cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
OPTIMALISASI PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING AGAMA BAGI PENYANDANG MASALAH KEJEHTERAAN SOSIAL (PMKS) Hidayanti, Ema
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 13 No. 2 Tahun 2013
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.114 KB) | DOI: 10.21580/dms.2013.132.59

Abstract

Rehabilitasi sosial merupakan upaya mencapai kesejahteraan sosial yang selama ini  sulit diraih oleh para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) karena berbagai hambatan. Rehabilitasi sosial terdiri dari berbagai bentuk kegiatan seperti motivasi dan diagnosis psikososial, perawatan dan pengasuhan, pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan, bimbingan mental spiritual, bimbingan fisik, bimbingan sosial dan konseling psikososial, bimbingan resosialisasi, bimbingan lanjut, dan rujukan. Bimbingan mental spiritual adalah satu bentuk kegiatan yang penting dalam serangkaian tahapan rehabilitasi sosial. Dalam prakteknya bimbingan ini bisa mengambil berbagai bentuk kegiatan bergantung pada kewenangan balai rehabilitasi sosial sebagai salah satu lembaga yang bertangunggjawab melakukan upaya mencapai kesejahteraan sosial di masyarakat. Bentuk bimbingan mental spiritual telah dipraktekan di balai rehabilitasi sosial Margo Widodo Semarang III yang khusus menangani PMKS kelompok eks psikosis dan PGOT (pengemis, gelandangan dan orang terlantar). Implementasi bimbingan mental spiritual yang sebelumnya dalam bentuk ceramah agama dan bimbingan budi pekerti, pada dasarnya bisa dioptimalkan baik secara kuantitatif dan kualitatif. Optimalisasi tersebut diwujudkan dengan dikembangkannya bentuk pelayanan bimbingan dan konseling agama yang variatif yang sangat berguna bagi pemenuhan kebutuhan spiritual PMKS di balai ini.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN BUDAYA BACA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH DARUL ULUM Fahrurrozi, Fahrurrozi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.304 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.748

Abstract

Pendampingan ini dilatarbelakangi oleh penellitian di Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa anak yang lamban membaca pada kelas awal, akan mengalami kegagalan yang semakin parah pada kelas-kelas berikutnya. Berdasarkan penelitian tersebut, maka pendamping berinisiatif untuk melakukan pendampingan pengembangan budaya baca siswa di salah satu madrasah binaan FITK UIN Walisongo, yaitu MTs Darul Ulum. Terdapat beberapa kegiatan pendampingan yang dilakukan untuk mengembangkan budaya baca, yaitu survey minat baca Siswa, MOU dengan Perpustakaan Daerah terkait penambahan koleksi buku, parenting tentang penumbuhan budaya baca anak, pelatihan pembelajaran berbasis literasi bagi guru, pelatihan jurnalistik bagi siswa, pendampingan terjadwal (rutin) pengembangan budaya baca berbasis masyarakat.
PENDAMPINGAN KETRAMPILAN DAN PENGEMBANGAN USAHA BATIK CIPRAT UNTUK SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) TUNAGRAHITA PADA YAYASAN AUTISMA SEMARANG Wibowo, Nur Cahyo Hendro
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.073 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.738

Abstract

SLB-C Yayasan Autisma Semarang yang terletak dilokasi Perum Afa Permai Jl. Afa Raya no 3 Sendang MulyoTembalang Semarang mempunyai tujuan memberikan pelayanan pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus, sehingga mereka memperoleh hak yang sama dalam pendidikan. Untuk itu para siswa berkebuhan khusus perlu adanya pengembangan pelatihan ketrampilan untuk melatih kemandirian sekaligus menciptakan peluang usaha yang berupa pelatihan batik ciprat. Proses pendampingan ini diharapkan menghasilkan karya Batik Ciprat dengan ukuran 1,25 x 2,25 meter dengan berbagai motif oleh anak berkebutuhan khusus. Tahap awal pembuatannya dilakukan dengan pencairan malam yang diciprat-cipratkan pada kain putih dengan menggunakan sendok, sapu lidi, kuas dll, lalu dilanjutkan dengan pembentukan motif dengan menggunakan pewarna pakaian. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan ini yaitu menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats).
PEMBERDAYAAN PETANI PEREMPUAN DALAM USAHA EKONOMI PRODUKTIF UNTUK MENGATASI PENGANGGURAN MUSIMAN DAN MENGURANGI KEMISKINAN DI DESA PUTAT PURWODADI GROBOGAN Arsini, Arsini
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.154 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.400

