cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Proses Pengambilan Keputusan untuk Mengembangkan Mutu Madrasah Anwar, Herson
Nadwa Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.569

Abstract

The main meaning of decision-making by the headmaster is an act issuing a decision that is both tactical and operational such as planning programs to be achieved, implementation strategies and problem-solving strategies, through a decision based on the election results of several solution alternatives decided to achieve madrasah goals. The decision-making activities includeproblem identification, problem formulation, and alternative selection decisions based on calculations and the various impacts that may arise. In the stage of decision making implementation, the headmaster of the madrasah as a leader must make many routine decisions in order to control activities in accordance with the plans. While in control stage that includes monitoring,inspection, and assessment of the implementation results was performed to evaluate the implementation of the decisions.AbstrakHakikat pengambilan keputusan oleh kepala madrasah adalah tindakan dalam mengeluarkan keputusan yang bersifat taktis maupun operasional seperti memuat program yang ingin dicapai, strategi pelaksanaannya dan strategi pe-mecahan masalah, melalui suatu keputusan yang didasarkan pada hasil pemilihan beberapa alternatif masalah yang telah ditetapkan untuk pencapaiantujuan madrasah. Pembuatan keputusan tersebut mencakup kegiatan identifikasi masalah, perumusan masalah, dan pemilihan alternatif keputusan berdasarkan perhitungan dan berbagai dampak yang mungkin timbul. Dalam tahapimplementasi atau operasionalnya, kepala madrasah sebagai pimpinan harus membuat banyak keputusan rutin dalam rangka mengendalikan kegiatan sesuai dengan rencana dan kondisi yang berlaku. Sedangkan dalam tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian terhadaphasil pelaksanaan dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan.
PEMBIASAAN SEBAGAI BASIS PENANAMAN NILAI-NILAI AKHLAK REMAJA Rohman, Abdul
Nadwa Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.462

Abstract

Untuk membentuk manusia yang memiliki moral baik (good moral person) bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Ia memerlukan suatu proses panjang yang memerlukan tahap-tahap, ia membutuhkan suatu kondisi yang memungkinkan seorang individu berperilaku sebagai sosok yang memiliki moral yang diharapkan (moral action). Karenanya, ia memerlukan suatu pembiasaan (habituation) yang dalam pembiasaan itu secara implisit terdapat adanya keteladanan (modelling). Karena itu diperlukan kerjasama secara integratif dari semua komponen baik di sekolah, keluarga maupun masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mampu membiasakan perilaku anak. Secara formal, dalam proses pembelajaran bisa dipertimbangkan beberapa model pembelajaran yang bisa dipilih sesuai dengan situasi yang melingkupinya, yaitu: model konsiderasi, pembentukan rasional, klarifikasi nilai, pengembangan moral kognitif, model non-direktif.
Pengembangan Model Perencanaan Himpunan Data dan Aplikasi Instrumentasi Berbasis Pola Tujuh Belas Plus Kusuma, Indra
Nadwa Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.595

Abstract

This paper describes the development of a set of data and planning models based instrumentation applications seventeen plus patterns in BK teachers SMP / MTs in Bondowoso. The results of this study indicate that counselling activity planning model using the approach pattern seventeen plus becomes very necessary. B.K. teachers in SMP/MTs of Bondowoso still do not have a wide range of data that should be held for the provision of counselling services. The teachers feel it is important to have variety of data sets and instrumentation applications for the smooth running of counselling services (score = 3.23). The evaluation of the implementation of set of data and applications instrument was still very low (score = 1.14). The planning model development activities and application instrumentation data set found that B.K. teachers desperately need (score = 4.28). The assessment model development planning activities data set and instrumentation applications that are promoted rated excellent (score = 4.47). Abstrak Makalah ini menjelaskan pengembangan model perencanaan himpunan data dan aplikasi instrumentasi berbasis pola tujuh belas plus pada guru B.K. SMP/MTs di Bondowoso. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model perencanaan kegiatan konseling dengan menggunakan pendekatan pola tujuh belas plus menjadi sangat perlu dilakukan agar implementasinya sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru BK SMP/MTs di Bondowoso masih banyak yang belum memiliki berbagai data untuk penyelenggaraan layanan konseling. Guru-guru tersebut sangat memerlukan himpunan data dan aplikasi instrumentasi untuk kelancaran menjalankan tugasnya (rerata = 3,23). Sementara evaluasi pelaksanaan himpunan data dan aplikasi instrumennya ternyata masih sangat rendah (rerata = 1,14. Guru-guru BK juga sangat membutuhkan (rerata = 4,28). Penilaian pengembangan model perencanaan kegiatan himpunan data dan aplikasi instrumentasi yang dipromosikan dinilai sangat baik (rata = 4,47) 
Pendidikan Karakter: Konsep dan Aktualisasinya dalam Sistem Pendidikan Islam Mudlofir, Ali
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.560

