cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 414 Documents
PENGUATAN KAPASITAS MAHASISWA PEDULI SAMPAH (PENDAMPINGAN MAHASISWA PRODI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM (PMI) FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN WALISONGO SEMARANG) Faqih, Ahmad
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.285 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.740

Abstract

Karya Pengabdian Dosen adalah sebuah upaya untuk memperkuat mahasiswa Prodi PMI baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomoriknya berkaitan dengan masalah sampah. Permasalahan yang ingin diselesaikan melalui KPD ini adalah: Pertama, Bagaimana meningkatkan pengetahuan mahasiswa Prodi PMI tentang system pengelolaan sampah di lingkungan kampus? Kedua, Bagaimana menumbuhkan kesadaran atau kepedulian mahasiswa Prodi PMI terhadap permasalahan sampah di lingkungan kampus? Ketiga, Bagaimana menumbuhkan kesadaran mahasiswa secara individual dan kolektif untuk melakukan aksi pengelolaan sampah secara bersama-sama, melaluil embaga yang terlahir dari mereka? Berdasarkan permasalahan dimaksud, pengabd iakan melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan kapasistas komunitas mahasiswa Prodi PMI supaya memiliki kepedulian terhadap permasalahan sampah di lingkungan kampus. Selanjutnya mereka akan bergerak melalui aksi nyata, dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang disepakati mereka yang terorganisir secara baik. Pengabdi menggunakans trategi Participatory Rural Appraisal (PRA) secara fleksibel sesuai dengan karakteristik komunitas dampingan. Hasil dari kegiatan ini adalah: Pertama, Usaha untuk meningkatkan kapasistas pengetahuan mahasiswa tentang pengelolaan sampah, dapat dilakukan dengan metode Partisipatory Rural Appraisal (PRA). Kedua, implementasi program peningkatan kapasitas mahasiswa dengan metode PRA, akan terjadi transfer of knowledge, transfer of value, dantransfer of skill. Ketiga, program peningkatan kapasistas mahasiswa peduli sampah, ini juga menghasilkan kelembagaan komunitas yang memungkinkan dapat berfungsi sebagai media untuk menjaga kapasitas yang mereka miliki. Lembaga yang dihasilkan melalui program ini, sebagai jaminan social bahwa program ini dapat terjamin keberlanjutannya pada masa yang akandatang.
PENGUATAN KAPASITAS SDM TA’MIR MASJID ATTAUBAH LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS 1 SEMARANG DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBINAAN KEAGAMAAN BAGI NARAPIDANA Fauzi, Moh
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.155 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.402

Abstract

Narapidana sebagai manusia yang dirampas hak-hak kebebasannya selaludihinggapi perasaan suntuk dan gundah-gelisah. Namun Narapidana yangmenjadi Ta’mir Masjid At-Taubah di Lapas Klas 1 kedungpane dituntutmenjadi imam Shalat, pengajar Fasholatan, BTA, dan Madrasah Diniyyah.Kondisi di atas membutuhkan program pendampingan dengan menggunakanmodel Participatory Action Research (PAR) yang selalu memperhatikan siklusrencana-aksi–refleksi (plan-action-reflection cycle). Dalam implementasinya,pengabdi menggunakan strategi pembelajar orang dewasa yang menyenangkan,seperti pembuatan Buku Mimpi dan kegiatan out bound.Hasil pendampingan telah dapat menumbuhkan ”semangat hidup baru”untuk membuka ”lembaran baru” dari Mitra Dampingan, sehingga mempunyaimimpi luhur ”ingin menjadi murabbi yang sukses”. Mitra Dampingan juga menjadi lebih tahu dan dapat mempraktikkan bacaanbacaan gharibil qur’an dengan lebih fasih (benar dan tepat).
Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Eceng gondok (Eichornia crassipes) Menjadi Pupuk Kompos Cair Untuk Mengurangi Pencemaran Air dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Karangkimpul Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kotamadya Semarang Kusrinah, Kusrinah; Nurhayati, Alwiyah; Hayati, Nur
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.664 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.890