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakanpetani perempuan melalui usaha ekonomi produktif agar memiliki pengetahuan,pemahaman, dan ketrampilan dalam pengelolaan dan manajemen usahasecara lebih mendalam. Meningkatnya kesadaran mengenai pembuatan rencanakerja yang terinci, pengorganisasian dan pembagian tugas yang jelas diantaraanggota, pentingnya pengarahan dan pemberian motivasi serta pengawasanterhadap jalannya organisasi akan membuat organisasi atau kelompokusaha dapat berkembang dan bertumbuh. Disamping itu pengetahuanmengenai perlunya perjanjian dalam proses jual beli atau pemesanan barang,mengelola dana simpan pinjam serta pembukuan transaksi keuangan jugamenjadikan pengelolaan usaha kelompok batik Tulis Sekar ini optimal. Pengembangan usaha melalui pemasaran dan promosi secara online juga sangatmembantu keberlangsungan usaha dari kelompok usaha bersama (KUB) batikTulis Sekar ini, yang sebelumnya pemasaran masih sebatas pesanan daripelanggan saja.Subyek dampingan pengabdian masyarakat ini adalah pengurus dan anggotakelompok kerajinan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB)Batik Tulis Sekar. Pemilihan subyek dampingan didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu (1) sebagian besar warga di desa Putat bermata pencaharian sebagai petani yang menjadi pengangguran saat musim kemarau tiba, (2) Rata-rata petani perempuan di Desa Putat tingkat ekonominya masihrendah, (3) Petani perempuan di desa Putat memiliki potensi yang bisa digali dan diberdayakan, serta memiliki komitmen dan kemauan keras dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga, (4) Lokasi subyek dampingan relatif dekat dari kampus IAIN Walisongo Semarang, (5) Petani perempuan di desa Putat yang tergabung dalam KUB Batik Tulis Sekar memiliki prospek yang baik untuk pertumbuhan sentra kewirausahaan karena lokasinya berdekatan dengan obyek wisata Api Abadi Mrapen.Dari hasil kegiatan pengabdian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pelatihan yang diperuntukkan bagi pengurus kelompok, kedua adalah pelatihan yang diberikan secara umum kepada seluruh anggota kelompok dan yang ketiga adalah pelatihan yang diikuti oleh anak dari anggota kelompok. Partisipasi peserta sangat baik dilihat dari jumlah peserta yang hadir. (2) Peserta pengabdian merasa antusias dengan diadakannya kegiatan pengabdian dan meminta agar pengabdian serupa dilaksanakan berkesinambungan mengingat pelatihan manajemen usaha, pembukuan sederhana dan perluasan pasar dapat meningkatkan kinerja usaha di masa yang akan datang. (3) Adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan kelompok dampingan, seperti pembuatan kontrak kerja serta pengelolaan simpan pinjam bagi anggota, pembukuan transaksi-transaksi keuangan secara sederhana dan pembuatan rencana usaha, adanya respon yang positif dari peserta yang ditunjukkan dengan pertanyaan dan tanggapan yang diberikan selama pelatihan. Disamping itu forum urun rembug setelah pelatihan sangat diharapkan dalam rangka optimalisasi pengelolaan usaha ekonomi produktif di masa yang akan datang.
Peningkatan Kompetensi Guru PAUD dalam Rangka Pengembangan Metode Tahsin Al Qur’an untuk Perfomansi Peserta Didik di Wilayah Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi) Mawanti, Dwi; Hasona, Ahmad Hasmi; Miswari, Miswari
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.128 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.897

