cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
SUDIMARA STATION INTERCHANGE DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN putri laras; indriastjario indriastjario; agung dwiyanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3219.356 KB)

Abstract

Stasiun Sudimara (SDM) adalah stasiun kereta api kelas III yang terletak di Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Stasiun ini berada di Daerah Operasi I Jakarta, dan terletak antara Stasiun Jurang mangu dan Stasiun Rawa Buntu. Stasiun ini memiliki tiga jalur. Jalur 1 digunakan untuk kereta api yang berjalan ke arah barat/ Stasiun Serpong, Jalur 2 digunakan untuk kereta api yang berjalan ke arah timur/ Stasiun Tanah abang dan Jalur 3 digunakan untuk kereta api yang akan bersilang atau disusul kereta api lain. Stasiun yang sudah mempunyai peron tinggi ini, merupakan stasiun dengan pengguna terpadat ke 2 setelah stasiun Tanah Abang, pada jalur hijau Commuter Line. Dengan volume ± 15.000 penumpang perharinya. Belasan ribu penumpang pengguna Commuter Line, harus berdesakan pada stasiun ini. Banyaknya sistem baru pada perkeretaapian Indonesia, berbanding lurus dengan kebutuhan ruang untuk menunjang segala sistem terbaru. Akhirnya banyak ruang-ruang yang terkesan “asal” karena tidak sesuainya fungsi dan besaran ruang untuk menunjang berbagai sistem-sistem terbaru dari perkereta apian Indonesia, misalnya proses membeli tiket, dan ruang tunggu kereta. Parahnya lagi, ruangan yang terkesan “asal” ini tidak hanya berdampak pada estetika bangunan tidak jelasnya jalur sirkulasi, tetapi juga membuat keselamatan penggunanya itu sendiri terabaikan, misalnya saja yang terjadi pada jalur penyebrangan atar peron.
CITY HOTEL BINTANG TIGA DI SEMARANG Dillysa Shinta
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.962 KB)

Abstract

Fenomena perkembangan pembangunan yang semakin pesat di Kota Semarang dapat dilihat dari slogan “Visit Jateng 2013” dan “Ayo Wisata Semarang” memunculkan dampak positif untuk perkembangan pariwisata. Semarang sebagai pusat bisnis dan pariwisata di Jawa Tengah memberikan kesempatan kepada para investor untuk menanamkan modal di Semarang. Akhir-akhir ini bisnis perhotelan di Kota Semarang menunjukkan prospek cerah, khususnya hotel berbintang. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap di hotel. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya kegiatan seperti rapat yang dilakukan oleh instansi-instansi pemerintah, baik local maupun nasional yang diselenggarakan di kota Semarang. Selain itu factor pendukung yang lainnya adalah meningkatnya status bandara Ahmad Yani menjadi bandara internasional, sehingga menstimulasi pertambahan jumlah hotel di Semarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Hotel, pengertian dan standar mengenai City Hotel, serta studi bunding beberapa hotel bintang tiga di Semarang, dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Semarang, serta perkembangan hotel di kota Semarang. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep postmodern. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
ARENA SIRKUIT INLINE SPEED SKATE di GELORA JATIDIRI SEMARANG Ajeng Anindya; sukawi sukawi; sahid indraswara
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.563 KB)

