cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
PEMBERDAYAAN EKONOMI TUNANETRA KOMUNITAS SAHABAT MATA DESA JATISARI KECAMATAN MIJEN SEMARANG Noor, Afif
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.088 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.388

Abstract

Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anggota komunitas Sahabat Mata khususnya mereka yang belum pernah mendapatkan pelatihan pijat dan mereka yang merasa memerlukan pengembangan terhadap kemampuan pijatnya. Berdasarkan pelatihan diperoleh hasil bahwa mereka yang belum pernah mendapatkan pelatihan pemijatan masih memerlukan bimbinganlebih lanjut untuk kemudian dapat disalurkan pada panti-panti yang sudah ada, sedangkan mereka yang sudah pernah mengikuti pelatihan sebelumnya sudah dapat disalurkan pada panti pijat-panti pijat atau sudah memiliki keberanian untuk berpraktek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pelatihan/pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan pijat ini dapatdikatakan berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para tunanetrakhususnya mereka yang bernaung dibawah Yayasan Komunitas Sahabat Mata.
Pengembangan Social Skill Narapidana Melalui Pelatihan Pijat Bukhori, Baidi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.318 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.891

Abstract

The purposes of this massage training were namely: (1) to develop social skills of the prisoners through massage training; (2) to provide the prisoners with certain skills after getting out from a penitentiary. The expected benefit of the training was to provide them with some soft skills, so that they could resocialize with other people after their freedom and they might become entrepreneurs by opening a massage business.The methods used in this training were: (a) lectures, (b) discussion, (c) demonstration, (d) assignment, and (e) practices. The training was conducted through three stages, namely: (1) preparation that includes: a preliminary study, proposal composition, creation of training materials, submission of permission, and selection of potential trainees. (2). implementation stage that includes the material provision on the motivation of enterpreneursip, the theory and basic techniques on the traditional massage and the massage of therapy zones, massage practices, and the massage ethics. (3). monitoring stage. After finishing the training, the trainer came to the prison to monitor the trainees and helped them to encounter such cases that could not be overcome by them.Based on the training methods and sort of phases during the training, it was concluded that most of the trainees have been able to practice the basic level of massage, even among those have already received some patients in the penitentiary, so that they earned their money from the massage practice. Other conclusions were that most of them were very confident that massage could be used as a promising profession so it would increase their confidence. In addition, they also wanted to follow an advanced massage training in order to be truly ready to interact with their community to become professional masseurs. The expected training materials for them were the advanced materials of massage and supporting materials involving the internalization of religious values and moral; the motivation of enterpreneurship; and the material of legal awareness. Tujuan pelatihan ini adalah: (1) Mengembangkan social skill narapidana melalui pelatihan pijat. (2). Membekali narapidana agar mereka memiliki skill setelah bebas dalam menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan. Manfaat yang diharapkan dari pelatihan pijat ini adalah untuk memberikan bekal soft skill bagi narapidana, sehingga setelah bebas mereka dapat kembali berbaur dengan masyarakat, serta mampu berwirausaha dengan membuka usaha pijat.Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah (a) ceramah, (b) tanya jawab, (c) demonstrasi, (d) pemberian tugas, dan (e) praktik. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1). Tahap persiapan, meliputi: studi pendahuluan, pembuatan proposal kegiatan, pembuatan materi pelatihan, pengajuan perizinan, dan seleksi calon peserta pelatihan. (2). Tahap pelaksanaan, meliputi pemberian materi tentang motivasi berwira usaha, teori dan teknik dasar pijat tradisional dan pijat zona terapi, praktik pijat, dan etika pijat. (3). Tahap pemantauan dan monitoring. Setelah kegiatan pelatihan selesai, tim pengabdian melakukan monitoring atau datang ke lembaga pemasyarakatan guna memantau peserta atau kemungkinan ditemui kasus-kasus yang belum dapat diatasi oleh peserta pelatihan.Berdasarkan metode dan pentahapan pelatihan tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar peserta telah mampu mempraktikkan pijat tingkat dasar, bahkan di antara mereka telah menerima pasien di dalam lembaga pemasyarakatan, sehingga mereka mendapat penghasilan dari praktik pijat tersebut. Kesimpulan lainnya adalah sebagian besar dari mereka sangat yakin bahwa pijat dapat dijadikan sebagai profesi yang menjanjikan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Selain itu, mereka juga berkeinginan untuk mengikuti pelatihan pijat tingkat lanjut agar benar-benar siap terjun di masyarakat untuk menjadi pemijat profesional. Adapun materi pelatihan yang mereka harapkan adalah materi tentang pijat tingkat lanjut dan materi sisipan berupa pananaman nilai-nilai agama dan moral, motivasi berwirausaha, dan kesadaran hukum.
PENGEMBANGAN POTENSI PESANTREN DALAM MENCETAK SANTRIPRENEUR (Pemberdayaan dan Pendampingan Santripreneur di Pesantren Manahijul Huda Ngagel Dukuhseti Pati) Saifullah, Muhammad; Royyani, Muh. Arif; Shobaruddin, Muhammad
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.568 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.747