Abstract

Community service activities such as mentoring in training methods tahsin quran aims to provide mentoring, knowledge and skills in Tahsin method for early childhood teachers for early childhood and kindergarten in kedungsepur region. This activity will be an innovative stimulus that Raudhatul Athfal and kindergarten teachers can interact and brainstorm in addressing the needs of the introduction of increasingly complex, particularly related to methods tahsin quran. The target audience in the activities is teachers Raudhatul Athfal and kindergartens in the region kedungsepur totaling 100 people. Assistance in the development of methods tahsin done with lectures, demonstrations and exercises are accompanied by question and answer. Lecture method is used to explain the concept of tahsin method. Demonstration methods used to denote a work process ie development stages tahsin learning the Qur’an, while the method of exercise to practice learning methods tahsin. While the question and answer method to allow participants to consult in overcoming obstacles in the learning method tahsin quran.The availability of sufficient expertise in the development of teaching tahsin methods for teacher’s Raudhatul Athfal or kindergartens in the region Kedungsepur, the enthusiasm of the participants, support of school principals on the implementation of activities and funding support from Islamic Higher Education Directorate of Religious Affairs in 2015 is implementation supporting these activities. The constraints faced is limited time for training.The benefits that can be obtained by the participants of this activity can know the various methods tahsin quran, such as: Nuroniyah, Qiraati, Ummi, and Yanbu'a. Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendam­pingan dalam pelatihan metode tahsin al-qur'an bertujuan untuk memberikan pendampingan, pengetahuan dan keterampilan dalam Metode Tahsin Untuk Anak Usia Dini Bagi Guru-Guru Paud Dan TK Di wilayah kedungsepur. kegiatan ini akan menjadi rangsangan inovatif agar para guru RA dan TK dapat saling berinteraksi dan brainstorming dalam menyi­kapi kebutuhan pengenalan yang kian kompleks, khususnya terkait metode tahsin al-qur'an. Khalayak sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah guru-guru RA dan TK di wilayah kedungsepur yang berjumlah 100 orang. Pendampingan dalam pengembangan metode tahsin dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep metode tahsin. Metode demons­trasi dipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap pengembangan pembelajaran tahsin al-qur'an, sedangkan metode latihan untuk memprak­tikkan pembelajaran metode tahsin. Sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta berkonsultasi dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran metode tahsin al-qur'an.Ketersediaan tenaga ahli yang memadai dalam pengem­bangan pembelajaran metode tahsin bagi guru RA dan TK di wilayah kedungsepur, antusiasme peserta, dukungan kepala sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan dan dana pendukung dari Diktis Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama tahun 2015 merupakan pendukung terlak­sananya kegiatan ini. Adapun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan waktu untuk pelatihan.Adapu manfaat yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan ini antara lain dapat mengenal beragam metode tahsin al-quran, seperti : Nuroniyah, Qiraati, Ummi, dan Yanbu'a.
PENGUATAN KAPASITAS TAHSIN MELALUI METODE NURRANIYAH UNTUK BAGI GURU-GURU PAUD DAN TK DI KOTA SEMARANG Mawanti, Dwi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3618.304 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.753

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendampingan dalam pelatihan metode tasin nuroniyahini bertujuan untuk memberikan pendampingan, pengetahuan dan keterampilan dalam Metode Tahsin Untuk Anak Usia Dini Bagi Guru-Guru Paud Dan TK Di Kota Semarang. kegiatan ini akan menjadi rangsangan inovatif agar para guru PAUD dapat saling berinteraksi dan brainstorming dalam menyikapi kebutuhan pengenalan yang kian kompleks, khususnya terkait metode tahsin. Khalayak sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah guru-guru PAUD  dan TK BIAS di Kota Semarang   yang berjumlah 15 orang. Pendampingan dalam pengembangan metode tahsin dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan latihan yang disertai tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep metode tahsin. Metode demonstrasidipakai untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahap-tahap pengembangan pembelajaran tahsin metode nouroniyah, sedangkan metode latihan untuk mempraktikkan pembelajaran metode tahsin. Sementara metode tanya jawab untukmemberi kesempatan para peserta berkonsultasi dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran metode tahsin Nuroniyah.Ketersediaan tenaga ahli yang memadai dalam pengembangan pembelajaran metode tahsin bagi guru PAUD dan TK di Kota semarang, antusiasme peserta, dukungan kepala sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan dan dana pendukung dari LP2M UIN Walisongo  merupakan pendukung terlaksananya kegiatan PPM ini. Adapun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan waktu untuk pelatihan.Manfaat yang dapat diperoleh peserta dari kegiatan PPM ini antara lain dapat mengenal metode tahsin Nuroniyah.
PENGUATAN KESADARAN HUKUM PERLINDUNGAN ANAK BAGI GURU MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH DAN PONDOK PESANTREN ANAK-ANAK SE KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH Imron, Ali; Supangat, Supangat; Rosyidah, Noor
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.718 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.743

Abstract

Terdapat beberapa kasus kekerasan anak yang melibatkan guru. Keterbatasan pemahaman para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pondok Pesantren Anak-Anak terhadap regulasi perlindungan anak berdampak terhadap kasus criminal justis yang melibatkan para guru.Guru madrasah terkadang mempunyai perspektif lain terhadap tata hubungan murid dan guru ketika proses belajar mengajar. Oleh karena itu perlu diberikan kesempatan kepada para guru madrasah untuk memperoleh penguatan pendidikan kesadaran hukum perlindungan anak.Alasan memilih guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pondok Pesantren Anak-Anak sebagai dampingan di antaranya adalah 1)mereka dalam beraktifitas kesehariannya berinteraksi dengan peserta didik yang usianya masuk kategori anak-anak, 2)mereka kurang mempunyai pemahaman yang cukup tentang hukum, 3)peran sosial guru madrasah mempengaruhi sistem tata perilaku masyarakat dan peserta didik.Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi kelompok, dan studi kasus untuk mencari solusi pemecahannya.Hasil akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan para guru terhadap regulasi tentang perlindungan anak. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan scor tes hasil evaluasi yaitu nilai rata-rata dari 3,7 menjadi 7,9 dari total score 10.
PENDAMPINGAN KELOMPOK PEREMPUAN DI DESA SEKITAR HUTAN MELALUI OPTIMALISASI PENGELOLAAN SINGKONG DAN KENTANG JOWO DI DUSUN GLANDANG KEDUNGSUREN KENDAL Saerozi, Saerozi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.932 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.734