Abstract

Semarang yang juga salah satu kota besar di Indonesia memilki tingkat antusias yang cukuptinggi terhadap olahraga salah satunya sepatu roda Jawa  Tengah khusus  nya  di  Semarang membutuhkan satu  tempat  khusus  sebagai  pusatkegiatan sepatu  roda  Oleh  karena  itu, perlunya meredesain Arena  Sirkuit Inline  Speed Skate  di  Gelora  JatidiriSemarang menjadikan suatu  bangunan tunggal  dengan sifat  tertutup yang  berisi  seluruh  fasilitaskebutuhan olahraga  sepatu  roda yang didalam  nya  terdapat sirkuit  track  dan road berstandarinternasional  yang  menampung atlit  sepaturoda  Jawa  Tengah sebagai  sarana  Pemusatan  latihanmenuju PON,dan beberapa event internasional lainnya dan sebagai sirkuit sepaturoda Dalam perancangannya, estetika dan struktur bangunan menerapkan konsep desain yangdiadopsi dari bentuk pohon yang mengelilingi tapak dan dijadikan sebagai karakteristik bangunan ini.Sehingga Teori Culture Pragmatic Semarang yang juga salah satu kota besar di Indonesia memilki tingkat antusias yang cukuptinggi terhadap olahraga salah satunya sepatu roda Jawa  Tengah khusus  nya  di  Semarang membutuhkan satu  tempat  khusus  sebagai  pusatkegiatan sepatu  roda  Oleh  karena  itu, perlunya meredesain Arena  Sirkuit Inline  Speed Skate  di  Gelora  JatidiriSemarang menjadikan suatu  bangunan tunggal  dengan sifat  tertutup yang  berisi  seluruh  fasilitaskebutuhan olahraga  sepatu  roda yang didalam  nya  terdapat sirkuit  track  dan road berstandarinternasional  yang  menampung atlit  sepaturoda  Jawa  Tengah sebagai  sarana  Pemusatan  latihanmenuju PON,dan beberapa event internasional lainnya dan sebagai sirkuit sepaturoda Dalam perancangannya, estetika dan struktur bangunan menerapkan konsep desain yangdiadopsi dari bentuk pohon yang mengelilingi tapak dan dijadikan sebagai karakteristik bangunan ini.Sehingga Teori Culture Pragmatic
BOWLING CENTER DI JAKARTA Yospezia Adri
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.561 KB)

Abstract

Masyarakat kota Jakarta dapat dikatakan haus akan hiburan untuk melepas lelah dan menyegarkan pikiran. Mereka tampak terus menerus menunggu dibangunnya tempat – tempat hiburan baru. Saat ini, hiburan yang benar – benar dibutuhkan oleh masyarakat kota adalah hiburan sehat, yaitu hiburan yang menyehatkan dengan tempat olahraga yang dapat sekaligus menjadi tempat rekreasi bersama keluarga maupun teman sepergaulan. Melihat hal tersebut, peluang untuk membangun sarana olahraga sekaligus rekreasi sangatlah menjanjikan di kota Jakarta. Salah satunya adalah Bowling Center yang sebenarnya juga sudah terdapat di beberapa tempat di kota ini namun jumlahnya masih sedikit. Kajian diawali dengan tinjauan olahraga bowling, pengertian, tipe bangunan, fasilitas, dan standar dalam Bowling Center. Kemudian dilakukan juga tinjauan dari penekanan desain arsitektur modern dimana terdapat praktik struktur bentang lebar di dalam bangunan ini. Selain itu juga dilakukan tinjauan dari hasil studi banding langsung ke beberapa Bowling Center yang terdapat di Jakarta dan studi bangunan yang terdapat di luar negeri. Setelah itu dilakukan pencarian alternatif tapak dan dilakukan tinjauan sebagai kelayakan pemilihan tapak. Sebagai kesimpulan, dibuat program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
REDESAIN GEREJA SANTO PETRUS SAMBIROTO SEMARANG Angelina Dyah E. R; Edward Endrianto Pandelaki; Hermin Werdiningsih
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.791 KB)

Abstract

Pusat Kota Semarang merupakan pusat kemajuan sektor ekonomi di Kota Semarang. Lahanpermukiman di area tersebut mulai berkurang, menyebabkan permukiman sekarang meluas di wilayahSemarang Selatan, salah satunya Kecamatan Tembalang. Kemunculan perumahan baru standar menengah keatas menyebabkan wilayah berkembang lebih modern dan jumlah penduduknya bertambah semakin pesat.Begitu juga jumlah umat Katoliknya. Padahal saat ini di Kecamatan Tembalang hanya terdapat satu GerejaKatolik, hanya berskala stasi, yaitu Gereja Santo Petrus Sambiroto. Dengan makin bertambahnya jumlah umatKatolik dan makin tingginya tingkat aktivitas warganya, maka dibutuhkan desain gereja berskala lebih besar. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Gereja Katolik,standar-standar mengenai tata ruang dalam Gereja Katolik, studi banding beberapa Gereja Paroki Katolik diSemarang dan Gereja-Gereja Post Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Gereja SantoPetrus Sambiroto Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur PostModern. Tapak yang digunakan adalah tapak asli dari Gereja Santo Petrus Sambiroto, yang kemudian diperluassesuai kebutuhan ruang yang ada. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan,penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Redesain Gereja Santo PetrusSambiroto Semarang”. Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Post Modern, yaitu aliran Methapor andMetaphisical dimana konsep dan filosofi bangunan Gereja ditampilkan secara eksplisit dalam bentuk danpenampilan bangunan. Catchment Point dipakai untuk menyiasati bentuk lahan dan menghindari bangunanGereja tertutup oleh bangunan lain sekitar tapak. Untuk bangunan Gereja sendiri, dirancang dengan konsepdenah berbentuk manusia yang sedang memberkati dan konsep bentuk bangunan berbentuk kapal, dengansistem struktur penerapan sistem jalinan tudung saji.
PANTI REHABILITASI NARKOBA DI SAMARINDA DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR TROPIS dwi gita; sahid indraswara; sukawi sukawi
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.626 KB)