Abstract

Pondok Pesantren memiliki peranan penting di masyarakat, khususnya terkait persoalan agama. Saat ini, di tengah perkembangan zaman alumni pondok pesantren dituntut tidak hanya mahir dalam hal keagamaan saja, melainkan juga hal lain salah satunya adalah ekonomi. Pondok Pesantren Manahijul Huda sebagai pondok pesantren yang telah lama eksis di tengah-tengah masyarakat Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati memiliki banyak alumni yang dinantikan kiprahnya di masyarakat. Sebagai upaya untuk memberdayakan para alumnus Pondok Pesantren Manahijul Huda khususnya di bidang ekonomi, maka tim KPD LP2M UIN Walisongo Semarang mendirikan sebuah konveksi penjahitan baju. Di kecamatan Dukuhseti terdapat beberapa lembaga pendidikan yang terdiri dari 3 Madrasah Aliyah, 3 SMK, 6 Madrasah Tsanawiyah, dan 8 Madrasah Ibtidaiyyah, yang memiliki total siswa sekitar 4.000 orang. Selama ini sekolah-sekolah tersebut saat hendak membuat seragam sekolah (Batik, Pramuka, Kaos Olahraga dll) untuk para siswa, selalu pergi jauh ke kecamatan lain, bahkan ada yang ke luar kabupaten Pati. Peluang inilah yang dilihat oleh Tim KPD LP2M UIN Walisongo untuk mendirikan usaha konveksi sebagai upaya untuk memberdayakan alumni sekaligus membantu sekolah-sekolah di kecamatan Dukuhseti dalam menjahitkan seragam para siswanya
PROGRAM PENDAMPINGAN TEH SEDUH DAN CELUPDARI DAUN KERSEN GUNA MENUMBUHKAN KREATIFITAS WIRAUSAHA DI KELURAHAN LAMPER TENGAH KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG Sudarmanto, Agus
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.027 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.737

Abstract

Telah dilakukan kegiatan engabdian yang bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pangan melalui pendampingan pembuatan teh kepada masyarakat di Lamper Tengah dengan memanfaatkan daun kersen sebagai sumber pangan, khususnya minuman herbal yang diolah menjadi teh.Target keluaran yang diharapkan diantaranya adalah masyarakat dapat berwirausaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Yang lebih penting lagi adalah masyarakat Lamper Tengah dapat menjadi sentra penghasil teh dari daun kersen sebagai minuman herbal.Hasil dari program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan ini adalah sebagai berikut:dari aspek capaian berdasarkan tujuan, substansi dan usaha program percepatan difusi dan penerapan iptek ini dipandang sangat efektif untuk membangun kemandirian masyarakat yang berbasis potensi lokal yakni pemanfaatan pohon kersen; dan dari aspek hasil, manfaat dan dampak yang dihasilkan dari program ini sangat banyak yaitu: meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi pohon kersen terutama daunnya untuk dibuat menjadi teh celup dan teh seduh sebagai bahan minuman herbal, meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat bidang pengolahan daun kersen untuk dibuat teh di kelurahan Lamper Tengah, sehingga menumbuhkan motivasi berwirausaha pada masyarakat Kelurahan Lamper Tengah Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang.
PENGUATAN PROPHETIC PARENTING DI MAJLIS TAKLIM ‘KHAIRUN-NISA’ KEL. TAMBAKREJO, KEC. GAYAMSARI, SEMARANG Sulaiman, Sulaiman
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.358 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.399

