cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 446 Documents
TOWNHOUSE KOTA SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN bhakti jati; bambang suyono; hermin werdiningsih
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.966 KB)

Abstract

Kota Semarang dengan misi “Terwujudnya Semarang Kota Perdagangan dan Jasa, yang Berbudaya menuju Masyarakat Sejahtera” merupakan Kota Perdagangan dan Jasa menyebabkan tingginya potensi investasi yang meningkat secara drastis dari tahun 2010 ke 2011 dengan peningkatan jumlah proyek hampir tujuh kali lipat. Selain itu, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kota Semarang tahun 2011 meningkat menjadi 4,9 triliun rupiah dari tahun sebelumnya senilai 360 miliar rupiah. Sedangkan penanaman modal asing meningkat dari 60,39 juta dolar menjadi 178,88 juta dolar (Indikator Ekonomi Semarang dalam Statistik Perbankan Kota Semarang, 2012). Pertumbuhan ekonomi dan bisnis ini juga diimbangi pula dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Menurut data BPS tahun 2008-2012, jumlah penduduk di Kota Semarang cenderung mengalami kenaikan sebesar 0,96% dan jumlah Kepala Keluarga (KK) meningkat rata-rata 3,3% per tahun. Tingginya angka pertumbuhan penduduk tersebut mengakibatkan perlunya peningkatan penyediaan fasilitas tempat tinggal. Dengan tingginya pertumbuhan ekonomi Kota Semarang menyebabkan fungsi tempat tinggal tidak sekedar sebagai hunian akan tetapi yang dapat memberikan nilai tambah seperti kepraktisan, efisiensi, keamanan, lokasi strategis dan nilai lainnya, tidak kalah penting yaitu sebagai nilai investasi dan prestige.
SOCIAL HOUSING IN PARIS WITH HISTORICAL ASPECT APPROACHING Dian Widareni; Agung Dwiyanto; Atik Suprapti
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.829 KB)

Abstract

This booklet aims to give an overview of the social housing sector in Europe. The intention is to identify general patterns and important trajectories, that are likely to impact on future policy. The goal is not to provide detailed descriptions of the sector in every country, but to understand its key attributes and to clarify major trends.There are definitional issues about social housing such as around the position of co-operatives, time limited subsidies, and the role of private suppliers. The profile of the social housing stock differs across countries in terms of age, housing type, and the percentage located on estates. Social housing serves different client groups, some of it for the very poor, while in others it is for working families or even the middle classes while the very poor are accommodated. Actually, the social housing sector generally for number of single-parent families, the elderly, and the poor.Social housing efforts are also being made to introduce a greater mix in the existing stock and to use public assets more effectively.The first thing that begins the study is trying to find out the definition of social housing and some other based things about it, such as the standard of the layout itself. Trying to obey the regulation on the site around the neighbourhood is also be considered.The concept of the design is based on the surrounding condition. Trying to maximize the potential of the site is the main purpose that need to be reached. The form of the building is refered to the tourism point and the meeting point around the site.
PERPUSTAKAAN HIBRIDA DI KOTA BOGOR DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR EKSPRESIONIS gumelar rachmat; atiek suprapti; edward pandelaki
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.74 KB)