Abstract

Hyacinth (Eichornia crassipes) is known as one of the weeds that have grown high speed so potentially damaging to the aquatic environment. Presence at the water hyacinth has its own important values associated with the sustainability of aquatic ecosystems, namely as a producer. Community service activities aims to provide training and mentoring utilization of water hyacinth into liquid compost to reduce water pollution and improve the local economy Karangkimpul Village Kaligawe Gayamsari District Semarang City. Location of community service is an area of marsh overgrown with water hyacinth. Community service that has been taken is focused on how simple and appropriate technology can be used by the public through the processing of water hyacinth into products such as liquid compost. The debriefing is given in the form of the theory and practice of composting, packaging and product marketing strategies. Liquid compost product made from the water hyacinth is expected to support the national fertilizer demand and improve people's lives.Eceng gondok (Eichornia crassipes) dikenal sebagai salah satu gulma yang memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga berpotensi merusak lingkungan perairan. Keberadaan eceng gondok di perairan memiliki nilai penting tersendiri terkait dengan keberlangsungan ekosistem perairan yaitu sebagai produsen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk kompos cair untuk  mengurangi pencemaran air dan meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Karangkimpul Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Lokasi pengabdian masyarakat merupakan daerah rawa yang banyak ditumbuhi eceng gondok. Pengabdian masyarakat yang telah ditempuh ini menitikberatkan pada bagaimana teknologi sederhana dan tepat guna dapat digunakan oleh masyarakat melalui pengolahan eceng gondok menjadi produk berupa pupuk kompos cair. Pembekalan yang diberikan kepada masyarakat berupa teori dan praktik pembuatan pupuk kompos, pengemasan dan strategi pemasaran produk. Produk pupuk kompos cair berbahan dasar eceng gondok diharapkan dapat mendukung kebutuhan pupuk nasional dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Karangkimpul Kecamatan Gayamsari Kota Semarang.
PEMBERDAYAAN PESANTREN UNTUK PENANGGULANGAN ABRASI DI PANTAI DEMAK DAN JEPARA Choliq, Abdul; Pimay, Awaludin; Anas, Ahmad
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.024 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.746

Abstract

karya pengabdian ini difokuskan untuk menanggulangi bencana abrasi pantai melalui pemberdayaan pesantren. Pelibatan komunitas pesantren dalam pengelolaan pesisir akan meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pelestarian pesisir melalui pendekatan keagamaan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang mempunyai fungsi ganda, sebagai lembaga pendilikan yang mampu mengembangkan pengetahuan dan penalaran, keterampilan dan kepribadian kelompok usia muda dan merupakan sumber referensi tata-nilai Islami bagi masyarakat sekitar, sekaligus sebagai lembaga sosial di pedesaan yang memiliki peran sosial dan mampu menggerakkan swadaya dan swakarsa masyarakat, mampu melakukan perbaikan lingkungan hidup dari segi rohaniah mau pun jasmaniah.Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian dosen ini, ada beberapa hal yang dapat penulis simpulkan yaitu: pertama, bencana abrasi yang terjadi di pantai Jepara dan Demak sudah masuk dalam tahap yang memprihatinkan; kedua, Penanganan bencana abrasi memerlukan kerjasama dari semua elemen masyarakat, baik pemerintah, pihak swasta, dan warga masyarakat; ketiga, warga masyarakat yang tinggal di sekitar pantai yang terkena abrasi perlu dibekali dengan tata cara penangan bencana; keempat, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana. Sistem pembelajaran yang integral dan holistic menjadi dasar pesantren untuk melestarikan lingkungan.
PENGUATAN IMAN MELALUI PENGHAYATAN AGAMA DAN KETRAMPILAN EKONOMI KREATIF DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI KIMIA RUMAH TANGGA UNTUK WARGA TAMBAK LOROK SEMARANG UTARA Thowaf, Siti Munawaroh; Hidayah, Malikhatul; Arikhah, Arikhah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.945 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.736

Abstract

Masyarakat Tambak Lorok adalah masyarakat nelayan dengan tingkat ekonomi menengah kebawah dengan kehidupan nelayan yang keras. Di Tambak Lorok sebagian besar warganya beragama Islam. Meski demikian derasnya arus globalisasi yang membawa dampak pragmatisme dibarengi dengan kegiatan misionaris di daerah ini nampaknya mampu secara pelan-pelan menggerus benteng keimanan sebagian warganya. Kenyataan bahwa mulai sepinya aktifitas keagamaan oleh kalangan muda, dan satu demi satu kaum muslimin berpindah keyakinan, adalah hal yang sangat mencengangkan dan tidak boleh dianggap remeh. Apalagi, jika dirunut dari sejarah perpindahan keyakinan mereka itu adalah karena faktor ekonomi. Untuk menyelamatkan aqidah mereka sangatlah diperlukan dampingan untuk menguatkan iman sekaligus ekonomi melalui pelatihan ekonomi kreatif. Warga muslimat dilatih memproduksi teknologi kimia rumah tangga, hal ini dimaksudkan sebagai kail untuk kegiatan yang bernilai ekonomi. Terbukti mereka mampu memproduksi shampo, detergen, pembersih keramik, karbol/pembersih kamar mandi dan lain-lain. Program ini telah mampu membuat perubahan. Hal ini sangat kelihatan ketika pertama dikenalkan tentang teknologi kimia, jenis zat-zat dan manfaatnya, mereka sangat tertarik dan bersemangat, banyak bertanya terkait dengan kecantikan kulit, memutihkan wajah, menghitamkan rambut dan lain-lain yang sangat duniawi, namun ketika pertemuan berikut setelah disentuh dengan penghayatan tentang makna syahadat, hakekat iman, pada pertemuan berikutnya mereka sudah tidak lagi “memburu” kecantikan lahir. Begitupun dengan penghormatan kepada makhluk lain. Mulai menghargai tanaman sebagai sesuatu yang dibutuhkan, oleh karenanya perlu dipelihara (dirumati-jawa) dengan cara disirami air. Pada intinya keimanannya secara pelan telah “mengaktual” dalam perbuatan nyata. Dengan begitu tidak mudah berpindah keyakinan menjadi murtad karena tergiur oleh iming-iming duniawi.
PELATIHAN PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiacal, Linn) UNTUK PEDAGANG MAKANAN DI PUJASERA NGALIYAN Suryandari, Ervin Tri
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.515 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.397