Abstract

Islam highly emphasizes character that becomes the substance of the religi on. The character used as the basis of the education system in Islam. Character education is an attempt to make influence the soul of the students to inculcate morals, to shape the human personality and virtuous in accordance with the teachings of Islam. Character education becomes essential forlife. Characters are formed by at least covers: religious, honest, tolerant, disciplined, hard-working, creative, independent spirit of nationalism, patriotism, recognize excellence, friendship/communicative, love peace, love reading, environmental care, social care and responsibility. These valuesare a form of social piety which must be actualized in the education system so that they can ward off the crisis and stem the multidimensional towards the formation of personal morality. The characters must be actualized in the education system so as to form a virtuous man.AbstrakIslam sangat mengedepankan karakter sehingga menjadi substansi ajaran agamanya. Karakter dijadikan dasar sistem pendidikan dalam Islam. Pendidikan karakter merupakan usaha mempengaruhi jiwa anak didik untuk menanamkan akhlak sehingga terbentuklah manusia yang berkepribadian dan berbudi luhur sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan karakter menjadi penting bagi kehidupan. Karakter yang dibentuk minimal mencakup: religius, jujur,toleran,disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, Semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai Prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini merupakan bentuk kesalehan sosial yang harus diaktualisasikan dalam sistem pendidikansehingga mampu menepis dan membendung krisis multidimensi menuju terbentuknya pribadi yang berakhlak mulia. Karakter harus diaktualisasikan dalam sistem pendidikan sehingga terbentuk manusia yang berbudi luhur.
Nilai Profetis Pendidikan Islam untuk Menanggulangi Perdagangan Manusia Sulhan, Moh.
Nadwa Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.585

Abstract

Trafficking creates human as commerce object by deception modus, trap, tease, fake appointment, forcing and exploitation, even the violations that insult the human. The Consortium of Indonesia Migrant Labour (KOBUMI) noted that 1-1.5 million from 5 million of Indonesia migrant labours are the victim. American Center for International Labor Solidarity (ACILS) report in 2003 noted that 700.000 to 1 million Indonesia migrant labours who is employable as prostitute. Many of provinces in Indonesia, such as North Sumatra, Riau, Lampung, West Java, Jakarta, Central Java, East Java, West Borneo, East Borneo, North Cele-bes, Bali, and The West Lesser Sundas are the sources of trafficking area. Seeing that trafficking serious problem in Indonesia, it is important to encourage the prevention by adopting many of ethic values as the reinforcement of human re-source and education. Here, Islamic education is important enough to overcome anti-trafficking.AbstrakTrafficking menjadikan manusia sebagai objek perdagangan melalui modus pen-ipuan, jebakan, bujuk rayu, janji palsu, pemaksaan dan eksploitasi serta bentuk-bentuk pelanggaran yang merendahkan martabat manusia. Konsorsium Buruh Migran Indonesia (KOBUMI) mencatat 1-1,5 juta dari 5 juta buruh migran In-donesia adalah korban. American Center for International Labor Solidarity (ACILS) report 2003 mencatat terdapat 700.000 sampai 1 juta buruh migran Indonesia yang dipekerjakan sebagai pekerjaan seksual, penghibur, dan ek-sploitasi kerja lainnya. Banyak propinsi di Indonesia seperti, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Bali dan Nusa Tenggara Barat adalah sumber daerah Trafficking. Melihat demikian serius problem Trafficking di In-donesia, dirasa sangat penting untuk mencari bentuk pencegahan melalui adopsi berbagai nilai etis bagi penguatan sumber daya manusia, penguatan kapasitas dengan pendidikan. Di sini, letak Pendidikan Islam untuk menanggulangi anti Trafficking ini menjadi penting untuk dirumuskan.
Pelaksanaan Terapi Wicara dan Terapi Sensori Integrasi pada Anak Terlambat Bicara Sunanik, Sunanik
Nadwa Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.542