Abstract

Pada saat ini perpustakaan daerah Kota Bogor belum mengalami perkembangan yang menggembirakan, terutama dalam beberapa tahun terakhir malah pengunjung perpustakaan cenderung menurun. Tanggal November 2013 pengunjung di Perpusatakaan Kota Bogor di Jl. Juanda, tak kurang dari 500 orang (pos kota 8 nov 2013), padahal target yang direncanakan oleh oleh pemda Kota Bogor pada tahun 2014 masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan harusnya berjumlah 40.000 pengunjung. Ditenggarai rendahnnya masyarakat yang mengunjungi perpustakaan ini di antaranya, perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga hampir setiap masyarakat memiliki akses langsung mendapatkan informasi atau data yang dibutuhkan via internet. Salah satu cara untuk memecahkan permasalahan di atas yaitu dengan membangun suatu perpustakaan yang memiliki konsep baru, yang tidak hanya menjadikan perpustakaan hanya sebagai tempat membaca dan mencari buku, namun tempat tersebut dirancang untuk tujuan rekreatif sekaligus edukatif. Perpustakaan yang dapat menampung kegiatan edukatif dan rekreatif di Kota Bogor ini disebut Perpustakaan Hibrida. Dengan konsep arsitektur ekspresionis diharapkan bangunan yang dirancang tidak kaku dan membuat masyarakat lebih tertarik untuk mengunjungi perpustakaan Kota Bogor.
GEDUNG KONSER MUSIK DI SEMARANG Mohammad Muzammil; Sri Hartuti Wahyuningrum
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1887.63 KB)

Abstract

Musik sudah dikenal manusia sejak berabad-abad yang lalu dan telah menjadi kebutuhan penunjang bagi manusia saat ini. Dengan bermusik, manusia dapat mengekspresikan perasaan dan emosinya dalam suatu karya nyata dalam wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lain dalam lingkungan hidupnya, sehingga dapat dimengerti dan dinikmatinya.Dewasa ini perkembangan musik sudah sangat pesat, ditunjang dengan semakin modernnya sarana dan prasarana untuk menikmati musik. Demikian pula halnya dengan pertunjukan musik, kita dapat menyaksikan hampir setiap saat, baik secara langsung maupun melalui media visual. Musik adalah sebuah bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Karna musik dapat memberikan energi spiritual manusia. Dengan kata lain musik dapat mengisi enegi psikis manusia sehingga dapat menggetarkan jiwa. Musik di Indonesia sangat menarik untuk di ikuti, karena bagaimanapun juga musik adalah bagian dari budaya kita. Selain itu perjalanannya juga dinamis dan mampu mengikuti perkembangan jaman yang ada. Jadi bisa dikatakan bila perkembangan musik di tanah air kita sangat mengembirakan sekaligus menggairahkan. Karena selain telah mampu menjadi industrial yang kuat, tidak bisa dipungkiri musik juga punya andil yang cukup besar perkembangan di negeri ini.Perkembangan musik di Semarang semakin tahun memang terlihat semakin berkembang. Berbagai band bermunculan dengan memainkan genre musik yang bermacam-macam. Selain itu, Semarang juga sering sebagai tempat berlabuh bagi musisi tanah air maupun manca negara untuk melakukan tour perjalanan karir mereka, hal itu terbukti semakin sering diadakannya konser-konser musik di Semarang dan antusias penonton pun juga semakin tinggi. Akan tetapi konser/pertunjukan seringkali diadakan ruang-ruang pertemuan biasa seperti di stadion, di kampus-kampus, di diskotik ataupun di tempat lainnya yang tidak dikhususkan untuk kegiatan semacam ini, sehingga gelombang suara yang dihasilkan oleh sumber suara kurang maksimal dipendengaran.
FASILITAS PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA DI BEKASI DENGAN PENEKANAN DESAIN VERNAKULAR rony johan; bharoto bharoto; abdul malik
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3320.036 KB)