Abstract

Pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di Majlis Taklim Khairun-NisaTambakrejo, Gayamsari, Semarang, Jawa tengah dan memfokuskan pada penerapan prophetic parenting untuk anggota ibu-ibu dari majlis tersebut. Persoalan utamanya adalah ‘“Menjadikan ibu-ibu Majlis Taklim Khairun-Nisa yang mampu mengasuh dan mendidik anak-anak mereka sehingga menjadi generasi Muslim yang berakhlak mulia dan kepribadian yang toleran.” Untuk menjawab persoalan ini saya berpartisipasi langsung di majlis taklim itu dan pada waktu yang sama saya telah membuat modil yang berisi tentang propheticparenting dan membagikannya kepada jemaah majlis tersebut. Dengan memegang modul tersebut, mereka bisa membaca dan mempelajari semua tema di dalamnya. Sementara itu saya mempunyai tugas untuk menjelaskan modul tersebut dan mengajak mereka mendiskusikannya. Dan untuk menambahpengetahuan keagamaan mereka, saya mengundang seorang kyai untuk berpartisipasi dalam proyek saya.Setelah saya melakukan pengabdian ini selama dua bulan, saya bisa menjelaskan bahwa semua jemaah majlis taklim telah memperoleh pengetahuan yang baik (kognisi) tentang prophetic parenting. Indikatornya adalah perolehan nilai ‘80’ untuk hasil ujian mereka. Tentu saja ini baru menyentuh aspek kognisi saja. Bagaimana mereka mempraktikkan prophetic parenting dalam kehidupan sehari-hari mereka setelah proyek pengabdian ini? Menurut saya, saya harus melanjutkan proyek ini untuk mengetahui bagaimana jemaah majlis taklim tersebut akan menerapkan modul saya dalam kehidupan mereka. 
Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna Melalui Program Remaja Pintar Berbasis Agama Desa Wisata Kandri Kota Semarang Muslam, Muslam; Fatkuroji, Fatkuroji; Muntoli'ah, Muntoli'ah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.176 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.896