Abstract

Masalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba telah menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang rentan oleh bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. Letaknya yang berbatasan langsung oleh Negara Malaysia menyebabkan narkoba masuk secara illegal dengan mudah. Semakin maraknya peredaran narkotika dan obat terlarang di Kalimantan Timur menjadi permasalahan yang sangat kompleks dan pelik, bukan saja bagi aparat kepolisian tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan permasalahan yang sudah menjadi ancaman serius dalam kehidupan bangsa. Bahkan pemerintah kini melalui BNN (Badan Narkotika Nasional), bahu membahu bersama masyarakat melakukan upaya-upaya dalam mencegah dan menanggulangi narkoba. Upaya penegakan hukum juga harus memfokuskan sasaran kepada pecandu narkotika dan obat terlarang, tidak hanya kepada pengedar/ pedagang narkoba saja. Karena pecandu lebih membutuhkan dukungan dan akses terhadap pelayanan terapi dan rehabilitasi. Penanganan kasus pengguna narkoba dengan pengadaan panti rehabilitasi sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Sosial No. 44 tahun 1992 tentang lembaga Rehabilitasi Sosial Korban Narkotika dan Undang-Undang No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika dan Kepres No.17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasional. Hal ini merupakan bukti bahwa pengadaan panti rehabilitasi yang memadai secara sarana dan prasarana sebagai salah satu wadah pembinaan para pengguna narkoba sangatlah penting.
MUSEUM KEBUDAYAAN DI CIREBON Faisal Nufus; Hendro Trilistyo; Bambang Supriyadi
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.118 KB)

Abstract

Cirebon yang merupakan border land atau daerah perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan kebudayaan yang berbeda antara budaya jawa peninggalan kerajaan Mataram dan budaya Sunda peninggalan Kerajaan Sunda Kelapa dan Padjadjaran. Cirebon menjelma menjadi suatu daerah yang memiliki heterogenitas budaya yang cukup kompleks. Borderland menghasilkan suatu komunitas unik, yang jika ditilik dari sejarahnya sudah merupakan sarumban (campuran) antara Arab, India dan China. Hal ini terlihat dari salah satu kereta kencana yang paling terkenal yaitu Paksi Naga Liman yang merupakan gabungan dari tiga ekor binatang yang dianggap agung dari Arab, India dan China yang memiliki ilustrasi fiktif dan makna yang sangat luar biasa. Dari semua fenomena yang terjadi itulah, maka perlu adanya suatu penanganan untuk menjadikan kebudayaan Cirebon lebih dikenal baik itu di seluruh Indonesia maupun di mancanegara. Oleh karena itu, demi menjaga kelestarian dan kesinambungan benda- benda seni dan benda-benbda peninggalan bagi masyarakat dimasa mendatang, untuk itu perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Salah satu wadah yang dapat menjadi icon kota adalah adanya museum budaya yang representatif.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai permuseuman baik itu cara pengumpulan benda cagar budaya, penilaian kelayakan, pemeliharaan dan pameran pameran. hal dasar ini sangat berpengaruh terhadap bentuk ruang dan tata sisrkulasi museum nantinya. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Museum Kebudayaan di Cirebon dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Dekonstruksi yang akan membuat desain Museum tersebut lebih menarik dan atraktif.Konsep arsitektur Dekonstruksi merupakan penerjemahan dari beberapa filosofi kebudayaan Cirebon dimana konsep dan filosofi Kebudayaana ditampilkanbaik secara jelas maupun hanya esensinya saja ke dalam bentuk dan penampilan bangunan. Bangunan seolah-olah membentuk motif batik mega mendung dan wadasan terpisah satu sama lain sehingga memungkinkan terbentuknya susunan void dan solid yang tidak beraturan.
RENTAL OFFICE DI BSB CITY SEMARANG muhammad mukhlisin; sri hartuti; bharoto bharoto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.245 KB)