Abstract

Abstract The background of this research is the idea that a speech and language disorder is the causes of developmental disorders that are commonly found in children. Such disorder increases rapidly. Some reports put a number of speech and lan-guage disorder in the ranges from 5-10% in school children. This makes the speech delay as the most common disorder in childhood, so that quick treatment and appropriate therapy are highly needed for children with speech delay. The therapies made are speech therapy and sensory integration. The implementation of speech therapy and sensory integration should be given to children as early as possible. Speech therapy and sensory integration in children with speech delay have important role in determining the child's language development and motor skills. Inclusive education is education that puts all learners with special needs in the regular school day. In this kind of education, teachers have full responsi-bility for learners with special needs.Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi bahwasanya gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pa-da anak. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5-10% pada anak sekolah. Hal ini menjadikan keterlambatan bicara adalah kelain-an yang paling umum terjadi pada masa anak-anak, sehingga diperlukan pena-nganan yang cepat dan terapi yang sesuai dengan kebutuhan dan tentunya yang terbaik bagi anak-anak terlambat bicara. Di antaranya adalah terapi wicara dan sensori integrasi. Pelaksanaan Terapi wicara dan sensori integrasi hendaknya diberikan kepada anak sedini mungkin. Terapi wicara dan sensori integrasi pada anak terlambat bicara mempunyai peranan penting dan menentukan perkem-bangan bahasa dan motorik anak selanjutnya.
Pragmatisasi Pendidikan dalam Dunia Kerja Malikah, Nurul
Nadwa Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.575

Abstract

Vocational education as a part of the National Education system plays a strategic role for the realization of the skilled national labor. Because each vocational graduates is created to become good human resources, in the sense that when theyhave completed vocational school they able to apply the knowledge. But in fact, the graduates of vocational school is recognized only by itself school and still lack confidence in the business and industrial world. The old model of vocational education has disadvantage, is education model that was conducted unilaterally so that students left behind by the progress of the business/industrial world. Creating creativity and independence of the student is the right answer to avoiddependency and to reduce the unemployment rate. The Awareness of selfdevelopment by enhancing the students' confidence and self-reliance is an important part to prepare for the long-term goal achievement. AbstrakPendidikan kejuruan sebagai salah satu bagian dari sistem Pendidikan Nasional, memainkan peran yang sangat strategis bagi terwujudnya angkatan tenaga kerja nasional yang terampil. Karena setiap lulusan SMK memang diciptakan untuk menjadi sumber daya manusia yang siap pakai, dalam arti ketika mereka telah menyelesaikan sekolahnya mereka dapat menerapkan ilmu yang telah merekadapat sewaktu di sekolah. Namun pada kenyataannya, tamatan SMK hanya diakui oleh sekolah sendiri dan masih minimnya kepercayaan dunia usaha dan duniaindustri. Pendidikan kejuruan model lama memiliki kelemahan yaitu, penyelenggaraan pendidikan secara sepihak sehingga anak didik tertinggal oleh kemajuan dunia usaha/dunia industri. Menciptakan kreativitas dan kemandirian siswa, merupakan jawaban tepat untuk menghindari ketergantungan dan dapat mengurangi tingkat pengangguran. Kesadaran mengembangkan diri dengan meningkatkan kepercayaan dan kemandirian siswa, merupakan bagian penting untuk mempersiapkan pencapaian tujuan jangka panjang.
Rekrutmen Tenaga Pendidik dalam Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Jambi Marwazi, K.A. Rahman, Ardiansyah, dan
Nadwa Vol 9, No 1 (2015): Kualitas dan Pemasaran Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.1.518