Abstract

Salah satu upaya yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga di Desa Kedungsuren salah satu Desa di pinggiran hutan KPH Kendal adalah pendampingan kelompok perempuan di Desa sekitar hutan melalui optimalisasi pengelolaan singkong dan kentang Jowo. Pendampingan dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) membentuk organisasi/ kelompok perempuan/ kelompok usaha di bidang pembuatan roti, qtela singkong, dan krupuk rendeng, (2) memberikan pelatihan pembuatan: Krupuk Walisongo (krupuk rendeng), Quitela Singkong, Roti Kentang ireng, (3) mengadakan atau menggiatkan produksi dan sekaligus pemasarannya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode ceramah dan praktik. Kegiatan ini telah berhasil: (1) membentuk kelompok perempuan/ kelompok usaha dengan nama “Berkah Sari” dan telah mendapat sertifikat pangan industri rumah tangga dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dengan nomor: P-IRT no. 206332401059418 berlaku selama lima tahun. (2) Telah berhasil memberikan penyuluhan tentang kewirausahaan bagi masyarakat perempuan berupa pembuatan qtela singkong, krupuk rendeng, dan roti kentang ireng, dan upaya pemasarannya. (3) Telah berhasil memberikan pelatihan bagi 25 orang ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok usaha pembuatan roti “Berkah Sari” dalam pembuatan : Krupuk Walisongo (krupuk rendeng), Quitela Singkong, dan Roti Kentang Ireng.
UBAH SAMPAH MENJADI BERKAH: PENDAMPINGAN PEGAWAI TENAGA KEBERSIHAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH Armanda, Dian Triastari
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.76 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.391

Abstract

Sampah merupakan masalah yang klasik sekaligus masalah yang selalu aktual.Mitra dampingan yang dipilih dalam program pendampingan ini adalah pegawaitenaga kebersihan kampus IAIN Walisongo. Tujuan program ini adalahmerubah paradigma pegawai tenaga kebersihan kampus terhadap sampah,membekali mereka dengan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan sampah(terutama sampah organik) yang secara jangka panjang dapat berguna untukpengingkatan kesejahteraan mereka.Tahap-tahap yang ditempuh terdiri atas: pertama, kegiatan diskusi/sharingdan analisis SWOT mengenai teknik pengelolaan sampah, untuk merubah;kedua, pelatihan pengelolaan sampah dan wacana bisnis sampah; ketiga,penguatan komitmen berkarya; keempat, pendampingan langsung mitra dalampenerapan pengelolaan sampah (uji coba); kelima, evaluasi program olehmitra dampingan bersama pengabdi; dan keenam, penyusunan rencana keberlanjutan program.
Pengembangan Budaya Membaca Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kota Semarang Fahrurrozi, Fahrurrozi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.296 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.893

Abstract

This mentoring is motivated by a study, which shows the importance of reading skills of students in the early grades and determine their learning success in the next grade. On the basis of these reasons, then the reading culture is an alternative that can be developed school / madrasah. Based on that background, the mentoring was implemented to develop a reading culture of students in the madrasas built FITK UIN Walisongo, namely MIT Nurul Islam, MI Darul Ulum, MI Miftahul Akhlaqiyah. There are several assistance activities undertaken to develop a culture of reading, the Focus Group Discussion, MoU between the Department of MPI UIN Walisongo the MI side, the MoU with the Regional Library related to the addition of books, parenting about the growth of the reading culture of children, training-based learning literacy for teachers, and a comparative study to MIN Model Sleman, Yogyakarta. Pendampingan ini dilatarbelakangi oleh sebuah penelitian, yang  menunjukkan pentingnya kemampuan baca siswa di  kelas awal dan menentukan keberhasilan belajar mereka pada kelas selanjutnya. Atas dasar alasan itulah, maka budaya baca adalah sebuah alternatif yang dapat dikembangkan sekolah/madrasah. Berdasarkan latar belakang itulah, maka pendampingan dilaksanakan untuk mengembangkan budaya baca siswa di madrasah binaan FITK UIN Walisongo, yaitu MIT Nurul Islam, MI Darul Ulum, MI Miftahul Akhlaqiyah. Terdapat beberapa kegiatan pendampingan yang dilakukan untuk mengembangkan budaya baca, yaitu Focus Group Discussion, MoU antara Jurusan MPI UIN Walisongo dengan MI dampingan, MoU dengan Perpustakaan Daerah terkait penambahan koleksi buku, parenting tentang penumbuhan budaya baca anak, pelatihan pembelajaran berbasis literasi bagi guru, dan studi banding ke MIN Model Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Page 2 of 42 | Total Record : 414