cover
Contact Name
Robby Yuli Endra
Contact Email
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Phone
+6281219015178
Journal Mail Official
jurnalteknikmesin@ubl.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung Jalan ZA Pagar Alam No.26 Labuhan Ratu Bandar Lampung 35142
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20873832     EISSN : 30891965     DOI : http://dx.doi.org/10.36448
Core Subject : Engineering,
Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Teknik Mesin : Desain dan Inovasi, Manufaktur dan Produksi, Material dan Struktur Mekanis, Sistem Energi dan Termal, Robotik dan OtomasiRekayasa Sistem dan Mekatronik: Jurnal Teknik Mesin menyoroti integrasi teknologi mekanik dengan sistem elektronik dan komputer, termasuk dalam konteks mekatronik dan sistem kontrol. Setiap artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Teknik Mesin telah melalui proses peninjauan sejawat yang ketat untuk memastikan kualitas, validitas, dan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Jurnal ini ditujukan bagi para peneliti, akademisi, insinyur, dan profesional yang tertarik pada perkembangan terkini dan inovasi dalam bidang teknik mesin. Melalui publikasi ini, para kontributor dapat berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam upaya untuk memajukan bidang teknik mesin secara global.
Articles 125 Documents
Analisis Perbandingan Kinerja Termal Material Isolasi untuk Thermal Jacket Turbin Uap pada Kondisi Suhu Tinggi Muhamad, Zein; Muhida, Riza; Riza, Muhamad; Adesta, Erry Yulian Triblas; Surya, Indra; Pratowo, Bambang; Kunarto, Kunarto; Saputro, Harjono; Mulyana, Mulyana; Ahwat, Eros Fauzan
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 15, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

efisiensi termal dan konsumsi energi pembangkit listrik. Penerapan thermal jacket dengan material isolasi yang tepat menjadi salah satu solusi untuk meminimalkan kehilangan panas pada permukaan turbin bersuhu tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kinerja termal lima jenis material isolasi, yaitu Glasswool, Silica, Needle Mat, Knitmesh, dan PTFE Fiberglass, pada aplikasi thermal jacket turbin uap. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dan analisis teoritis berdasarkan hukum konduksi panas Fourier satu dimensi dalam kondisi tunak. Model pengujian berupa silinder baja karbon berdiameter 200 mm dan panjang 400 mm yang dipanaskan hingga 1200°C, dengan suhu lingkungan 30°C. Variasi ketebalan isolasi yang diuji adalah 50 mm, 75 mm, dan 100 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju perpindahan panas berbanding lurus dengan konduktivitas termal material dan berbanding terbalik dengan ketebalan isolasi. Knitmesh menghasilkan laju perpindahan panas terendah sebesar 2340 W pada ketebalan 50 mm dengan konduktivitas termal 0,10 W/m·K. Needle Mat menunjukkan performa yang mendekati dengan laju perpindahan panas 2808 W pada ketebalan yang sama. Sebaliknya, Glasswool dan Silica menunjukkan laju perpindahan panas yang lebih tinggi. Pemilihan material isolasi yang tepat terbukti berpengaruh signifikan terhadap reduksi kehilangan panas dan peningkatan efisiensi termal sistem. Knitmesh direkomendasikan untuk aplikasi suhu tinggi pada turbin uap, sedangkan Needle Mat dapat menjadi alternatif dengan pertimbangan optimasi biaya. biaya
Perencanaan Turbin Air untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Warnasi di Kab. Manokwari, Papua Barat Yuniaty, Erma; Syahfriandi, Muhammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 15, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The demand for electricity in the Manokwari Regency, West Papua Province, continues to increase year by year. However, the limited number of power plants and the region’s heavy reliance on diesel-based power plants (PLTD) remain major obstacles to supporting the region’s development and progress.To meet the growing electricity needs and support the government’s program in utilizing non-fossil energy resources, the development of power plants based on New and Renewable Energy (NRE) has become a viable solution. Among the renewable energy options, hydropower and solar energy are particularly promising for development in the Manokwari region due to their abundant and sustainable availability.Hydropower is considered highly suitable for development in Manokwari, given the area's topographical characteristics and sufficient water resources. Therefore, the aim of this study is to plan and design a water turbine as part of the development of a Mini Hydro Power Plant (PLTM) to support the government’s NRE initiatives.One of the most promising sites for PLTM development is the Warnasi River, which has a watershed area (DAS) of approximately 117.75 km² and an average river discharge of 8.26 m³/s. Based on field surveys conducted in the Warnasi River, the flow conditions are deemed adequate for the construction of a mini-hydro power plant.In designing the water turbine, the initial step is to determine the appropriate type of turbine by analyzing its efficiency based on key parameters such as head and discharge. Subsequently, calculations are conducted to determine the turbine’s power output, rotational speed limits, and the main dimensions of the turbine. These design and calculation processes will be discussed in detail in this final project as part of the technical planning for the hydropower system development in the Warnasi River
