sebagai bentuk pendidikan
Implementasi Pembelajaran Baca Tulis al-Qur’an dengan Metode Iqra pada Anak Usia Dini di RA Perwanida Slawi Kabupaten Tegal
Srijatun, Srijatun
Nadwa Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1321
The research aims to know how to read and write the application of Al quran with Iqro methods in early childhood and the factors that support and impede learning to read and write the Qur’an. This research is a qualitative descriptive which examines data quality (concepts, thoughts and actions) and describe what it is. The results of learning to read and write first penelititan Al quran with methods Iqro prepared in a planned and systematic based on the curriculum RA. Secondly, there is a supporting factor in the application of methods Iqro is the availability of books, media, and other learning tools that support this learning process. Their infrastructure and tenacity educators in the implementation of learning. While the inhibiting factors such as lack of training on a regular basis for the application of methods for Teachers Iqro RA. Still their parents are less attentive to the children in learning Al-Quran.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan baca tulis Al-Qur’an dengan metode Iqro pada anak usia dini dan faktor-faktor yang menunjang dan menghambat pembelajaran baca tulis Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yakni mengkaji data-data kualitas (konsep, pemikiran dan tindakan) dan mendeskripsikannya apa adanya. Hasil penelititan, pertama pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dengan metode Iqro dipersiapkan secara terencana dan sistematis dengan berpedoman pada kurikulum RA. Kedua, terdapat faktor pendukung di dalam penerapan metode Iqro yaitu tersedianya buku-buku, media, dan alat-alat pembelajaran lainnya yang menunjang proses pembelajaran ini. Adanya sarana prasarana dan keuletan para pendidik di dalam pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat antara lain karena kurangnya pelatihan secara rutin untuk penerapan metode Iqro bagi Guru RA. Masih adanya orang tua yang kurang perhatian kepada anaknya dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Pola Pembinaan Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial Guru di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo
Wahrudin, Bambang;
Mukhibat, Mukhibat
Nadwa Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1832
This research is motivated by the importance of personal competence and social competence teacher as the spirit of education. The focus of reasearch is know the program fostering personal competence and social competence teacherin SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo . Deep observation and interview used in this research by qualitative aproach. The result shows that personality competence development programs conducted in six (6) forms include: 1) Dhuhr and Asr prayers in congregation, 2) Baitul Arqom for teachers and employees, 3) Course / tahsin read the Koran for teachers and employees, 4) Pray tahajud ahad congregation every morning, and 5) Training Motivation and 6) Counseling, whereas social competence training program conducted by three (3) forms, namely: 1) Piket Sympathetic, 2) MGMPs and 3) Sinergy Building. These patern have made theacher have stong professionaly and  authorityAbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial bagi guru sebagai ruh pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pembinaan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial guru di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Reset mendalam dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa Program pembinaan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial sumber daya manusia di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo menggunakan 6 (enam) bentuk meliputi: 1. sholat Dhuhur dan Ashar berjamaah, 2. baitul Arqom untuk guru dan karyawan, 3. kursus/tahsin baca al-Qur’an untuk guru dan karyawan, 4. sholat tahajud berjamaah setiap ahad dini hari, dan 5. training motivasi dan 6. konseling, sedangkan program pembinaan kompetensi sosial dilakukan dengan 3 (tiga) bentuk, yaitu: 1. paket Simpatik, 2.  MGMP dan 3. sinergy Building. Pola ini telah berhasil menghantarkan guru sebagai guru yang profesional yang kuat dan berwibawa.