Abstract

The purpose of this research is to know the process of teacher recruitment to improve the quality of Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Jambi. The method used descriptively qualitative. Data  collection used observation, interview, and document study. The result of the research showed that the process of teacher recruitment whice conducted was good. The recruitment activity was began by planning of teacher need that was by analyzing the present teacher need, the announcement of teacher vacancy, the requirement that should be acquired by teacher candidate, using some test in selection section, and deciding teacheracceptance. Researchers suggested the teacher recruitment activity at MAN Insan Cendikia Jambi should be kept, or improved if possible. Especially in the vacancy announcement extended teacher and files relating to the recruitment of teachers should be archived.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses rekrutmen tenaga pendidik dalam peningkatan mutu Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Jambi. Metode yang digunakan deskiptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses rekrutmen guru yang dilakukan sudah baik. Kegiatan rekrutmen ini diawalidengan perencanaan kebutuhan guru, pengumuman adanya lowongan guru, persyaratan yang harus dipenuhi calon guru, seleksi dengan berbagai tes, dan penentuan penerimaan guru. Peneliti menyarankan agar kegiatan rekrutmen tenaga pendidik pada MAN Insan Cendekia Jambi di pertahankan, bila perlu ditingkatkan agar lebih baik lagi. Terutama dalam pengumuman lowongan guru diperpanjang dan berkas-berkas yang berkaitan dengan rekrutmen guru sebaiknya diarsipkan.
Antisipasi Degradasi Moral di Era Global Muthohar, Sofa
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.565

Abstract

In the globalization era, environment has a broad definition. Someone could very easily find an atmosphere that he likes. It brings to positive or negative effects. Teenagers (aged 12-22 years) are the generation most vulnerable to the negative influences that lead to moral decadence. This problem is verydifficult to overcome if it just rely on the secular West psychological theories. Islamic education is expected to provide a solution to these problems through functional strategy, integral and progressive. Religious teachings not only memorized but should also be presented in the spirit to assist youngpeople in solving the problem. This strategy could be: guiding problem solving in dealing with problems themselves and society as well as the formation of an integral understanding of his relationship with God. Teens should have spirit that can transform itself into a superior person. AbstrakDalam era globalisasi, lingkungan memiliki definisi yang luas. Seseorang bisa sangat mudah menemukan suasana yang dia suka sehingga memunculkan efek positif atau negatif. Remaja merupakan generasi yang paling rentan terhadap pengaruh negatif yang menyebabkan dekadensi moral. Masalah ini sangat sulit diatasi jika hanya mengandalkan teori-teori psikologi Barat yang sekuler. Pendidikan Islam diharapkan mampu memberikan solusi masalah ini melalui strategi yang fungsional, integral dan progresif. Ajaran agama tidak hanya dihafal tetapi juga harus dihadirkan dalam jiwa untuk mendampingi kaum muda dalam menyelesaikan masalahnya. Strategi ini bisa berupa: pembimbingan problem solving dalam menghadapi persoalan diri dan masyarakatnya serta pembentukan pemahaman secara integral tentang hubungannya dengan Allah. Remaja harus memiliki mental yang dapat merubah dirinya menjadi pribadi yang unggul.
STUDI PENINGKATAN MUTU MADRASAH TSANAWIYAH DI KOTA JAMBI man, K.A. Rahman
Nadwa Vol 6, No 1 (2012): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.1.456

Abstract

Obyek penelitian adalah seluruh madrasah tsanawiyah di kota Jambi, negeri maupun swasta. Subyek penelitian kepala ma-drasah, guru dan komite madrasah. Bertujuan untuk menganalisis kebermaknaan kontribusi kepemimpinan kepala madrasah, iklim organisasi, dan partisipasi masyarakat terhadap mutu madrasah tsanawiyah, serta menemukan strategi peningkatan mutu madrasah. Metodologi penelitian dengan survei melalui pendekatan kuanti-tatif dan menggunakan teknik kuisioner. Ditemukan bahwa kepe-mimpinan kepala madrasah berkontribusi signifi kan terhadap mutu madrasah. Namun terungkap pimpinan madrasah belum maksimal mengkomunikasikan program madrasah pada masyarakat. Iklim or-ganisasi berkontribusi signifi kan terhadap mutu madrasah. Namun temuan menunjukkan bahwa guru dan kepala sekolah kurang mem-baur satu sama lain. Partisipasi masyarakat berkontribusi signifi kan terhadap mutu madrasah. Namun temuan menunjukkan bahwa ma-drasah belum sepenuhya melibatkan pihak masyarakat. Mutu ma-drasah dikembangkan dengan memotivasi siswa agar sering tampil pada perlombaan, untuk melatih keterampilan berkomunikasi, serta meraih prestasi yang bisa meningkatkan rasa percaya diri.

Page 11 of 53 | Total Record : 522


Filter by Year

2012 2025