Metodologi Penilaian Kesehatan Conveyor Berbasis Data Commissioning pada Pabrik Semen Supriyono, Toto; Rozi, Mohammad Fahrur
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 15, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Conveyor merupakan peralatan kritis dalam operasional pabrik semen yang keandalannya berpengaruh langsung terhadap kontinuitas proses produksi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metodologi penilaian kesehatan conveyor berbasis data commissioning menggunakan pendekatan Equipment Health Index (EHI). Metode penelitian meliputi pemilihan parameter operasional utama, penetapan batasan berdasarkan data commissioning, perhitungan deviasi kondisi aktual, serta pembobotan parameter sesuai tingkat kepentingannya. Nilai EHI dihitung melalui proses normalisasi dan agregasi parameter, kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori kesehatan. Metode ini diterapkan pada tiga unit conveyor di pabrik semen. Hasil menunjukkan bahwa Conveyor A memiliki nilai EHI sebesar 0,887 dan dikategorikan sehat, yang mengindikasikan kondisi operasi sangat mendekati nilai desain tanpa anomali signifikan. Conveyor B memperoleh nilai EHI 0,091 dan berada pada kategori kritis, yang mencerminkan penyimpangan ekstrem pada parameter utama serta risiko kegagalan dini. Sementara itu, Conveyor C memiliki nilai EHI 0,605 dan diklasifikasikan cukup, dengan deviasi moderat namun masih dalam kondisi stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa EHI mampu membedakan tingkat kesehatan conveyor secara kuantitatif dan objektif. Metodologi yang diusulkan efektif sebagai dasar pengambilan keputusan pemeliharaan berbasis kondisi untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional conveyor di pabrik semen. Metode ini juga dapat diterapkan pada berbagai peralatan di industri
RANCANG BANGUN INKUBATOR PENETAS TELUR PENYU (CHELONIOIDEA) SEMI OTOMATIS PENENTU JENIS KELAMIN PENYU Suryadi, Dedi; Ridho Sepriasi, M; Supardi, Nurul Iman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 15, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat inkubator penetas telur penyu (Chelonioidea) semi otomatis untuk penentuan jenis kelamin penyu. Inkubator ini dilengkapi dengan mikrokontroler Arduino Uno, sensor suhu Thermocouple type-K, dan sensor kelembaban tanah YL-69. Sistem ini dikembangkan untuk mengatur suhu dan kelembaban dari media inkubasi guna mendukung keberhasilan penetasan serta penentuan jenis kelamin penyu. Proses inkubasi dilakukan pada dua ruang inkubasi dengan kondisi berbeda. Ruang inkubasi betina pada suhu 30°C dan kelembaban 60%, serta ruang inkubasi jantan pada suhu 26°C dan kelembaban 70%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kondisi suhu dan kelembaban sesuai parameter yang ditetapkan. Dari 40 butir telur yang diinkubasi dalam ruang inkubasi betina, berhasil menetas 23 ekor tukik betina dengan persentase 57,5%. Sedangkan dari 40 butir telur yang diinkubasi dalam ruang inkubasi jantan, menetas 18 ekor tukik Jantan dengan persentase 45%. Meskipun keberhasilan penetasan masih tergolong rendah, sistem inkubator semi otomatis ini telah berjalan dengan baik dalam mendukung proses penetasan dan pengondisian jenis kelamin pada penyu
Kalibrasi dan Analisis Ketidakpastian Termokopel Tipe K Menggunakan Metode Perbandingan Supriyono, Toto; Sonawan, Hery; Riantono, Fachrul Sidik; Novahardi, Mi’raj; Sumartono, Muhamad Rizki
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 15, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kalibrasi alat ukur temperatur merupakan langkah penting untuk memastikan akurasi dan keandalan pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kalibrasi dan analisis ketidakpastian termokopel tipe K menggunakan metode perbandingan sesuai standar ASTM E220. Proses kalibrasi dilakukan dengan membandingkan pembacaan temperatur dari sembilan termokopel tipe K terhadap termometer kaca sebagai acuan dalam sistem pemanas air pada rentang temperatur 25 °C hingga 100 °C. Data temperatur direkam menggunakan data logger dengan interval 30 detik, sedangkan pembacaan termometer kaca dilakukan melalui perekaman video untuk meningkatkan ketelitian observasi. Pengukuran dilakukan secara berulang sebanyak sembilan kali untuk memperoleh data yang representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketidakpastian pengukuran termokopel berada pada rentang 0,3 °C hingga 0,6 °C, yang mendekati nilai acuan standar ASTM sebesar ±0,5 °C. Nilai akurasi termokopel diperoleh dalam kisaran 0,53% hingga 1,10%. Selain itu, nilai error rata-rata termokopel terhadap termometer kaca berada pada rentang 1,9% hingga 2,1% untuk pembanding pertama dan 2,4% hingga 3,2% untuk pembanding kedua. Hasil ini juga menunjukkan bahwa metode perbandingan mampu memberikan kinerja kalibrasi yang baik dan dapat digunakan sebagai pendekatan praktis dalam analisis ketidakpastian pengukuran temperatur, khususnya pada aplikasi sistem termal seperti manajemen termal modul fotovoltaik

Page 13 of 13 | Total Record : 125