Abstract

Kehidupan merupakan proses dalam menjalani beberapa tahapan peristiwa, diawali peristiwa kelahiran dan diakhiri peristiwa kematian. Setiap peristiwa biasanya membutuhkan proses perayaan yang dikenal dengan istilah ‘upacara’. Upacara menjadi bagian penting dalam perkembangan kehidupan manusia dari suatu keadaan ke keadaan lain. Hal ini menjadi salah satu landasan mengapa manusia berperan sebagai makhluk individu dan sosial. Manusia memerlukan orang lain untuk dapat melalui setiap peristiwa, termasuk dalam peristiwa pernikahan. Pernikahan merupakan salah satu peristiwa penting walaupun tidak menjadi suatu keharusan bagi setiap manusia. Oleh sebab itu, pernikahan dirasa perlu untuk disakralkan serta dikenang oleh setiap pihak yang terlibat melalui suatu upacara, baik upacara modern maupun upacara tradisional. Upacara pernikahan modern biasanya diselenggarakan sebagaimana kegiatan pesta resepsi pada umumnya, sedangkan upacara pernikahan tradisional diselenggarakan sesuai ritual adat yang bersangkutan. Namun tidak berarti setiap pengantin hanya menggunakan satu jenis perayaan saja. Ada kalanya pengantin menyelenggarakan dalam bentuk pesta dan upacara adat namun dalam waktu yang tidak bersamaan. Kelompok etnis merupakan salah satu bentuk perwujudan peran manusia sebagai makhluk sosial. Manusia mengikuti berbagai kegiatan sesuai tradisi adat yang bersangkutan termasuk mengikuti ritual adat. Kegiatan manusia tidak terlepas dari ruang, baik ruang yang sudah ada maupun ruang yang baru diciptakan. Di sinilah peran ritual adat kemudian menjadi salah satu pertimbangan utama yang mempengaruhi penataan ruang.
AUDITORIUM UNIVERSITAS DIPONEGORO Nuzlia Rahdini
IMAJI Vol 3, No 3 (2014): jurnal IMAJI - Juli 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.13 KB)

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri terbesar dan terbaik di Jawa Tengah. Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, Universitas Diponegoro memiliki visi yaitu menjadi Universitas Riset yang unggul pada tahun 2020. Oleh karena itu Universitas Diponegoro terus melakukan pengembangan baik di bidang sarana dan prasarana yang dimilikinya.Salah satunya adalah pembangunan Auditorium yang nantinya dapat sesuai dengan visi Universitas Diponegoro menjadi Universitas Riset yang unggul pada tahun 2020. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan standar-standar mengenai Auditorium, serta studi banding beberapa Auditorium yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan mengenai Universitas Diponegoro serta seluruh kegiatan yang dilakukan di Auitorium UNDIP. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Hi Tech. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.
HOTEL RESORT BINTANG 5 DI KAWASAN WISATA KECAMATAN SAWANGAN, KABUPATEN MAGELANG fadli kaloka hardian; hermin werdiningsih; edyy darmawan
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.331 KB)