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari penggunaan minyak goreng, bahkan tidak dapat dihindari dann tidak kita sengaja kita mengkonsumsimakanan yang di olah menggunakan bahkan minyak bekas pakai (minyakjelantah) yang seperti kita tau akan berakibat fatal pada kesehatan kita. Upayauntuk menanggulangi masalah ini adalah dengan pemurnian minyak jelantahbagi khususnya bagi para pedagang makanan di Pujasera Ngaliyan dan masyarakat umumnya. Pemurnian dilakukan dengan menggunakan atau memanfaatkan limbah yaitu kulit pisang kepok (Musa paradisiacal, Linn) terbukti bisa meningkatkan performa dari minyak jelantah yag dibuktikan dengan warna berubah menjadi lebih jernih, kekentalan berkurang dan bau tengik juga berkurang. Hasil yang baik ini disambut baik oleh para pedagang, yang bisa melakukan penghematan khususnya dalam hal penggunaan minyak goreng sehingga bisa meningkatkan perekonomian para pedagang di Pujasera Ngaliyan dan terciptanya suatu pusat jajanan yang menyediakan masakan sehat.
Membudayakan Literasi Berbasis Manajemen Sekolah (Aplikasi, Tantangan dan Hambatan) Widyaningrum, Lulut
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 16 No. 1 Tahun 2016
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.44 KB) | DOI: 10.21580/dms.2016.161.895

Abstract

This Community services activity to build a reading habituation program based on school management is implemented to equip language teachers about some programs to promote reading as habitual activities in schools. In addition, it is also to provide principals and Islamic boarding school headmastersabout MBS (School Based Management) to promote that the whole program could be implemented to get the full support of the school management. Some programs held by the schools and Madrasahs are Membaca Massal, Program Hebat, JUMBACA and Sarapan Pagi. As a result, the whole schools have implemented the programs supported by school managements. All schools were very enthusiastic about the whole program of this devotion and set all the programs as the official programs in thye school. Kegiatan pengabdian membangun budaya literasi membaca berbasis manajemen sekolah ini dilaksanakan untuk membekali para guru bahasa tentang program-program pembiasaan membaca. Selain itu, untuk membekali para kepala sekolah dan kepala madrasah tentang MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) dengan harapan bahwa seluruh program yang dilaksanakan bisa mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak manajemen sekolah. Beberapa program yang dilaksanakan oleh sekolah dan madrasah antara lain adalah Membaca Massal, Program Hebat, JUMBACA (Jumat Membaca) dan Sarapan Pagi.Hasilnya, seluruh sekolah telah melaksanakan program untuk membangunbudaya literasi membaca dengan dukungan sepenuhnya dari kepala sekolah/madrasah. Pihak sekolah merasa sangat antusias dengan seluruh pelaksanaan program pengabdian ini dan mencanangkan program-program tersebut sebagai program resmi sekolah.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN LABORATORIUM KIMIA UNTUK MADRASAH ALIYAH MITRA UIN WALISONGO SE-KOTA SEMARANG Putri, Anissa Adiwena
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 2 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2458.112 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.152.751