Aplikasi Bahan Ajar Bahasa Arab Bermedia Komputer dalam Memotivasi Belajar Siswa Kelas XI Semester II di Madrasah Aliyah Negeri 4 Muaro Jambi
Yamin, Martinis
Nadwa Vol 10, No 2 (2016): Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2016.10.2.1282
This article is the result of field research on the aplication of teaching materials in Arabic by computer in Class XI MAN 04 Muara Jambi. This type of research is Research and Development (R & D). The purpose of this study increase students' motivation using teaching materials in Arabic by computer. The research found that the Arabic language teaching materiadels using computer media can increase students learning motivation class XI Madrasah Aliyah Negeri at Muara Jambi 4 significantly. It is based improvement very clear from the pre-test before using teaching materials bermedia kompoter obtained value of 63.77 and after using it obtained value of 81.5.AbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian lapangan tentang penggunaan bahan ajar Bahasa Arab bermedia komputer pada Siswa Kelas XI MAN 04 Muara Jambi. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian (R&D) Research and Development. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan bahan ajar bermedia komputer. Hasil penelitian menemukan bahwa bahan ajar bahasa Arab bermedia komputer dapat meningkatkan motivasi belajar Siswa Kelas XI Semester II Di Mad-rasah Aliyah Negeri 4 Muara Jambi secara signifikan dengan hasil pre-test 63,77 dan post-test 81,5.
Peran Penting Psikologi dalam Pendidikan Islam
Hadi, Imam Anas
Nadwa Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1304
This study aims to determine the important role of psychology for Islamic education. The method used library research. Data collection uses documentation and data analysis with descriptive analysis. The results showed that psychology plays an important role in Islamic education as a religious consciousness associated with the values of the soul that is personality. In Islamic Psychology it is better known as term al-Syakhsiyah. The role of psychology in Islamic education is to bridge the delivery process of science to pay more attention to the psychology of each learner, this will determine success of the transfer  process of values to students, becouse student and teacher have opened psychology and ready to make good communication. .   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penting psikologi bagi pendidikan Islam. Metode yang digunakan library research. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan analisa data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi berperan penting dalam pendidikan Islam yaitu sebagai penanaman kesadaran keagamaan yang berhubungan dengan nilai-nilai bathiniyah yang bersifat pribadi (personality). Dalam istilah psikolgi Islam lebih dikenal dengan term al-Syakhsiyah. Peran psikologi dalam pendidikan Islam adalah menjembatani proses penyampaian ilmu pengetahuan agar lebih memperhatikan psikologi masing-masing peserta didik,  hal ini akan sangat menentukan keberhasilan  proses transfer of values siswa.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Membaca Al Qur’an tentang Perintah Menjaga Kelestarian Alam Melalui Teknik Mind Mapping pada Siswa Kelas XI IPS2 SMA 1 Cepiring Semester 2 Tahun Pelajaran 2015-2016
Aliyah, Siti
Nadwa Vol 11, No 1 (2017): Pendidikan Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/nw.2017.11.1.1320
This study aim to know what the using of mind mapping learning model canimprove the activity and outcomes of learning of reading the Qur'an class XI SMAN IPS2 1 Cepiring Kendal in the academic year 2015/2016. This study design using classroom action research (Class Research and Development). Depending on the action, it can be concluded that: Using learning model mind map / mind mapping can improve learning outcomes recitation class XI student of SMAN 1 Cepiring IPS2 Kendal in academic year 2015/2016 from pre-conditions that they have not been able reading makhroj aspect, tajwid fluently to be able makhroj, tajweed and tartil fluently. Average value learning and reading outcomes also increased 70.52 into 86.88.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui pemanfaatanmodel pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan aktivitas dan hasilbelajar membaca Al Qur’an siswa kelas XI IPS2 SMA 1 Cepiring KabupatenKendal tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan desainPenelitian Tindakan Kelas (Class Research and Developement). Berdasarkantindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Pemanfaatan modelpembelajaran peta pikiran/mind mapping dapat meningkatkan hasil belajarmembaca Al Qur’an siswa kelas XI IPS2 SMAN 1 Cepiring KabupatenKendal tahun pelajaran 2015/2016 dari kondisi awal belum mampumembaca dengan aspek makhroj, tajwid dan fasih-tartil secara baik dan benarmenjadi mampu membaca dengan aspek makhroj, tajwid dan fasih-tartil.nilai Nilai rata–rata hasil belajar membaca juga mengalami peningkatan darikondisi awal rata-rata hasil belajar membaca 70,52 menjadi 86,88.Â