Abstract

Pariwisata pada masa kini merupakan suatu tuntutan masyarakat di tengah padatnyaaktivitas  untuk mengurangi  tingkat stres  yang terjadi  karenanya.  Permintaan masyarakatuntuk melakukan perjalanan wisata tahun demi tahun terus mengalami peningkatan.Kecamatan Sawangan adalah salah satu wilayah di Kabupaten Magelang yang memilikipesona wisata  pemandangan alam yang menarik perhatian wisatawan. Terletak di lerenggunung Merbabu dan dengan pesona eksotisme pegunungannya, wisatawan dapat menikmatisuasana pemandangan gunung t gunung yang mengelilingi Kabupaten Magelang. Dan dengan___vÇ_A}_i_lAÁ] _š_A _‰_Œš]A^_]ŒAd_ŒiµvA<__µvPA<_Ç_vP_UA^__ _At] _š_At}v}o_o}_UA^<_Á_ _vAxxxxxxxarah positif di sektor pariwisata.Mengeveluasi  kembali  bahwa  Kabupaten  Magelang membutuhkan  pengembangansektor  pariwisata yaitu sarana akomodasi  berupa penginapan  dan  Kabupaten  Magelangmemiliki wilayah yang berpotensi di sektor pariwisata dengan pemandangan alam yang indah,maka dibutuhkan kolaborasi  dari kedua  hal  tersebut diatas.  Oleh  karena  itu,  diperlukanperencanaan dan perancangan sarana akomodasi penginapan yang memiliki fasilitas lengkapdengan menawarkan pemandangan area pegunungan berupa Hotel Resort di Kawasan WisataKecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.Pariwisata pada masa kini merupakan suatu tuntutan masyarakat di tengah padatnyaaktivitas  untuk mengurangi  tingkat stres  yang terjadi  karenanya.  Permintaan masyarakatuntuk melakukan perjalanan wisata tahun demi tahun terus mengalami peningkatan.Kecamatan Sawangan adalah salah satu wilayah di Kabupaten Magelang yang memilikipesona wisata  pemandangan alam yang menarik perhatian wisatawan. Terletak di lerenggunung Merbabu dan dengan pesona eksotisme pegunungannya, wisatawan dapat menikmatisuasana pemandangan gunung t gunung yang mengelilingi Kabupaten Magelang. Dan dengan___vÇ_A}_i_lAÁ] _š_A _‰_Œš]A^_]ŒAd_ŒiµvA<__µvPA<_Ç_vP_UA^__ _At] _š_At}v}o_o}_UA^<_Á_ _vAxxxxxxxarah positif di sektor pariwisata.Mengeveluasi  kembali  bahwa  Kabupaten  Magelang membutuhkan  pengembangansektor  pariwisata yaitu sarana akomodasi  berupa penginapan  dan  Kabupaten  Magelangmemiliki wilayah yang berpotensi di sektor pariwisata dengan pemandangan alam yang indah,maka dibutuhkan kolaborasi  dari kedua  hal  tersebut diatas.  Oleh  karena  itu,  diperlukanperencanaan dan perancangan sarana akomodasi penginapan yang memiliki fasilitas lengkapdengan menawarkan pemandangan area pegunungan berupa Hotel Resort di Kawasan WisataKecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
MUSEUM PURBAKALA PATI AYAM KABUPATEN KUDUS DENGAN PENEKANANA DESAIN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR amanda pinandita; septana pribadi; sukawi sukawi
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.574 KB)

Abstract

Situs Patiayam merupakan salah satu situs terlengkap. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya manusia purba (Homo erectus), fauna vertebrata dan fauna invertabrata. Ada juga alat-alat batu manusia dari hasil budaya manusia purba yang ditemukan dalam satu aeri pelapisan tanah yang tidak terputus sejak minimal satu juta tahun yang lalu. Maka, diperlukan suatu wadah untuk menampung semua fosil yang telah di temukan ,sudah selayaknya keberadaan museum dengan fasilitas yang memadahi patut diperhitungkan keberadaannya. Salah satu museum yang sudah menampung sebagian temuan fosil adalah museum purbakala pati ayam tetapi keadaan dan fasilitas pada museum ini belum dapat memenuhi standart kelayakan dan secara benar menampung dan menunjukkan pada masyarakat.
PEREMAJAAN RUMAH SUSUN PEKUNDEN SEMARANG Ashri Amalia Hadi; Siti Rukayah; Edward Endrianto Pandelaki
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.995 KB)