Abstract

Telah dilakukan program karya pengabdian dosen dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai tata kelola laboratorium sehingga Pengelola laboratorium dapat menerapkan kaidah yang benar dalam pengelolaan laboratorium, sistem keamanan penyimpanan bahan dan alat kimia di laboratorium, serta penanganan limbah laboratorium madrasah. Adapun subyek dampingan dari kegiatan ini adalah Pengelola Laboratorium Kimia Madrasah Aliyah di Kota Semarang yang menjadi Mitra Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo. Kegiatan diawali dengan survey ulang ke beberapa Madrasah Aliyah seperti MAN 1 Kota Semarang, MAN 2 Kota Semarang, MA Al Khoiriyyah, MA Nurul Huda, MAN Kendal, MA NU Sunan Katong, MA Darul Ulum, MA Uswatun Hasanah, dan MA Al Asror. Setelah dilakukan survey, diperoleh informasi bahwa Pengelola laboratorium merasa perlu dilaksanakan kegiatan pelatihan manajemen laboratorium sebagaimana kegiatan yang direncanakan oleh Dosen Pengabdi. Pada tanggal 6 Juni 2015, Pengelola laboratorium tersebut diundang ke UIN Walisongo untuk mengikuti kegiatan pelatihan manajemen laboratorium dan dilanjutkan dengan pendampingan kegiatan pengelolaan laboratorium yang masih berlanjut. Namun demikian, tidak semua perwakilan dari setiap Madrasah Aliyah hadir pada kegiatan tersebut meskipun sebelumnya telah memberikan konfirmasi kehadiran kepada Dosen Pengabdi. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi penyimpanan bahan kimia yang diharapkan memberikan manfaat bagi peserta
PEMBERDAYAAN DASA WISMA SEBAGAI UPAYA PEMBERLANGSUNGAN K3 (KEBERSIHAN, KEINDAHAN, DAN KETERTIBAN) DI DUSUN GINTUNGAN, DESA DEYANGAN, KEC. MERTOYUDAN, KAB. MAGELANG. Wafiyah, Wafiyah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 15 No. 1 Tahun 2015
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.745 KB) | DOI: 10.21580/dms.2015.151.741

Abstract

Sebagai obyek pembinaan gerakan PKK, keluarga dikelompokkan menjadi dasa wisma-dasa wisma. Dusun yang dasa wismanya terselenggara, K3 nya (Kebersihan, keindahan, dan ketertiban) terselenggara juga. Dengan memperhatikan sumber daya manusianya, sangat mungkin di dusun Klodran, Gintungan, Pandean untuk dirintis penyelenggaraan dasa wisma. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terbentuknya Dasa Wisma di Dusun Gintungan menjadi dua kelompok yaitu Menur I dan II, diikuti dengan penyelenggaraan pertemuan Dasa Wisma secara rutin tiap minggu sudah berjalan delapan kali, mereka merencanakan akan mulai lagi besuk Agustus 2015 Minggu ke empat. Dalam pertemuan tersebut, merekalah yang bertindak sebagai:  Pembawa acara, Pemimpin lagu dan Asmaul Khusna, Pembaca 10 Program Pokok PKK dan Pancasila, Pemberi sambutan Tuan Rumah.
POLA STRATEGI DAKWAH KOMUNITAS HABAIB DI KAMPUNG MELAYU SEMARANG Susanto, Dedy
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol. 14 No. 1 tahun 2014
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.873 KB) | DOI: 10.21580/dms.2014.141.403

Abstract

Dakwah merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang wajib dilaksanakanoleh setiap muslim. Kewajiban ini tercermin dari konsep amar ma’ruf dan nahimunkar, yakni perintah untuk mengajak masyarakat melakukan perilaku positif-konstruktif sekaligus mengajak mereka untuk meninggalkan dan menjauhkandiri dari perilaku negatif-destruktif. Dalam melaksanakan kegiatan dakwahsekelompok aktivis dakwah haruslah menggunakan pola strategi dakwah yangsesuai dengan latar belakang dan kondisi sosiologi maupun psikologi mad’u.Menurut K. Andrew dikutip Mudrajat Kuncoro mengatakan bahwa strategiadalah pola sasaran, tujuan, dan kebijakan umum untuk meraih tujuan yangtelah ditetapkan (Kuncoro, 2005: 1). Tradisis lisan di Kalangan Kaum Habibdi Kampung Melayu Semarang merupakan sebuah tradisi turun-menurunyang biasa tumbuh dan berkembang di kalangan pondok pesantren ataumasyarakat nahdiyin yang ada di Indonesia. Tradisi yang mereka lakukansecara turun menurun sangat mendapatkan dukungan dari masyarakatKampung Melayu Semarang dan keberadaannyapun sangat berarti bagimereka. Aktivitas inilah yang dijadikan pola strategi dakwah di KalanganKaum Habib dengan pendekatan adaptif.

Page 4 of 42 | Total Record : 414