Abstract

This accompanying outreach youth "Gerak Maju" in the tourist village Kandri Gunungpati Semarang city in plays an active role in taking the role of and participation in activities in the village tour kandri potentialities and promote tourism as one of the tourist icon in the city of Semarang in addition to tourist village Mijen and Nongkosawit. Public service aims to help resolve the problems experienced by Youth of Gerak Maju, in relation to some business skills and the development of the field of the internet as a promotional event or marketing tourism village.The problems experienced by youth were prepared in a group organization to fill the business activities and promote tourism but will not yet have expertise in creative businesses and information technology so that its activities have not been able to program along with the villages that have been elevated to the Government program of the city of Semarang.Solutions offered in the program of this devotion is to provide Entrepreneurship Training In Graphic Design, Syar'iah, usinh Weblog, techniques for embroidery ribbons, and marketing through the internet with emphasis on the promotion of the tourist potentialities that have been developed. Benchmark the success of this activity is the formation of a group/individual creative effort that Syar'iah as well as the availability of a set of media for promotion through the internet as well as the ability of the youth in the market. Benchmark the success of this activity is the formation of a group/individual creative effort that Syar'iah as well as the availability of a set of media for promotion through the internet as well as the ability of the youth in the market potential of the flagship through the internet. And also offers in depth Training in the form of approach to Entrepreneurship In Syar'iah, skilled In Entrepreneurship Syar'iah, graphic design, using Graphic Design create a Weblog, and manage Weblog website globally. Pengabdian masyarakat ini mendampingi pemuda karang taruna “Gerak Maju” di desa wisata Kandri Gunungpati Kota Semarang dalam berperan aktif dalam mengambil peran dan partisipasi dalam kegiatan di desa wisata kandri serta mempromosikan potensi-potensi desa Wisata tersebut sebagai salah satu icon wisata di kota Semarang selain desa wisata Mijen dan Nongkosawit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami Pemuda Karang Taruna Gerak Maju, dalam kaitannya dengan beberapa ketrampilan usaha dan pengembangan bidang internet sebagai ajang promosi atau pemasaran desa wisata.Permasalahan yang dialami adalah pemuda karang taruna telah siap secara kelompok organisasi untuk mengisi kegiatan usaha dan mempromosikan desa wisata akan tetapi belum memiliki keahlian dalam usaha kreatif dan teknologi informasi sehingga kegiatannya belum mampu seiring dengan program desa wisata tersebut yang telah diangkat menjadi program pemmerintah kota Semarang.Solusi yang ditawarkan dalam program pengabdian ini adalah Memberikan pelatihan Berwirausaha Secara Syar’iah, Desai Grafis, membuar Weblog, Teknik Sulam Pita, dan pemasaran melalui internet dengan menekankan pada promosi potensi-potensi wisata yang telah dikembangkan. Tolak ukur keberhasilan kegiatan ini adalah terbentuknya kelompok/individu usaha kreatif yang Syar’iah serta tersedianya seperangkat media  untuk promosi melalui internet serta kemampuan para pemuda dalam memasarkan potensi unggulan melalui internet. Dan juga menawarkan pendekatan berupa Pelatihan secara mendalam untuk Berwirausaha Secara Syar’iah, terampil mem Berwirausaha Secara Syar’iah, Desain Grafis, membuar Weblog buat Desai Grafis, membuar Weblog  serta mengelola website secara global.
PENGUATAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PEDAGOGIS BAGI GURU MATEMATIKA SMA/MA/SMK SE KECAMATAN NGALIYAN MELALUI PEMANFAATAN SOFTWARE MAPLE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Siswanah, Emy
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.136 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.752

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar dapat memperkuat kompetensi profesional dan pedagogis guru matematika melalui pemanfaatan software MAPLE dalam pembelajaran matematika. Selain itu, dapat membuat siswa tertarik terhadap pelajaran matematika. Subjek dampingan pada kegiatan pengabdian ini adalah guru-guru matematika SMA/SMK/MA se Kecamatan Ngaliyan. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru-guru matematika merasakan manfaat yang nyata dari pemanfaatan software MAPLE. Guru merasa terbantu dengan adanya software MAPLE ini. Selama proses pembelajaran, siswa fokus memperhatikan penjelasan guru. Siswa merasa senang belajar matematika.
PENGUATAN MANAJEMEN MASJID DARUSSALAM DI WILAYAH RW IV KELURAHAN BANJARDOWO KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Susanto, Dedy
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.888 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.742