Abstract

Salah satu strategi dan kebijakan bidang perumahan dan permukiman sebagaimana tertuang dalamKepmen Kimpraswil, Nomor 217/KPTS/M/2002, tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Perumahan danPermukiman (KSNPP), adalah mewujudkan permukiman yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan gunamendukung pengembangan jati diri, kemandirian dan produktivitas masyarakat. Untuk mendukung konsepsipembangunan perumahan di perkotaan di mana ketersediaan lahan merupakan salah satu kendalanya, makakonsep Rumah Susun Sederhana Sewa merupakan alternatif pemecahan permasalahan penyediaan perumahanserta prasarana lingkungan perkotaan yang diarahkan secara vertikal, sehingga dapat meningkatkan usahapembangunan perumahan permukiman yang fungsional bagi masyarakat perkotaan. Konsep Peremajaan padakawasan rumah susun Pekunden serta hunian kumuh di sekitarnya yakni daerah Pekunden Barat untukmenanggulangi adanya permukiman kumuh di pusat kota dan meningkatkan kualitas lahan sehingga lebihefektif untuk digunakan sebagai lahan hijau. Dari konsep tersebut diharapkan dapat mencapai tujuan hunianyang layak bagi masyarakat. Dalam proses perancangan Peremajaan Rumah Susun Pekunden, perlu dikaji mengenai pengertianserta hal-hal mendasar dari peremajaan kawasan dengan solusi rumah susun, asas-asas mengenai strategiperemajaan yang tepat, serta standar-standar mengenai tata ruang yang didasarkan pada peraturan yangmengatur mengenai rumah susun, studi banding beberapa Rumah Susun yang ada di Indonesia, serta studilokasi pada Rumah Susun Pekunden dan kawasan permukiman kumuh di sekitarnya sebagai kawasanperemajaan. Untuk mendukung prosen kajian perancangan dibahas juga mengenai konsep penataan massabangunan pada tapak, serta ruang dalam bangunan, penampilan bangunan, serta aspek teknis dan kinerjayang akan diterapkan pada perancangan Peremajaan Rumah Susun Pekunden Semarang. Peremajaan Rumah Susun Pekunden menerapkan konsep manajemen subsidi silang, bagi golonganbawah dan golongan menengah, sehingga dalam aplikasi desainnya terdapat dua jenis bangunan rumahsusunyakni rumah susun sederhana dan rumah susun menengah yang ditata berdasarkan filosofi kampungvertikal. Untuk mendukung filosofi tersebut digunakan conecting bridge untuk menghubungkan tiap massabangunan. Karena bangunan ini diperuntukkan bagi masyarakat menengah dan bawah, maka konsep desainarsitektur tropis akan mendukung dalam penghematan energi dalam bangunan. Sehingga struktur, elemenbangunan, serta utilitas bangunan dirancang untuk mendukung konsep arsitektur tropis.
PUSAT TRAVEL AGENT DAN FASILITASNYA DI YOGYAKARTA Gerardus Rangga Upasara Wulung; Dhanoe Iswanto; Yulanda Rifan
IMAJI Vol 3, No 1 (2014): jurnal IMAJI - Januari 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap penyedia jasa transportasi khususnya travel agent meningkat dengan pesat di kota- kota besar di Indonesia. Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Indonesia yang sebagian masyarakatnya sering menggunakan jasa transportasi dari travel agent ini, dikarenakan banyaknya kaum pendatang di kota Yogyakarta ini yang sebagian besar didominasi oleh mahasiswa dan juga pekerja kantoran. Maraknya atau menjamurnya usaha atau kegiatan travel agent di kota Yogyakarta ini tidak diimbangin dengan kemajuan fasilitas atau pelayanan yang ada di travel agent tersebut. Faktor kenyamanan dan keamanan seringkali tidak diindahkan oleh para pengusaha travel agent. Bangunan travel agent yang ada sebagian besar berupa ruko yang terkadang tidak dapat menampung seluruh kegiatan yang seharusnya ada di sebuah travel agent. Dan bahkan kegiatan dari sebuah travel agent itu sendiri mengganggu keadaan di lingkungan sekitarnya.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Travel Agent, pengertian dan standar-standar mengenai kegiatan serta fasilitas yang diperlukan dalam sebuah travel agent yang sesuai standar, serta studi banding beberapa travel agent serta fasilitas- fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan di travel agent itu sendiri. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Yogyakarta, perkembangan kegiatan jasa transportasi travel agent di kota tersebut. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep Modern. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan berdasarkan persyaratan wilayah atau area sebuah travel agent itu harus dibangun, antara lain dekat dengan bandar udara, stasiun kereta api, ataupun terminal bus.Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3 dimensi sebagai ilustrasi desain.