Abstract

Sektor investasi dan ekonomi yang terus berkembang terutama di bidang properti mengakibatkan proses urbanisasi masyarakat daerah semakin cepat. Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah mengalami dampak yang paling jelas. Hal ini juga disebabkan oleh tuntutan kehidupan yang semakin modern. PT. Karyadeka Alam Lestari sebagai pengembang BSB City Semarang sejak tahun 1997 terus mengembangkan konsep kota satelitnya untuk merespon fenomena ini. Perbukitan Mijen akan diubah menjadi sebuah kota modern yang menampung seluruh aspek kegiatan msayarakat. Pada 5 hingga 10 tahun kedepan kawasan CBD di kota satelit ini akan mulai dikembangkan. Dimana kawasan CBD ini akan menampung berbagai kegiatan bisnis, industri, niaga dan perdagangan yang terdiri dari fasilitas perkantoran berupa komplek rental office. Di sisi lain kegiatan manusia modern selalu dituntut serba cepat, efisien dan efektif, seringkali berdampak pada kehidupan sosialnya. Sebuah bangunan perkantoran yang akan mewadahi kegiatan industri dan bisnis di BSB City ini tentu tidak akan lepas dati kemungkinan itu. Karena kebiasaan masyarakat modern adalah individualis, realistis, anti sosial, dan bahkan seolah seperti robot. Terutama masyarakat yang bertindak di bidang industri (jasa/barang) kebiasan – kebiasan tersebut sering dijumpai karena ruang – ruang arsitektur yang diwujudkan selalu bersifat formal. Perkantoran dengan ruang – ruang yang bersifat informal melebur dengan ruang luar akan terasa lebih bebas sehingga sosialisasi dan komunikasi antar individu akan lebih mudah terjalin. Kehidupan sebagai makhluk sosial pun akan berjalan dengan normal.
GALERI SENI KOMUNITAS SENIMAN BOROBUDUR INDONESIA annes bella
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.508 KB)

Abstract

Candi Borobudur sebagai icon Budaya Dunia harus diperkuat dengan aktivitas para seniman disekelilingnya, sebab daya tarik Candi Borobudur akan memudar tanpa aktivitas seni dan budaya di sekitarnya. Seniman di sekitar Borobudur yang diwadahi oleh Komunitas Seniman Borobudur Indonesia mempunyai citra yang unggul di bidang kesenian. Namun, para seniman di Komunitas Seniman Borobudur Indonesia dianggap belum kompak dalam produktifitas kerjanya, karena sering kali mereka hanya mengeluarkan karya seni jika akan ada acara tertentu. Padahal kiprah para seniman akan terpinggirkan tanpa wadah dan organisasi yang kuat dalam bekerja. Sehingga dibutuhkan galeri sebagai wadah bagi para seniman dalam berkarya, memamerkan hasil karya mereka, serta menjualnya. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian galeri dan museum, fungsi dan aktifitas di galeri dan museum, dan standar-standar galer dan museum, studi pandang tinjauan tentang seni, serta studi banding beberapa galeri. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kabupaten Magelang, perkembangan kesenian dan kebudayaan di daerah tersebut, serta program-program pemerintah yang mendukungnya. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep arsitektur organik. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
ndiqikan sebuah qumah sakit khusus qehabilitasi medic di Jogjakaqta dengan metode penyembuhan menggunakan pengobatan konvensional seqta komplementeq heqbal. RUMAH SAKIT KHUSUS REHABILITASI MED Seta Wibhi; Indriastjario Indriastjario; budi sudarwanto
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1743.856 KB)

Abstract

Kehadiran sebuah rumah sakit khusus rehabilitasi medic masihsangat jarang di Indonesia, terlebih lagi kebanyakan rumah sakitswasta yang mengambil pangsa pasar golongan menengah kebawah masih sangat jarang. Sebuah perusahaan bernama PT.Siar Nur Insani yang bergerak di bidang kesehatan telahmendirikan sebuah rumah sakit khusus rehabilitasi medic diJogjakarta dengan metode penyembuhan menggunakanpengobatan konvensional serta komplementer herbal.LATAR BELAKANGDalam qencana implementasi jangkapanjangnya qumah sakit ini akan mempeqluasinvestasi dengan membuka cabang baqu di KotaSemaqang.Sehingga melihat daqi qencanapequsahaan teqsebut dibutuhkan suatu konsep dangagasan sebuah peqencanaan seqta peqancangandesain sebuah Rumah Sakit Khusus Rehabilitasi