Abstract

Wilayah RW. IV merupakan sebuah wilayah di Kelurahan Banjardowo Kecamatan Genuk Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah, jika ditinjau dari segi keagamaan, masyarakat RW. IV Kelurahan Banjardowo Kecamatan Genuk Kota Semarang mayoritas memeluk agama Islam, yaitu sebanyak 813 jiwa,[1] dengan didukung minimnya sarana peribadatan. Melihat kondisi masyarakat RW. IV yang mayoritas beragama Islam dan sudah berhasil mendirikan masjid, namun belum mempunyai manajemen masjid yang ideal, untuk itu perlu ada penguatan manajemen masjid. Dalam penguatan manajemen masjid tersebut tentunya dengan pola pemberdayaan dan pelatihan bagi para pengurus takmir masjid Darussalam. Pembinaan jamaah oleh institusi masjid lewat manajemen pengurus atau pengelola masjid tentunya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup umat di bidang ibadah, pendidikan, kesehatan, perekonomian dan lain-lain. Pelatihan ini juga dirancang untuk pembinaan takmir masjid melalui peningkatan wawasan ke-Islaman dan keterampilan berorganisasi. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini akan hadir para aktivis takmir masjid yang siap mengemban amanah dakwah dalam memakmurkan masjid. Kegiatan ini terbagi dalam beberapa kegiatan yang sudah terlalui yaitu silaturrohmi ke para tokoh masyarakat, mengadakan pembaharuan pengurus takmir, mengadakan rapat/ pertemuan/ musyawarah, mengadakan pelatihan manajemen masjid, dan follow up. Hasilnya kegiatan ini adalah terbentuknya: (1) Fungsi-fungsi masjid (2) Kepemimpinan dalam katakmiran (3) Administrasi dan Perlengkapan (4) Manajemen dan penggalian dana (5) Imarah. 
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KEMAS MAP (MODIFIED ATMOSPHERE PACKAGING) UNTUK PENINGKATAN EKONOMI PRODUKTIF MASYARAKAT PENGHASIL TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DI DESA METESEH KEC. BOJA KAB. KENDAL Sugiyanti, Dina
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.448 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.733

Abstract

Mayarakat Desa Meteseh Kec.Boja Kab. Kendal merupakan salah satu produsen tepung MOCAF. Tepung MOCAF sendiri merupakan tepung singkong yang sudah termodifikasi dengan proses fermentasi. Dalam proses fermentasi, dilakukan proses perendaman singkong sehingga kadar air dari tepung yang dihasilkan sangat tinggi yang berefek pada daya tahan tepung yang singkat. Untuk memperpanjang daya simpan dari tepung MOCAF dilakukan teknologi pengemasan aktif MAP (Modified Atmosphere Packaging). Dengan teknologi pengemasan aktif daya simpan tepung yang semula hanya 6 bulan bisa bertahan sampai 2 tahun. Oleh karena itu, pada pengabdian kali ini para produsen tepung MOCAF dilatih tentang teknologi pengemasan aktif MAP. Beberapa faktor yang mendukung terlaksananya kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah besarnya minat dan antusias peserta selama kegiatan, sehingga kegiatan berlangsung dengan lancar dan efektif. Sedangkan beberapa faktor penghambat adalah kesulitan untuk menganalisa produk dan pemasaran produk.
PENANAMAN BUDAYA DAMAI VIA PENDIDIKAN Vita, Yan
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.487 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.389

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan proyek penanaman budaya damailewat pendidikan. Pentingnya disksui ini berangkat dari pandangan bahwapendidikan merupakan pilar utama bagi transforrnasi nilai-nilai dan pembentukan karakter. Demikian juga nilai-nilai dan kebudayaan damai serta pribadi yang berkarakter mencintai dan berperilaku damai semestinya bisa dibentuk lewat pendidikan. Namun demikian pada kenyataannya pendidikan seringkali memiliki hubungan tarik menarik dengan lingkungan soaial, politk, ekonomi dam keagamaan. Kekerasan yang ada dalam lingkungan\-lingkungan tersebut juga akan sangat berpengaruh dengan proses pendidikan. Dalam konteks semacam itu maka tidak menutup kemungkinan pendidikan juga menjadi salah satu penyangga budaya kekerasan. Proses pendidikan yang seharusnya menjadi pilar bagi syi’ar perdamaianpun bisa sebaliknya menjadi pilar syi’ar kebencian. Dari sinilah urgensi penanaman budaya damai via pendidikan. 

Page 5 of 42 | Total Record : 414